Pernikahan terpaksa membuat kami terjebak diantara hubungan pernikahan tanpa cinta, kemarahan Mileas atas perjodohan ini berhasil membawa seorang pihak ketiga yang membuat hubungan kami makin renggang, diantara cinta segitiga itu tiba tiba sepupunya hadir di antara bahtera rumah tangga kami hingga , keadaan pun semakin sulit.
Ada sebuah konspirasi di balik kedatangan yul itu. Dia membawa sebuah dendam dari kenangan kelamnya pada Kean Mileas apa yang terjadi antara mereka? Hingga mileas tak bisa ia maafkannya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Geerqiasilatusiluchen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chat Story
BEBERAPA HARI KEMUDIAN...
" Akh! Rasanya aku sedikit senang, sudah beberapa hari Mileas tidak pulang kerumah"
Aku turun dari ranjang ku dan mulai menuju kamar mandi , aku segera menyiapkan air dan berendam di bathub. Hari ini mertuaku berencana mengajakku berbelanja pakaian modis, Rasanya aku sungguh lega saat semua datang setelah pesta berakhir beberapa hari yang lalu. Aku sungguh rindu pada kasih sayang mereka, meski anaknya senantiasa menindas ku tanpa ampun tapi aku tetap beruntung karana memiliki orang tua seperti mereka.
* * *
Beberapa Jam kemudian...
" Sayang, kau sudah siap?" Akupun mengangguk dan segera menghampiri kedua mertuaku yang sedari tadi sibuk menunggu kedatanganku.
" Bu, kita akan kemana? Apakah perjalanan kita sangat jauh?" Tanya ku ibu mertuaku mulai membuka suaranya dan memberikan tiket Tour luar negri.
" Paris?! " Teriakku kaget.
" Tentu saja, Kita akan reflesing sepuasnya di sana, bagaimana kau suka?" Tanya mertuaku.
Aku mulai termenung, Kupikir betapa berharganya aku di mata kedua mertuaku itu, hingga mereka selalu mengutamakan kebahagiaanku dibandingkan anaknya sendiri.
aku sungguh terharu hingga tanpa sengaja menangis seraya memeluk tubuh ibu mertuaku dengan sangat erat.
" Terimakasih Bu, kau sungguh mencintaiku... melibihi apapun, Aku sangat menyayangi mu..." Ucapku sambil menangis.
Ibu mertuaku tersenyum hingga membalas pelukanku. Ayah mertua ku juga terlihat bahagia...
Beberapa menit kemudian...
Kami mulai menaiki mobil ke bandara Incheon. Sepanjang perjalanan tak ada apapun yang terjadi. Hanya saja tiba-tiba handphone ku berdering.
Ku tatap layar ponselku, akupun tercengang... Ibuku mengirim chat yang belum ku baca beberapa hari yang lalu.
Sebenarnya aku sangat benci pada kedua orang tuaku yang telah memaksa ku untuk masuk kedalam sebuah pernikahan tanpa cinta.
Bahkan perlakuan Mileas yang buruk senantiasa mengintimidasi ku tanpa alasan. Nyawaku sudah berkali-kali hendak terenggut oleh angkuh dan dinginnya sipat yang ia miliki. Menyebalkan.
Chat dari ibuku,,,
📱Sayang, Kau baik-baik saja?
Ibuku memang baik, dia masih bertanya bagai mana kabar ku, Tapi aku tiba-tiba jadi benci, Bathiku.
( Tenanglah Bu, ternyata aku masih hidup) Balasku.
📱Sayang maafkan ibu dan ayahmu yang tak bisa melakukan apa pun untuk kebahagiaanmu.
Yah, mau bagai mana lagi Bu, nasibku sudah sial begini, tapi aku bahagia karna memiliki dua mertua yang sungguh sangat baik padaku. ( Balasku)
📱Sayang, jika kamu sudah sadar, segeralah kabari kami, ibu Sungguh khawatir padamu.
( Aku baik-baik saja, hanya saja setiap waktu dalam hidupku adalah sebuah kematian, aku merasa tidak bahagia...)
📱Ibu menyayangimu... Ibu akan selalu menyayangi mu...
( Kau harus menyanyangiku, sebab akulah anak mu... kau pikir setelah aku menikah hubungan kita lantas berakhir? Ibu bodoh)
📱 Nak, jangan lupa makan... jaga kesehatanmu.
( Makan ku rakus, sebab Mileas memaksaku untuk menghabiskan seluruh hidangan yang ada di meja makan. Dia menganggapmu bukan seperti seorang istri, melainkan gentong sampah yang bisa ia permainkan sesuka hatinya)
📱 Semoga kau mendapatkan kebahagiaan yang sungguh indah, Tuan Mileas sangat kaya, ia akan memberikanmu apapun, dan kau pasti senang.
( Kadang-kadang kebahagiaan itu tidak dapat diukur dalam bentuk harta, ibu tahu... setiap detik dalam hidupku adalah neraka. Mileas memang kaya, tapi sikapnya yang semena-mena sungguh membuatku menderita.
" Aku akan meminta maaf dari sekarang pada kalian, meski aku benci... tapi inilah caraku untuk berbalas Budi pada kalian. MAAF... jika esok atau lusa aku tutup umur di usia mudaku... Maaf, dan Terimakasih karena telah membesarkanku segenap jiwamu..." Balas pesan terakhir dari ketikan jemari lentik ku.
* * *
Mertuaku memperhatikan sedari tadi, Tapi ia tak ingin mengganggu keseriusan ku saat membuka layar ponsel di sampingnya, Ia seakan tahu apa hal yang sedang menimpaku hingga ia sedikit bersikap acuh .
Degh!
Saat ku putar-putar Layar ponsel. Tiba-tiba Kulihat nomber telpon tertera dengan jelas bertulisan kekasihku...
Aku bermaksud memasukan nomber tersebut ke black box, tapi tiba-tiba aku merasa sedikit curiga, ada beberapa pesan yang tidak dapat terbaca setelah aku memutuskannya secara sepihak.
Bahkan saat dia memasang cincin perpisahan ini, hatiku tetap merasa sakit. Cinta kami sangat tulus, tapi kami tidak bisa melangkah sedikit lebih jauh saat sebuah kritis keluarga menghalangi hubungan kami.
Akhir ceritanya adalah... mau atau tidak, hati kami harus terluka oleh ke egoisan keluarga...
📱Pink, Sayang... kau sungguh tega sekali, Siapa mereka, aku sama sekali tidak mengerti pada keputusanmu..
Rain Maafkan aku, Aku sungguh terpaksa memutuskan hubungan ini. Bathinku.
📱Sayang, apakah aku sangat menyebalkan untukmu? Apakah karna pekerjaanku sangat sibuk hingga itu membuatmu benci dan memutusakan hubungan kita?
Rain... aku tidak pernah benci padamu, Kau adalah cinta pertama dan terakhirku. Bathiku.
📱 Sayang, aku masih menunggu jawaban darimu... Apakah aku terlalu menyebalkan, bahkan satu massage saja tak kau balas satupun.
Maafkan aku...
📱 Sayang, balasan pesanku... aku sungguh jadi gila karna keputusanmu ini..
📱 Sayang... balas aku, Aku sungguh mencintaimu..
📱 Sayang kita bertemu di tempat biasa... aku akan menunggumu hingga kau datang kesana...
📱 Sayang, kau sungguh sangat benci padaku..?
📱 Sayang?
📱 Sayang, kapan kita bisa menghabiskan waktu seperti dulu. aku sungguh Rindu ..
📱Maafkan aku, tapi keputusan mu Takan bisa merubah suasana hatiku
📱Selamanya kau akan menjadi wanita nomber satu di hatiku...
Tak terasa saat membaca satu persatu bait di chat Rain , Kata- katanya membuatku merasa bersalah. Aku sungguh menderita. Apakah aku sudah egois? Tapi kupikir ini lah yang harusnya terjadi ...
" Rain maafkan aku, sebaiknya jangan terlalu dekat denganku, keselamatanmu adalah hal terpenting bagiku... Aku akan terus mengingatmu, meski kini kita harus menjadi sahabat sekalipun... Ingatlah kata-kataku, Hiduplah dengan bahagia bersama seseorang yang menyayangi mu lebih dari aku... aku tak bisa meneruskan hubungan kita tanpa alasan yang harus membuatmu yakin , maafkan aku... hanya itu kata terakhir yang bisa ku ketik untukmu.
* * *
Jean Sahabat ku...
Ini juga, Pesan yang belum terbaca dari Jenny. Mereka sungguh membuatku menderita, kenapa pesan - pesan ini baru sampai padaku... Apa handphone ku diretas seseorang?
📱Hai, Yuricca, lama tak jumpa ya, Aku sangat kagum pada hubungan kalian yang sudah berjalan dalam waktu yang tidak sebentar... tapi saat mendengar sepupuku diputuskan secara sepihak, entah kenapa aku merasa kecewa padamu...
Jenny, maaf kan aku, sudah mengecewakan adik sepupuku, tapi aku pun tak bisa jelaskan apapun padamu... meski kamu sahabat terbaikku tapi aku juga tak ingin melibatkan mu dalam hubungan ku yang sangat menyedihkan ini.
📱Yuricca , kita sudah berteman sejak kecil , Jika ada hal yang tak bisa kamu selesaikan dengan keluarga mu... kau bisa hubungi aku, kita pecahkan masalah ini bersama-sama. Aku paham betul , jika kamu bukanlah orang yang lari dari tanggung jawab.
📱Satu lagi, jaga baik-baik Rubby merah itu ya, Rain sengaja mengukir nama kalian di balik batunya, Meski aku tak tahu apa alasan yang membuat kalian berpisah tapi kumohon ... jangan lupakan kami, Karna kami sangat menyangangimu lebih dari apapun.
Kata terakhir dari jenny membuatku tak bisa membendung air mataku... rasanya sesak di tenggorokan hingga sepertinya aku mau mati saja.
Ibu mertuaku mulai bergeming saat aku mulai menurunkan ponselku. Aku berusaha membuang jauh-jauh air mata yang sedari tadi berderai tiada henti.
" Apa yang terjadi padamu nak hingga kau semenderita ini?"Tanya mertuaku seraya menyenderkan kepalaku di bahunya.
" Menangislah nak, ini akan membuatmu lebih baik... aku akan memakluminya"
Ungkapan mertuaku ini membuatku menangis sejadi-jadinya. Mertuaku tak marah saat aku mulai cengeng seperti bayi besar yang menangis meminta susu pada ibunya.