Arsen coline harus menelan pil pahit dalam hidupnya, Marlen Lee istri yang baru saja ia nikahi harus ternodai karena ulah seseorang yang memperkosa istrinya dimalam pertama.
Cinta Arsen yang begitu besar pada Marlen Lee. Harus berkhir dengan kekecewaan.
"Jangan pernah kau sentuh diriku! bagi ku kau hanyalah kotoran debu yang berserakan, rasanya kau tak pantas untuk ku sentuh! Hardiik Arsen.
Seorang Jendral muda bernama Alan Smith, datang sebagai perisai dan pelindung bagi Marlen. Ia sanggup menghancurkan siapa saja yang menyakiti wanitanya.
Akan kah Arsen akan menerima kembali Marlena sebagai istrinya? atau sebuah perceraian yang terjadi?"
Mampu kah Alan mengembalikan kepercayaan Marlen padanya...?
@Ada unsur Dewasa 21 + tolong bijaklah dalam membaca.
Yuk ikuti terus kisahnya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menggantikan Scarlett
Pemberitahuan, pemeran tokoh Meylin sudah di ganti namanya Marlena. Dari bab pertama sudah di revisi ulang. Ok.. Happy reading 😍
🌺🌺🌺
"Sayang, wanita itu menghinaku. Sepertinya Lena iri melihat aku bersamamu. Apalagi aku sedang mengandung anak mu!"
"Deg! bagai disambar petir. jantung Marlen berdetak hebat, darahnya berdesir. Sekujur tubuhnya hampir lemas, kalau saja ia tidak kuat mental pasti sudah jatuh kelantai. Bagaimana tidak, Arsen yang masih berstatus suaminya, menghamili Scarlett wanita simpanannya."
"Dusta apalagi yang kau ciptakan! kau selalu saja mencari perhatian Arsen! sorot mata Marlen menghunus tajam.
"Kau bilang aku berdusta? kau tadi menghina ku bukan! teriak Scarlett.
"Kalau begitu kau memang pantas dihina!
"Sudah cukup! aku masih menghargaimu di rumah ku Lena! jangan pernah kau hina calon istriku! menatap sinis penuh kebencian.
Mengarah tatapannya pada Scarlett "Sayang... masuklah kedalam kamar, istirahatlah, selesai urusan dengan wanita ini, aku akan menyusul mu." mencium bibir Scarlett.
"Baiklah sayang..." tersenyum penuh kemenangan. ia berjalan pergi meninggalkan Arsen dan Marlen.
Marlen menyeringai. Dunia seakan terbaik, ironis bukan? ia berstatus istri Arsen, tapi Scarlett hamil anaknya. Ia merasa dunia sudah tidak adil padanya. Marlen menahan airmata nya agar tidak tumpah. Ia terus berusaha tegar di depan Arsen. Padahal hatinya sangat rapuh, demi ibunya ia harus bisa kuat. "Untuk apa aku bersedih dan menangisi Pria munafik itu! gumamnya dalam hati "Sudah cukup aku sabar, hidupku tidak ingin di jajah lagi!
"Lena, aku akan membayar mu 50% di awal, sisanya setelah pekerjaan mu selesai." menyerahkan cek ketangan Marlen.
"Aku akan melakukan pekerjaan ini, tapi demi ibuku! Aku tidak ingin kau mengingkari janjimu, untuk tetap biaya pengobatan ibuku!"
"Tentu saja, hal itu tidak usah khawatir!"
Saat Arsen melangkahkan kakinya, dengan cepat Marlen menghentikan langkahnya.
"Tunggu Arsen! seru Marlen
Arsen berhenti "Kau mau apalagi?
"Kapan surat perceraian kita turun?
"Buru-buru sekali kau ingin jadi janda? apa ada pria yang mau denganmu? atau Pria yang sudah menodaimu malam itu, datang untuk melamar?! Arsen tergelak puas.
"Apa hak mu bicara seperti itu?! bukankah kau ingin menceraikan ku? apalagi Scarlett sedang mengandung anakmu. Secepatnya putuskan perceraian kita, agar aku tidak terikat dengan mu!
"No.. no... bukan saat yang tepat untuk menceraikan mu sekarang!
"Apa maksud mu Arsen! mata Marlen melototi Arsen "kau ingin ambil keuntungan dari hidupku kan? rahang Marlena mengeras, tatapannya bagai menghunus ke jantung.
Arsen berjalan mendekat dan menatap balik "Kau pikir kau siapa? wanita kotor yang tidak punya malu, membawa Pria lain masuk kedalam kamar, dimana malam pertama kita!
"PLAKK!
"Sudah cukup kau menghina ku! jangan merasa dirimu paling suci! Seru Marlen, melangkah pergi meninggalkan Arsen.
"Berani kau menamparku! teriak Arsen. "Aku pastikan, hidupmu akan lebih menderita, ingat itu Marlena....!!
Selesai mengambil ponsel dan tas nya, Marlen naik taxi online menuju alamat yang diberikan asisten Arsen.
Satu jam kemudian, Marlen sampai di lokasi. ia langsung menemui Asisten Arsen.
"Dimana Tuan Hans?!" tanya Lena pada seorang Pria yang berdiri di ambang pintu.
"Anda sudah janjian dengan Tuan Hans?"
Marlen mengangguk.
"Baik masuklah, temuin Tuan Hans di ruangan make-up."
Marlen melangkah masuk kedalam ruangan dan mencari sosok Hans.
"Nyonya Colins, akhirnya kau datang. Cepatlah pentas akan segera di mulai."
"Aku memakai kostum apa? panggil saja aku Nona, aku sudah bukan istri Arsen lagi." ucapnya pelan setengah berbisik.
"Baiklah Nona, Wajah anda akan ditutupi masker putih ini agar tidak terlihat wajah asli Nona, agar direksi produksi dan tamu ekslusif percaya kalau Nona adalah Scarlett."
"Apa mereka percaya kalau aku adalah Scarlett."
"Nona memiliki tubuh profesional, sama persis dengan Nona Scarlett, hanya bedanya di kaki jenjang Nona yang lebih indah, di banding Nona Scarlett."
Marlen tersenyum sarkas.
"Cepatlah, penata rias akan merias wajah Nona, karena ini peluncuran perdana sebuah produk sabun."
Marlen mendekati penata rias, wajahnya mulai di hias. Setengah jam kemudian ia selesai di rias, wajahnya seperti boneka Cina, tidak mirip Marlen atau Scarlett.
Asisten Hans memberikan kostum balerina, dan terlihat kaki jenjangnya yang indah."
"Nona tahu apa yang seharusnya, Nona lakukan bukan?"
"Tentu saja menari ala balet!
"Bagus! Saya percaya Nona orang yang profesional."
Acara pembukaan sudah di mulai, penari latar sudah selesai menari dengan membawa produk sabun yang di luncurkan. Kini giliran Marlen naik keatas tandu dan duduk di tengah, seraya membawa produk sabun yang baru di luncurkan. Empat orang pria membawa tandu, mereka masuk kedalam sebuah pentas.
Tandu turun kebawah, Marlen bangun dari duduknya dan menari balet dengan lincah ala balerina seraya membawa produk yang ia pegang. Selain seorang foto model, Marlen juga memiliki bakat menari dan menyanyi, ia seorang Artis serba bisa. Tapi sayang semua bakatnya harus terkubur setelah menikah dengan Arsen dan dibawah kendalinya.
Tepukan gemuruh dari para tamu eksklusif, perodur dan beberapa kepala produksi peluncuran sabun yang hadir mengikuti acara pentas itu.
Selesai menari balerina, Marlen membungkuk memberi hormat, di depan para tamu dengan senyuman mengembang. Kepala produksi dan wakil presiden dari produk sabun naik keatas pentas, Untuk memberikan penghargaan dan berpidato.
"Tunggu! tiba-tiba suara seorang Pria menggema dibawah pentas, di kursinya duduk ia bangun dan berteriak.
"Wanita Penari balerina itu adalah Marlena Lee, seorang foto model, Kenapa di semua Foster dan majalah penari itu adalah Scarlett. Tapi malah Marlen yang berada di pentas. ini sebuah pembohong pablik! seru pria itu lagi.
Semua terkejut dan menatap lekat wajah Marlen dari jarak panggung tujuh meter. Marlen tak kalah terkejut, ternyata masih ada orang yang mengenal dirinya walau wajahnya sudah di rias.
"Darimana kau tahu kalau wanita di pentas itu Marlena Lee? tunjuk seorang pria lain nya.
"Lihat kaki jenjangnya yang indah, hanya dia yang memiliki kaki itu, saya mengenalnya sangat baik. karena saya seorang wartawan, selalu mengikuti kegiatan Nona Lee.
Marlen terperangah mendengar ucapan Pria itu. keringat dingin mengucur deras dari pori-pori kulitnya.
Semua tercengang mendengar penuturan Pria itu. Dan pandangan mereka mengarah pada kaki jenjang Marlen yang terekspos indah.
"Ini adalah sebuah pentas peluncuran produk sabun terbaru, dari awal saja mereka sudah berbohong, kami mana percaya lagi pada produk sabun ini! Mereka semua berteriak mengumpat dan memaki.
"Apa apaan semua ini, kau?! seorang wakil Presiden dari produk sabun, menunjuk wajah Marlen penuh amarah. "Siapa kau? kenapa kau bukan Scarlett, foto model yang sudah kami kontrak.
"Ak-aku.. hanya menggantikan Nona Scarlett dan menyelesaikan tugasnya. Masalah ini baiknya di bicarakan saja pada Tuan Arsen selaku menager nya." ucap Marlen membela diri.
"Diam kau! aku pastikan akan menuntut mu, kau telah menghancurkan produk sabun terbaru ku!"
Marlen mengeryitkan keningnya "Seharusnya yang kalian mau tuntut Tuan Arsen! bukan aku! aku hanya menjalankan tugasku!
Tiba-tiba dari bawah panggung orang-orang melempari mereka dengan botol minuman. bahkan ada yang berniat naik keatas panggung. keadaan tak terkendali semakin kacau dan ricuh.
"Stop!
"Stop semuanya! jangan ada yang anarkis dan main hakim sendiri!!.. teriak penyelenggara acara.
Marlen ingin berlari dan meninggalkan pentas Itu, tiba-tiba "DUKK!" seseorang menumpuk dahinya dengan botol air mineral yang masih utuh.
"Aaawww.... Marlen terpekik sambil menutup wajahnya. tiba-tiba sebuah badan kekar melindungi dirinya dari amukan orang-orang yang sudah terprovokasi.
🌺
🌺
🌺
@Bersambung.......💃💃💃
tapi mmg itu skenario nya Thor 🤭🤭