Darah dibalas dengan darah begitupun nyawa dibalas dengan nyawa dan rasa sakit dibalas dengan rasa sakit.
Tak ada kata kasihan pada diri Lea Meowni,dendam yang ada pada dirinya sudah menutup mata dan hatinya untuk menerima kalau musuhnya adalah papa kandungnya sendiri.
Bagi Lea Meowni atau biasa dipanggil Meow, Air mata mamanya adalah kesakitan untuknya,siapapun yang menyakiti mamanya akan habis ditangannya termasuk papanya sendiri.
Banyak nyawa yang sudah melayang ditangan seorang Lea Meowni tapi siapa sangka demi membalaskan dendam kepada sang papa dia bisa berpura-pura menjadi cewek polos nan lugu.
Lea bertemu dengan CEO kulkas 99999999 pintu yang sangat dingin dan mau menjadi pacar bohongan dari pria itu untuk memperlancar rencananya menghancurkan papanya.
Cinta yang dulu hanya sebuah bohongan kini tumbuh nyata dihati seorang CEO KULKAS.
Bagaimana kisah mereka?
MARKICA( Mari kita baca)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FITNAH
CAFE ALTAIR
"Kenapa kamu ngajak aku ketemu disini,kalau Darel lihat gimana?"
"Mas Darel ditangkap polisi,tadi sore diseret sama orang Beyond dan Cat." Jelas Lisa dengan mata sembab karna nangisin Darel.
"Kok bisa? Darel salah apa emangnya sampai ditahan polisi,mana sampai berurusan sama Beyond segala?"
"Mas Darel nyulik sama nyiksa Lea,Jebi dan Zoe gak terima dan akhirnya mempermalukan mas Darel dengan menyebar berita ini dan ya gitu akhirnya mas Darel dipenjara."
"Lea pacarnya Fano?"
"Iya."
"Terus kenapa kamu ngajak ketemu disini? kamu gak akan nyuruh saya bebasin Darel kan?"
"Ngak,ini masalah kita sama Desi."
"Desi? kenapa jadi Desi? masalah kita sama dia udah beres,kita udah bunuh orang tuanya dulu."
"Tadi pas mas Darel diseret,Jebi dan Zoe ngomong sama aku kalau-" Belum sempat Lisa menyelesaikan ucapannya ponsel Hendri berdering sangat kencang.
"Bentar." Hendri melihat layar ponselnya untuk mengetahui siapa yang menelfonnya dan ternyata Ara,Hendri mengangkat telfon itu.
"Nyawa dibalas nyawa,darah dibalas darah." Panggilan berakhir tanpa sempat Hendri bertanya siapa yang menelfonnya menggunakan ponsel anaknya.
Setelah telfon berakhir ada 1 pesan masuk ke hp Hendri dari nomor Ara,pesan itu berisi foto Ara yang sudah terkapar bersimba darah.
"BABG*AT." Teriak Hendri setelah membuka pesan.
"Kenapa?" Hendri menyerahkan ponselnya pada Lisa.
"Ini dimana? tadi siapa yang telfon?"
"Gue gak tau dia siapa tapi suaranya cowok,dia cuma bilang nyawa dibalas nyawa,darah dibalas darah."
"Beyond sama Cat."
Hendri dan Lisa ngobrol sambil berlari kemobil dan menuju lokasi Ara.
"Dari mana lo tau ini kerjaan mereka?"
"Tadi mereka ngomong hal yang sama ke gue dan Zoe bilang kalau mereka gak bisa membunuh pembunuh,mereka bakal bunuh keluarga pembunuh,gue curiga Desi nyewa Beyond sama Cat buat balas dendam."
"Gak mungkin Desi bisa nyuruh mereka?"
"Buktinya sekarang anak lo dicelakain sama mereka.
"Bang*at."
Hendri dan Lisa sudah sampai dilokasi dimana Ara berada,tapi mereka hanya menemukan ponsel Ara tanpa ada orang disana.
"Ck,kemana anak gue."Hendri gusar,otaknya sudah tak bisa diajak mikir lagi.
Tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang menghampiri mereka.
"Bapak nyari siapa?"
"Bapak ada lihat cewek yang pingsan disini,badannya penuh darah?"
"Oh tadi ada tapi sekarang sudah dibawa kerumah sakit sama warga."
"Rumah sakit mana pak?"
"Rumah sakit Felix kayaknya soalnya rumah sakit itu yang paling dekat dari sini."
"Makasih pak." Hendri mebarik Lisa dan berlari.
Ternyata telfon yang sama diterima oleh Fano dengan kata-kata yang sama hanya Fano lebih cepat sampai dan dia sekarang sudah berada dirumah sakit tepatnya didepan ruang IGD.
"Fano kok kamu disini?" tanya Hendri dengan nafas tersengal-sengal karna habis lari maraton.
"Saya tadi dapet telfon dari Ara sama dapet pesan berisi foto Ara."
"Jadi orang Beyond hubungin kamu juga."
"Bentar maksud paman yang lakuin ini orang Beyond?"
"Iya."
Muka Fano memerah menahan amarah mengetahui siapa yang nyelakain Ara.
"Paman,Fano pamit dulu."Fano berlari meninggalkan Hendri dan Lisa.
"Dia kenapa?"
"Ntah saya juga gak tau." Jawab Darel sambil duduk dikursi depan IGD.
Fano pergi kerumah Lea dan langsung menggedor pintu rumah tanpa kata santai sama sekali.
"LEA,KELUAR LO."Teriak Fano dari luar rumah.
"Astaga siapa si,baru juga beres sama Darel sekarang harus diganggu sama siapa lagi."Lea,Jebi,Zoe dan Desi memang habis mengurus segala sesuatu tentang pemenjaraannya Darel.
Lea berjalan menuju pintu dan membukanya.
Fano yang melihat Lea membuka pintu langsung mencekik Lea tanpa aba-aba.
"Fa-no le-pa-sin gu-e."Pinta Lea dengan terbata-bata karna cekikan Fano cukup kuat
"Lepasin lo bilang,maksud lo apa nusuk Ara hah? lo cemburu karna gue lebih milih dia dari pada lo?"
"Nu-suk A-ra gi-ma-na?"
"Zoe,Jebi dan Desi kelur karna mendengar keributan diluar,Zoe yang keluar terlebih dulu dan melihat Lea dicekik sama Fano langsung menonjok Fano sampai jatuh kelantai.
Desi memeluk Lea yang masih mengatur nafas dan memegangi lehernya. "Kamu gpp sayang?"
"Meow gpp ma."
"Lo apa-apaan si main cekik anak orang aja,kalau Meow kenapa-napa gimana."
"Kalian yang apa-apaan,ngapain kalian nusuk Ara hah? kalo lo cemburu gue deket sama Ara gak gini caranya Le." Fano berdiri dan menatap tajam kearsh Lea.
"Ngapain gue cemburu sama nenek lampir modelan Ara,toh gue udah punya Reza yang lebih segalanya dari lo." Jawab Lea.
"Gak usah muna deh lo,Ara ditusuk sama orang Beyond dan pasti itu suruhan lo kan." Tuduh Fano.
"Weh bentar lo kalau ngomong yang bener aja,orang Beyond tadi ikut gue semua ngurus si Darel,jadi gak mungkin orang Beyond bisa nyempil nusuk Ara."Jelas Jebi
"Maling ngaku penjara penuh, jelas-jelas om Hendri bilang kalau yang nusuk Ara itu orang Beyond."
"Terserah lo mau percaya apa ngak intinya kita gak ada yang nusuk Ara sialan lo itu."Jawab Zoe dengan emosi.
"Fano,kamu mau percaya kita apa ngak tapi tante yakin mereka gak bohong karna memang orang Beyond sama Cat barusan pergi sama tante semua tanpa terkecuali." Jelas Desi.
"Kalian sama aja,kalau sampai Ara kenapa-napa kalian yang bakal gue tuntut." Ucap Fano lalu pergi meninggalkan rumah Lea.
"Kayaknya ada yang fitnah kita."
"Iya Meow,gue yakin ini mak lampir yang bikin drama." Tambah Jebi.
"Kalian cari tau siapa dalang dibalik semua ini dan apa yang sebenernya terjadi!" Perintah Zoe sama anak Cat.
"Mama punya rencana buat balas dia." Ucap Desi tiba-tiba
Fano kembali kerumah sakit dan ternyata semua keluarga Brista sudah ada disana juga.
"Gimana keadaan Ara paman?"
"Dokter belum keluar dari ruangan."Jawab Hendri dengan nada lemas.
'Drama apa lagi ini,hadeh.' Batin Jenni.
'Kalian main-main dengan orang yang salah,Jebi dan Zoe gak bakal tinggal diam kalian fitnah gini.' Batin Zidan.
Pintu IGD terbuka dan menampakkan dokter disana.
"Dok gimana keadaan anak saya?" Tanya Hendri sambil menghampiri dokter.
"Putri bapak gpp,lukanya tidak terlalu dalam,sebentar lagi kita akan pindahkan keruang rawat."
"Syukurlah."
"Kalau gitu saya permisi pak."
"Baik dok terima kasih."
Dokter pergi dan keluar dengan mendorong brankar dibantu beberapa perawat.
Ara sudah dipindahkan keruang rawat,Lisa sudah pulang karna mendapat telfon dari ART rumahnya kalau Gita gak mau keluar kamar dan terdengar suara barang yang dibanting dari dalam kamar Gita.
Hendri duduk dikursi sebelah kasur Ara sambil memegang tangan Ara.
"Sayang maafin papa,karna papa kamu jadi korban,andai dulu papa gak lakuin hal itu pasti kamu gak akan kaya gini." Ucap Hendri tanpa dia sadar kata-katanya membuat keluarga Brista bingung tapi mereka memilih diam.
********
Dikamar Gita masih terdengar bunyi barang jatuh dan teriakan Gita dari dalam.
"Gita buka pintunya sayang,kamu jangan kaya gini." Lisa terus menggedor pintu kamar Gita tapi tak mendapat respon sama sekali.
"Nyonya biar saya dobrak." Ucap supir dan tukang kebun yang baru saja naik.
"Buruan."Lisa menyingkir agar 2 lelaki itu bisa mendobrak pintu kamar.
Pintu terbuka dan mereka langsung masuk kedalam kamar yang sudah sangat berantakan.
Lisa memeluk Gita dan mengambil pisau dari tangan Gita.
"Sayang jangan gini,kamu mau ngapain."
"Ma,ini semua salah Gita,kalau Gita gak nyuruh papa jebak Lea pasti papa gak akn dipenjara." Jawab Gita sambil menangis.
"Sayang ini bukan salah kamu,papa kaya gini karna papa yang nyulik dan nyiksa Lea karna gak terima kerjasamanya dicabut."
"Tapi Gita salah ma."
"Gita gak salah,kita kekamar mama dulu ya istirahat biar kamar kamu diberesin dulu." Lisa membawa Gita yang masih terus menangis kekamarnya.
"Non Gita semenjak keluar dari rumah sakit kenapa jadi aneh dan suka ngamuk ya?"tanya bi Ani,ART dirumah itu.
"Saya denger katanya pas disiksa bukann hanya fisik tapi mental juga disiksa."Jawab pak supir.
"Yang nyiksa den Adit lagi."Imbuh tukang kebun.
"Keluarga ini memang gak ada yang bener."
\*\*\*\*\*\*\*\*((((((()))))))\*\*\*\*\*\*\*
**BERSAMBUNG
Lunas ya double up hari ini.
Papay salam pena**
tapi jangan pakai saya kamu kesannya kaku
saran aja sich✌️