Kematian kakaknya membuat Ayu memiliki hubungan percintaan dengan Angga, polisi tampan yang bertugas mengungkap kasus kematian tersebut, Herman sahabat sekaligus teman kuliah yang telah lama mencintai Ayu ternyata adalah anak dari suami almarhum kakak, apa yang terjadi selanjutnya dengan hubungan Ayu dan Herman, mungkinkah hubungan persahabatan mereka tetap terjalin baik setelah mereka tahu latar belakang masing masing, bisakah Angga mengungkap pembunuh kakak Ayu yang sesungguhnya ikuti kisah Ayu, Herman dan Angga dalam kisah mawar kali ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Robbiyana Widiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
belum pernah pacaran
Ayu melangkah menuju balkon, dia melihat taman yang terawat dengan baik dengan beberapa bunga yang sedang bermekaran sambil menunggu Angga mandi. Dari balkon tempatnya berdiri Ayu juga bisa melihat ke arah kolam renang, warnanya yang jernih kebiruan sangat pas berada diantara hijaunya dedaunan dan aneka warna bunga yang tumbuh subur di sekitarnya. Sambil menunggu Angga selesai mandi Ayu memutuskan duduk di kursi balkon sambil membuka pesan chat dari Dewi.
" Hai...ini aku si cantik dan imutzzz..Dewi , lagi ngapain?"
Ayu tersenyum dan memutuskan untuk menjawabnya.
" Dasar centil, ini lagi nunggu."
" Nunggu siapa lagi? seneng amat sih di suruh nunggu."
" Nunggu mas Angga, orangnya lagi mandi."
" Emang abis ngapain kok jam segini mandi?"
" Katanya tadi berangkat nggak sempat mandi."
" Duuuhhh...belum mandi aja udah ganteng gitu, gimana nanti udah mandi ya? "
" Apaan sih Dew....genitmu kenapa belum ilang juga sih.."
Dewi membalas dengan emoticon love
" Yu...beneran dia cuma teman?"
" Iya, dia polisi yang membantu mengungkap kematian kakakku Dew.."
"oh... sampai lupa aku, ikut bela sungkawa ya . Sudah ketemu penyebab kematian kakakmu?"
" Belum, mungkin mas Angga ke Semarang juga karena Ada hubungannya dengan masalah Itu."
" Tapi kalau aku lihat dari cara dia memandang kamu, kayaknya dia suka kamu lo Yu." kata Dewi semangat
" Jangan sok tahu ah...kaya sudah yang pro aja."
" Eh...jelas dong, aku lebih pro player di banding kamu, aku kan pacar pacaran sudah dari jaman main congklak." jawab Dewi
" Dihhh...sombongnya..."
" Iya dong, Itu kan prestasi juga yang perlu di banggakan, sekarang ayo di banding kan sama kamu, pacaran tercepat berapa lama bertahan?"
" Heishhh...kaya gitu kok prestasi." jawab Ayu sambil senyum senyum menatap monitor hpnya
" Udah...jawab dulu, berapa durasi terpendek masa pacaranmu?"
" Aku belum pernah pacaran Dewi.... sudah ah, kenapa malah bahas beginian sih?"
" Whatttt....Ayu, umurmu sekarang sudah berapa? Masa pacaran aja belum pernah? wahhh....sayang banget, terus ngapain aja masa remajamu ini tiap malam minggu?"
"Nggak penting Dewi..."
"Penting Ayu....."
tiba tiba hp Ayu berdering dan itu panggilan dari Dewi, rupanya anak Itu gemes hanya berchat ria.
" Hallo....Ayu." sambar Dewi begitu tahu Ayu telah mengangkatnya
" Iya, apaan sih...teriak teriak nggak jelas gitu." kata Ayu sambil senyum di tahan
" Beneran belum pernah pacaran? nggak percaya ah."
" Nggak percaya juga nggak apa apa, kan aku bukan Tuhan."
" Edyan tenan kowe, betah? cah ayu ayu moso nganggur gak ono sing ngapeli saben sabtu bengi"
( Gila kamu, beneran. Anak cantik kok nganggur nggak ada yang ngajak kencan tiap sabtu malam)
" Betahlah...emang kenapa? teman aku banyak, nggak ada yang apelin juga masih banyak juga yang mau jadi temenku dodol..." jawab Ayu
" Beda rasa Jubaedah....temen ya temen, kalau pacar Itu rasanya adem adem seddapppp." jawab Dewi
" Nggak tega aku Dew...sama almarhum kakakku, semua biaya hidupku dia yang tanggung, masa aku nggak serius sekolah malah pacaran, aku nggak enak aja."
" Pacaran sama kuliah kan nggak ada hubungannya Ayu."
" Ya jelas adalah, aku nggak mau kuliahku terganggu hanya gara gara pacaran, aku ingin segera selesai kuliah, segera kerja biar gak membebani kakakku."
" Sekarang kuliahmu sudah selesai?"
" Sudah, tinggal tunggu wisuda, malah kakakku nggak bisa hadir nanti." jawab Ayu sendu.
" Hebat kamu Yu...aku pengajuan judul aja belum kamu sudah tinggal wisuda, sudahlah..jangan sedih ya, semua sudah di tentukan sama yang di atas sana, kita tinggal menjalani, kakakmu pasti senang di alamnya sana ngelihat perjuangannya nggak sia sia." jawab Dewi tiba tiba berubah serius
" Iya, aku hanya menyayangkan saja, kakakku nggak bisa ikut bangga."
" Bisa.. eh ini kamu di mana?
" Masih di hotel, kan aku tadi sudah bilang masih nunggu mas Angga mandi."
" Maksudku hotel mana?"
" Di daerah Gajah Mungkur, kenapa?"
" Nggak papa sih, aku pingin main ke rumahku aja, jam berapa balik?"
" Belum tahu, seminggu ini kita paling cuma bisa chattingan aja Dew, aku sudah janji menemani mas Angga selama di Semarang."
" Cieee.... mau kencan selama 1 minggu, puas benerrrr."
" Apaan sih...kamu bercanda melulu, cape ah, aku tutup ya."
" Ih... jubaedah ngambek ya."
"Nggak, nggak ada ambek ambekan. Eh..
kayaknya mas Angga sudah selesai tuh, aku tutup ya?"
" Iya, salam buat mas Angga gantengmu ya, bilang suruh jagain temenku yang belum pernah pacaran ini."
" Dewiii...awas nanti kalau ketemu ya."
Ayu menutup telpnya setelah Dewi menutup telp Itu dengan tawanya yang khas ingin menggoda Ayu.
konflik antara Anya - Wira - William yg asli dan bener tuh gimana. Trs Wira bilang "Anya itu perempuan ular" , itu jg ga dijelasin lebih detail ularnya dimana.
trs Wira bilang "kalau ttd berkas, jgn pas terburu-buru. Jgn mudah percaya sama siapapun meski asisten pribadimu sendiri" itu jg ga dijelasin gimananya :(
Trs Wira kok tiba2 meninggal tuh gimana
huhh masih ganjel bgtt :(