Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.
Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.
Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.
Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.
Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.
Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).
Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?
Simak terus kelanjutan ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27# Kelulusan
Beberapa hari kemudian.
Hari yang paling dinanti, dimana Andin dan Gilang melihat hasil kelulusannya.
Pagi itu, Andin sangat bersemangat menanti hasil nilai kelulusannya.
"Wah, anak ibu senang sekali nih." ucap ibunya Andin.
"Iya bu. Andin hari ini senang banget karena hari ini penyerahan hasil kelulusan, " jawab Andin.
"Kalau begitu ibu mau siap-siap dulu ya. Nanti kita sama-sama ke sekolah kamu ya Ndin," ucap ibu.
"Iya bu. Ibu mandi dulu terus nanti gantian Andin, " ucap Andin.
Ibu pun mandi. Dan setelah itu Andin. Kemudian mereka berdua pun bersiap-siap berangkat ke sekolah Andin.
Dua puluh lima menit kemudian. Andin dan ibu pun siap akan berangkat.
"Ayo kita berangkat bu," ajak Andin.
"Ayo Ndin, " jawab ibu.
Lalu Andin dan ibu pun berjalan kaki menuju ke sekolah.
Setelah lima belas menit berjalan, akhirnya Andin dan ibunya pun sampai ke sekolah.
"Ndin, ayo kita ke kelas kamu. " ucap ibunya Andin.
"Ayo bu, " jawab Andin.
Andin dan ibunya pun berjalan menuju ke kelas. Tapi sebelum masuk kelas, mereka melihat pengumuman di mading sekolah tentang hasil kelulusan.
"Bu, bentar ya. Andin mau lihat pengumuman Andin lulus, " ucap Andin.
"Iya nak," jawab ibu.
Andin pun segera melihat hasil kelulusannya. Dan saat dia melihat...
"Bu. Alhamdulillah Andin lulus dengan nilai terbaik dan Gilang juga ada di peringkat kedua, " ucap Andin pada ibunya.
"Alhamdulillah Andin. Ibu ikutan senang mendengarnya, " ucap ibunya Andin.
"Amin bu. Sekarang kita masuk kelas ya bu, " ucap Andin.
"Iya nak, " jawab ibunya Andin.
Mereka berdua pun masuk di dalam kelas. Dan saat di dalam kelas, ternyata sudah ada Gilang dan bundanya.
"Eh, ada Gilang dan tante. " ucap Andin pada ibunya.
"Oh iya Ndin. Ayo kita kesana ya, " ucap ibunya Andin.
Andin dan ibunya pun menghampiri Gilang dan bundanya.
"Tante, Gilang. Apakah sudah dari tadi?, " tanya Andin.
"Barusan saja kok Ndin, " jawab bundanya Gilang.
Andin dan ibunya pun duduk di belakang Gilang dan bundanya. Saat duduk, ibunya Andin bertanya pada bundanya Gilang.
"Mbak, kemarin saya dengar dari Andin katanya ayahnya Gilang akan pindah tempat ke kota. Apa itu benar mbak?, " tanya bundanya Andin.
"Iya benar mbak. Kemungkinan besok kita akan berangkat, " jawab bundanya Gilang.
"Sayang ya kalau harus pindah. Andin dan Gilang sangat akrab sekali. Mereka sangat kehilangan, " ucap ibunya Andin.
"Betul mbak. Kemarin Gilang juga sempat sakit karena kebanyakan mikir kepindahannya itu, " ucap bundanya Gilang.
"Semoga saja suatu saat nanti mereka bisa bertanya lagi, " ucap ibunya Adin.
"Iya mbak," jawab bundanya Gilang.
Saat ibunya Andin dan bundanya Gilang sedang sibuk mengobrol. Andin dan Gilang pun keluar dan mereka saling mengobrol.
"Ndin, nanti setelah ambil ijazah. Kita main layang-layang ke lapangan yuk, " ajak Gilang.
"Aku mau Lang. Nanti sepulang dari sekolah, aku akan ke rumahmu ya. " ucap Andin.
"Hari ini adalah hari terakhir aku main sama kamu Ndin. Jadi kita harus puas-puasin mainnya ya, " ucap Gilang.
"Memang kamu berangkat kapan Lang?, " tanya Andin.
"Aku berangkat besok pagi Ndin," jawab Gilang.
"Aku besok akan ke rumahmu ya Lang, " ucap Andin.
"Iya Ndin. Aku tunggu kamu ya, " jawab Gilang.
Para wali murid pun bergiliran untuk mengambil ijazah. Dan tak lama kemudian, ibunya Andin dan bundanya Gilang pun selesai mengambil ijazah. Lalu mereka pun segera keluar.
"Ndin, ayo kita pulang. Ibu sudah ambil ijazah kamu, " ucap ibunya Andin.
"Iya bu. Oh iya nanti Andin ijin mau main layang-layang sama Gilang sepulang dari sekolah ya bu, " ucap Andin meminta ijin.
"Iya Ndin, " jawab ibunya Andin.
"Aku juga boleh ya bun, " ucap Gilang pada bundanya.
"Iya Lang. Bunda ijinkan kok, " jawab bundanya Gilang.
Andin dan ibunya serta Gilang dan bundanya pun pulang dengan jalan kaki bersama -sama. Dan tak lama kemudian sampailah mereka di depan rumah Andin.
"Ndin, aku tunggu kamu di rumah ya. " ucap Gilang.
"Iya Lang, " jawab Andin.
"Mbak, kita pamit pulang duluaya. " ucap bundanya Gilang.
"Iya mbak, " jawab ibunya Andin.
Gilang dan bundanya pun segera pulang. Dan setelah itu Andin dan ibu pun masuk ke dalam rumah.
"Andin, sebelum kamu main sama Gilang. Sebaiknya kamu makan dulu. Karena kalau kamu sudah main pasti lupa makan, " ucap ibu.
"Iya bu. Sekarang Andin makan dulu, " jawab Andin.
Lalu Andin pun makan. Dan setelah itu Andin pamit pada ibunya untuk berangkat ke rumah Gilang.
"Bu, Andin pamit ke rumah Gilang dulu ya " ucap Andin.
"Iya Ndin, " jawab ibu.
"Assalamualaikum, " ucap Andin.
"Walaikumsalam, " jawab ibu.
Andin pun segera berangkat ke rumah Andin. Tak lama kemudian, Andin sampai di rumah Gilang. Ketika sampai disana, ternyata Gilang sudah menunggu di depan.
"Kamu lama sekali Ndin. Aku sudah tunggu dari tadi loh, " ucap Gilang.
"Maaf ya Lang. Tadi aku disuruh makan dulu sama ibu, " jelas Andin.
"Ya sudah ayo kita berangkat. Gak usah pamit sama bundaku karena bunda lagi tidur.
"Iya Lang, " ucap Andin.
Gilang pun menutup pintu rumahnya dan segera berangkat ke lapangan sambil membawa layang-layangnya.
Tak lama kemudian sampailah mereka di lapangan belakang. Mereka menyiapkan layang-layang untuk bermain.
"Lang, ayo kita siapkan. " ucap Andin.
"Ayo Ndin. Kamu terbangkan layanganmu duluan ya, " ucap Gilang.
"Iya Lang. Soalnya aku masih belum bisa, " ucap Andin.
"Hmmm... Dari dulu kamu kan memang belum bisa Ndin. Tapi nanti kalau aku sudah gak ada disini. Kamu harus bisa terbangkan sendiri ya. Hehehe... " ucap Gilang.
"Kalau gak ada kamu. Aku gak mau main layang-layang Lang. Karena gak ada lagi yang akan bantu aku, " jawab Andin.
"Sudah.. Ayo aku bantu naikkan layangannya, " ucap Gilang menyela ucapan Andin.
"Ayo Lang. Aku sudah siap, " jawab Andin.
"Tarik yang kuat ya Ndin, " ucap Gilang.
"Siap Lang, " jawab Andin.
"Satu, dua, tiga." teriak Gilang keras.
"Yeaah... Akhirnya terbang tinggi juga Lang, " ucap Andin.
"Kerja yang bagus Andin, " ucap Gilang.
"Sekarang aku akan terbangkan layanganku, " ucap Gilang.
Mereka sangat senang bisa bermain bersama meski hari ini adalah hari terakhir mereka bermain bersama. Andin ingin Gilang tidak sedih saat nanti mereka berpisah. Begitu pun Gilang yang tidak ingin Andin bersedih.
Waktu sudah semakin sore. Gilang mengajak Andin untuk pulang.
"Andin, sekarang sore. Sebaiknya kita pulang, " ajak Gilang.
"Iya Lang. Aku rapikan layangannya dulu ya, " jawab Andin.
Tak lama kemudian, mereka pun selesai merapikan. Dan mereka pun segera kembali ke rumah.
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan
Sukses ya Thor 👍☺
Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰