Kembali dari perantauan dan berhasil meraih impiannya menjadi Dokter. Aldo begitu bahagia, dia akan segera melamar kekasih hatinya.
Namun bukan kebahagiaan yang ia dapat, justru sang kekasih telah menjadi istri kakak kandungnya.
Rasa tidak terima membuatnya berniat merebut kembali kekasihnya, namun siapa sangka ia justru bertemu masa lalu ketika berada diperantauan. Apa yang sebenarnya Takdir mainkan pada mereka?
Bagaimana kelanjutan kisah Mereka?
Ini karya pertamaku, mohon maaf apabila banyak kesalahan dan membosankan.
Cover : By Instagram
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merebut Kembali
Dua hari Aldo tidak pulang, namun ia tetap bekerja. Ia sudah memikirkan hal ini dengan matang. Ia juga bertekad untuk merebut kembali Aira.
Hari ini seperti biasa Aldo memeriksa beberapa pasien. Hingga tak terasa jam makan siang tiba. Ia berjalan ke kantin Rumah Sakit. Ia melihat Aldi dan temannya lalu menghampiri mereka.
"Kak bisa kita bicara berdua?".
Aldi dan Riski saling menoleh lalu Riski pergi meninggalkan Aldo dan Aldi.
"Ada apa Do?".
"Kak, kenapa kamu tega sekali mengambil kekasihku?, bahkan kau menikahinya".
Aldi diam mematung, lalu menatap lekat adiknya itu.
"Kakak sungguh minta maaf Do, sungguh kakak tidak tahu jika Aira adalah kekasihmu".
"Apa Aira tidak pernah mengatakan jika ia sudah memiliki kekasih?".
Aldi terdiam sejenak, kemudian menarik nafas panjang.
"Iya, dia bilang sudah punya kekasih, dan mereka saling menyayangi, namun seiring berjalannya waktu orang tuanya mendesak dia untuk menikah karena rasa khawatir tentang kejelasan hubungan Aira dan pacarnya yang tak kunjung ada kabar serta umur Aira yang sudah matang, ayah Aira akan menerima lamaran siapa saja asalkan laki laki itu benar benar tulus mencintai anaknya, disatulah kakak merasa ada harapan dan memberanikan diri melamar Aira pada ayah wisnu, dan ayah wisnu pun menerima kakak dengan senang hati karena kami memang sudah lama mengenal sebagai Dokter dan pasien".
"Ternyata kakak memang licik dan pintar memanfaatkan situasi".
Aldi terdiam, ia tak menyangka akan mendapat ucapan seperti itu dari adik kesayangannya.
"Kakak tahu betul kan bagaimana sifatku, aku tidak suka seseorang mengambil milikku, ucap Aldo sambil tersenyum menyeringai." Akan ku pastikan akan merebut kembali milikku yang sudah kakak ambil," ujar Aldo sembari berlalu.
"Kami saling mencintai"
Aldo terdiam mendengar ucapan Aldi, ia mengepalkan tangannya. Tidak mungkin Aira mencintai Aldi, mereka hanya kenal beberapa bulan saja, berbeda dengannya yang sudah saling mengenal selama 6 tahun.
"Kakak terlalu percaya diri".
"Apa kau tidak lihat apa yang kami lakukan di apartemen?".
Aldo diam, ia kembali mengingat memori itu, dimana ia mendengar mereka tengah bercinta, dan juga pada saat beberapa hari yang lalu ketika dengan manjanya Aira mencium bibir kakaknya itu. Apa benar Aira sudah tidak mencintainya dan sekarang ia mencintai Aldi?, Ia harus bertanya langsung pada Aira.
Aldo berlalu meninggalkan Aldi, ia segera kembali bekerja dan akan pergi menemui Aira. Ia ingin minta penjelasan tentang semua ini.
Aldi menghela nafas, ia yakin tidak mudah untuk meyakinkan adiknya itu. Bahkan Aldo berniat untuk merebut Aira kembali. Aldi berdiri lalu kembali keruangannya karena masih ada beberapa pasien yang harus ia tangani. Tanpa ia sadari sedari tadi ada seseorang yang mendengar ucapanya.
"Ternyata kamu menikahi kekasih adikmu Al". ucap Nina
---------------------------------------------------------------------------
Aldo sudah selesai bekerja, ia berencana akan menemui Aira di apartemen kakaknya. Ia akan meminta penjelasan dari kekasihnya itu.
Aldo sudah berdiri didepan apartemen Aldi, ia memencet tombol pasword dan berhasil dibuka, ia masuk kedalam.
Karena mendengar pintu terbuka Aira langsung pergi menyambutnya ia mengira Aldi sudah pulang,
"By, kamu sudah pu....., ucap Aira terhenti ketika melihat yang datang bukan suaminya".
"Kak Angga...., bagaimana kamu bisa masuk?". ucap Aira terkejut
"Aku hafal kode apartemen ini!".
"Mau apa kakak kemari?". Aira mulai sedikit gugup
"Tentu kamu tahu tujuanku, aku butuh penjelasan, apa alasanmu melakukan semua ini padaku, terlebih lagi kenapa harus dengan kakak kandungku".
Wajah Aira berubah pias, dan sedikit pucat. Memang benar ia harus menjelaskan ini pada Angga tapi harus berdua dengan suaminya. Lalu sekarang tiba tiba Angga datang tanpa ada Aldi. Namun Aira segera menetralkan kondisinya, ia mengingat bahwa ia tengah hamil, ia tak boleh banyak pikiran dan harus tetap rileks.
"Baiklah silahkan duduk kak, aku akan menjelaskan semuanya".