NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dark Romance / CEO
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.

Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.

Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Masalah soal anak

Apa yang akan kamu lakukan, jika setelah melewati tujuh tahun mengarungi bahtera rumah tangga, kau belum juga dikaruniai anak. Apakah kamu akan memeriksakan kesehatan reproduksimu dan pasangan bersama-sama ke dokter kandungan. Berusaha sekeras mungkin mengikuti segala program kehamilan, meski setelah satu tahun berlalu hasilnya tetap sama. Nol besar.

Atau pada akhirnya... kamu dan pasangan mulai saling menyalahkan. Menuduh satu sama lain sebagai penyebabnya, dan menganggap bahwa salah satu di antara kalian ternyata mandul dan tak bisa memberikan keturunan.

Kenyataan pahit itulah yang harus dirasakan oleh seorang wanita bernama Selviana.

Selama tujuh tahun mendampingi suaminya, Selviana selalu menjadi pihak yang disalahkan oleh mertuanya. Tuduhan demi tuduhan dia terima hanya karena tak kunjung hamil. Lambat laun, tekanan itu membuat Selviana muak, lelah, dan tak jarang berujung pertengkaran hebat dengan suaminya sendiri.

"Ibumu selalu saja menyalahkan aku?! Apa dia lupa kalau aku ini wanita yang pernah hamil, Mas? Kenapa sih dia selalu saja mencari-cari alasan untuk menyudutkanku? Padahal jelas-jelas dia memang tak pernah menyukaiku sejak awal!" Seru Selviana dengan emosi yang meluap.

"Sst... sudah cukup, Sayang. Jangan singgung hal itu lagi, ya? Kita tetap berusaha lagi, kan... Kamu kan tahu betapa keras kepalanya Daddy dan mommy ku" Bujuk suaminya lembut, berusaha meredakan situasi.

"Tapi ibumu itu keterlaluan, Mas! Hiks... Dia menuduhku wanita mandul! Padahal aku wanita normal! Aku pernah hamil, aku pernah menikah dengan almarhum suamiku dan punya anak, aku juga pernah melahirkan bayi! Kenapa mereka buta melihat itu?!"

Suara Selviana meninggi, penuh amarah, hingga membuat pria di hadapannya itu terdiam seribu bahasa.

"Ya ampun... jangan menangis begini," Ujar pria itu tergagap.

Dengan napas memburu dan dada yang naik turun hebat, wanita cantik berumur tiga puluh dua tahun itu menangis sejadi-jadinya. Ia meluapkan segala emosi yang selama ini dipendamnya, rasanya dia ingin sekali menghancurkan segala benda yang ada di ruang tamu rumah besar itu.

"Huh! Jangan-jangan justru kamulah yang mandul! Kamu itu cuma mesum saja, tapi sebenarnya benihmu payah dan tak berguna!" Bentak Selviana tak terkendali.

"Apa katamu??!" Mata Eko Davka Digdaya Tedja membulat lebar, menatap istrinya tak percaya. Kenapa jadinya dia yang kini ikut terseret dan dituduh balik.

"Kenapa sih ibumu itu tak pernah berpikir? Mungkin saja yang mandul itu anaknya sendiri, bukan menantunya!"

"Astaga, Sel! Cukup!! Jangan bicara ngawur sembarangan!" Davka berteriak, kesal karena terus saja disudutkan. Dia buru-buru mendekap erat tubuh istrinya yang masih histeris dan menangis sesenggukan.

"Jangan masukkan hati semua perkataan Daddy dan mommy, ya? Aku percaya kok kita ini baik-baik saja, kita subur. Kita sudah tiga kali periksa ke dokter, hasilnya sama saja. Kita berusaha terus saja, pasti nanti akan ada kabar baik," Davka berusaha membujuk, masih memeluk wanita itu erat, sambil mengusap lembut rambut sebahu istrinya.

"Orang tuamu kejam... Apa sebenarnya salahku, Mas? Kenapa sampai sekarang mereka masih saja menatapku sinis? Terus saja menuduhku mandul... Padahal sejak dulu mereka memang tak pernah menyukaiku," Sesal Selviana.

Davka menghela napas panjang. Dia sadar betul, sebenarnya apa salah istrinya. Kenapa Ayah dan Ibunya tetap saja tak bisa menerima Selviana, padahal dia sendiri sangat mencintai wanita itu. Apa salahnya jika Selviana adalah seorang janda saat menerima lamarannya dulu.

"Sudahlah... tak usah dipikirkan lagi hal itu. Sekarang kita tidur, ya? Lain kali aku takkan mengajakmu ke rumah orang tua lagi, agar kita tak bertengkar lagi dengan mereka. Bagaimana? Setuju?"

"Eum... Iya, aku setuju," Jawab Selviana lirih.

Davka mengecup mesra bibir sang istri, lalu merangkul wanita itu berjalan menuju kamar tidur mereka.

****

Kantor Pusat Pakuwon Group, Jakarta.

"Kenapa lagi nih muka loe hari ini, Dav? Kusut banget, kayak baju yang belum disetrika seharian," Celetuk Dimas sambil nyengir jahil.

Wajah Davka memerah menahan kesal, makin kusut dengan bibir yang mengerucut cemberut. Dia melirik sekilas ke arah Dimas—Manager Marketing di perusahaannya itu—lalu kembali menatap layar laptop di meja kerjanya. Davka, Direktur Operasional sekaligus putra sulung pemilik kerajaan bisnis Pakuwon Group itu, baru saja selesai rapat panjang pagi ini.

"Aku kesal banget sama Daddy dan mommy," Keluh Davka pelan.

"Kesal kenapa lagi?? Ada apa lagi sih sama Om Alex sama Tante Linda?" Tanya Dimas penasaran.

"Mereka mulai lagi deh bertingkah menyebalkan. Kemarin mereka sengaja undang aku sama Selvi makan malam di rumah. Eh, baru duduk makan sebentar, mereka mulai lagi deh mengungkit-ungkit soal cucu. Aku sampai pusing tujuh keliling harus nenangin Selvi yang emosian banget gara-gara ulah mereka," Cerita Davka dengan nada jengkel.

"Ya ampun... Jadi keluarga loe ribut lagi gara-gara masalah itu?" Tanya Dimas iba sambil menggelengkan kepala.

"Tak sampai bertengkar hebat sih, tapi Selvi sudah telanjur sakit hati. Dia langsung ngajak aku pulang duluan sebelum makan malam selesai. Akibatnya, pagi ini aku kena omel panjang lebar sama Ayah," Jawab Davka.

"Aku sampai bosan denger cerita loe soal masalah ini terus-terusan, Dav. Ada-ada saja sih keluarga loe itu," Komentar Dimas santai.

Pria yang bersifat sedikit kekanakan namun tampan itu sudah menikah lima tahun silam dengan wanita bernama Regina, dan kini memiliki seorang putri bernama Zevana yang berusia tiga tahun.

"Ah sudahlah, aku juga malas bahas ini lagi. Semalam aku sama Selvi jadi tak tuntas di ranjang gara-gara dia masih ngambek dan kesal sama masalah ini," Gumam Davka sambil mendengus kasar.

Dimas terkekeh geli, lalu kembali fokus membaca berkas di tangannya.

"Eh Dav, serius deh... Loe sama Selvi emang udah beneran periksa ke banyak dokter kandungan?"

"Eum, iya udah. Bahkan sampai tiga kali, kenapa?" Bingung Davka singkat sambil mengangguk pelan.

"Kalian beneran nggak ada masalah sama sekali? Loe yakin kalau sistem reproduksi kalian itu bener-bener subur dan normal?"

"Iya aku yakin banget! Kami udah pergi ke tiga dokter beda, hasilnya tetap sama, kami sehat dan normal," Jawab Davka mulai kesal.

"Kecil kemungkinan sih, tapi... apa jangan-jangan dokter-dokter itu salah diagnosa soal kalian? Bisa aja kan? Siapa tahu salah satu dari kalian sebenarnya mandul, tapi hasilnya dirubah biar aman?" Tebak Dimas polos.

"Haish loe nih curiga terus! Udah berapa kali sih nanyain hal begini?! Aku sampai bosan dengernya! Hei, aku sama istriku seratus persen normal, kami subur! Jangan aneh-aneh ikan pendek!" Ketus Davka.

"Kalau Selviana sih aku percaya, hehe... Tapi kalau loe? Ah, maaf nih, aku sih agak sangsi. Aku gak percaya loe itu beneran subur," Goda Dimas.

Davka mendelik kaget, menatap tajam sahabatnya itu. "Yak! Jangan ngoceh sembarangan! Aku ini normal! Dalam sehari sepuluh wanita juga bisa ku tiduri dan buat anak sekaligus kalau perlu!!" Seru Davka membela diri.

Dimas nyengir lebar melihat reaksi temannya, lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sebenarnya dia malas juga membahas masalah ini berulang-ulang, tapi rasa penasaran selalu menang. Apalagi kalau melihat tingkah Davka yang mesum, dia yakin sahabatnya itu punya hormon yang tinggi dan meluap-luap.

"Ahk, sorry bro, soalnya aku bingung aja. Kalau kalian sama-sama subur dan sehat, terus kenapa sampai sekarang istri loe belum hamil juga sih~?"

"Entahlah..... mana aku tahu. Belum rezekiku mungkin buat punya anak," Jawab Davka ikut mendengus frustasi. Jujur saja, dalam hatinya pun ia juga sering bertanya-tanya, di mana letak kesalahannya sebenarnya.

Tiba-tiba mata Dimas berbinar cerah. Ia menepuk-nepuk meja antusias.

"Ah! Aku tahu, Dav! Aku tahu penyelesaian masalah rumit loe ini!"

Davka menatap serius ke arah sahabatnya. "Loe punya saran bagus? Coba bilang sini?"

"Iya dong! Aku punya ide cemerlang banget buat loe nih...." Dimas tersenyum lebar, menjentikkan jarinya girang seolah baru saja menemukan harta karun. "Tadi loe bilang kan, kalau loe itu nggak ada masalah sama sistem reproduksi loe?"

"Iya, benar. Terus kenapa?" Davka mengangguk tak paham. Dimas tersenyum penuh rencana jahil, lalu mendekatkan wajahnya.

"Nah, buat buktiin kalau itu beneran. Gimana kalau loe coba-coba dulu tidur rutin sama salah satu wanita di klub malam? Terus bikin dia hamil. Nah, kalau wanita itu sampai berhasil hamil, loe otomatis terbukti subur. Dan loe gak bakal dituduh Selvi mandul lagi! Gimana? Brilian kan idenya?"

"Apa kata loe??!" Mulut Davka menganga lebar sampai rahangnya hampir lepas karena kaget. Dimas malah makin antusias dan terus nyerocos menjelaskan ide gilanya itu. Dasar Dimas yang usil tanpa obat.

"Terus... kalau aku berhasil bikin wanita itu hamil, terus apa?" Davka menatap tajam, berusaha menahan emosi agar tak meledak.

"Ehh... iya, terus gimana ya??" Kini gantian Dimas yang bingung menjawab.

Davka masih menatapnya tajam, tatapan yang seolah ingin menguliti ikan pendek itu hidup-hidup saat itu juga.

"Hehehe... aku juga bingung nih. Mungkin loe suruh aja dia gugurkan bayinya. Lebih baik begitu saja daripada jadi masalah panjang ke depannya kan?" jawab Dimas polos.

"OH BAGUS JUGA YA?! Aku sedang ingin menguliti kulit ikan pendek tolol sekarang juga! Ada pisau tajam di sini nggak?!" Geram Davka.

"Hah? Kok loe marah~~...." Dimas menelan ludah kaget, lalu meraba lehernya yang tiba-tiba merinding ngeri.

"Aku keluar dulu ya... maaf, kerjaku masih numpuk banyak nih!" Dimas buru-buru bangkit dari duduknya hendak kabur.

"JANGAN KABUR DASAR IKAN SIALAN! IDEMU ITU GILA!" Teriak Davka murka.

"kalo aku berani menghamili wanita lain, Selvi bisa membunuhku duluan! Jadi lebih baik aku membunuhmu dulu sekarang, dasar ikan sarap!!"

"JANGAN, MAAFKAN AKU DAV!!"

"YAKKKK KEMBALI SINI KAMU DIMAS ADINATA !!!!"

BRAK!!!

Dimas berhasil melompat kabur dari ruangan ini dan menutup pintu itu dengan keras. Davka masih berteriak kesal sambil melempar sepatu nya ke arah pintu yang sudah tertutup itu.

"DASAR IKAN SARAP!!!" umpat nya masih murka.

1
Ananda Boy
kak kok bisa gitu say Selvi
Ananda Boy
akhirnya mulai ada ehem 🤭
Ananda Boy
next thor plis😍
Ananda Boy
kapan up Thor 😄
Ananda Boy
next thor 😍
Ananda Boy
kenapa q benci si Selvi 🤭
Ananda Boy
wkwkwk panas kipas kipas🤭😄
Ananda Boy
next kak🤭😄
Ananda Boy
lanjut ka😍😍
Vedyta
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!