NovelToon NovelToon
HITAM

HITAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:515.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: musbich

Tidak pernah terbayangkan jika perempuan urakan sepertiku pada akhir nya bisa menikah dengan lelaki pilihan papa yang katanya tampan, baik dan kaya melintir.

Aku terinspirasi dari pernikahan adikku yang berakhir bahagia karena pilihan papa.

Awalnya semua berjalan sesuai harapan, akad nikah yang sakral, resepsi yang mewah dan perlakuan suamiku yang teramat sangat baik. Tapi itu hanya mimpi selama dua hari di hidupku.

Enrico Putra Deisanto, seorang pengusaha dalam bidang farmasi yang menikahiku saat ini. Dia membawaku pulang ke sebuah rumah megah bak istana dengan puluhan pembantu.

Disinilah kisah hitamku dimulai, aku yang mencintainya pada pandangan pertama harus rela mengubur mimpiku untuk hidup bahagia dengan nya. Akhirnya aku tahu dia menikahiku karena paksaan ibu nya yang sedang sakit parah dan bukan kemauan nya sendiri.

Penderitaanku tak berhenti di situ, dengan santainya dia membawa pulang seorang perempuan yang akan tinggal satu rumah dengan kami. Seorang perempuan yang katanya sangat dia sayangi. Kalian tidak akan bisa membayangkan bagaimana jika seorang suami membawa perempuan lain di depan istri sah nya.

ini kisah saya,
ini cerita saya,
saya pemeran utamanya,

lalu apa posisi perempuan itu?

Aku harap dia hanya pemeran pembantu atau pelengkap latar yang hanya bisa diam, aku tetaplah pemilik suamiku yang sah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

ENRICO POINT OF VIEW:

🦋🦋🦋

Ketika aku sedang menemani Erika di kamar dan melihat Chelsea makan dengan lahap nya, tiba tiba ponselku bordering. Ku lihat nama ibuku yang tertera di layar ponselku, aku keluar dari kamar tersebut dan menerima telpon dari ibu.

“Ada apa bu?” tanyaku.

“Kamu kemana saja? Kenapa tidak pulang? Biasanya dua hari sekali kamu akan mengunjungi ibu dan Alina,” omel ibuku.

“Ada hal penting yang harus ku kerjakan bu,”

“Hal penting apa? Kamu bahkan membiarkan Alina pulang diantar sopir dengan jarak sejauh itu,”

“Ini menyangkut kebahagiaanku, siapa suruh periksa kandungan nya jauh sekali ke kota dingin”

“Karena dia kan kerja di sana dan sedang cuti, jadi dia percaya dengan dokter di sana,” kata ibu.

“Dokter di kota S juga banyak yang hebat,” celetukku.

“Jangan bilang jika kamu kecantol perempuan lain di sana, cepat pulang dan segera percepat pernikahanmu dengan Alina,” kata ibu.

“Bu, tidak bisakah ibu pikirkan lagi. Aku sudah menuruti semua kemauan ibu, tapi tidak untuk ini,” kataku frustasi.

“Enrico, ini permintaan terakhir ibu. Ibu tidak mau cucuku lahir tanpa ayah, bagaimana dengan akta lahir nya nanti?”

“Kita tunggu Tara pulang, ku mohon. Aku tidak mencintai nya bu,” pintaku memelas.

“Kita bahkan tidak pernah tahu dimana anak nakal itu, seenak nya saja menghilang,” kata ibu lirih dengan rasa khawatir.

“Aku tidak bisa jadi ayah nya, bu,” kataku menjelaskan.

“Ku mohon padamu pulanglah, nak,”

“Ibu tunggu saja, aku pasti pulang tapi tidak untuk menikahi Alina,” kataku seraya mengusap wajahku kasar.

“Enrico—“

“Aku tutup dulu, bu,” kataku seraya menutup panggilan dari ibu.

Aku menyandarkan tubuhku di sofa empuk ruang tamu seraya menatap pintu kamar yang masih terbuka setengah, terlihat dua manusia yang sangat ingin ku miliki dalam hidupku saat ini. Aku mulai menaruh ponselku di meja dan berjalan ke kamar lagi.

“Sudah makan nya?” tanyaku memandang chelsea.

“Hem,” jawab nya tersenyum memainkan pipi Erika.

“Mandilah,” perintahku.

“Mau kemana?”

“Aku akan mengajak kalian jalan jalan,”

“Tidak perlu sebaik itu, aku tidak mau merepotkanmu,” sahut chelsea.

“Aku sedang mengajak anakku jalan jalan,” kataku mulai mendekati Erika dan mulai membuka baju kecil milik bayi perempuanku dengan hati hati.

“Hey, kamu mau apa?” Tanya chelsea khawatir.

“Mandilah dan bersiap siaplah, aku yang akan mengurus Erika. Biarkan aku memandikan nya,”

“Aku tidak yakin padamu,” kata chelsea khawatir.

“Kalau begitu siapkan air hangat untuk mandi si cantik ini,” kataku masih membuka pakaian bayi erika dengan hati hati.

Dengan hati hati ku bawa bayi mungilku ke bak mandi bayi yang disiapkan chelsea. Aku mulai membersihkan badan nya dengan sabun, tentu saja dengan sangat hati hati.

“Yakin bisa nggak sih?” Tanya chelsea khawatir.

Aku hanya diam saja dan mulai mencelupkan kaki si bayi ke bak mandi plastic nya. Ku gunakan satu tanganku untuk menyokong bagian belakang leher nya dan tangan lain untuk memandikan.

Aku mulai membilas sabun yang ada di badan nya dengan air hangat suam suam kuku, Erika hanya mengerjap ngerjapkan mata nya seraya tersenyum menatapku.

“Tali pusarmu uda copot ya sayang, duh cantik nya kalo senyum ke papa,” kataku masih sibuk membersihkan tubuh bayi mungil itu.

“Segera siapkan baju nya,” kataku pada chelsea.

Chelsea mulai menyiapkan segala keperluan Erika dengan cepat. Aku membawa si bayi terbaring di kasur yang sudah terlapisi handuk lembut. Mulai mengeringkan badan nta yang halus dengan handuk lembut.

Aku mulai mengoles perut nya dengan minyak telon dan bedak. Mengusap rambut nya dengan minyak rambut bayi dan terakhir mengusap baju nya dengan parfum bayi. Benar benar ku suka wangi bayiku ini.

“Dari tadi aku sudah menyuruhmu mandi,” celetukku menatap chelsea.

“Aku juga sibuk menyiapkan keperluan Erika,” sungut nya.

“Beri dia asi, kalau begitu aku saja dulu yang mandi,” kataku memberikan Erika pada chelsea.

Aku berjalan kearah mobil dan mengambil koper yang ada di mobil serta menyeret nya ke kamar yang sedang ditempati chelsea dan Erika saat ini. Dia menutupi wajah Erika dan dada nya dengan bantal saat memberi nya asi.

“Kenapa harus ditutupi? Aku sudah pernah melihat nya,” kataku datar.

“Apa yang kamu lakukan?” Tanya chelsea yang melihatku membuka lemari dan menata bajuku disana.

“Aku meninggalkan bajuku di sini supaya tidak perlu memikirkan baju ganti jika sewaktu waktu ke sini lagi,” sahutku.

“Kesini lagi? Apa kamu akan pergi?” Tanya chelsea mulai menatapku.

“Aku akan tinggal jika kamu memintaku untuk tinggal,” kataku cepat.

“Tidak! pergilah! Pergilah sana yang jauh dan tidak perlu kembali lagi,” sungut nya mengalihkan pandangan kearah lain.

“Bener?”

“Hem,” sahut nya cepat.

Aku yang sudah selesai menata baju, sekarang mulai membersihkan badanku di kamar mandi untuk mengajak dua manusia penting ini jalan jalan.

Setelah mandi dan memakai pakaian santai, aku menghampiri chelsea dan mulai mengambil Erika yang tampak tersenyum padaku. Dia sungguh menggemaskan.

“Mandilah, kita akan pergi bersama,” kataku pada chelsea.

“Kemana?” Tanya nya menyelidik.

“Ikutlah,” kataku cepat.

“Baiklah,” kata nya seraya masuk ke kamar mandi.

Aku mengajak Erika ke halaman supaya bayi itu tidak bosan berada di dalam rumah. Tidak lama kemudian, chelsea sudah siap dengan pakaian santai nya juga.

Aku suka melihat nya saat ini, dia terlihat sangat cantik dengan polesan make up tipis dan rambut panjang nya yang berwarna hitam.

“Hem—“ dia berdehem untuk menetralkan kecanggungan kami.

“Apa aku terlihat aneh?” Tanya nya bersemu merah karena aku sedang memperhatikan nya.

“Kamu terlihat cantik,” kataku tersenyum pada nya.

“Kita mau kemana?”

"Belanja keperluan Erika, lihatlah dia semakin gendut,” kataku.

“Cih, tahu darimana? Baru aja kalian bertemu,” celetuk chelsea.

“Nih, baju nya sudah terlihat kekecilan,” kataku tersenyum pada nya.

Aku mengajak mereka ke salah satu mall yang ada di kota dingin. Hari ini kami berdua menghabiskan waktu bersama untuk mencari segala macam keperluan Erika.

Aku menggendong Erika seraya membuntuti chelsea yang sibuk melihat lihat breast pump mulai dari yang model manual sampai yang electric.

“Eh, letakkan lagi ke tempat nya,” kataku menatap chelsea.

“Kenapa?” Tanya nya seraya mengerutkan dahi nya seraya meletakkan lagi berast pump electric di tempat nya.

“Kamu kan tidak kemana mana dan hanya bersama Erika di rumah, tidak perlu pakai breast pump untuk memompa asimu,” kataku cepat.

“Siapa tahu asiku nanti berlimpah, kan bisa disimpan di kulkas,”

“Tidak boleh! Bagaimana kalo kesetrum saat memompa asi?” kataku.

“Kamu ini udik sekali sih, alat itu kan sudah melalui uji coba dari pabrik nya,”

“Pokok nya tidak boleh!”

“Memang nya kamu ini siapa bisa bisa nya melarangku,” kata chelsea kesal.

“Papanya Erika, jadi aku berhak melarang mommy nya juga,” kataku cepat.

“Menyebalkan, kamu tidak tahu saja bagaimana rasa nya ketika payudara bengkak dan butuh di keluarkan, alat itu akan membantuku,” gerutu nya.

“Jika payudaramu terasa bengkak ya tinggal menyusui Erika, kenapa harus dibantu susu formula jika asimu berlimpah?”

“Putingku terluka karena ulah anakmu,” bisik nya pelan terlihat kesal.

Aku menelan ludah membayangkan dia membicarakan tentang asi seraya melihat dada nya. Sejenak ku pejamkan mataku untuk menetralkan nafsuku yang sudah setahun tidak pernah melakukan hubungan dengan wanita.

“Memang nya Erika sudah punya gigi, bahkan dia masih ompong,” kataku mulai menyentuh bibir Erika supaya dia memperlihatkan gusi nya yang ompong itu.

“Aku tidak sedaang bercanda, enrico. Putingku benar benar perih,” kata chelsea kesal.

“Apa tidak ada cara lain selain breast pump?”

“Nipple shield,”

“Boleh, kamu pake itu saja,” kataku cepat.

“Bagaimana jika ****** shield nya tidak pas dengan ukuran putingku?”

“Ya Tuhan, bisa tidak sih memperdebatkan hal lain selain masalah ****** di tempat umum,” gumamku yang masih bisa didengar chelsea.

“Kamu yang memulai nya,” celetuk chelsea.

“Baiklah, ambillah breast pump electric tadi,”

“Kamu papa terbaik,” kata chelsea tersenyum padaku seraya memasukkan alat tadi pada keranjang dorong kami.

“Awas jika dadamu kendor gara gara alat aneh itu,” kataku kesal.

Jangan lupa like, comment and vote 🧡

Selamat hari senin readers,

smoga dipermudah dalam segala urusan 🙏😊

1
Icha
semangat nulisnya thor 💪😍
Aku mampir yahh dengan like dan rate nya, Jangan lupa mampir dan feedback ke novel ku yahh ❤Sabda Rindu❤
Terimakasih ditunggu kehadirannya 🥰
Isma Rismaya
seru
MamaNa Nazwa
mantap,,,hrs tegas celsi
MamaNa Nazwa
kecanduan ya babang enrico
Yunerty Blessa
makasih kak thor buat cerita nya.. mantap sekali.. sukses dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. Enrico hidup bahagia bersama Chelsea dan anaknya.. makasih kak thor buat cerita nya 👍👍
Yunerty Blessa
sabar..tahan dulu..
Yunerty Blessa
dag dig dug nih..
Yunerty Blessa
Enrico lelaki lembik tak tegas 😠
Yunerty Blessa
Alina ditolong malah marah ..abaikan saja Chelsea..
Yunerty Blessa
makin seru nih..
Amora
Kita punya tugas yang sama , chelsea .
Yunerty Blessa
senang mereka bersatu kembali..
Amora
Sabar , entarkan jadi rebutan adek kakak . Ups ... bahkan sudah mulai diperebutkan 😉🤭
Amora
boleh juga di coba dengan ide ini
Amora
anda benar banget 🤤😋
Yunerty Blessa
yah Chelsea kembali bersama Enrico lagi
Yunerty Blessa
terima lah Enrico kembali Chelsea.. sudah cukup juga dia berkorban..
Yunerty Blessa
akhirnya Enrico dan Chelsea buka puasa lagi 🤣🤣
Yunerty Blessa
jujur saja Enrico tentang Alina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!