NovelToon NovelToon
PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Di kehidupan pertamanya, Valerie Vespera mati sebagai pecundang. Sebagai putri kandung konglomerat Elrod yang tertukar sejak bayi, dia malah dibuang ke gudang pengap demi menjaga perasaan si anak angkat palsu yang manipulatif. Tiga tahun dia habiskan mengemis kasih sayang, hingga akhirnya mati dikhianati.
Kini, takdir memutar kembali jarum jam. Valerie terbangun di hari penjemputannya di usia 18 tahun. Namun, Valerie yang naif telah mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: PAGI DI RERUNTUHAN MANSION

Bab 27: Pagi Di Reruntuhan Mansion

Sinar matahari pagi yang menembus jendela mansion Menteng tidak lagi terasa hangat, melainkan seperti sorotan lampu interogasi yang menyiksa. Di lantai dua, Victoria terbangun dengan sakit kepala yang mendera. Harusnya, hari ini adalah hari di mana dia memerintahkan Valerie untuk kembali melakukan tugas-tugas rumah tangganya yang melelahkan.

"Valerie!" teriaknya dari atas tangga. Tidak ada jawaban.

Hening. Mansion itu mendadak terasa jauh lebih sunyi dari biasanya.

Victoria turun dengan wajah kusut, mendapati Gilbert sudah berdiri di ruang tengah dengan raut wajah yang lebih buruk dari iblis. Pria itu tampak belum tidur, matanya merah padam menatap dokumen akta pemutusan hubungan darah yang masih tergeletak di atas meja makan, tepat di samping sobekan surat pertunangan semalam.

"Dia benar-benar pergi," gumam Gilbert, suaranya parau.

"Maksudmu apa? Dia pasti hanya bersembunyi di gudang!" Victoria berlari menuju pintu gudang bawah tanah dan membukanya dengan kasar.

Kosong.

Tidak ada koper, tidak ada buku-buku kumal, bahkan tidak ada satu helai pun pakaian murah yang biasa dikenakan Valerie. Hanya ada lantai semen yang bersih dan kosong. Valerie benar-benar telah melenyapkan jejaknya.

"Dia tidak hanya pergi, Victoria," Gilbert melemparkan sobekan kertas ke lantai. "Dia sudah melepaskan diri secara legal. Kita kehilangan aset yang seharusnya bisa menyelamatkan perusahaan ini dari Arwana Group."

Di sudut ruangan, Nicholas dan Christian saling berpandangan. Mereka merasa ada yang aneh. Baru semalam mereka menertawakan Valerie, menganggap dia tidak akan bisa bertahan hidup sendirian di luar sana. Namun, saat mereka menyadari bahwa Valerie pergi dengan kepala tegak—bukan dengan wajah ketakutan—sebuah rasa cemas yang tak terjelaskan mulai merayap di dada mereka.

"Biarkan saja," ujar Nicholas mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Dia hanya gadis bodoh tanpa uang. Dia akan kembali dalam tiga hari untuk mengemis, menangis, dan memohon agar kita menerimanya kembali."

Namun, ucapan Nicholas terputus saat ponselnya bergetar hebat. Itu adalah panggilan dari manajer keuangan perusahaan.

"Tuan Nicholas? Kita mendapat masalah besar! Seluruh investor strategis kita menarik diri dalam satu jam terakhir. Dan... ada entitas baru yang mulai melakukan takeover paksa terhadap saham minoritas kita. Mereka menawarkan harga 20% di atas nilai pasar saat ini!"

Wajah Nicholas memucat. "Siapa? Siapa yang berani melakukan itu di saat harga saham kita sedang jatuh?"

"Namanya... Pecunia Corp."

Nama itu terdengar seperti petir di telinga mereka. Valerie. Mereka baru saja menghina Valerie, dan di saat mereka baru menyadari kepergiannya, entitas yang ia bangun justru mulai mencekik leher perusahaan mereka.

Sementara itu, di sebuah penthouse eksklusif yang menghadap langsung ke arah gedung pencakar langit Elrod Corp, Valerie Vespera berdiri di balkon. Ia melepaskan sepatu kets lusuhnya, lalu menghirup udara pagi dengan nikmat. Angin kota Jakarta menerpa wajahnya, memberikan sensasi kebebasan yang belum pernah ia rasakan selama delapan belas tahun hidupnya.

"Nona," Julian mendekat dengan tablet di tangannya. "Bramasta dari Arwana Group mencoba menghubungi kita. Dia mendengar rumor bahwa pertunangan dibatalkan, dan dia cukup marah karena merasa dipermalukan."

Valerie menoleh, senyum tipis terukir di bibirnya. "Bramasta? Pria yang menganggap wanita sebagai pajangan ruang tamu itu?"

"Benar."

"Terima kasih, Julian. Sambungkan aku dengannya sekarang."

Valerie mengambil earpiece dari Julian. Dia tahu bahwa Bramasta adalah kartu as yang bisa ia gunakan untuk menghancurkan sisa-sisa martabat keluarga Elrod. Jika ia bisa memutarbalikkan posisi Bramasta—dari calon "suami" menjadi musuh bebuyutan keluarga Elrod—maka kehancuran mereka akan selesai jauh lebih cepat daripada yang ia bayangkan.

"Halo, Tuan Bramasta," sapa Valerie dengan suara yang anggun namun dingin. "Saya dengar Anda mencari saya?"

"Valerie? Beraninya kamu membatalkan pertunangan ini! Kamu tahu berapa banyak uang yang sudah saya habiskan untuk membujuk ayahmu?" suara di seberang telepon terdengar menggeram marah.

"Ayah saya?" Valerie tertawa pelan. "Anda salah paham, Tuan. Anda seharusnya tidak membujuk ayah saya. Anda seharusnya bertanya pada saya, apa yang bisa saya tawarkan kepada Anda jika Anda berhenti berurusan dengan keluarga Elrod yang sudah bangkrut itu."

Keheningan menyelimuti telepon itu. Valerie tahu, godaan akan informasi orang dalam tentang kehancuran Elrod Corp adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak oleh pria serakah seperti Bramasta.

"Apa maksudmu?" tanya Bramasta, suaranya kini sedikit lebih rendah, tertahan oleh rasa penasaran.

"Mari kita bertemu," ucap Valerie sambil menatap lampu gedung Elrod yang kini tampak kecil dari kejauhan. "Saya punya banyak cerita tentang keluarga Elrod yang akan membuat Anda menyesal pernah membuang satu rupiah pun untuk mereka. Dan setelah Anda mendengarnya, Anda tidak akan lagi menginginkan saya sebagai istri. Anda akan menginginkan saya sebagai mitra untuk meruntuhkan mereka."

Valerie mematikan sambungan telepon. Dia tahu, langkah ini berisiko. Namun, dalam permainan ini, dia bukan lagi bidak yang menunggu takdir. Dia adalah pengatur jalannya permainan.

Di mansion Menteng, lampu-lampu padam satu per satu, menyisakan keluarga Elrod yang terpuruk dalam kebingungan. Namun bagi Valerie Vespera, pagi ini baru saja dimulai. Ia bukan lagi gadis yang menangis di gudang. Ia adalah badai yang sedang bergerak perlahan, siap meluluhlantakkan setiap fondasi kebohongan yang telah keluarga Elrod bangun selama bertahun-tahun.

Besok adalah hari pertama dari sisa hidupnya yang baru. Dan bagi keluarga Elrod, mimpi buruk mereka baru saja dimulai.

Bersambung.....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Kustri
byk bgt kata draf🤔
masijacoke021205: Halo Kak, mohon maaf ya atas ketidaknyamanannya terkait banyaknya pengulangan kata di bab sebelumnya. Itu murni kesalahan teknis saat proses upload. Bab-nya sudah saya perbaiki dan rapikan sekarang. Terima kasih banyak sudah teliti dan memberikan masukan, Kak. Selamat membaca!
total 1 replies
Kustri
pdhal butuh bertahun" mempelajari bisnis, apalg ttg bursa
Kustri
diulang apa yaa
pas val ke dapur ketemu mbok darmi🤔
Kustri
dibalikin aja didpn tamu undangan... masa anak kandung tak diakui tidur di gudang tak diberi fasilitas, apa gk malu tuh ortu🤭
Kustri
belilah ponsel yg memadai val
Kustri
qu gk mudeng ttg saham, tp penasaran sm val
Kustri
owh.... iya ya... kan val sdh ngalami ini yaa🤭jd tinggal eksekusi👍
Kustri
knp baru kepikiran melaksanakan poin" itu stlh dijemput
gk pd saat di panti🤔
aaaah.... mgkin kendala dr ponsel pintar ya💪
Moreno
draf dref draf dref 😑
Moreno
gimana caranya uang tunai tiba2 masuk menjadi saldo digital
masijacoke021205: Sudah diperbaiki ya, Kak! Terima kasih banyak bantuannya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!