NovelToon NovelToon
Sugar Mommy Online

Sugar Mommy Online

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

💸Sugar Mommy Online💸

Lulus kuliah jadi pengangguran, sampai umur 28 tahun pun masih nganggur, nikah gak ada calon, kerja di perusahaan gak ada koneksi, bikin usaha sendiri gak ada modal. Langganan Melolo, tontonan dracin dapat cuan receh yang bermimpi jadi istri CEO tampan dan media sosial-- tempat live nya gege-oppa-phi-akang tampan yang bermodalkan tap-tap layar dan spam komentar.

Itulah Lusi, atau gadis melar yang olahraga cuma niat dalam hati--- yang bernama asli Zhu Lusi Arsana. Anak yatim-piatu blasteran Cindo.

Hingga entah dia beruntung atau memang sudah takdir nya, sesuatu mengubahnya~

***
Mohon jangan hanya sekedar mampir, bacalah sampai tuntas agar penulis juga bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas 🥹🤧
***
Jika alur sedikit menyimpang dari judul dan sinopsis maka mohon maaf 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Mencari Berondong

Lusi berjalan keluar dari Adibusana Jewelry tanpa menoleh ke belakang.

Paperbag hitam eksklusif berada di tangannya, sementara ekspresi wajahnya kembali tenang seperti biasa. Jika dibandingkan dengan kemarahan Kylan yang meledak-ledak, sikap dinginnya justru terasa lebih menusuk.

Baru beberapa langkah keluar dari toko, terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa dari belakang.

"Nona Lusi!"

Lusi menoleh. Kay berdiri beberapa meter darinya. Napasnya sedikit tidak teratur karena mengejar dengan cepat.

"Maaf."

Kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah permintaan maaf.

"Saya benar-benar minta maaf atas perilaku adik saya."

Lusi terdiam.

Kay melanjutkan dengan nada tulus. "Kylan memang keras kepala. Saya tidak tahu kenapa dia bisa bertindak seperti itu hari ini."

Lusi menggeleng pelan. "Itu bukan salah Anda."

"Sebagai kakaknya, tetap ada tanggung jawab saya."

Kay menarik napas panjang. "Saya harap kejadian hari ini tidak membuat Anda memiliki kesan buruk terhadap keluarga kami."

Setelah pertemuan dengan Lusi sebelum nya dia memang sempat memikirkan nya, semoga Lusi tidak tersinggung. Namun setelah beberapa waktu kemudian dia tidak memikirkan nya, karena orang suruhan nya yang mencari tahu tidak memberikan informasi jika Lusi berasal dari keluarga besar.

Namun tadi, saat melihat nya mengeluarkan kartu hitam yang hanya segelintir orang kaya yang memiliki nya. Dia jadi merasa tidak boleh menyinggung, siapa tahu asumsi nya tentang Lusi keluar pejabat memang salah namun Lusi tetaplah orang kaya dengan kekayaan tinggi.

Lusi menatap pria itu beberapa saat.

Jujur saja, ia tidak pernah memiliki kesan buruk terhadap Kay. Sejak pertama bertemu, pria itu selalu bersikap sopan dan masuk akal. Bahkan sekarang, orang yang membuat masalah jelas-jelas Kylan, tetapi yang berlari mengejar untuk meminta maaf justru dirinya.

Memiliki adik seperti itu pasti cukup melelahkan.

Memikirkan hal itu, rasa kesal di hati Lusi berkurang beberapa poin.

"Nona Lusi."

"Hm?"

"Bagaimana jika saya mentraktir makan malam sebagai permintaan maaf?"

Lusi berkedip.

Sistem Sugar Mommy di benaknya langsung berbunyi di benaknya.

[ Terima! Terima! Terima! Ini kesempatan untuk dekat dengan target mu ]

Lusi melirik Kay sekali lagi. Jika dipikir-pikir, pria ini memang masih termasuk target sistemnya.

Namun ia juga tidak ingin terlihat terlalu antusias. "Aku akan memikirkannya."

Kay menatap nya sebentar untuk menilai reaksinya, biasanya dia tidak akan begitu sopan terhadap orang lain apalagi lawan jenis. Justru perempuan lain lah yang akan senang kegirangan saat makan siang bersama nya, dia tidak sombong, namun tentu tahu dirinya ini menarik.

Tetapi melihat ekspresi Lusi yang memang terlihat sedang mempertimbangkan dengan serius, ia justru merasa jawaban itu cukup masuk akal untuk orang kaya yang tidak memandang perasaan.

"Baik."

"Saya akan menunggu kabar Anda."

Lusi mengangguk kecil. "Kalau begitu saya pergi dulu."

"Baik."

Setelah melihat sosok Lusi menghilang di ujung koridor mall, Kay akhirnya berbalik arah.

Ekspresi sopan yang tadi masih tersisa perlahan menghilang. Wajahnya kembali dingin.Ia langsung berjalan kembali menuju Adibusana Jewelry.

Begitu memasuki toko, suara Kylan langsung terdengar.

"Kak! Aku tidak salah!"

"Kakak percaya padaku kan?!"

Kay bahkan tidak menjawab. Ia langsung berjalan ke depan Kylan. Lalu tanpa basa-basi menggenggam pergelangan tangan adiknya.

"Ayo pulang."

"Kak!"

"Pulang."

Kylan langsung panik. "Kak, dengarkan aku dulu!"

"Dia memang orang miskin! Adi yang bilang!"

Suasana toko langsung hening. Semua mata tertuju kepada Adi. Wajah Adi yang sebelumnya sudah pucat kini berubah semakin putih.

Jantungnya langsung berdegup kencang.

"A-Aku..."

Kylan menunjuk ke arahnya.

"Dia yang bilang kalau Lusi hidup miskin di luar kota!Dia yang bilang kalau Lusi tidak mungkin punya uang sebanyak itu!"

"Kak, aku cuma percaya informasi yang dia kasih!"

Adi hampir ingin menutup mulut Kylan saat itu juga. Tadi, demi tidak kehilangan muka dan bisa berbicara dengan Kylan dia memang menceritakan masa lalu Lusi karena Kylan terlihat menatap Lusi dengan amarah.

Tetapi tentu saja cerita yang ia sampaikan sudah dicampur dengan asumsi, tebakan, dan berbagai hal yang dilebih-lebihkan.

Mana mungkin dia menyangka keadaan akan berkembang sejauh ini? Di bawah tatapan semua orang, Adi hanya bisa berdiri kaku.

"Kak... aku..."

Kay hanya memberikan lirikan dingin, "mulai sekarang jangan berteman dengan orang seperti itu. Jika tidak, aku akan meminta Kakek menyita semua kartu mu selama mungkin."

Seketika Kylan tidak bersuara lagi, dia terdiam dengan emosi labil yang di tahan-tahan. Menahannya karena merasa takut dengan Kakak nya yang marah.

Wajah Adi yang sudah pucat kini makin sepucat kertas, dia merasakan teman-teman lainnya kini menatap nya dengan menjaga jarak seolah dia di keluarkan dari pertemanan dan di jauhi.

Bahkan Winy pun terlihat menjauh.

'Matilah!' Pikirnya, keluarga nya selalu mewanti-wanti nya agar berhubungan dengan keluarga kaya lainnya. Jika pertemanan nya sampai hancur, mungkin dia benar-benar berakhir.

Di ruang kerjanya yang berada di lantai dua gym, Rayyan duduk sendirian sambil menatap laporan keuangan bulan ini.

Ekspresinya tetap datar seperti biasa, tetapi pikirannya tidak setenang wajahnya.

Pendapatan bulan ini memang lebih baik dibanding bulan sebelumnya. Beberapa member baru bergabung, ditambah program private training milik Lusi yang bernilai cukup besar.

Namun itu masih belum cukup.

Gym yang dikelolanya bukan gym biasa. Bangunannya berdiri di atas lahan yang luas, memiliki puluhan alat kebugaran impor, ruang yoga, ruang pilates, kolam renang, sauna, hingga area latihan pribadi yang mewah.

Semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tagihan listrik, perawatan alat, gaji pelatih, kebersihan, keamanan, dan berbagai biaya operasional lainnya membuat keuntungan yang terlihat besar sebenarnya tidak sebesar yang dibayangkan orang.

Bahkan beberapa bulan terakhir mereka nyaris berada di titik impas.

Orang tuanya sudah beberapa kali menyarankan hal yang sama. Menjual gym itu. Menurut mereka, menjual gedung tersebut lalu menginvestasikan uangnya akan jauh lebih menguntungkan.

Namun Rayyan selalu menolak. Gym ini dibangun dari nol oleh keluarganya. Ia menghabiskan bertahun-tahun hidupnya di sini.

Baginya tempat ini bukan sekadar bisnis. Karena itulah ia masih terus memikirkan berbagai cara agar gym bisa bertahan.

Tok.

Tok.

Tok.

Suara ketukan pintu menyadarkannya dari lamunan.

"Masuk."

Pintu terbuka dan Rayyan mengangkat kepalanya lalu tertegun. Seorang wanita muda berdiri di depan pintu dengan senyum santai.

Kaos putih sederhana, celana pendek berwarna krem. Rambut panjang yang diikat tinggi memperlihatkan leher jenjangnya. Kulit putih bersih, tubuh ramping dengan proporsi yang seimbang.

Untuk beberapa detik Rayyan hanya menatap. Tidak berkedip dan tidak berbicara.

"..."

Lusi mengangkat alis. "Kenapa menatapku seperti itu?"

Rayyan masih diam.

"Apakah aku secantik itu sampai membuatmu kehilangan kemampuan bicara?"

1
Dedi Dahlia
up up lanjut semangat terus ceritanya🙂🙂
Owner MBG, Amiin
Dukungan nya guys ☺️
Ragil Aja
lanjut
Owner MBG, Amiin: Shap

.
total 1 replies
Nixc~
ayo lanjut thor------😊😊😊
semangat terus ya~~~😋😋😋
Owner MBG, Amiin: Shiap, makasih kak ☺️
total 1 replies
Nixc~
yang ditawarin siapa.... yang excited siapa🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Nixc~
sat set bgt si Lusi ini😌😌
Nixc~
Rayyan shak shik shok🤣🤣🤣
Nixc~
si Rayyan lagi terpesona ngeliat kecantikan Lusi🤣🤣🤣
irena
klo bisa si lusi punya keahlian bela diri.. bisnis.. supaya ga dibegoin... biar si mantannya kapok.. klo perlu si Arga liat sendiri klo si luci sudah kaya
Owner MBG, Amiin: Insyaallah deh☺️
total 1 replies
irena
lanjut thor..
Owner MBG, Amiin: Ashap!
total 1 replies
Nixc~
lanjut thor------🤩🤩🤩
semangat terus ya~~~/Grin//Grin//Grin/
Owner MBG, Amiin: Shap makasih kak
total 1 replies
Nixc~
hahahaha.... pasti langsung kicep tuh anak manja🤣🤣🤣
Owner MBG, Amiin: Nice ☺️
total 1 replies
Akila Nauva
ceritanya menarik
Owner MBG, Amiin: Makasih Kila ☺️
total 1 replies
El Sunda
meski belum tamat,aku udh jatuh cinta sama ceritanya! alurnya bikin penasaran dan gk sabar nunggu update selanjutnya, semangat bang anan! 💪🔥
Owner MBG, Amiin: Makasih El!! Pantengin terus yaa ☺️🙏
total 1 replies
Owner MBG, Amiin
Like dan komentar~☺️
Nixc~
lanjut thor-----/Slight//Slight//Slight/
semangat terus/Proud//Proud//Proud/
Owner MBG, Amiin: Shap, tengkyu ☺️
total 1 replies
Nixc~
😂😂😂
Dev..
andai d dunia nyata ada sistem begini😌
Owner MBG, Amiin: Ada kok, cuma di versi Mimpi
total 1 replies
keyrul
ceritanya menarik,, lanjutkan thor,,, sukses selalu😊😊
Owner MBG, Amiin: Makasih kakakaka🥹🥹🥹🙏
total 1 replies
Nixc~
lanjut terus thor------/Proud//Proud//Proud/
semangat terus ya~~~/Hey//Hey//Hey/
Owner MBG, Amiin: Shap kak ☺️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!