NovelToon NovelToon
I AM SHIENOLL DALLETRA

I AM SHIENOLL DALLETRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Anak Genius
Popularitas:59.6k
Nilai: 5
Nama Author: LeoRa_

HAI... Readers nya LeoRa_
Author cuma mau kasih tau kalo novel yang ini bakal di buat ulang dan tentunya perlu waktu.
Semoga, perbaikan kali ini menarik perhatian kalian... aku tunggu dukungannya...

Mengetahui fakta bahwa ia lahir di luar nikah akibat perbuatan jahat ayah biologisnya yang dengan tega menghancurkan masa depan wanita yang dicintainya -ibu- membuatnya bertekat untuk membalaskan rasa sakit ibunya tersebut dengan caranya sendiri.

Terlebih ketika dia tahu bahwa skenario yang Tuhan ciptakan begitu menarik, membuatnya bersedia mengambil peran yang sudah di siapkan untuknya.

Peran yang mengizinkannya untuk memegang kendali penuh atas hidupnya.

Seperti ketika keluarga ayah biologisnya memaksa untuk menggantikan nama keluarga di belakang namanya. Dengan lantang dan tegas ia menekankan.

"I AM SHIENOLL DALLETRA!!!"




😊ini karya pertamaku, semoga kalian suka!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LeoRa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IASD-25

Selesai makan siang yang terlambat itu, rombongan keluarga harmonis tersebut pun mengambil keputusan untuk pulang dengan alasan sudah cukup lelah. Akan tetapi, itu juga tidak salah. Sebab yang terpenting adalah kebersamaan mereka yang sudah lama tidak lagi dirasakan semuanya. Kini, rindu yang telah lama terpendam akhirnya dapat ditumpahkan juga.

Dan yang merasa paling beruntung disini adalah Shienoll. Itu karena, pada akhirnya bocah tampan itu dapat merasakan juga seperti apa itu keluarga lengkap -tidak termasuk ayah- dengan kehadiran orang-orang dari masa lalu ibunya yang menyayangi ibunya dengan tulus. Disamping itu, Shienoll pun memiliki maksud dan tujuan lain. Yaitu, dia merasa telah mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu siapa dalang dari seringnya air mata sang ibu tercinta mengalir dengan begitu sedih.

Kehadiran orang-orang dari masa lalu ibunya adalah targetnya untuk menemukan apa yang dia cari dan itu akan terus menjadi rahasia sampai kapanpun dari ibunya.

Diluar restoran menuju tempat parkir. Rombongan itu berjalan beriringan.

"Kemana lagi kita?" tanya Namika saat tangannya tengah mengusap-usap perutnya yang dirasa sudah penuh dan kenyang.

"Kita pulang saja. Lagian, Mami sudah lelah dan ingin segera istirahat. Iyakan, sayang?!" kalimat terakhir dilemparkan kepada Efendy selaku suaminya yang kini keduanya tengah berjalan sambil saling merangkul mesra.

Efendy yang mendengarnya dapat melihat mimik muka manja sang istri tercinta kepadanya hingga membuat gemas sampai ingin menciumnya saat ini juga.

"Hahaha... Tentu. Apapun untuk mu, sayang!" cup! Sebuah kecupan dilabuhkan Efendy di kening sang istri.

Puk!

Naomi pun memukul ringan seringan kapas pada lengan suaminya dengan pipi memerah malu. "Ish, kau ini... Tidakkah kau malu dilihat anak-anak?!" nadanya seperti protes tapi nyatanya tidak. protesnya hanya omong kosong belaka. Tingkahnya justru terlihat centil.

Enam pasang mata lain yang melihatnya menunjukkan sorot berbeda.

Namika dan Youshi memberikan tatapan lebar yang horor seolah berkata 'tidak tahu malu!'. Sandy memberikan sorot datar seolah berkata 'berhenti melakukannya, apa kalian tidak bosan?!'. Damian juga memberikan tatapan datar namun dengan arti yang berbeda yaitu 'tidakkah kalian ingat ada anak kecil disini!' seraya berusaha menutupi pandangan Shienoll yang berusaha menyingkirkan tangan besarnya.

Sementara sorot mata Shienoll adalah berbinar dengan sebuah ide yang melintas dibenaknya. "Itu dia! Aku harus menemukan seorang pria yang bisa mencintai Mama seperti kakek mencintai nenek. Dengan begitu, aku akan selalu bisa melihat senyum bahagia Mama kapan saja!" batinnya.

Kedua paruh baya itu sama sekali tidak canggung saat menunjukkan cinta keduanya di hadapan generasi muda yang sudah cukup umur tapi belum ada yang menikah juga. Selain Sherina yang langsung memiliki anak tentunya.

Melihat itu, Sherina tersenyum bahagia sampai-sampai dia jadi terkenang keromantisan orang tuanya. Sedang Namika, gadis itu malah mendengus sinis untuk kedua orangtuanya seperti orang yang tidak senang melihat keromantisan orang lain. Nyatanya, Namika hanya iri.

"Cih. Dasar orang tua!" ketusnya sengaja diperdengarkan.

"Kalau iri. Nikah sana!"

Jleb!

Balasan Naomi -sang ibu- juga tak kalah sinis hingga menembus ke ulu hati. Sakitnya tak berasa, tapi tusukannya tepat.

Sementara untuk para pria yang sudah dewasa namun belum mendapatkan tambatan hatinya hanya bisa mengelus dada seraya membatin. "Jodoh... Kau dimana...?"

Tapi, faktanya mereka juga tidak terburu-buru untuk itu meski dari segi umur memang sudah cukup matang. Jadi, solusinya ditunggu saja.

"Mami, jangan lagi! Nanti dia malah membuat Tagha menangis untuk kedua kalinya! Kan tidak lucu... Hahahaha..." timpal Youshi berniat memperkeruh suasana hati sang adik dengan meledeknya sambil mengungkit masa lalu yang nyaris menggugurkan pohon cinta antara Namika dan Tagha.

Itu terjadi di tahun pertama Namika dan Tagha berpacaran. Kala itu, dua sejoli itu tiba-tiba mengumumkan kesiapan mereka untuk kejenjang pernikahan. Antara terkejut dan bahagia, kedua keluarga hanya bisa bahagia. Namun sayang, dengan tiba-tiba pula Namika mengumumkan pembatalannya dan itu masih dalam kurun waktu yang singkat. Siapa yang tidak terkejut kalau begitu?!

Mana Tagha sudah cinta mati lagi.

Sebenarnya alasannya terbilang sepele, yaitu Namika merasa kesiapannya belum cukup.

Siapa sangka, pernyataan itu membuat Tagha histeris tak terkira. Pria itu benar-benar menangis meraung meminta Namika agar tidak membatalkan pernikahan mereka dan dia akan memberikan Namika waktu sebanyak mungkin untuk menyiapkan diri, yang penting menikahnya hanya dengan Tagha pada akhirnya.

Alhasil, momen itu menjadi bahan ledekan untuk pasangan itu bila menemukan kesempatan untuk mengungkitnya.

Seperti saat ini...

"'Ah iya, kau benar putra ku sayang! Kasihan Tagha kalau dipermainkan lagi oleh putriku ini... Bisa banjir kota kita nanti karena air matanya. Hhhh..." usai mengatakan itu, Naomi segera menutup mulutnya dengan sebelah tangannya guna menutupi tawa yang ingin keluar setelah menggoda putrinya.

Wajah Namika menghitam seraya menghentak-hentakkan kakinya kesal, lantas ia segera mencari tempat mengadu dan sasarannya adalah Sherina.

"Nana... Mereka jahat padaku...! Kau tidak boleh berpihak pada mereka!" keluhnya dengan bibir yang manyun luar biasa dan ekspresi memberangus yang kental. Jelas sekali dia tidak senang dengan godaan ibunya.

Tapi, tidak berdaya disaat bersamaan.

Puk... Puk...

Menepuk lengan Namika yang bergelayut di tangannya menenangkan gadis itu. "Iya-iya..." hanya itu yang bisa Sherina katakan agar adil, tak lupa senyum kecil tak berdayanya terukir indah di bibirnya.

Sandy, Damian, dan Shienoll dalam gendongan Damian hanya diam menjadi penonton di samping.

Shienoll yang melihat itu dari sisi lain merasa senang, agaknya ini pertama kali baginya melihat senyum sang ibu yang lebih indah dari sebelumnya. Ternyata, meski selama ini ibunya bisa dibilang bahagia dengan adanya dirinya, tapi tak bisa dipungkiri bila ada kebahagiaan lain yang bisa menyempurnakan kebahagiaan ibunya bersamanya sehingga ibunya menjadi terlihat sangat bahagia.

"Noll akan membuat senyum itu semakin merekah, mama!" janjinya dalam hati.

Mengabaikan keributan kecil yang lain, Sandy mengambil kesempatan untuk mengingatkan Damian tentang rencananya.

"Damian, kenapa kita tidak membawa Noll juga saat membuatnya?" pertanyaan sekaligus pengingat dari Sandy mengingatkan Damian kembali akan rencananya yang ia utarakan pada Sherina namun ditolaknya tadi.

Sejenak berpikir. "Kau benar." lalu, menoleh pada keponakan kecil tampannya yang tenang dalam gendongannya. Betah sekali dia menggendong Shienoll.

"Noll, kau mau mengikuti kami? Nanti kita tidak ikut kak She dan yang lain pulang. Tapi, kita akan ke suatu tempat dulu paru pulang. Bagaimana, mau tidak?" Damian bertanya meminta pendapat bocah yang sebenarnya tidak seperti bocah itu.

Jika dari segi kemampuan berpikir, Damian bisa jadi merasa ditipu oleh Shienoll dan berpikir kalau bocah itu pasti seorang psikopat bertubuh mungil atau cebol yang menyamar menjadi putra Sherina. Tapi, itu jelas tidak mungkin, sebab Sherina sendiri yang melahirkan dan membesarkannya. Ditambah, dia sendiri saksi lahirnya Shienoll ke dunia.

Alhasil, Damian hanya bisa menyatakan kalau Shienoll benar-benar seorang bocah yang terlahir jenius.

"Memangnya kita mau kemana? Noll benar-benar perlu ikut?" tanya Shienoll memastikan disertai ekspresi polosnya.

"Iya, ini rahasia kita. Aku tidak berencana memberitahu kak She dulu. Hanya kita, para lelaki saja. Jadi, bagaimana?" jelas Damian.

Sandy melirik sedikit aneh mendengar kalimat terakhir temannya itu. Tapi, segera ditepis sebab dirasa tidak penting.

"Sebenarnya tidak pergi juga tidak apa-apa. Hanya saja, jika kau ikut kami, itu lebih bagus." timpal Sandy ikut menjelaskan atau kata lainnya membujuk bocah tampan itu untuk ikut serta. Damian mengangguk membenarkan.

Shienoll terdiam, dia terlihat berpikir. Sepintar-pintarnya bocah 6 tahun itu, dia tetap tidak bisa menebak apa yang ingin dilakukan oleh paman-pamannya di tempat yang masih dirahasiakan itu.

Tapi, kediamannya tidak berlangsung lama sebelum akhirnya ia mengangguk setuju untuk ikut juga.

Damian dan Sandy tersenyum menanggapinya. Senang Shienoll mau diajak pergi bersama mereka. Dengan begini rencana untuk membuka rekening bank akan berjalan lancar dan akhir ceritanya Sherina tidak akan bisa menolak kala rekening itu sudah atas nama Shienoll sendiri. Apalagi, Damian dan Sandy yakin nantinya saat Naomi dan Efendy mengetahuinya, kakek-nenek penyayang cucu itu pasti akan berpihak pada mereka.

Setibanya di parkiran, Damian segera angkat bicara bersamaan dengan Namika dan Naomi yang sudah masuk mobil.

Mendengar permintaan Damian semua mata tertuju padanya.

"Kak She, aku mau membawa Noll berkeliling sebentar. Tidak masalah 'kan?"

Dengan kening berkerut Sherina bertanya balik. "Mau kemana? Apa tidak lelah? Dia pasti lelah kan?" Sherina melirik putranya yang sudah duduk didalam mobil para pamannya entah sejak kapan, dia bahkan tidak tahu.

Sherina menghela nafas dalam hati menyadari kelalaiannya saking terhanyut dia salam keharmonisan keluarga ini.

Merasa kata 'dia' dimaksudkan untuknya, Shienoll segera membantahnya. Dia penasaran dengan tujuan paman-pamannya, bagaimana bisa membiarkan ibunya menghalangi. Apalagi, jarang-jarang dia bisa berkeliling kota. Jadi, sudah seharusnya hari ini terwujud.

"Mama, tenang saja. Aku belum lelah. Biarkan aku ikut. Aku juga ingin jalan-jalan. Kapan lagi iya 'kan?" terang Shienoll dengan binar di dua matanya yang sarat akan antusiasme.

Melihat itu membuat Sherina sadar kalau dia memang hampir tak punya waktu untuk membawa putra kesayangannya untuk jalan-jalan. Jadi...

Menghembuskan nafas, Sherina mengambil keputusan. "Baiklah. Kau boleh ikut paman-pamanmu. Tapi, ingat... Jangan nakal apalagi menyusahkan mereka. Mengerti?"

"Mengerti! Horeee!!!" sorak Shienoll bahagia sampai kedua tangannya diangkat tinggi-tinggi sampai menyentuh atap mobil.

Duk!

"Oops! Hehehe..." kagetnya, tapi langsung berubah menjadi cengiran.

Kemudian, kedua belah pihak mulai berpencar. Yang ingin pulang memasuki mobil bersama Efendy, sedang yang ingin jalan-jalan memasuki mobil Damian. Namun, pada akhirnya kecuali Efendy, pada pria seperti formasi awal yang pergi jalan-jalan.

Youshi memilih ikut kakak dan teman kakaknya serta keponakannya. Dia tak mau ditinggal sendirian bersama yang lain.

Akhirnya, saat keluar dari kawasan restoran kedua mobil itu mengambil jalan berbeda dan keduanya berpisah.

Entah sadar atau tidak, ternyata sejak tadi Alvin masih ada disana. Didalam mobilnya sendiri, tepatnya. Dilihat dari gerak-geriknya, mulai dari berdiam diri didalam mengawasi Sherina. Faktanya, dia ingin membuntuti Sherina pulang. Tujuannya agar mengetahui dimana wanita itu tinggal sekarang.

Namun sekali lagi, tampaknya dia masih belum menyadari apa arti keberadaan Shienoll diantara para orang dewasa itu. Meskipun dia tahu ada anak kecil disana. Tapi, sepertinya itu dikarenakan dia hanya melihat Shienoll berada ditangan Damian dan bukannya Sherina. Artinya, dia beranggapan kalau bocah laki-laki itu anaknya Damian. Sebab, dia tak bisa melihat jelas paras Shienoll karena dari jauh. Tadi saja, saat yang lainnya berdialog Alvin juga tidak mendengarnya. Jelas, karena bagaimanapun dia harus menjaga jarak atau dia akan mendapatkan masalah.

1
Nazla Afriza
kak ceritanya yg ini kok g update, kl bisa tolong dilanjut soalnya cerita nya bagus sayang kl g lanjut 😭😭
Nurhartiningsih
ini GK ada sambungannya???cerita bagus kok digantung
vhy_er
lanjut thor..
syaa0_0
lanjutt
syaa0_0
update thorr
Fitriani Fitriani
laaaaassaajuuuuuuit
Ayu Bunda
aku suka ceritamu thorr,semangat up nya💪💪
Saras Wati
kena karma nih...dulu maksa Sherina sekarang "dipaksa" harus mau sama istri nya
Yenika
Thor sekian purnama aq menati kok blm up LG thorrr
Umu Alula
jangan lama2 Thor ayook semangat
Umar
gue heran smua crta novel yg intinya permpuan gak bsa jga dri shingga hamil, ap emg ini pengalaman othor sndri yg hamil anak haram atoe cma hlue othor yg pngen hamil di luar nikah y, buatlah crta yg jngan mnjatuhkan hrga dri prempuan, krngan othor bsa kblik khdupan othor otoe kluarga othor sndri
Ilan Irliana
Ending'y jan ke bapak'y She y k Othor...bapak'y udh pny ank 2...aq g rela y..
Ilan Irliana
tnng Mika..Shiennoll akn psycopat kcil ko..hihi....
Ilan Irliana
OMG...suka bngt si m Shenoll....tegas....jan kek bapak mu y boy..
Neneng Misdarliah
jangan lama2 thor up nya....💪💪💪💪💪💪
Desilia Chisfia Lina
ah ip juga apa Alvin sangup menemui sherina
Uni Rasid
lanjut up lg thor
KENYUN
kalau sudah tiada baru terasa...🤭🤭🤭🤭
Maya 😇
makasih thor 🤗🤗,


semangat thor buat up nya 💪💪
Desilia Chisfia Lina
susah mau komen apa serba salah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!