Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
내 동생이 성장하는 것 같지 않아
Mei Hui Ming merinding saat mendengar suara goib yang tak terlihat.
"Dacal dewa tidat bica membantu" teriak Mei Hui Ming. dewa itu pun tertawa kencang dan di luar sana turun hujan, yang membingungkan semua orang, mereka binggung karena yang hujan hanya desa dan tempat yang di bawah kekuasaan Kaisar Ming. banyak yang bertanya-tanya kenapa hanya kekaisaran Ming yang mendapatkan hujan sedangkan kekaisaran lain atau kerajaan kecil yang bukan di bawah kekuasaan Kaisar Ming, semua nya tidak mendapatkan berkah itu.
Banyak desa yang kekeringan, tidak hanya itu kekaisaran lain sudah banyak yang menarik kan pajak atau upeti. tapi desa yang di bawah naungan Kaisar Ming, mereka tidak di tarik pajak tinggi. Kaisar Ming mengeluarkan pajak hanya untuk membantu keuangan keluarga kurang mampu, untuk gajih menteri atau bangsawan. Kaisar Ming memiliki tambang emas, dia juga menyewakan tanah untuk para warga miskin. untuk bertani. pembayaran lahan pun tidak diminta tinggi, Kaisar Ming melakukan itu agar rakyat nya tak bergantung pada bantuan dari kekaisaran. agar mereka mandiri, dan mau berusaha sendiri. para menteri pun tidak pernah diam duduk manis di ruangan mereka. contoh menteri keuangan, Kaisar Ming menekan dia untuk berkerja dan turun lapangan melihat keuangan rakyat nya. menteri pendidikan pun di tekan untuk meninjau pembangunan sekolah dan semua anak-anak agar bisa sekolah.
Menteri kehutanan. Kaisar Ming menyuruh nya untuk meninjau setiap hutan dan gunung yang berada di lokasi Kekaisaran Ming. semua menteri tidak di biarkan makan gajih buta, Kaisar Ming memberikan setiap pekerjaan yang membuat para menteri itu lebih disiplin. Kaisar Ming tidak ingin para rakyat nya hidup menderita atau tersiksa, makanya dari semenjak Kaisar Ming naik kekuasaan. rakyat kekaisaran Ming tidak pernah tercekik dengan aturan pemerintah mereka, bahkan pembangunan rumah sakit yang di minta Mei Hui Ming pun tidak hanya di bangun satu tempat. setiap desa di wajibkan memiliki rumah sakit, agar para lansia dan yang sakit parah tidak perlu jauh-jauh pergi ke kota untuk mendapatkan perawatan.
Para menteri Kekaisaran Ming terkenal jujur. Mereka juga memiliki lahan atau perkebunan yang di sewakan atau di tanami sendiri, bagi mereka gajih dari kekaisaran pun cukup besar dan membuat mereka hidup bahagia. walau ada saja dari putra/putri mereka yang kurang ajar, karena para ibu yang selalu memanjakan anak-anaknya. tapi para menteri akan menghukum bila anak-anak mereka mulai keterlaluan, semua rakyat yang tahu tabiat para menteri pun ikut bersyukur. Mereka tidak seperti rakyat atau warga kekaisaran lain dan kerajaan lain, pemimpin mereka terlalu egois dan ambisius. mencekik leher para rakyat, tidak memikirkan tentang kehidupan rakyat. mau rakyat mereka mati atau kelaparan, bagi mereka yang penting hidup mereka bahagia dan harta melimpah.
...----------------...
Pesta penyambutan Chyen Ming akan di mulai. semua tamu undangan pun sudah memasuki aula Kaisar Ming, juga memberikan Wen dan Sen untuk para rakyat miskin, dia tidak pernah membeda-bedakan rakyat. setiap desa dan kota yang berada di bawah naungan kekaisaran Ming pun menyambut suka cita kembali nya putra mahkota mereka. Mei Hui Ming sudah duduk manis di gendongan sang Gege pertama, banyak para wanita muda yang ingin berkenalan dengan Mei Hui Ming. tapi keposesifan Kaisar Ming dan Chyen Ming, tak memberikan para nona muda itu mendekati Mei Hui Ming.
"Putri Anh Ming telah tiba....."
Putri Anh Ming berjalan dengan santai mendekati Gege pertama nya, dia pun memberikan salam hormat kepada Kaisar Ming. Kaisar Ming menatap tajam adiknya itu, Putri Anh Ming melihat tatapan tajam Gegenya hanya tersenyum kecil.
"Akhirnya Putri Anh Ming tahu arah kembali ya.... sudah dua tahu Putri Anh Ming ini, tidak mengingat rumahnya" sindir Kaisar Ming. Mei Hui Ming melihat wajah bibi kecilnya, dia mengangguk puas.
"Hehehe.... yang Mulia Kaisar Ming bercanda, Putri ini pasti mengingat tempat kelahiran nya sendiri... masa putri ini tidak mengingat rumah nya" ucap Putri Anh Ming sambil menggaruk kepalanya. Kaisar Ming mendengus dia tahu percuma menegur adik bungsu nya itu. dari mendiang ibu dan istri nya, adik kecil nya itu selalu dimanjakan oleh dua wanita yang sangat berarti baginya.
"Putra Menteri Yang sudah mengirim lamaran pernikahan kalian... mulai sekarang kau tidak di izinkan pepergian lagi, sekarang umur mu sudah dua puluh tahun. harusnya kau sudah memiliki cucu" ledek Kaisar Ming. mata Putri Anh Ming mendelik mendengar ledekan kakaknya, dia tahu tunangan nya itu sudah berapa kali ingin menikahi nya. tapi Putri Anh Ming selalu saja menunda karena ingin pergi dari desa kesatu desa, dia sering membantu orang-orang yang sakit. karena dia tabib wanita dan termuda di kekaisaran Ming ini, Mei Hui Ming cekikikan mendengar ucapan ayahnya. Putri Anh Ming menatap kesal kearah ponakan kecilnya itu.
"Bibi kecil jaga mata mu... kalau kau tak ingin ku lempar ke kandang ayam" ucap Chyen Ming. Putri Anh Ming menunjuk keponakan lelaki pertama nya itu, Putri Anh Ming memiliki ketakutan kepada ayam hidup. makanya Chyen Ming meledeknya dengan hewan yang membuat bibinya ketakutan.
"Hiks.... kakak ipar, lihat suami putra dan putri mu... Mereka begitu menekan ku, aku baru kembali... kalian mengejek ku?" ucap kesal Putri Anh Ming. Kaisar Ming dan Chyen Ming hanya mengangkat kedua bahunya, sedangkan Mei Hui Ming tertawa lebar.
"Salam Yang Mulia Kaisar Ming.... salam putra mahkota.... salam Putri Anh Ming....."
"Bica-bicanya dia tidat membelitan Calam pada Atu Ayah.... Gege....
BERSAMBUNG......