NovelToon NovelToon
Bukan Pernikahan Luar Biasa

Bukan Pernikahan Luar Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Duda / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: She Ririn

Stella Fransiska Seorang gadis yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Australia, ia begitu bersemangat untuk segera pulang ke Indonesia karena ingin segera bertemu dengan pria yang sudah di pacarinya selama lebih dari lima tahun.

Tapi Stella harus di hadapkan pada kenyataan pahit.


Ia mendapati kekasihnya sedang bercinta dengan wanita lain, saat hendak memberikan kejutan tentang kepulangannya.

Karena Marah dan sedih ia pun datang ke sebuah klub malam dan terjebak cinta satu malam dengan seorang pria berstatus duda yang tidak lain adalah kakak dari kekasihnya sendiri.

Bagaimana kelanjutannya?


Apa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She Ririn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Hadiah terindah

"Aku mohon pergilah dari kamar ini!" Ucap Stella sambil menahan sakit di perutnya.

"Baiklah, aku akan pergi, dan aku tidak akan mengatakan apapun pada Bang Daniel sebelum mendapatkan jawaban darimu." Jawab Leo.

"Aku hanya ingin kamu tau, kalau aku sangat mencintaimu." Ucap Leo hendak mengusap bibir Stella, tapi itu tidak terjadi karena Stella menghindarinya.

Leo pun pergi meninggalkan kamar Daniel.

Air mata tiba-tiba mengalir begitu deras di pipi Stella.

Apa yang sudah aku lakukan?

Dan apa yang harus aku lakukan?

Kata-kata itulah yang kini sedang berkecamuk dalam pikiran Stella.

Stella tidur meringkuk sambil menangis.

"Kamu masih tidur?" Suara Daniel terdengar

Stella segera menghapus air matanya, dan berpura-pura tertidur.

"Hei," Daniel mengusap pipi Stella.

"Mas, Kamu sudah pulang?" Jawab Stella berusaha bersikap biasa saja.

"Ia, aku kan sudah berjanji akan langsung pulang saat selesai meeting." Daniel

"Aku ada hadiah untuk kamu" Ucap Daniel menyodorkan Sebuah kotak dan satu buket bunga yang di belinya saat perjalanan pulang.

"Terimakasih Mas." Jawab Stella sambil memeluk Daniel.

Daniel merasa heran dengan sikap Stella yang tidak antusias seperti sebelumnya.

"Kamu kenapa? Apa sakitnya semakin parah? kalau begitu kita ke dokter sekarang." ujar Daniel panik.

"Tidak Mas, Aku tidak apa-apa." Jawab Stella Sambil terus memeluk Daniel.

"Terus kenapa? kok tiba-tiba peluk gini?"

"Nggak apa-apa mas. Emang aku nggak boleh peluk suami sendiri."

"Oh, boleh, tentu saja boleh. Tapi kamu harus lihat dulu hadiah dariku." ucap Daniel.

Stella melepaskan pelukannya, dan mengusap air mata yang terlanjur lepas dari pelupuk matanya.

"Kamu menangis?" Tanya Daniel.

"Hah, Ti-tidak. Aku tidak menangis!"

"Buka dulu hadiahnya." Suruh Daniel lagi.

Stella pun menurut.

Ia membuka kotak hadiah dari Daniel.

Air matanya pun luruh tak tertahan, saat di tatapnya dua buku berwarna merah dan hijau yang ada di dalam kotak tersebut.

"Sekarang pernikahan kita sudah di akui oleh negara." ucap Daniel tersenyum.

"Tapi kenapa kamu menangis? Apa kamu tidak setuju kalau aku mendaftarkan pernikahan kita ke catatan negara?" Tanya Daniel.

Stella menggelengkan kepalanya.

"Aku bahagia, Mas." Jawab Stella di sela tangisnya.

"Kalau bahagia, jangan menangis gitu dong!"ucap Daniel mengusap pipi Stella yang basah.

Hati Stella semakin galau, Dengan buku pernikahan yang di bawa Daniel berarti pernikahan mereka sudah terikat semakin erat.

"Oh iya, kamu sudah makan belum? kalau belum aku ambilkan ya!"

"Sudah Mas, aku sudah makan." Jawab Stella berbohong.

Stella melihat wajah Daniel yang begitu berbinar.

Apakah Stella sanggup mengecewakan orang sebaik Daniel?

Dengan masih menggunakan pakaian kantor Daniel duduk semakin dekat dengan Stella.

Daniel menggenggam kedua tangan Stella.

"Buku pernikahan ini menandakan bahwa kita sudah saling memiliki sepenuhnya. Aku memilikimu seutuhnya begitupun sebaliknya. Besok aku akan menurunkan foto-foto Shanum dari dinding kamar ini dan menyimpannya di lemari." Ujar Daniel Sambil mengecup dahi Stella.

Stella mencoba tersenyum di balik kegundahannya.

Stella pun kembali memeluk Daniel.

"Iya Mas, aku milikmu sepenuhnya." ujar Stella.

Daniel pun membalas pelukan Stella.

"Aku mau mandi dulu." ujar Daniel.

"Oh iya. Maaf ya aku jadi cengeng gini." ucap Stella menghapus air matanya.

Daniel pun berlalu untuk mandi.

Stella kembali meraih bunga dan buku pernikahan yang di berikan Daniel dan mendekap keduanya.

"Yang di ucapkan Leo itu tidak sepenuhnya benar, Daniel begitu menghormati ku, meskipun saat ini cintanya masih untuk Shanum. Buktinya Daniel bersedia menurunkan foto-foto Shanum dari dinding kamar. Walaupun Daniel masih menyimpannya di lemari, setidaknya Daniel perduli dengan perasaanku." Ucap Stella dalam hati.

Bersambung.....

1
Yunus Bubu
Buruk
syahdewi diana
kalau holeh judulnya balas dendam atas pengkhianatan sang kekasih
Tina Caem
baru pertama udah selingkuh
Lastri Jhie
bagus skali
Nurhayati Nia
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣koacian nasib KAMU pitonnn
Nurhayati Nia
aku mampir di karyamu thorr
Sri Endang
suami Idaman, jgn di dia siakan.
Tut Eny
lanjut
Aisyah ais
ok
sitimusthoharoh
tanda2 x nih
Lutfh AmRah
nggak trlalu vulgar sihh
Lutfh AmRah
aman ko
Sanie Iza
mampir,harusnya dilabrak
Azlen Haslina
sungguh menarik jalan ceritanya
EBI
menarik
Sopi
daniel sembuh ntar leos yg depresi😁dunia terbalik🤭
Sopi
ceritanya bagus..lanjutkan👍👍💪
Rahayu Lestari
jangan2 yg stela liat bukan leo melainkan temennya yah haduh
sandranovia95
inti leo bukan jodohnya Stella dah titik
sandranovia95
cocok kata pepatah jodoh cerminan diri.... leo nakal gak cocok ama Stella
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!