NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Malam semakin larut, namun bayang-bayang wajah Ratu yang sangat cantik tanpa polosan apapun terus menghantui dirinya, Ardiansyah tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun karena terus memikirkan Bagaimana hubungannya ke depan bersama Nisya, sedangkan hatinya sudah sepenuhnya terisi oleh Ratu yang pemberani itu.... Ardiansyah memutuskan untuk bangkit dari pembaringannya lalu menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu....

di saat hatinya yang bimbang, lebih baik, ia menyerahkan semuanya kepada yang maha membolak-balikkan hati nya,

Ardiansyah melakukan salat sunnah istikharah 2 rakaat untuk meminta petunjuk untuk kehidupannya nanti....

akhirnya setelah sujud Istikharah yang panjang, Ardiansyah tertidur dalam kepasrahan. Di ambang mimpinya, ia tidak melihat kemewahan atau kontrak bisnis, melainkan wajah Ratu, tanpa masker, tanpa kacamata, hanya senyum tulus yang dilihatnya di video call semalam. Bayangan itu terasa begitu nyata, seolah-olah semesta memberikan restu pada debaran jantungnya yang selama ini salah alamat.

setelah bangun dari tidurnya, Ardiansyah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Nisya, hatinya sudah benar-benar mantap untuk mengejar Ratu, walaupun ia tidak tahu kalau Ratu akan menerima dirinya atau tidak.

Pagi harinya, mumpung hari libur, dengan wajah yang teguh dan langkah mantap, Ardiansyah mengemudikan mobilnya sendiri menuju rumah Nisya tanpa memberi tahu Monica maupun keluarganya yang lain...,Ini merupakan jalan hidupnya sendiri, orang lain tidak berhak mengatur, itulah sifat Ardiansyah yang sebenarnya.

Ardiansyah tiba saat matahari mulai meninggi. Pramuji menyambutnya dengan tawa lebar yang dibuat-buat, namun seketika membeku saat melihat raut wajah Ardiansyah yang kaku dan serius.

Ardiansyah Menatap Nisya lekat-lekat, suaranya rendah namun tegas "Nisya, Pak Pramuji... Bu Siska, saya datang ke sini untuk menyampaikan kejujuran yang pahit. sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, Saya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini."

Deg....

ketika orang tersebut terpaku mendengarkan ucapan Ardiansyah barusan, pramuji yang pura-pura sedih padahal di dalam hatinya bersorak senang, sedangkan ibu Siska yang tidak tahu apa-apa merasa sedih kenapa tiba-tiba Ardiansyah memutuskan pertunangannya begitu saja, padahal harinya sudah sangat dekat dan ia sudah mempersiapkan semuanya, apalagi seluruh penduduk kampung ini sudah tahu bahwa putrinya akan dinikahi oleh pria kaya raya. mereka bertingkah hanya diam dan mendengarkan perkataan Ardiansyah selanjutnya tanpa menyela sedikitpun.

" Hati saya tidak ada di sini, dan memaksakannya hanya akan menyakiti Nisya lebih dalam." lanjutnya dengan suara pelan namun begitu mendalam.

Ruangan itu mendadak sunyi. Nisya menunduk, meremas ujung ujung tuniknya , Bahunya sedikit bergetar, namun bukan karena sedih, melainkan lega.

"Sebagai bentuk tanggung jawab dan kompensasi atas kerugian nama baik keluarga, saya sudah menyiapkan cek senilai 500 Juta Rupiah untuk Nisya."ucap Ardiansyah dengan sopan, ia meletakkan cek itu di atas meja ruang tamu.

Pramuji hampir saja melompat dari kursinya. Matanya berbinar melihat angka di atas kertas putih itu. Namun, sebelum tangannya sempat menjangkau, Nisya mengangkat wajahnya. Matanya sembap, namun tatapannya jernih.

 "Simpan kembali cek itu, Kak Ardi. Saya tidak butuh uang itu. Keikhlasan tidak bisa dibayar dengan angka. Jika memang kita tidak berjodoh, maka itu adalah kehendak Allah. Saya menerima pembatalan ini dengan lapang dada." kata Nisya dengan lembut,meski suaranya sedikit bergetar, bohong kalau dia tidak sedih, di hatinya masih ada nama Ardiansyah, tapi ia juga harus bisa menerima keputusan Ardiansyah demi kebaikan mereka berdua juga

Pramuji wajahnya memerah padam, urat lehernya menonjol, ia berbisik pelan pada Nisya"Nisya! Apa kamu gila?! Lima ratus juta itu bisa mengubah hidup kita! Kamu jangan sok suci di saat kita sedang susah!"

Nisya menatap ayahnya dengan mimik wajah yang pura-pura bersedih, ia membalas bisikan ayahnya "Ayah... ini soal harga diri. Nisya tidak mau dianggap menjual cinta."

Ardiansyah yang tidak sengaja mendengar jawaban dari Nisya tertegun melihat keteguhannya yang ia kira adalah kesucian hati Nisya. Ia tidak tahu bahwa di dalam saku gamis Nisya, ponselnya bergetar menerima pesan dari Angga.

Pramuji mengutuk pelan, tangannya mengepal di atas meja "Bodoh! Anak tidak tahu diuntung! Kamu lebih memilih harga diri daripada masa depan yang jelas!"

Ardiansyah berdiri, ia merasa atmosfer di rumah itu semakin menyesakkan. Ia mengeluarkan ponselnya untuk membatalkan semua jadwal pertemuan keluarga yang tersisa.

"Saya tetap akan mendepositokan uang ini atas nama Nisya. Terserah jika tidak mau dicairkan sekarang atau tidak. Saya pamit."

Begitu Ardiansyah pergi, Nisya langsung masuk ke kamar. Ia terisak,namun ada sedikit kelegaan di dalam hatinya.

 "Maafkan aku, kak Ardi. Semoga Kamu bisa mendapatkan Ratumu, dan aku... aku akan kembali pada pangeran masa laluku." gumamnya pelan.

Siska mengejar putri nya ingin meminta kejelasan, namun Nisya lebih memilih mengunci pintunya dan berdiam diri di dalam kamar.

"sudah Bu, jangan ganggu Nisya, pasti Nisya sedang tertekan" ucap Pramuji yang masih sedikit kesal karena putrinya menolak uang kompensasi yang sangat besar itu.

" Kenapa Ardiansyah bisa memutuskan sepihak, nyonya Monica , apa tahu masalah ini, kenapa dia tidak datang seperti saat melamar Nisya?" tanya Siska penasaran pada suaminya.

"sudahlah Bu, kita terima saja, toh ada Angga yang masih mengejar Nisya, dia juga tak kalah kaya seperti Ardiansyah, bedanya... Angga lebih perhatian pada Nisa daripada Ardiansyah yang selalu dingin pada Putri kita" jawabannya tegas dan penuh harapan... Angga, adalah satu-satunya menantu idamannya yang rela memberikan apa saja tampak diminta.

___

Sementara itu, di dalam mobil, Ardiansyah menghirup napas panjang. Ia merasa beban berton-ton telah terangkat dari pundaknya. Ia mengambil ponsel dan menatap foto Ratu.

"Ratu... aku sudah bebas. Tunggu aku."gumamnya tersenyum, sambil mencium foto ratu yang terpampang di walpaper ponselnya kini.

____

Sedangkan Obsesi Angga terhadap asisten misterius Ardiansyah akhirnya mencapai puncaknya. Sebagai pria yang ambisius dan tidak terbiasa kalah, rasa penasarannya mengalahkan segalanya. Ia tidak bisa tenang sebelum mengetahui siapa sebenarnya wanita yang berhasil mengacak-acak fokus saingan bisnisnya itu.

"Cari tahu segalanya tentang perempuan bernama Ratu itu asisten Afnan style. Foto, alamat, kebiasaan, sampai ukuran sepatunya kalau perlu!" perintah Angga pada anak buah kepercayaannya, melalui sambungan telepon.

Sang anak buah, mulai membuntuti Ratu sejak keluar dari kantor Afnan style, padahal hari libur,namun Ratu tetap pergi ke kantor meski hanya sebentar.

Dengan motor matic-nya, ia berusaha menjaga jarak aman dari motor gede Ratu yang menderu kencang. Ia melihat Ratu memarkirkan motornya di depan sebuah restoran mewah bergaya Amerika yang biasa dikunjungi para konglomerat.

anak buah Angga segera menghubungi Bosnya "Bos, target berhenti di restauran California bittes. Sepertinya mau makan siang."

Angga yang kebetulan sedang berada tak jauh dari lokasi langsung memacu mobilnya. "Bagus. Tetap awasi, jangan sampai lolos" balasnya datar.

1
@Mita🥰
udah nanti Siska di biayai Ardi
Uba Muhammad Al-varo
bagus 👍👍👌
Sri Supriatin
tks upnya....lanjut Thor.... Selamat hari Kartini utk wanita Indonesia......🙏🙏🙏
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!