NovelToon NovelToon
DI KEJAR CINTA MAS DUDA

DI KEJAR CINTA MAS DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Wanita Karir / Duda
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: inirindu

Kehidupan Selia yang penuh dengan warna menjadi rumit semenjak pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Franz,pasalnya laki-laki berusia tiga puluh tahun itu memiliki perasaan cinta yang menggebu-gebu sejak pertemuan pertama mereka. Namun Selia tidak ingin terburu-buru menikah,meski ia juga memiliki teman laki-laki yang begitu dekat dengannya.
Tujuan hidupnya hanya satu ingin membanggakan orang tua tunggalnya dan memberikan hidup yang lebih bahagia kepada ibu dan adiknya itu,namun apakah Selia dapat mewujudkan mimpinya itu? atau justru cinta dan ambisi yang akan menang?
Simak terus ceritanya dan jangan sampai ketinggalan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inirindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FIRST KISS

Begitu sampai di kantor Selia segera menghampiri ruangan pak Aryo,laki-laki berusia empat puluh tahun itu agak kaget melihatnya datang.

"Selia,bukannya kamu pergi dengan tuan Franz?"

"Sudah selesai pak"

"Terus kenapa gak langsung pulang saja? bukannya kamu harus mengurus segala sesuatu untuk pernikahan kamu yang tinggal lima hari lagi?"

"Pak,sebenarnya saya kemari mau mengatakan sesuatu ke pak Aryo. Saya bingung mau minta tolong pada siapa lagi"

"Kenapa Sel? ada apa?"

"Maaf sebelumnya pak,boleh tidak misal saya pinjam uang"

"Berapa Sel?"

"Tiga puluh juta pak,sebagai gantinya saya akan kerja setahun tanpa digaji"

"Buat apa Sel? bukannya soal uang kamu bisa bicarakan dengan tuan Franz?"

"Saya dan tuan Franz masih belum memiliki hubungan sedekat itu untuk meminta uang,jadi saya mohon supaya pak Aryo bantu saya"

"Loh,kalian sebentar lagi akan menjadi suami istri. Uang segitu bagi beliau tidak ada apa-apanya,memangnya mau kamu pakai buat apa?"

"Ada sih pak,saya mohon pak. Saya janji akan bekerja dengan giat dan siap mencari target sebanyak mungkin"

Pak Aryo terdiam sesaat,ia memandang Selia yang hampir putus asa. Tiba-tiba pak Aryo mengambil ponselnya dan meminta izin untuk keluar sebentar

"Kamu tunggu disini" ucap pak Aryo

"Baik pak"

Pak Aryo keluar dan menekan tombol panggil dikontak tuan Franz,ia berniat membicarakan hal ini padanya sebelum memberikan keputusan

"Halo selamat sore tuan Franz"

"Sore pak Aryo,ada apa?"

"Maaf tuan jika saya menggangu waktunya,saya mau tanya"

"Oh tidak, mau tanya soal apa pak Aryo?"

"Barusan Selia mendatangi saya,dia mau meminjam uang sebanyak tiga puluh juta. Sebagai gantinya ia rela kerja selama setahun tanpa digaji,apa ini ada hubungannya dengan pernikahan tuan Franz dan Selia?"

"Soal itu tolong supaya pak Aryo tidak meminjamkan sepeserpun pada Selia,namun pak Aryo jangan langsung menolak. Katakan saja pak Aryo akan membicarakan hal ini pada istri bapak terlebih dahulu,nanti pak Aryo berikan kabar dua hari lagi tepatnya jam sepuluh malam. Katakan bahwa istri pak Aryo tidak menyetujuinya"

"Kenapa begitu tuan?"

"Sudah lakukan saja,sebagai imbalannya saya akan berikan dua puluh juta untuk pak Aryo agar tidak ikut campur masalah Selia. Oh ya dan saya perlu ingatkan lagi bahwa mulai besok hingga waktu yang belum saya tentukan,pastikan Selia masih dalam posisi bebas tugas"

"Baik tuan"

"Oke terimakasih informasinya pak Aryo"

"Sama-sama tuan"

Setelah menutup panggilan itu,pak Aryo kembali keruangannya untuk menemui Selia. Dengan sabar dan penuh harap Selia menunggu atasannya itu

"Bagaimana pak?"

"Barusan saya mencoba menghubungi istri saya untuk meminta izin. Ya kamu tahulah segala perihal keuangan harus transparan dengan pasangan,tapi nampaknya ia sedang sibuk dan tidak menjawabnya. Jadi saya belum bisa meminjamkan sampai istri saya mengaccnya"

"Baik pak,saya akan tunggu kabar baiknya. Saya mohon agar pak Aryo bisa membantu saya"

"Saya akan coba usahakan,nanti begitu sampai rumah saya akan bertanya langsung"

"Baik pak terima kasih"

"Oh ya Selia,mulai besok sampai hari pernikahan dan sampai semua urusan kamu selesai. Kamu tidak usah ke kantor dulu"

"Kok begitu pak?"

"Saya memberikan kamu cuti dan memberi kamu waktu untuk mempersiapkan pernikahan kamu"

"Sebenarnya saya tidak perlu itu pak"

"Sudahlah Selia lakukan saja jika memang kamu masih ingin kerja disini"

"Baik pak"

"Ya sudah kalau begitu kamu pulang,pulang Selia"

"I iya pak"

Dengan bingung Selia keluar dari ruangan pak Aryo,ia memesan ojek online dan segera pulang. Setibanya dirumah,Selia melihat tante dan om nya yang duduk di ruang tamu sembari berusaha menenangkan bu Yekti yang terlihat sedih. Selia bingung melihat ibunya yang terdiam sembari menatap uang sebanyak seratus enam puluh juta dihadapannya.

"Bulek ini ibu kenapa? Terus ini uang siapa ada disini?"

"Kamu ini yang kenapa sih Lia? sudah bagus ada laki-laki kaya yang mau menikahi kamu. Eh kamu malah banyak tingkah membatalkan pernikahan itu,sekarang kalau dia minta uang yang sudah diberikan untuk dikembalikan kamu mau apa?"

"Aku juga lagi berusaha untuk mencari kekurangan uang itu bulek,tapi ini uang apa?"

"Ini uang dapur yang Franz berikan ke ibu kamu,dia memberikan dua ratus juta dan empat puluh juta sudah ibumu belanjakan. Dan ini sisa dari uang dua ratus juta itu"

Selia memasukkan uang dihadapan ibunya itu kedalam papper bag yang tergeletak diatas meja,sembari memegang tangan ibunya ia mencoba meredakan situasi

"Bu,Selia akan mencari kekurangannya. Kita bisa kembalikan ini padanya dan membatalkan pernikahan itu bu"

"Ibu tidak tahu harus jawab apa dengan orang-orang jika pernikahan kamu tidak jadi,ibu malu Lia. Mereka pasti akan membicarakan yang bukan-bukan soal kamu"

"Bu,Selia tidak apa-apa. Selia sama sekali tidak mencintai dia bu"

"Eh Lia,cinta itu bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Jaman sekarang hidup cuma soal cinta bisa-bisa anak cucu kamu melarat" celetuk tante Ruhi

"Sudahlah Lia jangan dibikin susah,lakukan saja pernikahan itu. Yang diatas sudah memberikan jodoh terbaik untuk kamu,jangan di sia-siakan" imbuh istri tantenya

"Dalam dua hari aku akan mengembalikan uang ini,jika aku tidak bisa melakukannya aku akan bersedia menikah dengan Franz" ucap Selia tegas

"Oke,kita lihat saja nanti. Di pikir mudah cari uang empat puluh juta dalam dua hari,dalam setahun aja susah apalagi ini cuma hitungan hari" jawab tante Ruhi yang kemudian keluar dari rumah Selia

...****************...

Sudah sehari berlalu,pak Aryo masih belum memberi kabar pada Selia. Dengan panik dan bingung Selia menanti kepastian dari atasannya itu,ia sudah mengirim pesan dan menanyakan berulang kali,namun semua pesan-pesan itu tak ada jawaban. Ia juga mencoba bertanya pada Yuda soal keberadaan pak Aryo,namun tak ada balasan juga. Menit demi menit terus berjalan,tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepan rumah Selia. Mendengar suara berisik itu Selia keluar dari kamarnya,didepan mobil pengangkut tenda dan perlengkapan prasmanan sudah datang. Mereka menurunkan barang bawaan diteras,bu Yekti menatap itu semua dari depan pintu kamarnya sambil menunjukkan ekspresi sedih. Selia yang melihat sang ibu langsung menghampirinya

"Bu...."

"Kamu lihat Lia,semuanya sudah siap. Ibu sudah pesan belanjaan dan tidak bisa dibatalkan,jika kamu benar-benar membatalkan pernikahanmu maka hidup ibu selesai. Rasa malu itu akan terus ibu tanggung sampai mati,apa itu yang kamu inginkan?"

"Bu,Selia benar-benar tidak bermaksud begitu. Maaf sudah membuat ibu dalam situasi ini"

Mendengar perkataan putrinya,bu Yekti memutuskan pergi kedapur. Selia tak bisa berkata apa-apalagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!