NovelToon NovelToon
Guru BK Itu Ternyata Jodohku

Guru BK Itu Ternyata Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Perjodohan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: dira.aza07

Nafisha merasa hidupnya baik-baik saja.

Meski sering terlambat, sering dihukum guru BK, dan kerap terlibat masalah karena membela teman-temannya, setidaknya ia masih bisa menjalani hari-harinya bersama Rendi—sahabat yang selalu ada untuknya.

Sampai suatu hari semuanya berubah.

Sebuah kesalahpahaman membuat nama Nafisha menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Dan tanpa sepengetahuannya, kedua orang tuanya telah menyiapkan keputusan yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Perjodohan.

Lebih buruk lagi, pria yang dijodohkan dengannya adalah Andrea—guru BK yang paling sering menghukumnya di sekolah.

Nafisha tidak pernah membayangkan harus hidup berdampingan dengan pria menyebalkan itu.

Namun semakin keras ia berusaha menjauh, semakin sering takdir mempertemukan mereka.

Mampukah Nafisha menerima takdir yang telah ditentukan untuknya? Saat guru BK yang selalu membuatnya kesal itu ternyata adalah pria yang harus bersanding dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dira.aza07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Ikut saya ke ruangan saya!" ucap Andrea tegas.

Nafisha menggeleng, ia terus memberontak.

"Gue ingin pulang, gue cape. Baju gue pun bau, lepas!" teriak Nafisha.

"Kamu boleh pulang, setelah dari ruanganku," ucap Andrea dengan menarik lengan Nafisha.

Akhirnya Nafisha tidak lagi memberontak, ia berjalan dengan wajah yang ditekuk menuju ruangan Andrea.

Tangan Nafisha mengepal dan dengan diam-diam mengarah ke Andrea. Setibanya di ruangan BK, Andrea membuka kunci lalu masuk diikuti Nafisha.

"Duduk!" ucap Andrea. Suara itu kembali tegas tidak ada lagi suara lembut seperti kemarin.

Nafisha duduk tepat di hadapan Andrea.

"Jelaskan bagaimana kronologis kejadian kamu terkunci?" tanya Andrea, tubuhnya bersandar pada sandaran kursi. Tangannya mengetuk-ngetuk meja di depannya.

Mata Nafisha menajam sesaat, lalu mendelik tajam.

"Saya ke air sebelum bel berbunyi, tiba-tiba pas di depan toilet ditarik sama Mak lampir, maksudku, Vania. Setelah dilepas, aku nggak ngegubris dia, tapi tahunya saat setelah buang air kencing pintu luar toilet itu terkunci."

Andrea mengangguk.

"Lantas ada lagi yang membuatmu curiga?"

"Ada, saat sebelum jam istirahat bunyi, Bapak datangkan, tapi ke mana? Kenapa lama?" tanya Nafisha dengan sorot mata tajam menunggu jawaban.

"Saya? Saya dari tadi di ruangan, dan saat bel itu berbunyi ada yang melaporkan kepada saya, saya segera ke sana."

Nafisha menggeleng.

"Ah yang benar, Pak. Jangan nakuti Nafisha, sumpah ada suara cowok bilangnya nanti ya."

Andrea terlihat berpikir.

"Tunggu di sini sebentar, saya akan mengambil hasil CCTV."

Andrea keluar dari ruangannya.

Nafisha terus menggerakkan kakinya menyentuh lantai. Wajahnya cemberut. Tidak lama, Andrea kembali. Ia membawa flashdisk di tangannya dan memasangkan di laptopnya.

Andrea mengecek dan tercengang.

"Kenapa, Pak?" tanya Nafisha kala melihat ekspresi wajah pria di depannya berubah.

"Kamu ingin pulang?" tanya Andrea kembali.

Nafisha menyilangkan kedua tangannya di depan.

"Bapak mengetahui sesuatu? Jika iya aku juga ingin tahu," timpal Nafisha dengan kening berkerut.

"Tidak baik kamu di sini, saya tidak ingin ada yang ribut dalam ruangan saya."

Nafisha mengembuskan napasnya kasar.

"Baik kalau begitu," ucap Nafisha ia berjalan ke arah pintu.

Lalu membalikkan tubuhnya menutup pintu itu.

Gue ikuti permainan kalian, geramnya Nafisha dalam hatinya.

Nafisha berjalan dengan culingak-culinguk menatap ke berbagai arah. Setelah di rasa aman, ia bersembunyi dibalik pohon yang cukup besar, tidak jauh dari ruangan Andrea.

Saat ia tengah bersembunyi, ia melihat seorang gadis dan pemuda berjalan menuju ruangan BK. Spontan Nafisha menutup mulutnya.

Tidak mungkin, dia cukup baik, protes Nafisha.

Ia melihat gadis itu yang melangkah masuk sambil menatap Reksa. Pemuda itu hanya mendorong Vania dan agar gadis itu benar-benar bisa memasuki ruangan Andrea.

Jelas dia lelaki baik, mana mungkin pria ini terlibat.

Tapi, Nafisha benar-benar lelah, ia menggelengkan kepalanya tidak pernah percaya atas apa yang dilihatnya.

Nafisha menyakini jika pria yang hendak membantunya di toilet pasti Reksa. Ia berdiri, tapi sebelum ia melangkah wanita itu yang kemungkinan calon Andrea mendekat pada Reksa.

Saat berbicara itu, Reksa dan Nafisha saling melihat. Lalu Reksa berlatih kembali melihat wanita itu, dan pemuda itu menganggukkan wajah pada wanita itu.

Cuih dasar penjilat semua, mau nya di hormat tapi sendirinya bersikap kurang ajar ninggalin gue di toilet.

Nafisha memukul-mukul ke telapak tangannya berharap itu bisa mengurangi rasa kesalnya. Lalu setelah wanita itu pergi. Seseorang melangkah ke arah Nafisha dengan tatapan tidak bersahabat.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!