Zira Azizah tidak pernah mempunyai keinginan sedikit pun untuk menikah diusianya yang masih muda namun apa daya sang ayah tiba-tiba meminta nya untuk menikah padahal ijazah sekolah SMA pun belum ia terima .
Ikuti kelanjutan nya dan jangan lupa mohon dukungan nya 🙏🙏🙏.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 ~ Wisuda
Gaffi bisa merasakan tubuh Zira yang gemetar dan itu artinya Zira benar-benar ketakutan .
Gaffi membawa Zira untuk duduk disofa seraya menenangkannya , Zira tak mau melepaskan pelukannya sedikitpun sampai saat lampu menyala kembali barulah ia melepaskan pelukannya.
" Kmu nangis dek ? " , tanya Gaffi ketika melihat wajah Zira yang sembab .
Zira tidak menjawab ia hanya menunduk dan sibuk mengusap air matanya dengan tangan .
" Udah gapapa kamu disini ga perlu merasa takut , insha Allah kamu disini aman dek ", Ujar Gaffi seraya membawa Zira ke dalam pelukannya .
Gaffi terus memeluk Zira dan mengusap kepalanya lembut memberi ia kenyamanan , hari semakin larut tanpa diduga Zira pun tertidur diperlukan Gaffi .
Perlahan Gaffi melepaskan pelukannya dan ia langsung melihat Zira yang tertidur dengan wajah sembabnya .
" Ya Allah kasian banget kamu dek , sampai ketiduran " , gumam Gaffi pelan .
Dengan hati-hati Gaffi memangku Zira dan membaringkan nya ditempat tidur , ia mengusap lembut sisa air mata yang ada diujung mata Zira.
Tak lupa Gaffi pun menyelimuti tubuh Zira sampai dada .
" Selamat tidur istri shalihah ku " , ucap Gaffi pelan.
" Cup '' , Gaffi memberanikan diri mencium kening Zira lembut.
Ia memastikan kalau Zira sudah benar-benar tertidur, dan setelah itu Gaffi kembali ke ruang kerjanya untuk mengambil laptop.
Tak lama Gaffi sudah kembali dan langsung melihat ke arah tempat tidur dan ia bernafas lega melihat Zira yang masih tertidur pulas .
Gaffi duduk disofa seraya memangku laptopnya dan kembali menyelesaikan pekerjaan nya .
#
Disaat tengah sarapan Zira teringat sesuatu dan ia langsung memberi tahu kepada Gaffi .
" Abang besok aku wisuda " , ujar Zira memberi tahu .
" Apa dek besok ? " , tanya Gaffi sedikit kaget pasalnya minggu-minggu ini Gaffi harus berangkat ke luar kota karena ada sedikit masalah dengan salah satu perusahan cabang nya .
" Iya besok " , jawab Zira mengangguk .
" Kok mendadak dek acaranya ? " , tanya Gaffi lagi .
" Ga mendadak sebenarnya tapi aku yang kelupaan terus mau kasih tahu Abang " , jawab Zira seraya menampilkan barisan giginya yang putih bersih.
" Hmmm " , Gaffi berdehem .
Keduanya kembali menikmati sarapannya sampai habis .
##
Pagi sekali Gaffi sudah berangkat kerja , ia izin pada Zira untuk pergi ke luar kota namun diusahakan tidak akan menginap .
Mendengar Gaffi mau ke luar kota tiba-tiba Zira menjadi murung , ia sedih karena mungkin Gaffi tidak ingat dengan hari Wisudanya .
Pukul setengah 7 pagi Zira kedatangan Mua suruhan bunda Zoya yang mau meriasnya .
" Kak kenapa sih kok dari tadi ekeu perhatiin mukanya murung gitu ? " , tanya MUA laki-laki namun sedikit kemayu .
" Oh gapapa kok kak " , jawab Zira seraya memaksakan tersenyum.
" Iya bener mbak dari tadi diperhatikan kok mukanya kaya yang sedih gitu ? " , timpal salah satu MUA yang cwe .
" Masa sih? " , timpal Zira tersenyum dan kedua MUA langsung mengangguk kompak .
Pukul 8 pagi Zira sudah siap untuk mengikuti Wisuda , ia sudah siap dengan riasan yang sangat cantik senada dengan baju yang ia kenakan .
Tak lama dari itu Zira mendapat chat dari bunda Zoya kalau mereka sudah ada didepan apartemen untuk menjemput Zira .
Zira langsung turun kebawah bersama 2 MUA yang sudah berhasil merubah penampilannya menjadi tambah cantik .
" Makasih banyak yak kak , aku suka dengan riasannya " , ucap Zira tersenyum senang.
" Sama-sama cantik , makasih juga selalu menggunakan jasa kita " , jawab MUA laki-laki yang sedikit kemayu .
" Ya udah kalau gitu kami pamit ya , sukses untuk acara Wisuda nya " , balas kedua MUA tersebut .
" Iya silahkan , makasih banyak kak " , timpal Zira.
Zira langsung berjalan menghampiri mobil Ayah Syahdan.
" Assalamualaikum " , salam Zira seraya membuka pintu mobil .
" Wa'alaikum salam " , jawab semua yang ada dimobil .
" Ayo cepetan masuk nak nanti keburu telat lagi ! " , ucap Bunda Zoya dan Zira langsung mengangguk .
Sepanjang jalan menuju tempat Wisuda Zira lebih banyak diam dan melamun tidak seperti biasanya .
" Kenapa kak kok diam aja ? " , tanya Zulfa dan berhasil mencuri perhatian bunda Zoya dan Ayah Syahdan.
" Ngga gapapa kok cuman sedikit grogi aja " , jawab Zira beralasan.
" Ohh " , jawab Zulfa ber-oh ria .
Bunda Zoya dan Ayah Syahdan pun percaya dengan jawab yang diberikan oleh Zira mereka memaklumi kondisi Zira .
Tak lama mobil Ayah Syahdan sampai ditempat Wisuda , suasana sudah sangat ramai dan kemungkinan seluruh peserta wisuda sudah datang karena sebentar lagi acara akan dimulai.
Zira langsung bergabung dengan teman-temannya sementara Ayah Syahdan, bunda Zoya dan Zulfa langsung duduk di kursi khusus keluarga peserta Wisuda.
Pembawa acara mulai naik ke atas panggung dan memberi tahu jika acara wisuda akan segera dimulai.
Semua sudah duduk di kursinya masing-masing dan acara wisuda pun dimulai . Sambutan demi sambutan mulai disampaikan.
" Kamu kenapa Ra ? " , tanya Venti sedikit berbisik .
" Gapapa " , jawab Zira singkat .
" Dari tadi kok keliatan gak tenang gitu ? , lagi nungguin seseorang ya ? " , tanya Venti lagi .
" Nggak kok " , jawab Zira berbohong.
" Suttt dengerin tuh sambutan dari pak kepala " , ujar Sofi seraya menunjuk ke atas panggung.
Sambutan demi sambutan sudah selesai disampaikan , kini menuju acara hiburan , penampilan seni dari perwakilan siswa dan siswi .
Semua terlihat senang dan menikmati acara hanya Zira yang terlihat murung dan tidak semangat .
Susunan acara demi acara telah selesai ditampilkan kini ditutup dengan berdoa bersama lalu berfoto .
Zira menghampiri kedua orang tuanya , ia langsung mencium tangan kedua orang tuanya dengan takdzim , Zira mengucapkan terimakasih karena berkat doa dan bimbingan dari kedua orang tuanya Zira bisa sampai di titik sekarang dan Zira juga bisa mendapatkan nilai yang memuaskan sekaligus mendapat penghargaan .
Ayah Syahdan mengajak Zira dan keluarga nya untuk berfoto mengabadikan momen yang langka.
Zira sesekali memperhatikan keluar , berharap seseorang datang .
" Kamu nyari siapa kak ? " , tanya bunda Zoya.
" Oh ngga kok Bun " , jawab Zira seraya tersenyum.
" Ayo kita mulai fotonya " , Ajak Ayah Syahdan.
" Itu Abang " , tunjuk Zulfa dan semua langsung menoleh kearah yang ditunjuk Zulfa.
Terlihat bang Ziddan datang dengan sedikit berlari membawa buket yang berisi boneka dan coklat.
" Assalamualaikum semua nya " , salam bang Ziddan dan langsung dijawab oleh semua orang.
" Ni dek maaf ya abang datang nya telat tapi kalau sesi berfoto belum telat kan ya " , Ucap bang Ziddan yang diakhiri dengan cengengesan nya.
" Makasih bang " , balas Zira seraya menerima buket pemberian dari bang Ziddan .
" Bisa dimulai fotonya sekarang? " , tanya fotografer ramah .
" Oh boleh ayo mas " , Jawab bang Ziddan dan dianggukan semuanya .
" Ok 1 2 3 senyum " , arahan dari fotografer.
" Boleh saya liat dulu hasil fotonya gak mas ? ", izin bang Ziddan .
" Oh boleh boleh " , jawab Fotografer seraya menyerahkan camera nya .
" Loh kok ada - " , Zira tercengang kangen dan ia langsung berbalik badan .
" Abang kok tiba-tiba ada disini " , ucap Zira yang langsung memeluk tubuh kekar Gaffi .
Iya Zira kaget dengan hasil Fotonya , tepat dibelakang Zira terdapat Gaffi yang berdiri dengan tersenyum manis.
" Maaf ya dek Abang ga bisa nemenin pas acara Wisuda nya " , Ucap Gaffi merasa bersalah seraya membalas pelukan Zira .
" Ekhem Ekhem mau difoto lagi gak ? , tuh mas fotografer nungguin " , dehem Bang Ziddan .
Zira langsung tersadar , ia langsung melepaskan pelukannya , kedua pipinya sudah memerah .
" Kok bisa-bisanya aku langsung meluk bang Gaffi ? , ditempat umum lagi " , batin Zira mengutuk kecerobohan nya .
Zira dan keluarga nya kembali berfoto tak hanya dengan keluarga nya , Zira pun berfoto dengan teman-teman nya.
~