[SEDANG HIATUS!]
Diana Xylaria, Gadis cantik yang ceria dan optimis, ternyata ada rahasia besar tentang dirinya yang bahkan dia tidak tau.
Hidupnya yang biasa saja tiba tiba terusik karena pertemuannya dengan CEO dari sebuah perusahaan besar, Rylan Axelion. Namun sayang, keduanya bahkan tak ingat telah menghabiskan malam bersama.
Ditengah badai perebutan kekuasaan di keluarga Rylan, serta tentangan dari wanita yang berkuasa, Rylan dan Diana harus terus berjuang agar bisa bersama.
Akankah mereka bisa bersama?
Dan Apa sebenarnya Rahasia kelam Diana?
Simak ceritanya di sini.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩـ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
「 ✦ UPDATE SENIN DAN KAMIS ✦ 」
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Aku tau apa artinya itu.
"tuan gavin. bukannya aku tak tau terimakasih. tapi ini adalah rumahku sendiri, biar aku sendiri yang bertanggung jawab."
"baiklah. tak bisa menyembunyikannya darimu."
Harga Penuh disebutkan, Proses jual beli dan serah terima berlangsung tanpa halangan. Setelah selesai, tuan gavin mengantarku ke rumah baru, Sedikit berdebu, dan belum banyak perabotannya.
"Selamat atas rumah barunya Diana! kau butuh bantuanku?" ujar gavin dari dalam mobil.
"terima kasih tuan gavin atas semua bantuannya! soal bereskan rumah, aku bisa melakukannya."
"baiklah. kalau butuh apa apa, hubungi saja aku. aku Pulang dulu." Gavin memutar setir, kembali melaju di jalan raya.
aku menutup pintu, lalu menyalakan semua lampu yang ada di rumah aku memeriksa setiap sudut rumah, melihat tempat yang kotor, atau kalau kalau ada yang memasang kamera atau alat Pengintai.
Setelah memastikan semua tempat aman, aku mulai membersihkan seluruh rumah.
rumah itu ukurannya sedang, atau yang biasa orang kaya bilang kecil. dindingnya bercat Putih dengan les biru di setiap pinggirnya, lantainya dari porselen Putih halus biasa.
jaring laba laba tergantung dari langit langit, menjuntai Sampai ke bawah. lantainya tertutup debu setebal 0,3 cm, dan sedikit berpasir. kecoa bersembunyi di wc, dan nyamuk terbang di pekarangan, taman depan dan belakang dihiasi tumbuhan layu, dan rumput liar yang tak pernah dicabut.
Pekerjaanku agak banyak hari ini. Setelah bagian luar bersih, aku lanjut mengemas kamar pertama. dan hal Pertama yang menarik perhatianku adalah...
Sprei bunga bunga khas orang tua yang berwarna merah, lengkap dengan bantal beserta gulingnya.
'Ya ampun,' pikirku.
aku rasa orang yang dulu tinggal disini sudah muak dengan Sprei nya sendiri, hingga tidak membawanya.
yah untungnya, sprei tersebut sudah dicuci. Segala hal yang ada diatas tempat tidur sudah bersih, dan tidak ada kutu sama sekali.
berarti aku hanya Perlu bersihkan keseluruhan dan ... wc.
aku membuka pintu wc perlahan. Semoga tidak banyak... Serangga. tadi di wc luar, cukup banyak kecoa dan laba laba yang sudah aku basmi.
jika bicara jujur, kecoa salah satu hewan yang aku benci Sekaligus aku takuti. Satu anak kecoa melintas depan kakiku. langsung ku semprot air sampai dia masuk ke Saluran pembuangan.
Astaga cepatlah selesai...
dan akhirnya setelah setengah jam, wc itu bersih dan kinclong, aku pergi ke kamar kedua, yang tidak ada wc nya, tapi tetap norak.
kasurnya berbalut sprei hello kitty berwarna Pink terang. tanpa bantal, tanpa guling, dan tanpa selimut.
kegiatan bersih bersih massal itu selesai sampai jam 10 malam. aku duduk, dan saking lelahnya, aku tertidur tanpa ingat bahwa aku belum makan.
dan besok pagi, Saat aku bangun jam 6 aku baru sadar kalau Semua barangku masih berada di hotel.
****************
Matahari pagi menyinari sebagian besar mansion vixen, dimana gorden gorden sudah dibuka dengan rapi oleh Pelayan, kecuali kamar Calantha.
Matahari memaksa masuk melalui sela sela gorden, tapi Calantha menutup lagi gorden abu abu itu lebih rapat. kamar itu gelap, tampak lebih suram. di tambah lagi dengan atmosfer Calanta dalam mood yang tidak baik akhir akhir ini.
Dia berjalan bolak balik sambil menggigit bibirnya. Sesekali dia duduk, kemudian berdiri lagi.
"tidak bisa," gumamnya, "orang orang itu terlalu bodoh! apapun tidak bisa mereka dapatkan."
"identitas diana tertutupi. Pasti ada sesuatu. aku harus turun tangan sendiri."
"Calantha! ayo makan!" ibunya berseru dari luar pintu.
"lya ma, sebentar lagi!" Calantha balas berseru.
'baiklah. aku akan telepon Rylan dulu.' batinnya. Calantha mencari Kontak Rylan, meneleponnya.
"apalagi yang kau inginkan?" suara Rylan terdengar dingin.
"Rylan, kau harus dengarkan aku. akulah wanita malam itu, yang mengaku ngaku itu hanya inginkan hartamu! dia berbohong!" Calanta menjelaskan dengan nada panik.
"jangan ini lagi Calantha. kau sedang membohongi dirimu Sendiri. aku tau betul, siapa wanita itu."
"Tidak Rylan! kau harus de-"
"aku sudah melihat buktinya dari ponselmu sendiri."
"a-apa? bagaimana bisa?! a-aku."
'pasti wanita sialan itu yang menunjukan pada Rylan! Apa video tak senonoh ku juga diperlihatkan?'
"apa lagi yang mau kau jelaskan?" Rylan menyeringai.
"baiklah, maaf Rylan, aku hanya terlalu mencintaimu, tolong maafkan aku... aku tak rela kau bersama wanita lain!"
"heh, aku tidak peduli Calantha."
"tapi aku peduli! apa yang harus aku lakukan biar kau tidak marah Padaku Rylan?"
"Jangan hubungi aku lagi, agar aku tidak jijik."
"baiklah! aku rela! 1 bulan... Setelah itu kau janji tidak akan marah lagi Padaku!"
"itu terserah aku." Rylan mematikan telepon. hal terakhir yang didengarnya adalah Suara tangis Calantha yang terisak isak.
Calantha menghapus air mata buaya nya.
"Rencana tahap pertama berhasil. aku berhasil mengalihkan Perhatian Rylan. dia akan berpikir bahwa aku tidak menghubunginya, agar dia tidak marah padaku."
dia merapikan baju nya, membuka pintu dan turun ke dapur. keluarganya sudah berkumpul, Pelayan menyajikan makanan secara bertahap.
"ah, Calantha. kau turun juga akhirnya. Putri tunggalku hampir saja membuat semuanya menunggu." Sindir ayahnya secara halus.
"maafkan aku Semuanya." Calantha membungkuk, tubuhnya telah dilatih aturan etiket yang keras dan ketat.
"nah bagus. ayo kemari, kita sarapan bersama."
Calantha duduk, wajahnya tetap datar.
mansion vixen adalah bangunan bergaya abad Pertengahan dengan sedikit sentuhan gothic. keluarga vixen yang dulunya bangsawan kerabat kerajaan Prancis, terus mempertahankan tradisi ketat.
Itulah sebabnya Para Pelayan berwajah datar.
Senyum dingin hanya boleh dimiliki oleh anggota inti keluarga vixen.
Denting garpu dan Pisau terdengar pelan, tak ada yang berbicara, bahkan Para Pelayan pun tak berani bernafas keras. Semuanya Serba kaku dan terasa begitu dingin.
ketika sarapan selesai, belum ada yang beranjak. Itu sudah Semacam ritual pagi, Sebuah rapat kecil.
Kali ini calantha yang membuka suara.
dia membeberkan secara singkat seseorang yang menjadi Sandungan di tengah jalannya. Rylan melindungi orang itu. jadi Calantha akan menjalankan sebuah rencana.
ayahnya tersenyum puas dan mengangguk angguk mendengarkan rencananya.
"Bagus Calantha. Cara berpikirmu semakin maju." puji ayahnya.
"terima kasih ayah." Calantha tersenyum bangga. Dia senang mendapatkan pujian, terutama pujian yang berasal dari mulut ayahnya.
walaupun kepribadian xena kuat dan bisa diandelin, tapi bisa nyelakain kamu juga kalo gak terkendali 😖