NovelToon NovelToon
The Absolute Sovereign

The Absolute Sovereign

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: arceusssxara

Karya asli!!!

on-Going

Salah satu Sovereign tertinggi di Alam Semesta yang Tak Terbatas ini, ia segera menjalani Jalan menuju Dao tertinggi di alamnya, mereka mengetahui dari catatan kuno, jika seseorang bisa melewati batas Penguasa Tertinggi, ia bisa menjadi God King.

Namun siapa sangka, Wanita yang ia anggap mencintainya, dikhianati olehnya. Saat itu ia hendak menerobos melewati batas itu, namun saat menerobos ia sempat terdampak oleh Tribulasi Hukum. Saat itulah kesempatan wanita itu menusuknya dengan Kabut beracun yang asalnya tidak diketahui, bahkan melukai Primordialnya.

Jadi, sisa jiwanya ia bereinkarnasi menjadi pangeran muda dengan nama yang sama "Huang Di", namun jalan takdir yang ia jalankan sangat bertengtangan dengan sifat Ke Angkuhannya sebagai Absolute. Bagaimana perjalanannya menjalankan takdir ini?

Di kebaradaan Dimensional yang lebih tinggi bahkan God King itu hanya seperti Dewa biasa!

"Jika Takdir mempermainkanku! aku akan memandang rendah Semuanya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arceusssxara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 Visi takdir yang ditulis

Ruang meditasi Ye Qingchen di kompleks inti Sektor Selatan tampak tenang. Dinding batu ungu tertulis formasi perlindungan tingkat tinggi, cahaya rune berpendar lembut seperti aliran sungai malam. Api Kekacauan Mutlak melingkari tubuhnya, dan di antara dahinya, Sovereign Eye of Law berputar perlahan, menyerap serpihan hukum dari udara.

Namun, di tengah keheningan itu—tiba-tiba.

DOR!!

Suara keras bergema… tapi tidak berasal dari ruangan ini.

Tubuh Ye Qingchen tersentak. Kesadarannya ditarik dari ruang spiritual, dan dalam sekejap, dunia di hadapannya runtuh.

Matanya terbuka…

…dan ia tidak lagi berada di Dunia Asal.

Apa yang ia lihat bukanlah pegunungan berkabut atau langit yang dihiasi pusaran hukum. Melainkan langit kelabu dengan gedung-gedung baja menjulang tinggi. Jalanan padat kendaraan logam melaju cepat, dan suara klakson bercampur hiruk-pikuk manusia yang berjalan dengan pakaian aneh.

Dia berdiri di sebuah ruangan persegi, terang, penuh benda-benda asing: tumpukan kertas, kipas angin di langit-langit, dan—di meja—sebuah benda tipis dan lebar bercahaya: sebuah laptop.

Ye Qingchen, atau Huang Di, mendekat perlahan.

Tangannya, yang biasanya membawa kekuatan untuk memutar hukum, kini gemetar saat menyentuh benda logam itu. Layar menyala otomatis.

Dan di sana, tertulis dengan huruf-huruf asing yang entah kenapa ia mengerti:

"Bab xx: Ye Qingchen Mengguncang Sektor Selatan"

Alisnya berkerut. Ia menggulir layar ke bawah…

"Dengan matanya yang menyala emas dan tangan yang menggenggam pusaran hukum, Ye Qingchen memusnahkan Qing Mo, mewarnai arena dengan kekuatan Api Kekacauan Mutlak…"

Matanya membelalak.

"Namun Ye Qingchen tak tahu, ia hanyalah karakter dalam kisah yang lebih besar. Kisah yang telah ditulis jauh sebelum ia lahir di Dunia Asal."

Dia terdorong mundur.

“...Apakah semua ini… hanyalah naskah yang ditulis oleh entitas dari dunia lain?”

Tiba-tiba layar berganti menjadi hitam. Satu kalimat muncul dalam huruf merah menyala:

"Apakah kau akan menerima takdirmu sebagai tokoh dalam kisah… atau kau akan menulis ulang naskah dunia ini?"

Dunia bergetar. Visi itu memudar…

Dan dalam sekejap, ia kembali duduk bersila di ruang meditasinya. Keringat dingin membasahi punggungnya. Nafasnya berat.

Namun ada sesuatu yang berbeda.

Di antara pusaran hukum dan formasi energi, aura di sekitarnya berubah. Tidak lagi hanya aura hukum atau api. Tapi… kehendak.

Kehendak untuk menolak dikendalikan.

Kehendak untuk menjadi pena, bukan sekadar tulisan.

Ye Qingchen membuka mata. Kilau pupil emasnya semakin dalam.

“Jadi aku ditulis… Aku adalah kisah dalam dunia lain…”

Namun bibirnya melengkung.

“Kalau begitu, biarkan aku menjadi pena yang akan menulis ulang akhir dari naskah ini. Dunia mana pun takkan membelenggu kehendakku.”

Dalam kegelapan di luar ruang dan waktu, seberkas cahaya kecil menyala di alam tak kasat mata.

Itu bukan hukum.

Bukan kekuatan.

Bukan roh.

Tapi… kesadaran sang tokoh yang menolak dikendalikan

Cahaya dari Sovereign Eye of Law di dahinya meredup. Untuk pertama kalinya, dalam seluruh eksistensinya sebagai Huang Di, satu emosi yang begitu asing muncul dari kedalaman hatinya: takut.

Bukan takut akan kematian.

Bukan takut pada musuh.

Namun… takut akan kenyataan bahwa semua langkah, pilihan, dan kehendaknya—mungkin bukan miliknya sendiri.

Ia duduk terpaku di lantai ruang meditasinya. Tangannya yang biasanya tak gentar menggenggam hukum kini sedikit gemetar, seolah tak mampu menahan beban realitas baru ini.

"Apakah... aku ini hanya tokoh dalam kisah yang ditulis oleh... seseorang?" bisiknya lirih, penuh keraguan.

Seketika itu juga, segala pencapaian hidupnya melintas seperti kilatan:

— Menyerap Api Kekacauan Mutlak.

— Menguasai Sovereign Eye of Law.

— Menyatu dengan Lingkaran Dao Kuno.

— Menjadi entitas terdekat dengan supremasi mutlak.

Namun, kini, semua itu terasa… kosong.

“Kalau semua yang kulalui adalah bagian dari cerita… Lalu siapa yang menulisnya? Siapa yang menciptakan aku?”

Ia memejamkan mata. Visualisasi tentang dunia modern yang ia lihat dalam visinya kembali muncul, kali ini lebih jelas. Kota-kota yang tak dikenalnya. Bahasa asing yang justru bisa ia baca. Dan naskah tentang dirinya sendiri—dalam layar aneh bernama laptop itu.

"Apakah aku adalah hasil imajinasi?"

"Apakah jiwaku, keberadaanku, hanya lembaran fiksi yang ditertawakan oleh makhluk dunia luar?"

Guruh tiba-tiba menggema di luar sektenya. Langit menjadi kelam, seolah ikut merasakan gejolak hati sang calon penguasa hukum.

Sementara itu, di dalam ruang meditasinya, pusaran hukum dan api mulai kehilangan kendali.

Namun…

BOOM!

Sebuah ledakan cahaya keluar dari pusat dahi Huang Di.

Sovereign Eye of Law berputar cepat, menyala seolah mencoba menolak keterikatan itu. Sebuah suara samar menggema dalam pikirannya:

"Jika kau ditulis, jadilah pena. Jika kau diciptakan, jadilah pencipta balik."

Mata Huang Di terbuka. Tidak lagi hanya pupil emas, tapi mata yang bersinar seperti refleksi realitas itu sendiri.

"Aku tidak akan menerima ini begitu saja," ucapnya lirih, namun dengan tekanan yang seolah mengguncang ruang itu. "Jika aku karakter dalam kisah, maka aku akan membuat kisah ini membalik… dan menjadi kisah yang tak bisa ditulis oleh siapa pun selain aku."

Ia mengepal tangannya.

"Kalau memang ada pencipta di atas sana…"

"Maka aku akan menatap ke atas—dan menciptakan jalan menuju takdirku sendiri!"

Hari itu, seseorang melihat sosok Huang Di dari kejauhan.

Ia duduk bersila di tengah formasi, namun aura di sekitarnya membentuk sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: Pusaran Takdir Mandiri — hukum baru yang belum pernah tertulis dalam dunia mana pun.

Sebuah langkah menuju realitas di atas hukum.

Langkah menuju kebebasan absolut.

Di tengah sunyinya ruang meditasi, Huang Di perlahan bangkit. Matanya kembali menyala, namun kini bukan hanya dengan cahaya hukum atau kekuasaan semata… melainkan kebangkitan emosi terdalam: dendam yang belum diselesaikan.

Wanita itu.

Wanita yang dulu bersumpah akan menemaninya hingga akhir zaman. Wanita yang berjanji akan menatap langit bersamanya, berbagi Dao, berbagi keabadian.

Namun nyatanya…

Ia menikamnya dari belakang.

Bukan hanya secara harfiah, tapi juga membocorkan rahasia kultivasi Huang Di ke musuh bebuyutannya—demi kekuasaan cepat dan cinta semu dari salah satu Elder Sekte Surgawi Hitam.

"Aku terlalu mempercayai hati," gumam Huang Di dingin, langkahnya mulai bergema di ruang meditasi. "Dan untuk itu… dunia akan membayar harga atas kerapuhanku."

Dalam pikirannya, bukan hanya keinginan untuk membalas dendam yang menyala—melainkan tekad untuk memahami dunia dari akar. Dunia di mana dia eksis, dunia yang menuliskannya. Jalan yang akan ia tapaki bukan sekadar melampaui kultivasi atau hukum, tapi melampaui naskahnya sendiri.

Namun sebelum itu…

"Aku akan menyelesaikan utangku. Dan utang pertama," bisiknya tajam, "adalah kau… Li Mei."

Nama itu keluar seperti racun.

Dan saat itu pula, langit di atas sekte tempat wanita itu tinggal—bergetar perlahan.

Namun Huang Di tahu, membalaskan dendam pada Li Mei bukan sekadar menyerang. Wanita itu kini telah menjadi murid utama dari Patriark Sekte Langit Gelap. Di balik sekte itu, ada kekuatan imperial, bahkan kekuatan luar benua yang mendukung.

Ia tidak bisa sembarangan. Bukan karena takut. Tapi karena kali ini, ia ingin menghancurkan mereka secara perlahan. Dengan rencana. Dengan kejatuhan yang sempurna.

"Langkah pertama... menyusup masuk. Langkah kedua... mematahkan kepercayaannya. Langkah ketiga... membuatnya menyadari bahwa lelaki yang ia khianati, kini adalah entitas yang ditulis untuk mengguncang realitas."

Dan dengan itu, Huang Di mengambil jubah hitamnya. Di baliknya, lingkaran Dao kuno berputar pelan. Tangannya mengeluarkan satu simbol baru, hasil dari visi tadi—sebuah Simbol Pena Takdir, simbol awal bahwa ia akan mulai menulis ulang ceritanya sendiri.

"Jika dunia ini diciptakan oleh kehendak… maka aku akan menjadi kehendak yang menghapus sebab dan akibat ini." ujar Huang Di.

1
Mbah Haryo
wah...terlalu cevat over oowernya...ach.
Mbah Haryo
pangeran ke 18 si poni di ini skarang jd agak laen.. 🤭
Mbah Haryo
oaalaaahh...jebulnya novel sistem...????????🤔
Mbah Haryo
naaiiissss...
Mbah Haryo
coment" readersnya mengeriken skalee...coba ach ikut nongkrong dsini...syapa tau critanya wagu tp seru...

gaassss....
Ip 14 PRO MAX
nh ini krkter yg aku ska mntaap
Ip 14 PRO MAX
mntaap bntaii
Ip 14 PRO MAX
tingkat kn kekuatan
Kaisar Abadi
mampir bang.
Vee aja
gk jelas ceritanya Thor 😁
Vee aja
wow otakku mumet Thor 🤣🤣
Vee aja
kereeen👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Vee aja
kereen 👍👍👍
Vee aja
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ardi Provision
mc tidak percaya sama orang lain tapi membantu orang asing ini ngelantur 😂😂
Ardi Provision
mc pertama masuk yang lain harus melewati tes tapi ada yang mendahului didepan mc, apa tidak ngelantur ni thor
Ardi Provision
tidak kawin bagaimana ada penerus?? kawin dulu 😂😂😂
Arceusssxara: haha maksudnya pewaris yang beruntung mendapatkannya😄
total 1 replies
Ardi Provision
haiis,, harta rampasan dibuang begitu saja
Ardi Provision
ambil dulu harta rampasan perang
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!