NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Menyerah!

Maaf, Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hijjatul Helna

Menikah kemudian bahagia adalah impian semua orang. Begitu juga dengan Soraya. Namun dapatkah dia bahagia saat menikah dengan seorang player?
Apakah harapan Soraya bahwa Ardan akan berubah bisa menjadi kenyataan?
Ataukah pernikahan mereka akan kandas karena wanita lain?

Lalu siapa Soraya sebenarnya? Benarkah dia hanya seorang wanita sebatang kara? Bagaimana jika seandainya waktu mengungkapkan jati dirinya?


Cerita ini penuh dengan intrik, dendam, perselingkuhan, perebutan kekuasaan dan kekuatan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijjatul Helna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertahan dan Menyerang

Soraya mengubah posisinya yang tadi miring menjadi telentang. Matanya menatap langit-langit kamar. Pikirannya menerawang, mengingat kembali perjalanan hidupnya yang seperti roalcoster, penuh kejutan yang membuat sport jantung.

Teringat dengan nasib rumah tangganya yang sudah berakhir dengan tragis membuatnya hampir menangis.

Tapi dia teringat dengan neneknya yang tak akan senang jika mengetahui dirinya menangisi hubungannya dengan Ardan, membuatnya segera menyeka air mata yang hampir saja kembali tumpah.

Sejak dia siuman tadi siang, neneknya memperhatikan dirinya. Neneknya berkata bahwa menangisi pria ******** seperti Ardan adalah sebuah kesia-siaan. Dan nenek mengancam akan menghancurkan pria itu jika Soraya masih terus bersedih dan menangis.

Baiklah! Kamu kuat, Soraya! Ayo, buktikan pada Granny kalau kamu baik-baik saja! Jangan sampai kesedihanmu menjadi petaka untuk suamimu, mantan suami tepatnya. Batin Soraya sambil mengacungkan kepalan tangannya.

Tok... Tok... Tok.

"Ya, masuk!" kata Soraya sambil bangun dan duduk di pinggir ranjang. Kakinya berjuntai ke bawah memainkan sendalnya.

Granny masuk diiringi asisten yang selalu setia di sampingnya.

"Bagaimana keadaanmu?" nadanya terdengar datar tanpa rasa kuatir.

"Emm ... Baik, Granny!"

"Baguslah! Aku mengira akan menemukan dirimu yang sedang menangisi ******** itu. Ternyata kau lebih kuat dari yang kubayangkan."

Soraya hanya diam. Dia ingin tahu apa lagi yang nenek inginkan setelah memisahkannya dengan suaminya.

"Karena keadaanmu baik-baik saja, Granny ingin kau ikut ke perusahaan hari ini. Kau harus mempelajari banyak hal agar dapat segera menjadi penerus kekuasaan Palvin."

"Baik, Granny."

Granny tersenyum puas mendengar jawaban Soraya.

"Cepat bangun, mandi, dan turun untuk sarapan. Setelah itu bersiaplah untuk pergi ke perusahaan bersamaku. Aku akan mengenalkan dirimu pada semua karyawan kita."

"Aku mengerti, Granny!"

"Hari ini kita hanya akan berkeliling di perusahaan. Hal ini penting, agar kau paham seluk beluk perusahaan. Untuk rapat pemegang saham, akan kita atur kemudian."

"Aku terserah Granny saja." sahut Soraya lagi.

Soraya melakukan hal itu bukan tanpa sebab. Malam sebelum sidang kedua, dia mendapatkan memo dari orang yang tak dikenal. Dalam memo tersebut tertulis perintah agar Soraya menuruti semua perintah Granny, orang itu berjanji akan membantunya mengembalikan rumah tangganya yang hancur dan membebaskannya dari cengkeraman Granny.

Soraya pikir tak ada salahnya dia mengikuti perintah dalam memo tersebut. Jika benar orang itu akan membantunya, maka dia akan segera berkumpul dengan suaminya. Dan kalaupun orang itu mengingkari janjinya, paling tidak dia bisa melindungi suaminya dari kemarahan Granny.

Tak ada ruginya dia mempercayai orang itu. Semoga orang itu orang baik yang dikirim oleh Allah untuk membantunya.

"Kalau begitu segera mandi. Aku menunggumu di meja makan."

Perkataan Granny memutuskan pemikiran Soraya. Dia mengangguk.

Tanpa bicara lagi, Granny melangkah meninggalkan kamar Soraya.

Soraya bergegas ke kamar mandi kemudian mengenakan pakaian yang sudah disiapkan pelayan untuknya. Bahkan para pelayan itu yang membantunya mengenakan pakaian. Mereka juga membantunya memoles wajahnya.

Pernah Soraya menolak layanan seperti itu, tapi para pelayan yang ada malah dipecat oleh neneknya. Sejak itulah Soraya membiarkan mereka melayaninya. Dia tak mau karena dirinya para pelayan itu kehilangan pekerjaannya. Dia menerima semua pelayan itu kecuali melayaninya mandi.

Heck! Yang benar saja. Hal yang paling tabu seperti itu saja masih harus dilayani? Benar-benar keterlaluan!

Dan Soraya meminta agar para pelayan merahasiakan hal itu. Dan mereka setuju karena tak mau kehilangan pekerjaannya.

Para pelayan yang melayaninya ada sepuluh orang. Masing-masing terdiri dari dua orang yang memiliki tugas berbeda-beda. Soraya sendiri tak begitu memperhatikan. Selama mereka bekerja dengan baik, dia tak akan menyusahkan mereka.

"Nah, sudah selesai Nona!" kata pelayan yang bertugas menata rambutnya.

Tampak pantulan dirinya di cermin menampilkan seorang wanita yang berbeda. Soraya harus mengakui memang kekuatan uang bisa melakukan apa saja. Bahkan mengubah aura seseorang.

"Terima kasih!" katanya sambil menyentuh tangan pelayan yang masih di bahunya.

Sontak pelayan itu terkejut dan ingin menarik tangannya. Soraya menepuk-nepuk tangan itu dengan lembut karena melihat pantulan pelayan itu di cermin dengan raut khawatir.

"Tak apa. Aku hanya ingin berterima kasih karena kalian sudah melayaniku dengan baik."

"Kami yang harusnya berterima kasih karena Nona memperlakukan kami seperti manusia." kata seorang pelayan.

Soraya kaget mendengar perkataan pelayan itu.

"Apa maksudmu? Apakah selama ini kalian diperlakukan dengan buruk?"

Semua pelayan menundukkan kepala. Tak ada yang berani menjawab. Mereka takut akan membuat kesalahan jika mengatakan lebih banyak.

Soraya mendesah.

"Baiklah. Aku tak akan memaksa kalian mengatakannya. Aku hanya ingin kalian melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak merasa tertekan. Aku tak ingin kalian merasa menyesal menjadi pelayanku."

"Tidak! Kami tidak merasa menyesal, Nona!" kata pelayan muda itu.

"Emm ... Maaf, Nona! Sebaiknya Nona segera turun. Nyonya Besar mungkin sudah lama menunggu Nona."

"Ya, aku tahu. Tolong, kalian bereskan kamar ini."

Semua pelayan mengangguk.

Soraya segera turun dan melihat neneknya sedang menyantap sarapannya.

"Pagi, Granny!"

Granny mengangguk dan tersenyum tipis padanya.

Para pelayan yang berdiri tak jauh dari meja makan segera melayani Soraya. Sungguh tak pernah Soraya bermimpi akan hidup seperti ini. Semuanya dilayani seperti seorang ratu.

Tapi semua itu tak berarti saat kau harus hidup dalam kehidupan yang kaku seperti sekarang ini. Tak ada percakapan ringan ataupun senda gurau. Benar-benar membosankan!

"Kulihat kau sudah selesai?" tanya Granny.

Soraya mengangguk sambil membersihkan bibirnya dengan serbet.

"Kita berangkat sekarang. Aku tak ingin kita terlambat. Itu bukan contoh yang baik untuk bawahan."

Soraya mengikuti langkah Granny ke mobil. Asisten Granny membukakan pintu untuk mereka dan menutupnya setelah mereka masuk.

Sesampainya di perusahaan, Granny mengenalkan Soraya pada semua staf yang ada dari security sampai Genderal Manajer atau biasa disebut GM. Mereka berkumpul di ruangan terbuka. Saat Soraya dan Granny sampai, mereka telah berdiri menyambut kedatangan Soraya.

Setelah itu Granny membawa Soraya berkeliling untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan.

*******Helna******

Lima bulan kemudian...

Soraya sedang berdiri di depan rapat pemegang saham. Hari ini Granny akan menyerahkan tampuk pimpinan kepadanya.

Hal itu memang sudah lama direncanakan Granny. Beliau menargetkan Soraya akan menguasai semuanya setelah satu tahun mempelajari banyak hal. Tapi ternyata Soraya melampaui ekspektasi Granny.

Soraya mampu menguasai semuanya hanya dalam waktu lima bulan. Sungguh suatu prestasi yang sangat membanggakan. Granny sangat senang tapi tak pernah memberikan pujian. Menurutnya pujian hanya akan membuat seseorang menjadi cepat puas dan terlena sehingga tidak lagi berupaya untuk melakukan yang lebih baik lagi.

Setelah moderator membuka acara, disusul dengan sedikit kata pembuka dari Granny, sampailah mereka pada acara inti yaitu penyerahan jabatan pada Soraya.

"Baiklah. Seperti yang saya sampaikan di awal bahwa hari ini saya akan menyerahkan semuanya pada Soraya, cucu saya. Mulai sekarang dan seterusnya semua keputusan berada di tangannya. Dan itu bersifat mutlak tak dapat diganggu gugat. Soraya, sekarang semua di bawah kendali mu. Dan asisten pribadi yang selama ini mengikutiku juga akan mengabdi padamu. Dia akan membantumu melaksanakan semua pekerjaan dengan baik.

Para pemegang saham yang ada di tempat itu tak ada yang membantah perkataan Granny. Semua tahu konsekuensi seorang bawahan yang berani membangkang. Mereka masih sayang dengan nyawa.

Selain itu pemegang saham terbesar tetap ada di tangan Palvin yaitu sebesar 62 persen. Jadi saham yang mereka pegang tak akan dapat melawan Palvin meski mereka semua bersatu.

Saham 38 persen yang tersebar di antara mereka itu pun murni karena kesalahan salah satu pria dalam keluarga Palvin yang berani menjualnya ke beberapa orang. Karena itulah para pria dalam keluarga Palvin tidak lagi mendapat kepercayaan untuk menguasai ujung tombak kepemimpinan.

Mereka mungkin mendapat kekuasaan tapi bukan penentu keputusan. Keputusan tetap ada di tangan wanita. Dan sekarang, Soraya lah yang akan menjadi penguasanya.

Acara penyerahan kekuasaan berlangsung lancar. Dan tibalah saatnya Soraya memberikan pidato pertamanya sebagai pimpinan tertinggi.

"Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini. Saya masih muda dan masih harus belajar. Saya akan berusaha membawa kita semua kepada kemajuan. Dan langkah pertama yang akan saya lakukan adalah meminta Granny untuk segera bersiap karena jet pribadi akan segera membawa Granny ke Pulau Jussyfy."

Semua yang hadir terkejut tak terkecuali Granny.

"Apa? Apa maksudmu? Kau ingin mengasingkan aku?" Granny berteriak marah.

Soraya menatap ke arah Granny dengan datar tanpa rasa takut.

"Bukankah Granny yang mengajarkan aku untuk bersikap tegas pada orang lain? Kehadiran Granny di sini sudah tak dibutuhkan lagi. Jadi, aku sudah menyiapkan tempat yang tenang untuk Granny menikmati hari tua. Harusnya Granny berterima kasih padaku, bukan malah berteriak seperti itu."

Granny menatap Soraya dengan sorot mata penuh kemarahan. Dadanya turun naik. Beberapa bodyguard sudah ada di sampingnya dan memberikan kode agar dia mengikuti mereka.

Sialan! Bahkan para bodyguard memihak Soraya sekarang, pikir Granny berang. Berani-beraninya dia menyingkirkan aku!

Granny berjalan keluar ruangan dengan marah tapi tak bisa melawan. Dia pasrah ketika dibawa jet pribadi ke pulau pengasingan.

Tinggal para pemegang saham dan Soraya yang masih berada di ruangan itu.

"Baiklah. Untuk hal yang lain, akan kita atur kemudian. Perlu saya tekankan di sini. Di bawah kepemimpinan saya mungkin tidak akan sekaku kepemimpinan Granny tapi saya tidak menoleransi adanya pengkhianatan. Hukuman yang akan saya berikan akan sangat kejam. Tapi saya juga akan mengapresiasi kesetiaan kalian. Jadi, kalian bisa memutuskan akan melakukan apa untuk kebaikan kalian sendiri." kata Soraya sambil menatap tajam ke semua pemegang saham.

Para pemegang saham dapat melihat kesungguhan di mata Soraya yang mengintimidasi. Glek! Pimpinan baru mereka bukan orang yang mudah dibaca.

Setelah semuanya selesai. Tinggal Soraya sendiri di ruangan itu. Dia juga meminta asisten pribadi untuk meninggalkan dirinya.

Dia duduk di kursi sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.

"Sayang... Apakah Papa mau memaafkan mama?" kata Soraya sedih.

Bersambung...

**Jangan lupa like dan krisan ya!

Maaf, kalau update nya belum bisa tiap hari. Nyeri di pundak aku bikin aku harus istirahat. Kalau dipaksakan bisa tambah parah. Jadi, sekali lagi, maaf ya! 🙏

Terima kasih sudah mampir di work pertama aku. 🥰**

1
Ghiffari Zaka
iZhin mampir Thor🙏🙏🙏
Nelly oktavia
siapa yng bersma soraya
Nelly oktavia
banyak cerita yang belom terungkap
Nelly oktavia
ada pa ini semua rencana Soraya
Nelly oktavia
perpisahan itu membuat kamu bahgi lakukan
Siti Masitah
terlalu mudah luluh
Siti Masitah
trauma sih trauma tapi doyan ngelonte...
Siti Masitah
gitu aja....
Siti Masitah
q rasa soraya wanita yg sangaaat botol
Rehan Rehan
👍👍
Yenisia Afila
Datang2 ngaku nenek mau ambil hal selama ini gk ada konstribusi dlm hidupnya, dasar wanita edan
Wasdiah Mahfud
Kecewa
Raden Roro Natasya
aku punya temen persis dlm cerita ini, tp terbalik, papi nya asli brazil, maminya Tionghoa kelahiran Indonesia... wajah nya lbh ke Amerika latin dr pd ke Tionghoa... cakep kok dia muslim sekeluarga...
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Dewi Kesumawati
tapi kamu tetap masih terlalu baik. karena siksaan itu tidak lama dirasakan marsha. hehe, sayang sekali
NAZERA ZIAN
aku mampir ya Thor. mampir juga di karya ku. "GADIS MASA LALU" Siapa tahu suka.. 😊😊🙏🙏
cocoms
bagus alur ceritanya
Fe☕
Done 💃
mksh cerita nya kk 🤗
kerennnn 👌👍
tetap semangat berkarya ✍️✊
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor lnjjt
Sri Wahyuni
yg slah anak y yg d hancurkn perusahaan ortu y ga etis lah sm az jhat y mlah soraya kya iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!