NovelToon NovelToon
Naik Ranjang Dengan Mantan

Naik Ranjang Dengan Mantan

Status: tamat
Genre:Angst / Menikah Karena Anak / CEO / Menikah dengan Musuhku / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:371.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Imamah Nur

Takdir seakan mempermainkan kehidupan Lintang Arjuna, ia yang dulu harus merelakan Danuar Anggara, kekasihnya untuk menikahi Libra, sang kakak, kini ia harus terlibat hubungan kembali dengan pria di masa lalunya.

Awalnya Lintang pikir Danuar datang menawarkan sejuta harapan dan cinta terpendam. Namun, siapa sangka Danuar justru kembali dengan misi membalas dendam atas rasa sakit yang Lintang torehkan di masa lampau.

Hari-hari bersama Danuar begitu menyesakkan. Dia bukan sekadar istri di atas kertas, dia adalah pengasuh kedua anak kembar Danuar yang harus selalu menuruti perintahnya tanpa dihargai sedikitpun.

Hingga akhirnya Lintang begitu sakit hati dan tidak tahan oleh perbuatan Danuar yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan serta merasa seperti istri murahan, ia memutuskan untuk diam-diam pergi dari kehidupan Danuar, saat itulah Danuar menyadari kesalahannya terhadap sang istri.

Bagaimana Kehidupan mereka ke depannya? Apakah ada kata damai atau justru perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imamah Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Berkelahi

"Sudah mengucapkan belasungkawa? Kamu tidak mengincar apapun kan, di sini?tanya Mas Danu sarkasme. "Kali ini aku pastikan kamu tidak akan pernah menang dariku," lanjut pria yang duduk di sampingku ini. Aku menggaruk kepala bingung, masih tidak bisa memahami situasi ini.

Aku melihat Pak Samuel menyikapi perkataan Mas Danu dengan begitu santainya. "Calm down Bro, aku ke sini hanya ikut berkabung, bukan untuk mengusik hidupmu. Apa yang kamu takutkan dariku? Apa kamu nggak sebegitu percaya diri?"

Rahang Mas Danu mengeras lalu berdiri. "Kalau urusanmu sudah selesai pergilah!"

Aku menganga mendengar Mas Danu mengusir Pak Samuel. Bisa-bisanya pria ini melakukan hal ini di hari kematian ibuku.

"Mas Danu apa-apaan sih?" Aku tidak terima dengan sikap Mas Danu yang arogan. Bagaimana kalau dia didengar orang lain? Selain itu Pak Samuel adalah atasanku dan orang yang banyak membantuku dalam pekerjaan.

"Lintang kamu masuk!" Mas Danu menunjuk diriku dan wajahnya merah menahan amarah. Aku mendengus kesal, bukannya menghibur dia malah memarahiku.

"Mas, Pak Samuel tamuku, hargai dia Mas, lagipula dia juga atasanku di kantor. Pak Samuel untuk beberapa hari ini saya tidak bisa masuk kerja kembali, tolong bantu saya untuk–"

Kali ini tatapan intimidasi Mas Danu berikan padaku. Apa yang bisa aku harapkan? Mas Danu memang egois tidak peduli dengan perasaan orang lain.

"Tenanglah Lintang aku akan selalu ada saat kamu butuh bantuan, kebetulan aku lagi dekat dengan Bu Ceo, jadi semua akan baik-baik saja. Kamu bisa ambil cuti seminggu lagi."

"Lintang! Lihatlah si kembar!" perintah Mas Danu lagi.

"Dia ada pengasuhnya Mas!" tolakku. Dia berdecak kesal.

"Baik aku ke kamar, tapi tolong bersikap baiklah pada Pak Samuel." Aku bangkit lalu menuju kamar. Sempat kulihat Mas Danu menghela napas panjang.

"Mbak tolong ambilkan aku teh hangat ya, kepalaku masih pening." Perintahku pada pengasuh anak-anak lalu mendekati keduanya. Kedua bayi memandangku dengan mata berkaca-kaca. Apakah mereka juga merasa kehilangan atas kepergian neneknya? Sekarang benar-benar hanya aku keluarga mereka yang wanita." Aku menghela napas yang tertahan, sesak masih bergelayut di dada.

"Baik Nyonya." Punggung si Mbak berlalu dari hadapanku.

Aku masih termenung menatap kedua keponakanku dengan gamang hingga si Mbak masuk dengan tergesa-gesa.

"Nyonya! Nyonya!"

Aku berbalik dan menatap si Mbak dengan kening mengkerut. "Ada apa sih Mbak? Kayak dikejar setan saja," ucapku dengan nada kesal karena telah mengagetkanku.

"Itu ... itu ...."

"Jangan bilang kamu melihat hantu ibuku, ini belum malam juga." Entah kenapa aku sensitif hingga menebak-nebak sembarangan.

"Bukan Nyonya, itu ... itu ... Tuan Danu dan Tuan yang satunya berkelahi."

Aku langsung mengingat pada Pak Samuel. Apa dia belum pulang. "Maksudnya Pak Samuel?"

"Saya tidak tahu Nyonya."

"Pria berjas merah maroon di bawah."

"Ya, dia."

"Astaga!" Aku segera berdiri lalu menuruni tangga dengan setengah berlari.

"Pergi, kau tidak ada hak di sini!" Aku kembali mendengar nada suara Mas Danu yang meninggi.

"Kau juga sama, ayo pergi sama-sama." Aku mendengar nada suara Pak Samuel begitu datar.

"Enak saja, jangan samakan aku denganmu ya, aku itu menantu di sini, kau yang bukan siapa-siapa!"

"Halah kau cuma mantan menantu, ingat! Cuma Mantan!" sahut Pak Samuel dan itu membuat Mas Danu meradang.

Apa-apaan sih mereka, seperti anak kecil saja. Ayah juga tidak ada bedanya, dia hanya melihat keduanya dalam diam seperti patung. Apakah tidak ada sedikitpun tenaga untuk melerai mereka?

Eits, apa itu tandanya Pak Samuel belum tahu kalau Mas Danu sudah menikah denganku? Oh ya, aku lupa menyampaikan ini padanya. Aku dulu cuti dengan alasan lain. Tadinya aku ingin mengabarkan pada semua rekan bahwa aku pulang kampung karena menikah, tetapi melihat niat Mas Danu aku jadi tidak ingin banyak orang yang tahu bahwa aku sudah menjadi istrinya.

Mas Danu mendorong Pak Samuel menuju pintu. Pak Samuel tidak terima dengan perlakuan kasar Mas Danu, dia balik mendorong tubuh Mas Danu dengan kuat. Lalu Mas Danu hendak melayangkan bogem pada wajah Pak Samuel.

"Hentikan!" Aku berteriak lalu berlari ke arah mereka. Aku menangkap tangan Mas Danu dan menariknya ke belakang.

"Apa-apaan sih kalian? Berkelahi seperti anak kecil berebut permen. Sebenarnya apa yang kalian perdebatkan?"

Mas Danu menatapku lekat. "Menurutmu?!"

"Aku bertanya bukan mau menjawab pertanyaan," sahutku geram.

"Kami di sini sedang berduka, tetapi kalian main emosi tanpa memikirkan perasaan kami. Daripada kalian berdua menganggu ketentraman semua orang, lebih baik kalian berdua keluar!" Aku berteriak seraya menunjuk pintu.

"Pergi!" teriakku lagi lalu berbalik dan kembali berlari menapaki tangga. Sampai di atas aku menatap ke arah mereka yang ternyata sudah tidak ada di tempatnya. Aku masuk kamar, terduduk lemas di samping kedua keponakanku.

"Lihat ayah kalian! Jangan sampai Mama gila melihat tingkahnya yang tidak masuk akal," ucapku pada bayi yang belum mengerti apa-apa. Baru kali ini aku melihat ada orang yang ingin melayat malah di usir dan ini dilakukan oleh pria yang memiliki jabatan seperti Mas Danu. Apa dia tidak takut orang mengatakan dirinya sebagai pria yang tidak bermartabat?

Pintu kamar terdengar dibuka dan suara langkah kaki menyentuh pendengaran. Aku tidak berniat sedikitpun untuk melihat siapa orang yang kini berdiri di belakangku.

"Lintang!"

Tenyata itu Mas Danu, masih tidak malu dia menunjukkan muka di depanku setelah membuat keributan di hari kematian ibuku.

"Ada apa?" tanyaku dengan suara datar tanpa menoleh sedikitpun.

"Maafkan aku telah membuat kekacauan."

"Hmm." Aku enggan bicara.

Mas Danu menghela napas kemudian aku mendengar suara langkah kaki menjauh. Ketika aku berbalik Mas Danu sudah keluar.

"Nyonya diminum tehnya dulu," ucap si Mbak seraya mendekatkan gelas padaku. Aku menerima teh yang hampir dingin itu lalu meneguknya hingga tandas. Setelahnya aku menuju jendela dan melihat keluar. Orang-orang masih ramai, mereka tidak pulang dan membantu menyiapkan makanan untuk acara tahlilan.

Aku merasa tidak nyaman jika harus berdiam di kamar sementara aku adalah tuan rumahnya.

"Eh Mbak Lintang, kalau nggak enak badan tidak apa-apa istirahat saja dulu," ucap seorang ibu muda dengan wajah pias karena kepergok membicarakan tentang Mas Danu.

"Tidak apa-apa, aku sudah lebih baikan. Oh ya, tadi kalian bicara tentang Mas Danu, kan? Bisa kalian bicarakan padaku?"

Semua orang terkejut, saling pandang lalu memberikan kode agar salah satu membuka mulut.

"Apapun itu, percayalah aku tidak akan marah," ucapku memastikan agar mereka tidak takut.

"Mbak Lintang janji ya, tidak akan sedih." Aku mengangguk mantap.

"Itu, kami hanya mengobrol bahwa dulu mereka juga sempat terlihat bertengkar gara-gara Mbak Libra. Sepertinya mereka menyukai wanita yang sama, tapi itu dulu loh Mbak Lintang, sekarang kami yakin Mas Danu hanya mencintai Mbak Lintang." Ada raut tidak nyaman di wajah mereka.

Aku mengangguk paham dan mencoba tersenyum meskipun hati bagai tersayat belati.

"Terima kasih atas informasinya, saya suka orang-orang yang jujur," ucapku ramah.

Mereka tersenyum kaku.

1
ayu cantik
bagus
Imamah Nur: Terima kasih. Yuk lanjut baca novelku yang berjudul "Paket Cinta".
total 1 replies
Qiano Alfarizqi
visual nya dong
Ririn Nursisminingsih
ndak jelass critanya maless jdinya
Eva Karmita
aamiin ya rabbal allamin doa yang sama untuk otor semoga rejekinya lancar dan sukses selalu untuk karya"nya 🤲🤗❤️
Imamah Nur: Aamiin
total 1 replies
Iges Satria
akhirnya /Heart//Heart/
Rahma Inayah
ending yg bahagia
Rahma Inayah
selamat lintang dpt dunuar junior twins.selamt JD ibu muda
Eva Karmita
masyaalloh bahagia adem bacanya ngak ada huru hara yang ada cuma kebahagiaan ❤️🥰
Iges Satria
senangnya pada akur /Heart//Good/
Rahma Inayah
ya GK jg BS menyalakan dokter sangkin byk pasien nya BS slah mendiagnosa pasien dktr jg manusia.tp lain kli hrs hati2 dok Krn pasti pasien dan Kel merasa takut dan khawatir .tp alhamdulilah baby junior Danuarta sehat
Eva Karmita
Alhamdulillah selamat ya atas kelahiran si kembar
Eva Karmita
semangat lintang
Eva Karmita
semoga ada keajaiban si kembar 😭😭
Rahma Inayah
bukannya BS ya di oprasi dini utk mengambil baby yg meninggal aja tp yg hdp NNT pas sdh ckp br di keluarin yg mn NNT nya akan 2 kali operasi yg akan lintang lewati .apa km nyaman. lintang saat bersendawa akn keluar bau dr mulut mu spt bau busuk .yaitu bangkai dr baby td .spt teman ku Krn nikah muda dan merantau jauh dr Kel pas hamil GK tau klu baby nya sdh LM meninggal dlm perut tapi bersendawa pasti keluar bau busuk awal nya dia pikr biasa lama kelamaan ternyata baby ny sdh LM meninggal dlm perut mau GK mau hrs operasi
Imamah Nur: Beresiko operasi 2 kali dalam jarak beberapa bulan aja. Kan bayinya dalam satu rahim.
total 1 replies
Rahma Inayah
apa.gk bahaya dok nyimpen baby yg GK bernayawa dlm perutibunya .bknya hrs dikeluarkan .semoga ada keajaiban baby yg di nyatakan meninggal ternyata hdp lagi
Imamah Nur: Kalau cuma satu bisa langsung dikeluarkan tapi yang satunya belum cukup kondisinya. Masalah bahaya yang penting tetap dalam pantauan dokter
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut thoooorr 🔥💪🥰
Rahma Inayah
akhirnya kabr yg mmg dinantikan Danu akan kehamilan lintang.semoga debay nya sehat sampai lahiran .
Eva Karmita
sabar ya pa harap di maklumi mulut anakmu memang pedas kaya bon cabe tapi aslinya mas Danu sayang banget sama papa 🥰😁
Rahma Inayah
Danu GK SDR dia bcr spt tu padhl dia dl yg nuduh lintang selingkuh tp TDK terbukti
Eva Karmita
ya ampun mas Danu kamu kenapa kok sepertinya takut sama buah rambutan ada trauma kah ...???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!