Novel dalam revisi,
mohon maaf atas ketidaknyamanannya dalam membaca, Author sedang proses revisi novel ini, terima kasih
Aku menikahi seorang wanita cantik yang selama ini aku kejar.
aku harus banting tulang demi memenuhi kebiasaan hidup mewah istriku termasuk memaklumi kebiasaan buruknya yang suka menghambur-hamburkan uang , Shopping, nongkrong di cafe atau ke club malam
Mataku sudah terkunci rapat oleh cinta nya.
Sampai suati hari, Aku di paksa istriku menjadi suami sewaan untuk mantan pacarku sendiri.
Permintaan yang sangat gila, bagaimana mungkin aku bisa melakukannya, hanya dia wanita yang aku cintai selamanya.
Entah alasan apa yang membuat istriku terus membujukku untuk menikahi mantan pacar ku.
Hingga...
Keadaan dimana aku tak bisa lagi menolak.
Di lain sisi aku ingin membantu wanita itu, tapi di lain sisi aku tak ingin menyakiti istriku
Dan Akhirnya aku menikahi wanita itu, hingga sesuatu yang tak pernah ku duga terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shock
Erna memutuskan panggilan sepihak, Widya memanggil-manggil Erna namun panggilan telepon sudah berakhir.
Widya berteriak kesal, kini ia tak tahu harus bagaimana lagi, Erna harapan terakhirnya untuk keluar dari masalah ini, namun Erna memilih angkat tangan, Widya merasa kesal marah dengan dirinya sendiri.
Widya tidak bisa menyalahkan Erna, walau bagaimanapun selama ini Erna sudah banyak membantunya berbohong, sekarang kesalahannya sangat fatal sehingga kini ia menuai apa yang ia tabur. menyesal, kata menyesal yang kini ia rasakan
Widya justru merasa sangat ketakutan akan kehilangan Satria, saat ia masih bisa kembali ia malah terus melangkah jauh, saat ia terjatuh malah ia menyesal, semua sudah terlambat tak ada jalan untuk kembali.
Widya jatuh terduduk, ia bingung apa yang harus ia lakukan, bibirnya bergetar, sementara ponselnya telah tergeletak di lantai, merosot dari genggaman tangannya.
seluruh tubuh Widya gemetaran menahan takut.
Erna yang selama ini selalu membantunya kini pergi meninggalkannya.
Widya memaklumi jika Erna menolak membantunya kali ini.Widya sudah sering kali melibatkan dirinya dalam kesulitan yang di perbuatanya.
"Harus kemana lagi aku minta tolong???" gumam Widya putus asa
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya, Widya makin gemetaran, ia ragu untuk membuka pintu
"Oh tuhan mas Satria sudah pulang, bagaimana ini? kondisiku berantakan seperti ini" Widya merapihkan wajahnya di cermin dan bergegas membuka pintu
"Hallo. baby" sapa seseorang ketika pintu terbuka
Ternyata yang datang adalah Bobby yang menyeringai lebar membuat Widya muak melihatnya.
"Ngapain loe datang kemari??? sudah gila loe ya???? gue gak mau liat muka loe lagi Bob.
Sebaiknya loe pergi sekarang juga sebelum gue teriak maling" ucap Widya menutup pintu, namun bobby menahan pintu tersebut dengan kakinya, ia kemudian mendorongnya. Widya terus berusaha menutup pintu tersebut namun tenaganya kalah kuat dengan Bobby hingga akhirnya pintu terdorong kuat membuat widya terantuk pintu dan terjatuh
"Sebaik nya kamu baik-baik sama aku baby,
karena aku bawa sesuatu yang menarik tentang suami tercintamu." ucap Bobby ngeloyor masuk tanpa rasa malu
"Aku haus cepat ambilkan aku minum baby" ucap Bobby santai, ia langsung duduk di sofa, mengangkat kakinya. lagaknya seperti bos saja, ia duduk dengan senyum lebar yang terlihat sangat memuakkan, ada kelicikan terpancar dari senyumnya itu.
"Bob, gue mohon sekarang loe pergi. Mas Satria sebentar lagi akan pulang" ucap Widya pelan sambil memegang tangan Bobby dengan wajah memohon
"Suami tercintamu itu tak akan pulang cepat hari ini. Widya ku tersayang, itulah mengapa aku disini, karena aku tahu apa yang sedang suamimu itu lakukan, beberapa jam yang lalu dan mungkin mereka masih bersama" ucap Bobby tersenyum smirk sambil menggoyang-goyang ponsel yang di pegang nya
"Apa maksud ucapan loe?? jangan sembarangan ngomong loe Bob, loe pikir gue percaya??? gak, gue gak percaya sama loe Bob, sebaiknya loe pergi sekarang!!!!!” ucap Widya ketus menunjuk pintu keluar, wajah Widya merah padam karena marah.
Widya tak terima Bobby memfitnah suaminya, namun entah mengapa Bobby terlihat sangat percaya diri seperti perkataannya adalah sebuah kebenaran
"Baiklah baby. Loe sepertinya sangt percaya aama.auami loe itu. gue sepertinya harus memberikan loe informasi sesikit.
Loe harus liat sedikit video ini, apa yang ada dalam ponsel gue ini adalah bukti perkataan Gue benar atau salah. Gue mau tau bagaimana respon loe setelan lihat ini" ucap Boby tersenyum licik
Bobby lalu membuka galery fotonya, ia memperlihatkan sebuah foto hasil jepretan ponselnya siang ini di restoran tadi saat Satria bersama Anggi. terlihat Satria sedang membelai kepala Anggi, sementara Anggi bersandar di bahu suaminya
Mata Widya membulat sempurna, mulutnya terbuka tak percaya dengan yang di lihatnya.
Tiba-tiba air matanya merembes keluar
"Baaa... baaaagaimana mungkin.??????ini pasti bohong, mas Satria. bukan pria macam itu !!" Widya mulai menangis dan ia berusaha merebut ponsel Bobby
"Baby aku sudah kehabisan kesabaran.
Ambilkan aku minum lalu akan kuberikan semua yang ku dapat siang ini di restoran itu, biar kamu tahu bagaimana suamimu itu sebenarnya" ucap Bobby mengompori
Bobby tak perduli dengan Widya yang menangis, ia berjalan menuju toilet tanpa dan melewati Widya yang terduduk lemas di lantai karena shock melihat foto yang ia tunjukan beberapa menit lalu.
Dengan langkah gontai dan masih menangis Widya melangkah ke dapur dan membuatkan minuman untuk Bobby, jujur Widya penasaran dan sakit hati melihat foto yang Bobby tunjukkan
Sementara di toilet Bobby sudah menyelesaikan buang air kecilnya. ia lalu menuju ke wastafel untuk mencuci tangannya, pandangan mata Bobby tertuju pada sebuah benda kecil panjang yang tergeletak disana., taat pack yang tadi Widya gunakan. Widya belum sempat merapihkan atau membuang test pack tersebut.
Bobby mengamati benda tersebut dan kedua alisnya berkerut
"Hmm Widya ternyata sedang hamil???
pantes saja tadi pertama kulihat dia matanya sedikit sembab mungkin karena menangis, tapi mengapa dia menangis??? bukankah dia sekarang mencintai Satria? kalau begini alamat gue kehilangan sumber mata uang gue ini"gumam Bobby masih terpaku pada benda tersebut.
Bobby membawa benda yang tak lain adalah testpack tersebut ruang tamu dan melemparkan nya ke arah Widya, membuat widya terkejut
"Loe bisa jelasin ini? tanya Bobby dingin
"Jadi reaksi loe nangis karena kaget Satria selingkuh pas loe hamil anak dia????” bentak Bobby
"Sebegitu cintanya ya loe sama suami kaya gitu??? apa sih yang Satria miliki sampai loe suka dia? cowok.culun dan bodoh" cibir Bobby
"Cukup Bob, loe gak punya hak hina mas Satria, bagi gue dia sempurna.
Dia tampan, baik hati, penyayang dan sangat mencintai gue, bedanya sama loe banyak, satu aja kelebihan dia yang loe gak punya adalah, dia bekerja keras demi membahagiakan gue, sedangkan loe menguras duit gue tanpa mau bekerja demi Kebagusan loe sendiri.
loe banci Bob, gue menyesal kenal loe.
dan anak dalam kandungan gue bukan anak mas Satria, tapi anak baji***n yang sedang berdiri di depan gue sekarang” ucap Widya membuat Bobby tersendak minuman yang sedang ia teguk, matanya melotot tak percaya dengan pendengarannya sendiri
"Loe jangan becanda Wid, ini beneran gak lucu”
"Gue lagi gak becanda Bob, anak ini memang anak loe dan gue benci anak ini ada dalam rahim gue.
gue benci loe" ucap Widya mulai menangis lagi
”Cukup Wid, gue gak suka sama omongan loe, loe pasti bohong kan????” tanya Bobby tak percaya
"Dasar laki-laki banci, kenapa loe takut setelah tahu gue hamil??? loe gak bis tanggung jawab kan???
sialnya ini memang anak loe, gue udah lama gak berhubungan intim dengan mas Satria, huhuhu" Widya menangis tersedu-sedu hingga tubuhnya terguncang
tapi dengan Ridwan dan kakek nenek dia ingat.
padahal yg kenal lebih dahulu dengan satria itu kan dengan Anggi.
Mungkin novelku tidak kalah menarik bacalah Pesona Putri Kayla
💪💪💪 thor
Dulu orangtuanya yang disia²kan, sekarang satria yg digituin, emang benar sifat manusia kalo masih ada di sia²kan, kalo sudah meninggal di tangisain dan disesalLin😥😥😥😥😥