NovelToon NovelToon
Bibit Penggoda

Bibit Penggoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zahma

"Aku Eve, akan ku pastikan kamu ada di genggamanku, Kak"
.
.
.

Bagaimana kisah Revalina Diharjo mengejar cinta Sahabat Kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa kabar Kak?

"Yakin nggak mau nemenin Mas ke bengkel?".

Arya sedang memakai jaketnya, sambil matanya melirik istrinya yang sedang membaca buku di atas ranjang.

"Nggak Maaass.. Lama kan kamu kalo lagi mbengkelin si merah? Males aku ". Jawab Dewi, tanpa melihat suaminya.

"Baiklaahhh, yaudah Mas pergi dulu ya..".

"Iya Mas, hati - hati.. Aku nggak nganter ke depan yaa".

Arya mengangguk, dan segera berlalu dari kamar.

Sebelum akhirnya berkonfrontasi dengan Dewi istrinya, Arya harus melewati hari yang berat. Didiamkan oleh orang yang disayangi, tentu saja tidak mengenakkan. Dia harus membujuk Istrinya itu agar meluaskan hati kembali. Bahkan Dia sampai memohon kepada mertuanya untuk membantu meluluhkan hati Dewi.

Mertuanya sempat bertanya, ada hubungan apa Dia dengan gadis yang tempo hari bergelayut manja di lengannya. Arya kaget, karena Ayah mertuanya tahu hal itu. Itu adalah kejadian saat Eve tanpa dia duga sudah ada di depan rumahnya di pagi hari. Dan hari dimana dia mendapatkan kabar bahwa Isterinya mengalami keguguran.

Arya menjelaskan apa yang terjadi, dan siapa sebenarnya gadis itu. Tidak ada yang dia tutupi. Karena memang tidak ada yang harus ditutupi. Eve adalah adik sahabatnya, dan Dia menganggap posisinya sama seperti Azkiya adiknya. Pada akhirnya Ayah mertua mau membantu membujuk, asalkan Arya tidak lagi bertemu dengan gadis itu.

"Bagaimana caranya tidak bertemu, Yah? Dia muridku..". Tanya Arya bingung.

"Keluarlah dari sekolah untuk sementara waktu.. ". Ucap sang Ayah mertua. Bukan hal yang mudah bagi Arya untuk menuruti apa yang diminta oleh Ayah mertua. Ada banyak hal di Sekolah itu. Ini bukan tentang Eve, tetapi tentang Sekolah yang baginya sudah menjadi rumah kedua. Dia mendapat banyak pelajaran hidup di sana. Namun, harus kehilangan Dewi? Apakah dia sanggup?

"Baik Yah, Arya akan melakukannya asal Ayah membantu meluluhkan hati Dewi. Tetapi Arya akan menemui Kepala Sekolah dulu, untuk mencari pengganti ". Ucap Arya waktu itu.

Dan pada akhirnya, semua berjalan dengan baik. Menurutnya. Karena Dewi mulai mau berbicara dengannya. Satu yang sempat Dia lupakan adalah, bagaimana sahabatnya, Arkana menghandle Eve.

Arya telah sampai di bengkel langganannya. Setelah mengatakan apa saja yang bermasalah pada montir bengkel, Arya memilih duduk di ruang tunggu yang ada di area bengkel.

Arya mengambil ponsel di sakunya, dan mulai memberi kabar ke isterinya. Hingga sebuah panggilan masuk dari Mama Dimas.

"Tumben mama nelpon, biasanya hanya mengirim pesan". Ujar Arya, disertai senyuman.

"Halo Maa.. ". Arya mulai menyapa Mama sahabatnya. Bagi Arya, mendapatkan telpon dari Mama Dimas sama halnya seperti mendapat telpon dari Mama nya sendiri.

Beberapa detik tidak terdengar suara dari seberang.

"Ma?? ". Arya melihat ponselnya, memastikan apakah masih berada dalam mode panggilan, atau ternyata sudah dimatikan.

"Arya lagi di bengkel Ma, mungkin sinyal nya susah.. Suaranya nggak kedengeran ". Arya pikir, sinyalnya susah, sehingga Dia tidak mendengar suara di seberang.

Arya hendak mematikan sambungan telpon, namun urung dilakukan karena dia mendengar helaan nafas dari seberang, dibarengi suara yang membuatnya terkejut.

"Apa kabar kak? ".

Arya tahu milik siapa suara itu, tentu saja bukan suara Mama Dimas. Baru Arya akan menjawab, suara diseberang membuatnya terdiam.

"Aku kangen Kak, jangan pergi ! ". Suara Eve di seberang terdengar pilu. Setelahnya hanya suara sesegukan yang didengar Arya. Lelaki dewasa itu hanya bisa terdiam. Dia merasa bersalah untuk Eve. Harusnya gadis itu tidak seperti ini.

'Apa yang sudah kamu lakukan sampai dia seperti itu, Ar?'. Tanyanya pada diri sendiri.

Panggilan telpon dari Mama Dimas, yang ternyata adalah Eve, berlangsung selama tiga puluh menit. Dan tanpa suara. Arya hanya mendengar suara Eve menangis, sesegukan, dan mengeluarkan ingus. Setelahnya panggilan dimatikan begitu saja.

Arya menghela napas nya. Dia bisa berbuat apa memangnya.

.

.

.

Stay tune 😘

1
Protocetus
kapan lanjut lagi
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
Zahmaa: siappp
total 2 replies
Protocetus
kapan up lagi /Grievance/
Zahmaa: siap kakak /Smile/
total 3 replies
Protocetus
up thor
Protocetus
waduh seneng sama abg 😂
Protocetus
kunjungin ya thor novelku Bola Kok dalam Saku
Zahmaa: okeee
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!