NovelToon NovelToon
Second Chance For The Villain

Second Chance For The Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Sci-Fi / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Reinkarnasi / Barat
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: Tamaaaa23

Augustus Mortary telah menjadi pembunuh berantai dalam kurun waktu yang cukup lama

sudah ada 10 korban yang dia bunuh, namun karena kecerobohannya dimasa lalu dia berakhir dihabisi oleh salah satu keluarga korban

di saat saat terakhirnya dia berharap bisa diberikan kesempatan kedua untuk menebus segala dosanya

dan permintaan itu dikabulkan, saat dia terlahir kembali didunia shir yang penuh dengan kekacauan dan kegilaan

Augustus atau yang sekarang dipanggil Arthur Von Michael mulai rencana untuk menata ulang dunia dengan berbagai metode

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamaaaa23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26| Jasmine?

"Jasmine?"

Di salah satu gang terlihat seorang gadis kecil melambaikan tangannya menyuruh kami mendekat

"Kau kenal dia?"

"Ya. Dia membantuku sebelumnya"

Paula yang aku gendong seperti karung beras tiba tiba bertanya kepadaku membuatku sedikit terheran

"Tunggu apa lagi? Ayo cepat hampiri gadis itu sebelum monster itu sadar!"

Aku mengangguk setelah mendengar ucapan Paula dan segera meninggalkan monster itu dan berjalan menuju Jasmine

"Bisakah kau jaga Paula sebentar Jasmine?"

Aku menurunkan Paula dan menyerahkannya ke Jasmine membuat Paula sedikit bingung

"Apakah kau mau melawannya?"

Jasmine mengangkat kepalanya mengarah kepadaku

Matanya masih tanpa emosi membuat ku sedikit merinding

"Ya"

Setelah mengucapkan itu Jasmine mengerutkan keningnya sedikit

"Apakah kau sanggup? Bahkan kesatria senior pun akan kesulitan dalam melawannya"

Meski wajahnya terlihat tidak baik tapi perkataannya menunjukkan kekhawatiran yang jelas

"Jangan khawatir aku punya cara untuk mengalahkannya"

Aku tersenyum tanpa rasa takut sedikitpun membuat wajah Jasmine sedikit berkedut

"Terserahlah"

Jasmine membuat wajah pasrah saat melihat kelakuanku

Mendengar jawaban Jasmine aku segera berbalik dan hendak menghadapi monster itu

"E-eh tunggu dulu. Kau ingin meninggalkan ku dengannya?!"

"Jangan khawatir Paula ini akan berakhir dengan cepat"

"B-bukan itu yang ku maksud"

"Hm?"

Paula hendak mengatakan sesuatu namun dia menutup kembali mulutnya rapat rapat membuatku sedikit terheran

"Gryi"

"Huh?"

Sebelum aku mengucapkan sesuatu monster itu akhirnya kembali sadar dan menatapku dengan semua matanya

'Dia sudah mendapatkan kembali penglihatannya?'

Melihat ini aku segera mendorong Paula masuk kedalam gang dan segera menerjang monster itu dengan pedangku

"Gryauuuu!"

Tak mau kalah, monster itu juga menghantamkan pedang hitamnya kearahku

*Clang!

"Ugh..."

"Grrr.."

Mata kami saling menatap satu sama lain saat pedang kami saling bersilangan

"[Light]"

"Gryaaaa!!!"

Sebuah bola cahaya muncul diantara kami berdua membutakan mata monster itu

Aku yang melihat kesempatan itu segera menebas salah satu tangannya

"Gryhi...."

Monster itu menggeram kesakitan sambil memegang tangan kanannya

"[Winter]"

Setelah aku mengucapkan itu area sekitar tiba tiba membeku dalam sekejap membekukan hampir seluruh tubuh monster itu

"Grak..."

Nafas ku dan monster itu mulai mengepul seperi uap karena udara dingin dari sihirku

"Aku tak tahu akan seefektif ini"

Sihir es 'Winter' awalnya ada sihir percobaan yang digunakan dengan memperlambat pergerakan atom sampai benar benar melambat tapi aku tak menyangka akan sekuat ini

Monster itu tidak bisa bergerak sedikitpun, kulitnya mulai terlihat retak retak membuatnya semakin menyeramkan

"Ini yang terakhir [Judgment]"

"GRYAAAA!!-"

Pilar cahaya kuning keemasan turun dari langit dan menghantamnya

Monster itu perlahan lahan terlihat terurai dan menghilang dalam sekejap tanpa meninggalkan apapun

"Fyuhhh... Akhirnya selsai"

Aku menatap tanganku dalam diam

'Sedikit lagi... Sedikit lagi aku bisa mencapai absolute zero'

Aku menatap area sekitar yang dipenuhi es dengan tatapan penuh harapan

"Ah! Benar, Paula dan Jasmine"

Terbangun dari lamunanku aku segera berjalan menuju Paula dan Jasmine

"Um... Paula? Apa yang kau lakukan?"

Aku memandangi paula yang sedang bersembunyi dibawah kotak yang disana bisa terlihat telinga serigala berwarna coklat tua mencuat dari sela sela kotak kayu

"A-apakah sudah selesai"

"Sudah, ayo keluarlah"

Paula segera keluar dari kotak kayu itu dan telinga terkulai

"Kau benar benar mengalahkannya?"

Paula dengan ragu ragu bertanya padaku

"Tentu. Dia sudah berubah menjadi debu"

Setelah aku mengatakan itu telinga Paula yang awalnya terkulai mulai terangkat dan dia memiliki wajah bahagia diwajahnya

"Syukurlah..."

Aku tersenyum melihat Paula yang sedang mengelus dadanya dengan perasaan lega

Namun aku menyadari sesuatu yang berbeda

"Dimana Jasmine?"

Paula yang awalnya memiliki wajah senang diwajahnya tiba tiba berubah menjadi pucat

"Paula?"

Aku sedikit khawatir saat melihatnya seperti itu

"Hilang...."

"Hah?"

"Dia tiba tiba hilang!"

Mataku terbuka lebar saat mendengar ucapannya yang tiba tiba

Bagaimana Jasmine yang bersamanya dari tadi tiba tiba menghilang ini sangat tidak masuk akal

"Bagaimana dia bisa hilang? Bukankah dia bersamamu dari tadi?"

"Aku juga tidak tahu, sesaat sebelum kau datang dia tiba tiba menghilang"

Aku menatap area sekitar dalam curiga mencoba mencari jejak jejak mana namun hasilnya nihil

'Kemana dia?...'

Aku melamun menatap area sekitar yang gelap tanpa penerangan sedikitpun

"Um... Ignis bisakah kita kembali sekarang?"

Ucapan Paula membangunkan ku dari lamunan ku dan segera menatapnya

"Ah! Benar juga ini sudah larut"

Sebelum aku menyadarinya bulan sudah tepat berada diatas kepala kami

"Baiklah ayo pulang. Akan ku antar sampai keluar distrik ini"

Paula mengangguk dalam diam mendengar ucapanku

Aku dan paula segera bergegas pergi dari tempat ini sebelum ada lagi yang datang

'Siapa Jasmine....'

Aku berlari dalam diam melewati rumah demi rumah, diikuti Paula dari belakang

Pikiranku masih dipenuhi dengan apa yang terjadi hari ini

Monster yang ditulis Oscar mungkin ada kaitannya dengan ini tapi hantu anak kecil itu membuatku sedikit bingung

'Apa mungkin Jasmine...'

"Ignis, kita sudah berada diluar distrik"

"Ah.."

Aku tak sadar kalau sudah sampai membuatku tersenyum pahit saat menyadarinya

"Baiklah kalau begitu sampai sini saja. Hati hati Paula"

"Baiklah kalau begitu sampai jumpa Ignis"

Setelah mengucapkan itu Paula segera pergi meninggalkanku sendirian

'Akan lebih baik jika mengeceknya secara langsung'

Aku segera pergi menuju tempat aku menginap, rumah Jasmine

...****************...

*Clack

"Kau baru saja kembali?"

Dihadapanku ada tuan Fin yang sedang menyilangkan tangannya sambil menatapku dengan dingin

"Ah... Aku baru saja selesai melakukan misi, dan ada beberapa insiden yang tidak bisa dicegah jadi aku sedikit terlambat"

"Haa... Kau tahu, Jasmine dari tadi menunggumu sampai tertidur"

Aku sedikit tersentak saat mendengar ucapan tuan Fin

"Jasmine? Sejak kapan?"

Aku bertanya sedikit penasaran dengan apa yang baru saja aku dengar

"Sejak matahari terbenam, dia terus menunggumu sampai tertidur"

"Hah? Aku baru saja bertemu dengannya sebelumnya"

Tuan Fin sedikit mengerutkan keningnya saat mendengar ucapanku

"Apa yang kau katakan. Dia tidak pergi keluar rumah dari tadi sore"

Saat mendengar ucapannya mataku terbuka lebar tak percaya dengan apa yang aku dengar

"Haaa... Segera makan, punyamu sudah ada di atas meja"

Setelah mengatakan itu tuan Fin segera meninggalkanku sendirian dengan mata terbuka lebar

"Lalu... Apa yang aku lihat sebelumnya?"

Gumaman ku tidak sampai ke siapapun

Semua yang terjadi hari ini benar benar hal yang tidak terduga dan tidak bisa dijelaskan dengan kata kata

Aku dalam diam segera berjalan ke atas kearah kamar Jasmine

*Clack

Disana terlihat seorang anak kecil yang tertidur lelap ditemani boneka kelinci berwarna merah muda

"Dia benar benar ada disini...."

Aku segera menutup kembali pintu kamarnya dan bersandar disalah satu dinding

*Kryukkkk

"Ah... Aku harus makan"

Sebuah suara tanpa emosi keluar dari mulutku

1
Reisz
Start
Gracia
lumayan
????
yok lanjut!
????
semangat Thor
????
semangat!!
Kyle
up up up up
Knox Arcadia
Lumayan cuma ceritanya tergantung gua harap thor lanjutin ceritanya
Knox Arcadia
bagus thor aku sampai terharu dengan cerita thir
????
ga sabar Arthur ketemu sama keluarganya
Kaneki Ken
alurnya lama
Tama: makasih kak sarannya, bakal saya usahain percepat
total 1 replies
Odhiq Nda
keren thorrr....up up up
R AN L
menarik ceritany
R AN L
di tunggu kelanjutannya thor
Rian Maulana 23
We& ya
Ananda Harahap
hal klasik di dunia anime
Kerta Wijaya
🤟
Ananda Harahap
lama banget sih
Kerta Wijaya
🤟🤟
Ananda Harahap
bagus
Kerta Wijaya
🤟
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!