NovelToon NovelToon
ELKAN: Menaklukkan Hati Sedingin Es

ELKAN: Menaklukkan Hati Sedingin Es

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / Mafia / Tamat
Popularitas:59.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kiky Mungil

Kabur dari rumah demi menghindari perjodohan gila yang direncanakan oleh pamannya membawa Kelaya sampai disebuah desa yang sangat jauh dari rumahnya, hingga ia berakhir pingsan di sebuah rumah di tengah hutan yang ternyata adalah milik seorang lelaki.

Ide gila muncul saat mengetahui lelaki itu masih melajang dengan wajah yang cukup menarik sebagai seorang peternak juga pengrajin kayu, dan minim bicara, membuat Kelaya mengajaknya menikah dan nekat menjebak lelaki itu agar mereka dinikahkan secara paksa oleh masyarakat setempat.

Ide itu muncul sebagai upaya mencegah pamannya untuk menjodohkannya kembali dan lagi pula Kelaya menyukai lelaki itu.

Masalahnya, lelaki itu bagaikan musim dingin yang panjang dan terlalu misterius. Rasanya Kelaya ingin menyerah saja untuk meluluhkan hati dingin lelaki itu.

Apakah Kelaya akan benar-benar menyerah apa lagi setelah mengetahui sebuah rahasia yang disembunyikan lelaki itu? Atau bertahan sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27. Aku Tidak Semustahil itu.

Beberapa hari sebelum sebuah paket mendarat di atas pangkuan Kelaya yang membuat senyumnya seluas samudera, Elkan sudah lebih dulu merasakan kegelisahan hatinya yang tak nyaman. Ia hanya bisa berusaha mempertahankan dinding yang sudah susah payah dia bangun, tapi rupanya semakin hari dinding itu semakin keropos, tak lagi sekokoh yang dia inginkan. Semakin jauh jarak yang tercipta antara mereka, semakin belingsatan rasa yang tertanam dalam hatinya. Ini sungguh membuat frustasi. Apa lagi laporan dari Sena yang selalu mengawasi Kelaya dari kejauhan yang mengatakan bahwa setiap harinya, seorang lelaki selalu datang menemui Kelaya di kios, menemani perempuan itu makan siang, bahkan terkadang membantu Kelaya packing barang di kiosnya meski tidak dibayar.

Membayangkan Kelaya tersenyum dan nyaman bersama dengan orang lain membuat setiap inci dadanya seperti terbakar. Ia tidak ingin senyum, tawa bahkan sorot mata indah perempuan itu diberikan untuk pria lain, tapi dia terlalu bodoh untuk mempertahankan apa yang sudah dia punya.

Hingga, pagi ini dia memutuskan untuk tak lagi mempertahankan dinding yang telah keropos itu, dia meluluhlantakannya, membiarkan hatinya bernapas setelah sekian lama tersembunyi di dalam kegelapan yang dia ciptakan. Kali ini, dia akan menuruti ocehan psikolog gadungan itu, dia akan memperbaiki kesalahannya di masa lalu dengan tidak melakukan kesalahan yang sama dimasa kini.

Tapi, apakah bisa dia merebut kembali senyum cerah yang tak lagi diberikan Kelaya untuknya? Dia sadar, dia lah yang telah menciptakan jarak itu, dan kini dia menyesalinya.

"Siapa Dio?" Pertanyaan itu terlontar dengan nada kelewat sinis. Pesan yang tertulis, ditorehkan dengan kalimat yang kelewat 'menyenangkan' oleh si pengirim bernama Dio itu.

"Teman." jawab Kelaya dengan caranya yang acuh. Persis seperti yang sering dilakukan Elkan kepadanya.

"Teman?" Elkan berucap dengan tidak percaya.

Kelaya meletakkan kotak paket itu dan membuang napas kesal, sangat jelas terlihat perempuan itu mencoba untuk bersabar. "Iya, kenapa? Apa aku tidak boleh mempunyai teman?"

"Apa aku mengenal temanmu itu?"

"Mana mungkin kau mengenalnya." jawab Kelaya ketus. "Lagi pula, dengan siapa aku berteman itu bukan urusanmu."

"Itu juga urusanku." ujar Elkan dengan tegas.

"Oh, ya? Sejak kapan? Sejak kau sekonyong-konyong mencium ku hanya karena kau ingin? Atau sejak kau mengabaikan ku? Atau sejak kau menyuruhku untuk menjaga jarak darimu? Katakan!"

Elkan kembali diam dengan ekspresinya yang sulit, namun secarik pesan dari Dio sudah lumat di dalam kepalan tangan Elkan.

"Jawab aku! Jangan diam saja!" Lanjut Kelaya dengan nada tinggi yang menunjukkan kekesalannya. Dia berdiri, menghadapi Elkan yang menjulang di depannya dengan tak gentar, ia membalas tatapan dingin Elkan dengan tatapan kekesalan yang ditahannya selama beberapa hari ini.

"Kau tahu, kau sangat-sangat-sangat menyebalkan! Untuk apa kau minta maaf?! Oh, aku tahu, permintaan maafmu itu hanya untuk meredakan rasa bersalah mu saja, iya kan? Bukan karena kau mengakui kekejamanmu kepadaku, ya, kan?!"

Bug! Kelaya mengepalkan tinjunya dan meninju dada liat Elkan dengan kepalannya yang kecil itu, meski tidak memberikan efek apa pun pada Elkan, setidaknya Kelaya merasa puas melampiaskan kekesalannya.

"Berhenti memukulku dengan tangan kosong, tanganmu bisa sakit lagi." tutur Elkan dengan tenang, tangannya menggapai kepalan Kelaya.

"Apa peduli mu!" Kelaya menyentak tangan Elkan dari tangannya sendiri.

"Aku memang peduli."

"Omong kosong! Kalau kau memang peduli, seharusnya yang datang mengawasi ku dari jauh adalah kau, bukan Sena!"

"Kau tahu Sena mengawasi mu?" Elkan cukup terkejut meski dia dapat menguasai keterkejutannya.

"Ya, kenapa? Kau pasti yang menyuruhnya untuk mengawasi ku, kan?! Kalau kau memang peduli, seharusnya kau yang menjaga ku, seharusnya kau yang mengantar dan menjemput ku, seharusnya kau yang selalu datang untuk memastikan perut ku tidak kosong."

Elkan membuang napasnya pelan, lamat-lamat dia menatap Kelaya yang masih diliputi kekesalan yang memuncak. Hatinya tercubit mendengar penuturan penuh emosi yang diucapkan dengan nada bergetar itu. Ya, Kelaya benar, jika dirinya peduli seharusnya dia yang melakukan semua itu, bukan orang lain. Tapi, seperti apa yang dikatakan Haru, pengetahuannya tentang perempuan adalah nol.

"Kenapa kau tidak terus saja mengabaikan ku? Kenapa kau tidak konsisten dengan apa yang kau ucapkan? Lakukan saja apa yang selalu kau lakukan, membenciku seumur hidupmu!"

"Tidak." Sahut Elkan.

Kelaya berdecak jengkel, "Sebenarnya apa yang kau mau dariku?" tanyanya.

"Kau selalu menarik ku lagi hanya untuk kau patahkan berulang. Kenapa kau harus sekejam itu?!" Pekikan suara Kelaya yang diisi dengan nada getir membuat Elkan harus memalingkan tatapannya dari perempuan itu.

Elkan mengeraskan rahangnya. Sungguh begitu banyak kata yang tersusun di dalam kepalanya untuk dia ucapkan demi menenangkan dan meyakinkan perempuan itu agar bisa memberikannya kesempatan untuk memulai semuanya dari awal, tapi sialnya bibir tipisnya tertutup rapat. Dan begitu bibirnya bergerak terbuka, alih-alih kalimat menenangkan, justru satu kalimat yang membuat Kelaya semakin keki.

"Jauhi orang itu. Dio."

"Berikan aku satu alasan untuk menjauhinya." Tantang Kelaya.

Karena kau cemburu. Kumohon katakan kau cemburu.

"Karena dia bisa saja berbahaya."

Ah, pupus sudah! Sudah cukup dia berharap pada kekosongan yang nyata di depan mata. Mungkin, memang sudah saatnya Kelaya belajar bahwa mencintai bukan berarti harus terbalas dan bahagia selamanya. Mencintai rupanya bisa menjadi sangat menyakitkan.

Kelaya menahan air matanya agar tidak tertumpah membasahi pipinya. Kali ini, dia akan menjauh sejauh yang ia bisa untuk menjaga hatinya agar tidak terluka jauh lebih dalam. Ia menarik napasnya dalam-dalam, merasai sesaknya dada yang tertusuk menyakitkan.

"Aku tidak akan menjauhi siapa pun. Ah, kecuali kau." ucap Kelaya setelah dirinya lebih tenang, dia memungut kembali kotak handphone pemberian Dio dari atas kursi kayu.

"Aku akan belajar untuk tidak lagi mengharapkan apa pun darimu." Lanjutnya. Ia melangkah gontai melewati Elkan yang berdiri tepat di depannya, kepalanya mendadak berdenyut hebat. Ia berhenti sebentar, mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya. Ia tidak ingin menjadi si lemah di hadapan gunung es yang dingin itu.

"Memangnya kau mengharapkan apa dariku selama ini?" Suara Elkan menghentikan langkah Kelaya yang sudah berhasil melewati pria itu.

Pertanyaan itu memantik dorongan dalam diri Kelaya untuk mengungkapkan isi hatinya yang sudah dia usahakan untuk tidak tumbuh dan berkembang.

"Jatuh cinta padamu sepertinya memang sesuatu kesalahan yang seharusnya tidak terjadi." jawab Kelaya tanpa membalikkan tubuhnya menghadap Elkan. "Karena sekarang, aku menghancurkan hatiku sendiri dengan harapan-harapan yang sebenarnya aku tahu itu mustahil. Tapi aku tetap dengan bodohnya selalu berharap, kau bisa mendengar dan melihat isi hatiku." Kelaya tertawa dengan nada getir.

Karena dirasa tidak ada respon dari balik punggungnya, Kelaya hanya mampu mendesah pelan. "Tapi jangan khawatir, aku akan kembalikan lagi kehidupanmu yang dulu sebelum aku mengacaukannya. Aku akan pergi karena dengan tidak melihatmu, aku rasa aku bisa berhenti berharap padamu."

Kelaya melanjutkan langkahnya, namun sebuah cekalan pada pergelangan tangannya menghentikan langkah perempuan itu. Elkan tiba-tiba mendorongnya pelan hingga punggung ringkih itu menempel pada dinding kayu di belakangnya. Kedua lengan besar itu mengunci pada sisi kanan dan kiri, memenjarakan Kelaya dalam gelapnya sorot mata pria yang kini merundukkan tubuhnya hingga wajah mereka sejajar.

Hazel mata berwarna madu namun sedikit lebih gelap membuat Kelaya mati-matian terus menerus mengingatkan dirinya bahwa ia harus berhenti mencintai pria itu.

"Jangan...berhenti..." Ucap Elkan berkata dengan pelan dan penuh penekanan.

Namun kepala Kelaya semakin berdenyut. Suara Elkan yang berat dan dalam seolah tenggelam dalam dengungan yang memenuhi kepalanya.

"Aku tidak semustahil itu."

Pandangan kunang-kunang kini mulai menghajarnya.

"Teruslah mencintaiku. Karena aku menginginkanmu."

Tapi sayangnya semua kalimat itu tidak ada satu pun yang menggema di dalam pendengaran Kelaya. Ia ambruk begitu saja tenggelam dalam kegelapan.

.

.

.

Bersambung~~>>

1
Mrs. Ketawang
Dio itu Zeon
Mrs. Ketawang
kaaannn Dio itu penjahat😡
Mrs. Ketawang
keren ceritanya..👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Mrs. Ketawang
jurigen bgt kalo Dio musuh dlm selimut
Mrs. Ketawang
Dio nih misterius
Mrs. Ketawang
siapa sbnarnya si Dio ini,sok knal sok dekat bgt sama Kelaya😏
Mrs. Ketawang
mau di peluk jg sama bang Elkan😍😍
Mrs. Ketawang
lagi sweet"nya😍
Dio ganggu aja😁
Mrs. Ketawang
Bagus ceritanya...
pemilihan kata"nya jg indah...
knp baru nemu cerita sbagus ini😁👍🏻👍🏻
Mrs. Ketawang
WOUW....baru pertama ketemu lgsung ngajak nikah aja nih Kelaya🙈
Nelita Nopitasari
penuh teka teki🤔
Youleannaa
bagus ,,,
Desty Winianti
padahal ceritanya bagus..tp yg.baca cuma sedikit....mungkin blum pada Nemu. ini novel
Lovely Shihab
Tegang, seru, romantis n keren, dikemas apik ma author. Keren kamu thor, the best 👍👍👍👍
Lovely Shihab
Paling benci lihat orang keras kepala. Disuruh dirumah aja tetep keluar
apajalah
👌👌🍂👌🍂🍁
apajalah
bravo🍂🍁🍂🍁🍂👌👌👌
Yustika PAMBUDI
sepertinya cinta segitiga Dio, elkan dan pacarnya yg meninggal ya... ?
Siska Febriana
Dio itu ya Zeon
Lastri Naila
ceritanya bagus sekali...untungnya aq senang dgn novel yg tamat jd gak nunggu nunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!