NovelToon NovelToon
DOOM AND SIN : Diabolik Lovers (Ff)

DOOM AND SIN : Diabolik Lovers (Ff)

Status: tamat
Genre:Vampir / Anime / Iblis / Tamat
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: arka156

Takanashi Mika menatap jalanan sepi, mobil yang dinaiki melaju menuju sebuah mansion milik keluarga Sakamaki. Komori Yui. Protagonist dalam anime Diabolik lovers, anime dengan genre vampir ini adalah dunianya sekarang.

Dan sudah 11 tahun terlewat sejak pertama kali membuka mata didunia ini.

Wajah acuh tak acuh yang selalu menjadi andalan Mika membawanya menuju kedamaian.

"Takanashi Mika."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arka156, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 27

Halo semua pembaca sekalian saya mau minta tolong tandai typo yang tidak saya deteksi!

Selamat membaca!

Mika memperlihatkan Shu kecil yang sedang memetik bunga liar, sementara dirinya sibuk berfikir. Mungkinkah ini juga bagian dari ingatannya yang menghilang dan malah terselip diantara banyaknya memori kelamnya?

Apapun itu mika tidak ingin menjadikan alasan dirinya bisa dekat dengan Shu si kucing pemalas.

Semua orang pasti berfikir begitu, ditambah dengan Shu yang hobinya rebahan disana sini tanpa tau tempat.

Tapi keadaan sekarang sepertinya membuktikan bahwa mereka dekat bukan karena kebetulan.

Mika tidak bisa menebak kapan waktu terus berjalan, bahkan tidak bisa memperkirakan sudah berapa lama ia tertidur.

"Mungkin ini bukan mimpi?"

Kepalanya menggeleng cepat membuat Shu yang sedang merangkai bunga menatapnya bingung. Mata anak laki-laki itu menatap polos, saat dia dan Shu saling menatap mika langsung meraup wajah imut Shu dengan tangan menghasilkan bunyi rengekan dari si anak laki-laki.

"Apa, kenapa melakukan hal itu padaku mika-chan? Padahal wajahku sangat tampan."

Ok, emm… Shu sepertinya mulai ketularan sifat narsis dari si puan kecil.

"Aku mengakui bahwa pria kecil sepertimu tampan, tapi" saat mika menjeda ucapannya Shu mendekat dengan penasaran. Si puan kecil tersenyum sarkas "tentu saja aku cantik, dengan ketampanan mu yang tidak seberapa itu. Mana bisa kau mengalahkan ku."

Sejujurnya mika mulai berfikir bahwa kenangan yang terjadi di hidupnya tidak terlihat menyedihkan sama sekali.

"Aku senang."

Mika senang bisa mengingat kenangan indah ini.

"Mika! Dimana kamu!"

Yang dipanggil namanya menelisik sekitar taman mendengar suara berat yang memanggil namanya, terdengar familiar saat getaran itu sampai di gendang telinganya.

"Disini!" Panggilnya, tapi pria itu malah kebingungan saat mencari suaranya. "Mika disini papa!"

Jantungnya berdegup keras, 'kenapa aku memanggilnya papa? Kenapa -' batinnya bingung.

\+\+

"Ara ara sepertinya ingatan yang itu terbuka lagi," vanitas menghindar dari tendangan yang tiba-tiba muncul diatas kepalanya. "Ayolah kalian anak nyamuk terlalu bersemangat" ejekannya dengan senyum mengejek.

Subaru menggertak rahangnya dalam satu pukulan berhasil mengenai si iblis kesombongan.

"Kau kalah jumlah iblis kep\*rat!"

Ditengah pertarungan, keduanya sibuk berdebat dengan menghindari dan menyerang secara bergantian.

"Sangat disayangkan bahkan dengan banyaknya jumlah kalian dan serangan yang mumpuni seperti itu kalian bahkan tidak bisa membuatku kelelahan."

Subaru, Yuuma, dan Reiji bertugas mengalihkan perhatian si iblis kesombongan sementara Shu bertugas mengambil alih sandera (Mika) barulah kabur dari lokasi ini. Tapi Shu yang baru sampai malah ikut mengalihkan perhatian si iblis, membuat Reiji geram.

'aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa,' anak kedua Sakamaki menatap si sulung 'apa akhirnya kau jadi gila anak manja!'

Reiji terbang membentur reruntuhan setelah mendapatkan tendangan, "jangan salahkan aku karena kamu tidak fokus."

"Shu sekarang!"

Vanitas melotot, saat ia berhenti dan berbalik. "Jaraknya" ternyata jaraknya dari altar persembahan sudah dijauhkan. Iblis panik saat dia berlari dengan cepat menuju altar tempat dimana tubuh makanannya.

Sayangnya jaraknya terlalu jauh, Shu tersenyum mengejek kearah si iblis.

Disaat bersamaan tiba-tiba Ruki muncul dengan sebilah pedang ditangannya, mengarahkan serangan horizontal. Dengan kemampuannya vanitas melompat mundur dan terpaksa berhenti.

Dia pikir hanya ada empat orang saja, tiga diantaranya mengalihkan pandangannya dari Mika, satunya sudah memeluk mika dan tiba-tiba saja muncul pengganggu yang menjengkelkan.

"Hampir kena padahal, kenapa kau menghindar?"

"Pftt kau marah?-"

Vanitas mengulurkan tangannya, didepan telapak tangannya ada energi gelap kemerahan yang perlahan terkumpul. "Terima ini…"

Terjadi dentuman besar.

"Untungnya bukan kawasan penduduk" Reiji membenahi kacamatanya.

"Apa itu, tempat ini kacau balau benarkan Teddy."

Kanato datang dengan sebuah buku hitam ditangannya, tentu saja masih memeluk boneka beruang kesayangannya. Sepertinya rencana yang tidak terduga dari ayahnya benar-benar mengejutkan.

"Untuk apa buku aneh itu Kanato!" Subaru datang dengan compang camping penuh debu dan tanah, lengan dan kepalanya terluka saat cairan kental merah itu mengalir melewati pelipisnya.

"Ini…" Kanato menyerahkannya kepada Reiji. "Orang itu bilang untuk aku memberikannya pada kalian yang sedang bertarung melawan makhluk itu."

Saat Reiji menerimanya, dia membuka setiap halaman kusut dengan kertas kekuningan.

"Kosong," kacamatanya berkilau memantulkan cahaya bulan.

"Oh itu dia bilang…"

Kediaman Sakamaki, Karlheinz menatap jendela yang terbuka, hordeng panjang yang menjuntai ke lantai berkibar mengikuti angin kencang. Setelah anak-anak itu pergi untuk mengejar si iblis, tiba-tiba saja raja vampir itu berdiri.

"Tuan ada apa?" Tanya Yoichiro.

"Ikut denganku" langkahnya cepat saat si dokter dan orang-orang yang tersisa mengikutinya menuju dapur dengan bingung. "Untuk apa? Apa tuan lapar?"

Tidak ada jawaban Yoichiro sendiri berdiam diri didepan meja makan mengambil buah apel yang tersedia disana, "saya minta apelnya" ucapnya santai.

Saat si dokter gadungan berbalik apel yang baru saja digigit hampir terjatuh karena dia terkejut melihat ruangan gelap didepan matanya. Tangga yang mengarah ke ruang bawah Tanah, Yoichiro yang dengan penasaran mengikutinya di paling depan ada pria dewasa dengan pakaian rapi sedang menghidupkan obor yang terletak didinding.

Kalian ingat pelayan yang membawa koper milik mika dan yui saat mereka baru sampai? Nah itu dia si pelayan misterius.

Saat sampai didepan pintu, pelayan itu mengeluarkan sebuah kunci dengan gantungan bel yang terus berbunyi.

"Buku ini."

Karlheinz menatap anaknya yang menggendong boneka beruang, "berikan pada mereka yang melawan iblis katakan pada mereka…"

Kanato, bahkan Yoichiro terdiam mendengar apa yang diucapkan selanjutnya oleh sang raja vampir.

"Gunakan ini untuk menyegel iblis kesombongan."

Ucapan terakhir Kanato membuat mereka saling pandang. Buku yang awalnya tampak seperti buku kumuh itu tiba-tiba saja mengeluarkan aura yang anehnya menjijikkan bagi para vampir muda.

"Kalian menghindar!"

Belum sempat ketiganya menghindar sebuah balok kayu besar membuat mereka terbang dan menghantam kerasnya beton. "Siala\*…!"

"Sudah aku bilang jangan lengah saat ada musuh didepan matamu!"

Mau dilihat dari bagian manapun, si iblis kesombongan itu sepertinya sudah siap mengamuk kapan saja.

1
Alsya Elmir
asli pedopil 😑
Alsya Elmir
ara ~
Alsya Elmir
heh mukmin to mba 😳
Cyraa
kok ngak up lagi thor
Kiftia Arka: diusahakan nanti malam ya. terimakasih udah mau tunggu cerita aku.
total 1 replies
Fana Yuki
bagus
Fana Yuki
mantap lanjutkan thor
Rita Rita
wow
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!