Genre : Dark fantasi, Sistem, Cool head protagonis, supranatural meta, misteri
Namaku Yun fei, seorang Streamer konten horor yang berusia 20 tahun tidak secara tidak sengaja menemukan ponsel hitam yang bertahun-tahun mati kembali menyala.
Dalam ponsel tersebut tidak ada aplikasi lainnya. Namun, terdapat 1 aplikasi yang mengembangkan sebuah Kota Hantu?
Sejak itu, Aku telah mengalami serangkaian kejadian supranatural. Mulai dari gadis dalam cermin yang berdarah, Arwah pendendam, Komplek yang ternyata kuburan angker, dan serangkaian hal misik lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon trishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Trap of Murder
Berjalan menaiki tangga menuju lantai 4 dengan hati-hati pada setiap langkah, Yun fei seperti tidak berkedip melihat sekitar tangga dengan Spirit Eye Vision.
Melakukan ini untuk adanya kemungkinan terburuk, atau kalian sebut dengan kematian? Tapi, apakah kematian tersebut sekarang berlaku pada seseorang manusia pemilik Spirit Eye Vision? Jawabannya bisa kalian pikirkan, entah tidak atau iya.
Di sela berjalan, Yun fei menyempatkan diri untuk menyentuh permukaan pegangan tangga. Langkah ini bermaksud apakah tempat ini dibersihkan? Dia bukan tanpa alasan sama sekali berpikir seperti ini.
Untuk mencari bukti yang kuat, Yun fei mengecek apakah para pembunuh di hotel Lao ini lebih sering membersihkan tempat kejadian perkara? Iya? atau tidak? Yun fei seperti menyembunyikan kegelapan pekat, atau niat yang tidak baik dari awal.
"Ini bersih! Sepertinya mereka tidak bisa dimaafkan sama sekali." Selagi berkata seperti itu, aura hijau menyeruak dari tubuh Yun fei, itu seperti merespon kegelapan dalam hatinya.
Ada 2 kemungkinan kuat alasan Yun fei mengatakan hal tersebut. Pertama adalah hal seperti yang kalian ketahui sebelumnya, pembunuh di hotel Lao sering membersihkan tempat kejadian perkara, itu artinya mereka sering melakukan pembunuhan.
Lanjut yang kedua, korban mereka pernah mencoba untuk kabur. Dari sana Yun fei menarik kesimpulan, tanpa di sengaja korban meninggalkan sebuah jejak.
Jejak bisa kalian temukan dari karpet dengan bercak darah mengering tertinggal di beberapa tempat, itu artinya korban mereka sangatlah banyak.
Lantas kenapa tidak ada arwah gentayangan?
Ini jawaban simpel, mengingat ada arwah Lin feng di hotel Lao seharusnya sudah terjawab. Itu juga telah menjawab pertanyaan kenapa tidak ada arwah?
Bukankah seharusnya Arwah di hotel Lao sangatlah kuat karena telah memakan sesamanya? Ingat soal arwah Lin feng mengatakan mata milik Yun fei itu terlihat familiar dan pernah menyebutkan Yan luo.
Artinya arwah Lin feng sangatlah kuat dan tidak biasa, mengingat dia pernah kabur dari alam akhirat.
Sekarang alasan kenapa Yun fei takut, berkeringat dingin karena ini adalah pertama kalinya berhadapan dengan pembunuh, terlebih 20 pembunuh di suatu hotel tua yang jauh dari keramaian.
Setiap langkah dan detail tidak Yun fei lewati, dia sangat berhati-hati dalam melangkah. Kemungkinan terburuk yang dia pikirkan adalah mati." Aku mungkin bisa saja mati, jika tidak berhati-hati!"
Hingga tibalah Yun fei pada lantai 4, zona pembunuh sudah menunggu, mengintai dalam bayang-bayang, menargetkan mangsanya.
Lantai 4 hotel lao tidak berbeda jauh dengan lantai di bawahnya, hanya sedikit perbedaan. Itu adalah bau formalin dan bau amis tercium kuat, tak kuat karena baunya yang tajam, Yun fei menutup hidung.
Yun fei mengeluarkan sapu tangan dari saku celana, lalu menutup hidungnya dengan mengikatnya di area hidung dan mulutnya.
Sesudah memasang sapu tangan Yun fei berkata dengan pelan, "Aku merasa lantai ini sama seperti lantai sebelumnya, tapi di lantai ini rasanya seperti lebih berbahaya."
Menoleh ke sekitar sambil memerhatikan langkah yang pelan, Yun fei yang masih menggunakan Spirit Eye Vision dapat melihat dalam gelap dengan jelas. Dia seperti melihat beberapa orang bersembunyi di kegelapan lantai 4 yang gelap.
Dia ingin berhati-hati, setidaknya menunggu semua pembunuh di lantai 4 keluar dari persembunyian dan dia dapat menggiring mereka ke tempat lantai. Yun fei melakukan hal nekat ini, guna membiarkan Lan jing dan tuan tanah asli dapat kabur.
Begitu 5 langkah Yun fei berjalan. Tiba-tiba, sesuatu muncul dari belakangnya hendak memukul dengan benda tumpul yang berupa tongkat baseball. Dalam bayangan Yun fei, sosok wanita berambut hitam dan mengenakan pakaian seragam sekolah muncul.
Sosok itu adalah Lin Mei, dan dengan segera Lin Mei mendorong tubuh Yun fei agar dapat menghindar. Akibatnya, Yun fei tersungkur dan berhenti karena ia membentur salah satu pintu kamar.
Inilah alasan kenapa Yun fei mengaktifkan Spirit Eye Vision dari awal, bukan hanya untuk melihat dalam kegelapan. Tapi, dia juga memanfaatkan dia dapat menyentuh Arwah sekalipun.
Dari sana, Lin Mei melayang menghampiri Yun fei yang membentur pintu kamar. Dalam waktu sehari, Lin Mei sudah menganggap Yun fei seperti tuan dan dia adalah pelayanan, apakah ini karena efek pasif Spirit Eye Vision yang tidak Yun fei sadari.
Kalian pasti mengingat, wujud asli Spirit Eye Vision adalah dominasi kematian. Selama mereka mati, Yun fei lebih berkuasa. Karena dia adalah kehendak alam setelah kematian dan siklus reinkarnasi.
"Tuan Yun, apa anda tidak apa-apa?" tanya Lin Mei dengan khawatir.
Yun fei menggeleng dan menghela nafas, "Aku tidak apa apa. Terimakasih!" Setelah itu Yun fei berdiri dan melihat sosok yang menyerangnya.
Sosok iru adalah pria bertubuh besar, setinggi 200 cm, memakai baju kemeja putih kotor dan di lapisi celemek berlumuran darah dengan celana hitam.
Selain itu, pria besar tersebut juga memakai topeng karung goni terikat dengan tali tambang di lehernya. Penampilan yang sangat menakutkan dan begitu mengintimidasi mangsanya.
Berhadapan dengan sosok tersebut, jantung Yun fei berdetak sangat kencang. "Tadi hampir saja!" Yun fei bergumam setelahnya.
Belum sempat mencerna informasi, tiba-tiba pintu kamar di sebelahnya terbuka, sebuah telapak tangan besar muncul dan menarik rambutnya untuk masuk ke dalam kamar.
Namun, lagi lagi Lin Mei berhasil menyelamatkan Yun fei. Lin Mei menarik tubuh Yun fei dengan lebih kuat, menyebabkan rambutnya terpotong beberapa. Kemudian menutup pintu secara paksa, tentu saja ini membuat pemilik tangan terjepit dan menjerit.
"Arg... Sial! Ini menyakitkan!" Pemilik tangan tersebut berteriak karena kesakitan.
Tentu saja, Lin Mei tidak peduli. Gadis arwah ini lebih mengkhawatirkan keadaan Yun fei, tanpa di sengaja rambutnya rontok, walaupun tidak membuat dirinya menjadi botak, tapi ini menyakitkan.
Lin Mei melihat Yun fei meringis kesakitan, sambil memegangi rambut bagian belakang kepalanya dengan wajahnya yang sangat panik. "T- tuan Yun! Maaf! Saya tidak sengaja."
Dengan nada lirih Yun fei menjawab, "Ini sangat menyakitkan Lin Mei, aku bisa minta tolong lebih lembut?"
Mendengar jawaban Yun fei, Lin Mei terlihat murung tidak bersemangat. "Maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja... Hiks!"
Mendengar suara Lin Mei tercampur dengan suara gadis sedang menangis dan murung, Yun fei melirik Lin Mei. Gadis Arwah ini benar-benar hampir saja dia menangis, terlihat darah di sudut matanya.
Yun fei menghela nafas, "Sudahlah, lupakan!"
"Hiks... Saya tidak sengaja... Hiks... Maaf." Namun, gadis ini mulai menangis.
Hal ini membuat Yun fei merasa terbebani, belum selesai urusan dengan para pembunuh di sekitarnya, Lin Mei menangis seperti anak kecil, walaupun dia berumur remaja.
Yun fei memegangi kepalanya bukan karena sakit, melainkan pusing apa yang terjadi. 'Kenapa gadis beringas ini pada pertemuan pertamaku, menjadi jinak seperti anak kecil?' pikir Yun fei dalam benak.
Disisi lain, kedua pembunuh merasa heran kenapa Yun fei berbicara sendiri. Keduanya bahkan mulai menganggap Yun fei gila, atau mengidap penyakit mental jenis kepribadian ganda.
Keduanya saling melirik dengan tanda tanya pada wajah mereka, merasa bingung dengan seseorang yang sedang menjadi mangsanya.
"Apa dia gila?" tanya pembunuh bertubuh besar.
Sambil menggelengkan kepala rekan pembunuhnya menjawab, "Saya tidak tahu, ada kemungkinan ketua salah paham. Sebenarnya dia sama seperti kita."
Pembunuh dengan badan besar menoleh dengan heran ke rekannya, penampilan rekan pembunuh itu memiliki kemiripan dalam berpakaian, dia memakai topeng karung dengan pengikat tali pada lehernya dan memakai celemek kulit berwarna hitam.
Perbedaan mereka adalah tinggi dan besar badan yang mereka miliki, serta apa yang menjadi senjata di tangannya. Jika pembunuh yang menyerang Yun fei di awal menjelajah lantai ke 4 memakai tongkat baseball yang digunakan senjata, rekannya memakai memiliki pisau daging di tangannya.
"Kau yakin!" Pembunuh bertubuh besar kembali lagi bertanya dengan heran.
Rekannya menjawab, "Mungkin? Coba biarkan aku bertanya ke pria itu."
Pembunuh berbadan kecil berjalan mendekati Yun fei yang melihat bingung dengan sifat Lin Mei yang berubah, jika Yun fei berpikir ulang memang entah kenapa sifat Lin Mei sedikit demi sedikit berubah.
Sesampainya pembunuh berbadan kecil itu dengan Yun fei, dia menepuk pundaknya perlahan. "Kawan, apa kamu tidak apa-apa? Ah sebelumnya maafkan saya tidak sengaja menjambak rambutmu."
Di hadapan ini wajah Yun fei penuh tanda tanya, dia heran kenapa pembunuh yang mencoba membunuh dirinya menganggap teman.
"Hah?" itulah kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Selera humornya ke Yun Fei bagus pake banget
Sempet blunder beberapa menit akoh