📌 update setiap Senin sampai dengan Sabtu pukul 23.00 WIB
Apa jadinya ketika seorang sahabat baik tidak sengaja melakukan hubungan cinta satu malam?
Caca dan Marshel saling berteman baik,dari bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi.Mereka tidak sendiri, pertemanan mereka terdiri dari Caca,Marshel,jovan Andrew dan Mila . Sekelompok persahabatan yang harmonis suka dan Duka.
di suatu saat Caca terlibat one night stand dengan Marshel yang notabenenya adalah berteman, mereka tidak punya pilihan lain untuk menyembunyikan rahasia ini dari teman-teman mereka.Saat dimana mereka dihadapkan dengan permasalahan pelik tentang kehamilan Caca yang membuat kerenggangan dalam persahabatan mereka .Mampukah Caca dan Marshel menyelesaikan dengan baik dengan segala rintangan yang menghadang?
CEKIDOT--->
stay tune dan selalu berpikir positif gengs...✋
Instagram eunhyeayu90
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eunhyeayu90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 27
Caca memundurkan tubuhnya,ia begitu kaget jika satu lift dengan Marshel.Seharusnya ia tidak bersikap seperti ini,Marshel adalah temannya,ia sangat mengenal Marshel ,Dan tau semua tentangnya.lalu kenapa ia menjadi begitu asing saat melihat Marshel yang sekarang, Bukankah ia dan Marshel adalah teman.
"Kamu melihat ku seperti melihat Hantu?? Apakah aku terlihat menakutkan saat ini??" tanya Marshel dengan angkuh dan dingin.Dengan posisi yang masih bersandar di dinding lift
"ttttidddaakkk...aku hanya kaget saja...kita bisa satu lift, padahal banyak sekali lift di sini..." ucap Caca menjadi gugup
"aku sudah menuruti semua keinginanmu.. menjauh...menjaga jarak.. memikirkan masa depan... lalu bagaimana dengan dirimu??Kau bahkan terlihat tidak lebih baik dari yang aku bayangkan..."
Caca memalingkan wajahnya, nyatanya perkataan Marshel benar adanya.Caca kemudian menatap kearah wajah Marshel,
"aku terlalu menikmati menjadi seorang ibu untuk anak-anakku... Mereka tumbuh dengan baik,jadi itu membuat ku sangat puas...dan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi ku.." balas Caca
"kamu merasa rendah diri dan beban karena ada mereka di dekat mu... sehingga kau bahkan tidak bisa mencari masa depan mu seperti yang kamu inginkan??" ucap Marshel dengan dingin
"aku tidak pernah merasa mereka menjadi beban ku... Selain berubah dari penampilan mu.... perilaku mu juga berubah..!!'' jawab Caca yang sudah sangat kesal dengan ucapan keji Marshel
Marshel berjalan menuju kearah Caca, Matanya terlihat tajam dan dingin melihat kearah Caca yang tak lain teman dan juga sekaligus ibu dari anak-anaknya,
"aku bersyukur karena kamu telah menilai ku berubah...itu berarti aku sudah memenuhi semua keinginan mu padaku..." ucap Marshel dengan tajam
Caca terlihat jengah dengan perkataan Marshel yang selalu mengungkit-ungkit ucapannya saat pertemuan terakhirnya.
"Kau sungguh menjengkelkan!!! Terserah dirimu..kau ingin berubah atau apalah...aku tidak perduli!!!" balas Caca dengan teriakan keras
pintu lift terbuka dan mereka merasa ada beberapa orang yang akan masuk lift itu dengan kaget,Tak ambil pusing Marshel kemudian menarik Tangan Caca untuk pergi menjauh dari kerumunan beberapa pegawai yang melihat mereka.
Saat ini mereka berada di parkiran,Caca menghempaskan tangannya dari genggaman tangan Marshel.
"Jangan bawa-bawa aku dalam semua perubahan gila mu ini...aku tidak peduli jika kau berubah atau menemukan masa depan mu itu....aku tidak peduli!!! Terserah kau mengejekku karena aku belum menemukan masa depan ku!!!itu bukan urusan mu...urusi dirimu sendiri dan masa depan mu itu...aku tidak ingin mendengar apapun lagi dari mu!!!" ucap Caca yang kemudian pergi meninggalkan Marshel dengan mata yang mengalir.Dengan langkah yang cepat air matanya turun,ia kemudian mengusap air matanya dengan kasar.
Marshel melihat kepergian Caca dengan perasaan yang sama,dia sebenarnya tidak memiliki maksud untuk menyakiti hati Caca,dia begitu kesal karena Caca tidak menepati janji nya untuk bahagia dan menemukan masa depannya.Saat mendengar cerita dari Mitzy jika Caca lebih banyak menghabiskan di apartemen untuk bermain bersama anak-anaknya dibandingkan berkumpul dengan teman-teman kerjanya, hatinya begitu sakit.Caca lebih tertutup dari lingkungan luar, bahkan Caca juga jarang menemui orang tuanya.
...****************...
Caca masuk kedalam rumahnya,ia kemudian membenarkan diri agar tidak terlihat oleh anak-anaknya jika dirinya terlihat tidak baik-baik saja . Langkah kakinya berjalan menuju kearah sumber suara yang terlihat ramai di ruang tengah itu,Caca melihat jika ada Jovan ,Mitzy dan anak-anaknya sedang bermain bersama dengan riang gembira
"Ma..ma...." teriak Junho
Junho kemudian lari menuju kearah ibunya dan memeluknya, sedangkan jovan dan Mitzy menoleh kedatangan Caca
"eh...Ca... sudah pulang...??" tanya Jovan
"sudah lama??kamu disini..." tanya Caca dengan tersenyum
"lumayan...1 jam an...aku tidak tahu kalau kamu ada kerjaan di hari Minggu..." jawab Jovan
Caca melirik kearah Mitzy yang melihat kearah nya dengan tersenyum,
"Jov...dia mitzy,Dia adalah...."
"kami sudah berkenalan tadi...dia Tantenya Marshel kan???aku sempat tidak percaya jika Marshel memiliki tante yang seumuran denganku..." ujar jovan yang terlihat geli mendengar fakta tentang Marshel dan keluarganya
Caca tersenyum geli,ia kemudian menuntun Junho ketempat bermainnya.
" Junho..main sama Minho ya.." ucap Caca dengan lembut
"Junho...sini...lihat rubik mu belum selesai.." ucap Minho
Junho pun berjalan menuju Minho dan menyelesaikan rubrik nya.
"aku akan ke kamar dulu... tolong jagain mereka sebentar..." pinta Caca
Jovan dan Mitzy menanggapinya dengan anggukan dan juga senyuman.
Setelah Caca berjalan beberapa langkah,ia pun menoleh kebelakang dan mendengar Jovan dan Mitzy berbicara dengan raut wajah yang berseri, dari yang ia lihat adalah ada ketertarikan satu sama lain antara Jovan dan juga Mitzy.Caca tidak ambil pusing ia kemudian berjalan menuju kamarnya dan menutup kembali pintunya.Ia kemudian berjalan dengan gontai lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.
Caca masih terbayang pertengkaran nya dengan Marshel saat tadi,entah kenapa ia banyak bertengkar saat bertemu dengan Marshel.
"apa dia tidak berpikir jika aku memilih jalan seperti ini untuk kebaikan dirinya...aku bahkan mencoba menjadi ibu sekaligus ayah bagi anak-anak nya... Bagaimana bisa dia mengejekku seperti itu...!!! Hah..!!!! Dia sangat jahat dan tidak berperasaan...!!!" ucap Caca dengan meneteskan air matanya.
Caca kemudian merogoh kantongnya dan mengambil ponselnya,ia melihat beberapa notifikasi pesan dari Bu Vina.
Caca membacanya dan terlihat menghembuskan nafasnya berat,isi dari pesan bu Vina itu adalah tentang perubahan skema data.Ia harus menyelesaikan itu semua dan menyerahkan nya besok .
Caca begitu lelah menutup matanya dengan tangan dan ia kemudian terhanyut akan rasa kantuknya.Ia pun tertidur pulas seketika.
...****************...
Caca membuka matanya saat hari sudah petang,ia tidak tahu jika akan tidur selama ini.Caca terbangun dan melihat jendela kamarnya yang terbuka, ia kemudian menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Setelah beberapa menit,Caca keluar dengan berpakaian piyama.Ia kemudian menuju ke meja makan yang sudah ramai dengan suara kedua putranya dan juga Mitzy
"Ca...baru bangun...kamu terlihat sangat lelah,jadi aku tidak berani membangunkan mu .." ucap Mitzy
"kamu benar...aku sangat lelah Zy... terima kasih karena kamu menjaga mereka..." ucap Caca
"Mereka adalah cucuku...aku akan menjadi nenek yang baik..." ujar Mitzy dengan senyuman
"iya nenek...nenek Mitzy...heheheh" ucap Caca
"ma..ma...Minho makan enak..." ucap Minho
Caca tersenyum menuju kearah anaknya dan kemudian duduk di sebelah Junho, "Bagaimana Minho... Junho.. kalian suka ..makan yang banyak ya sayang....," ucap Caca dengan riang
Mitzy menyerahkan amplop coklat kepada Caca, sedangkan Caca terlihat diam melihat itu
"Zy... seperti nya aku tidak bisa menerima itu lagi..." ucap Caca
"ada apa??" Tanya Mitzy penasaran
"aku harus bisa mandiri dan membiayai kebutuhan Minho dan Junho..aku tidak mau bergantung lagi kepada Marshel..."
"Ca... Dulu kalian kan sudah sepakat jika Marshel akan tanggung jawab penuh dengan biaya mereka, kenapa kamu berubah pikiran seperti ini.." tanya Mitzy
"aku tidak bisa bergantung kepadanya...Marshel sudah memiliki kekasih dan kedepannya mereka pasti akan menikah...aku ingin tidak ada keributan tentang hal seperti ini di kemudian hari dan membuat Minho dan Junho menjadi beban.."
"Ca...Marshel pekerja keras dan tanggung jawab...dia pasti bisa memenuhi calon istrinya kelak...dan jika mereka menikah, istrinya harus bisa menerima kehadiran Minho dan Junho...Marshel tidak akan membiarkan calon istrinya bertindak semaunya..."
"zy... Ini hanya gambaranmu saja...kamu tidak tahu hati orang bagaimana dan kehidupan orang kedepannya bagaimana... aku hanya berjaga jaga...agar tidak menyakiti kedua putra ku...jadi aku mohon.. sampaikan ini semua kepada Marshel..." ucap Caca dengan lirih
Mitzy hanya bisa membuang nafasnya kasar, "Baiklah...akan aku sampaikan..."
...****************...
Keesokan harinya,Caca akan bersiap untuk berangkat bekerja.Sedangkan Mitzy juga akan bersiap mengantarkan kedua cucunya itu pergi ke sekolah.
"aku akan mengantarkan mereka... sekalian balik .." ucap Mitzy
"terimakasih Zy...kamu sangat membantu ku" balas Caca dengan senyumannya.
Saat membuka pintu apartemen,Caca dan mitzy dikejutkan dengan Marshel yang sudah berdiri didepan mereka sedangkan Minho dan Junho lalu tersenyum dan menghambur keluar memeluk Marshel.
"pa pa...." ucap Minho dan Junho berbarengan
Marshel kemudian memeluk untuk pertama kalinya kedua putranya itu.Meski tidak pernah ketemu dengan kedua putranya,Marshel akan menghubungi mereka lewat Videocall dari ponsel Mitzy saat Mitzy berkunjung ke apartemen Caca.
"kalian mau berangkat sekolah??'' tanya Marshel
Minho dan Junho mengangguk bersamaan.senyumnya begitu indah.kedua anak kembar itu tampak bahagia.
Mitzy terlihat tegang saat Marshel tiba-tiba datang ke apartemen Caca.Ini tidak biasanya, apakah karena ia telah menceritakan tentang penolakan Caca tentang uang bulanan si kembar.
"tolong antarkan mereka pergi sekolah...aku ada urusan dengan mama mereka..." ucap Marshel dengan tatapan tajam yang tertuju kearah Caca.
"iya .." jawab Mitzy
Mitzy kemudian membawa kedua anak mereka pergi ke sekolah.suasana tegang jelas terlihat diantara Marshel dan juga Caca.
Setelah kepergian Mitzy dan Anak kembar mereka,Marshel kemudian masuk kedalam apartemen Caca, sedangkan Caca terlihat menutup pintu apartemen nya,ia kemudian berjalan menyusul Marshel .
Marshel melihat apartemen yang sudah tiga tahun lebih tidak ditemuinya itu, suasana dan dekorasi sudah berbeda, banyak sekali perubahan karena ada mainan yang dominan gender laki-laki itu Marshel tampak terharu dan sedih karena anak-anaknya harus tinggal di apartemen dengan ibu dan juga asisten rumah tangga.
"cepat katakan.. aku tidak memiliki waktu karena aku harus pergi ke kantor..." ucap Caca dengan datar.
Marshel menoleh kearah Caca, melihat penampilan Caca yang modis saat pergi ke kantor seharusnya ada lawan jenis yang terpikat oleh kecantikan Caca,tapi mengapa sampai detik ini Caca masih sendiri.
"kenapa kamu menolak uang bulanan untuk Minho dan Junho??" cecar Marshel
"Mitzy pasti sudah menceritakan semua alasan ku kan...jadi aku tidak akan mengulanginya lagi..." ucap Caca
Marshel mengepalkan tangannya menahan kesal dengan alasan konyol yang dibuat Caca itu,
"aku tidak akan menikahi wanita itu!!!" ucap Marshel dengan lantang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai..hai..yeorubun... bagaimana niihh.. bagaimana....😅😅😅 lanjut kagak niih ... besok aja dilanjutkan yaaakk🤭
Halo gengs..masih aktif dan setia kan di Novel ini? terus dukung karya aku ya.. dengan cara like komen dan juga vote.sarangheo💋
Instagram eunhyeayu90
penyampaiannya cukup bagus mudah dimengerti.
sukses terus karyanya ❤️