NovelToon NovelToon
Om Leon, Marry Me!

Om Leon, Marry Me!

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Teen School/College / Tamat
Popularitas:242.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

SPIN OF STORY "GADIS TARUHAN ALVARO"

Leonardo Shan harus menelan pil pahit saat ia ingin melamar kekasihnya di hari jadi mereka yang ke lima tahu tetapi ia justru dibuat terkejut karena mendapati kekasihnya sedang berselingkuh.

Bertepatan dengan itu, perusahaan keluarganya di negara asalnya sedang mengalami masalah sehingga mengharuskannya untuk kembali. Leon menemui Frey sahabatnya untuk meminta bantuan tetapi ia diberi syarat harus menjadi bodyguard putrinya yang dulunya adalah gadis yang dijodohkan dengannya sejak dalam kandungan sedangkan mereka memiliki jarak usia 18 tahun.

Eleanor Prayoga Griffin, ia jatuh cinta pada Leon sejak pandangan pertama dan ia berusaha untuk mendapatkan hati Om Tampan tersebut.

Seperti apakah kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Leon menghentikan mobilnya kemudian ia melihat dari jarak yang sedikit jauh, ternyata benar di sana ada teman-teman Lea yang berkumpul dan mereka sedang bersiap untuk menuju ke tempat tawuran. Ia turun dari mobil dan celingak-celinguk mencari keberadaan Lea tetapi nihil, ia tidak menemukan jejaknya.

Dengan berani Leon mendekati mereka dan menepuk pundak Radit yang baru saja naik di atas motornya. Radit sedikit terkejut karena Leon mendapati mereka, ia tersenyum sinis pada Leon.

"Di mana Lea?" tanya Leon langsung.

"Lho, bukannya harusnya Lea dengan Om ya?" tanya Radit balik kemudian ia mengenakan helmnya.

Leon harus ekstra sabar, ia tahu jika ia menghadapi Radit dengan emosi maka ia tidak akan menemukan keberadaan Lea.

"Tolong jawab saja pertanyaan saya. Lea adalah tanggung jawab saya, dia selama ini dikelilingi bahaya jadi saya harus selalu mengetahui keberadaannya," pinta Leon berusaha untuk tetap tenang.

Radit menaikkan salah satu alisnya. "Iya emang Lea selama ini dikelilingi bahaya dan itu Anda! Lea nggak ada di sini, dia udah pergi sana pria tampan dengan mobil mewah tadi," ucap Radit yang cukup menohok Leon.

Berusaha untuk tidak terpancing dan yakin bahwa Lea bukanlah gadis gampangan, kembali Leon meminta Radit untuk menjawab pertanyaannya. Ia tahu dirinya dan Radit tidak akur sejak pembicaraan tadi, lebih tepatnya Radit yang mulai memusuhinya, sehingga Leon berpikir bahwa Radit hanya ingin memanas-manasi saja.

"Yang dikatakan Radit benar, Om. Lea udah pergi. Tadi dia masuk ke mobil mewah. Pria tampan membawanya pergi dan kalau saya kira-kira nih orang itu sebelas dua belas lah usianya sama Om Leon. Wah ... ternyata Lea udah move on dong dari Om Leon. Syukurlah ...."

Ucapan Junot tersebut seakan sebuah petir yang menyambar hati Leon. Ia tidak senang, benar-benar tidak senang sebab hatinya menjadi aneh. Panas, marah, gusar dan ... cemburu.

"Udah ya Om, kita mau pergi. Lea benaran nggak ada di sini. Coba telepon dia, yang pasti dia aman sama pacarnya itu, ya walaupun pria itu lebih tua darinya. Ah, aman lah pokoknya," ujar Sultan.

Leon terdiam di tempatnya bahkan rombong siswa SMA itu sudah beranjak pergi ia masih diam saja. Ia merasakan hatinya seolah baru saja diiris lalu diberi perasan air jeruk nipis dan ditaburi garam.

Perih!

"Lea ... jangan coba-coba untuk menjalin hubungan dengan pria lain. Jangan berharap menyukai pria lain selain diriku. Awas saja kau!"

....

Sepasang mata dari lantai dua mengamati pria berjas hitam dengan tampilan menawan sebab wajahnya memang sangat rupawan sedang menggandeng seorang gadis cantik berseragam SMA masuk ke dalam rumah. Matanya awas melihat gerakan mereka yang saling bergandengan tangan.

"Uncle, kenapa harus gangguin Lea sih? Nggak seru deh!" protes Lea entah untuk yang ke berapa kalinya.

Rayyan menjitak kepala Lea hingga gadis itu meringis sambil mengusap-usap bekas jitakan yang terasa panas tersebut.

"Dasar bocah aneh! Kamu itu anak perempuan dan uncle nggak bolehin kamu ikutan tawuran walaupun cuma menonton doang. Sekarang kita masuk dan ini adalah giliran kamu bantuin uncle, setelah ini kita akan kembali berusaha untuk mendapatkan pria incaranmu itu."

Lea mengerucutkan bibirnya. Teringat akan dirinya yang bertekad untuk melupakan Leon, tiba-tiba ia diculik unclenya dan kini mereka akan melakukan sebuah misi sebagai imbalannya uncle Rayyan akan membantunya mendapatkan Leon.

'Padahal 'kan gue sedang berusaha untuk melupakan Om Leon, tapi apa salahnya dicoba untuk yang terakhir kalinya. Tapi ... apa gue nggak terkesan murahan karena terus berusaha? Gue cinta atau obsesi sih? Kok gue jadi ngeri sama diri gue?'

Lea bertanya dalam hati, namun ia dikagetkan dengan suara lantang Rayyan yang sedang memanggil seseorang.

"Mikha!!"

Gadis yang berada di dekat jendela kamarnya segera turun dan menghampiri Rayyan yang memanggilnya. Dengan tergopoh-gopoh gadis itu melangkah dan berhenti tepat di hadapan Lea dan Rayyan. Ia menundukkan kepalanya.

"Buatin saya dan wanitaku minuman!" perintah Rayyan dan Mikha langsung berlalu pergi melaksakan perintah Rayyan.

Lea terus mengamati punggung gadis itu yang kini tidak terlihat lagi sebab ia berbelok menuju ke dapur. Rayyan langsung merangkul Lea menuju ke sofa ruang nonton.

"Jadi dia gadisnya?" tanya Lea sambil menatap intens pada Rayyan yang sedang tersenyum tipis.

"Ya begitulah," jawab Rayyan.

"Muda banget uncle! Jadi uncle jatuh cinta sama dia tapi dia nggak sadar —"

"Pelankan suaramu, nanti dia akan dengar," sambar Rayyan sambil membekap mulut Lea.

Paham dengan uncle-nya yang sedang menyembunyikan perasaannya dan berharap Mikha akan menyadarinya yang mungkin entah kapan, Lea pun menurut saja. Ia di sini untuk membantu uncle-nya membuat Mikha menyadari perasaannya.

"Nggak sadar kalau kamu juga sama, jatuh cinta sama yang lebih tua? Nggak usah nyinyirin uncle deh! Kamu lebih parah karena Leon itu sepantaran sama Mami dan Papi kamu," ujar Rayyan sedikit kesal.

Lea tersenyum sambil memperlihatkan giginya yang putih rapi. Ia bahkan memang lebih gila dari uncle-nya tetapi ia pun belum tahu berapa usia gadis yang bernama Mikha yang ia ketahui sebagai tawanan uncle-nya tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya.

Sedikit banyak Lea sudah tahu tentang kisah mengapa Mikha bisa berada di rumah ini dan dari awalnya begitu membenci kini uncle-nya itu jatuh cinta.

Tak lama kemudian Mikha datang dengan membawa nampan berisi minuman dan camilan di toples kecil. Dengan cepat Lea memeluk posesif lengan Rayyan. Ia bergelayut manja sambil sesekali memperlihatkan kemesraannya dan itu membuat Mikha memalingkan wajahnya.

"Hei kamu, siapa kamu?" tanya Lea ketika melihat Mikha hendak pergi.

Mikha segera menengadahkan kepalanya menatap Lea. Entah mengapa gadis ini terus menunduk, mungkin karena Rayyan selalu membuatnya merasa terintimidasi, pikir Lea.

"Sa-saya pembantu, Nona," jawab Mikha kemudian ia melirik Rayyan lalu pandangannya tertunduk.

Lea menaikkan sebelah alisnya kemudian ia menatap wajah Mikha, jujur saja wajah itu sungguh cantik tetapi tidak terawat dan terlihat masih muda, mungkin sepantaran dirinya.

"Kok pembantu cantik sih? Dan kenapa kamu selalu menundukkan kepala? Apakah wajah uncle Rayyan ini menakutkan?"

Tanpa sadar Mikha mengangguk dan mati-matian Lea menahan tawanya saat melihat mata Rayyan melotot.

"Woaahh ... wajah setampan ini kamu bilang menakutkan? Apakah kamu tidak menyukai pria tampan sepertinya? Dia ini tampan dan kaya raya," sambung Lea lagi. Dalam hati Lea benar-benar merasa uncle-nya sudah terkena kutukan cinta pada tawanannya ini.

"Ah itu —"

"Sudahlah pergi sana, aku ingin bermesraan dengan kekasihku. Nanti kamu cemburu lagi," usir Lea namun baru beberapa langkah Mikha pergi, ia kembali memanggilnya.

Mikha kembali berbalik badan, ia bingung dan sedikit kesal dengan sikap kekasih tuannya ini. Entah apa dia menyebut Rayyan, orang tua angkat tetapi tidak begitu tua sedangkan ia pun tidak diperlakukan seperti seorang anak, dan apakah bisa dianggap saudara sedangkan Rayyan begitu menakutkan di matanya. Pembantu pun namun sepertinya ia begitu banyak mendapatkan fasilitas dan diizinkan untuk kuliah di universitas ternama di negara ini.

"Jawab dengan jujur, apakah uncle Rayyan tampan?"

Mikha sedikit terkejut kemudian ia menganggukkan kepalanya.

"Dan kamu menyukainya?"

Wajah Mikha memerah, ia menundukkan kepalanya. Lea langsung menatap Rayyan dan tersenyum puas.

"Dia sepertinya juga menyukaimu uncle. Kita tinggal membuatnya merasa panas atau lebih baik kamu menyatakan saja perasaanmu padanya. Entar basi lagi kalau kelamaan disimpan," bisik Lea.

1
Phiphiet Safitri
salah satu penulis favorit
Budi Raka
Luar biasa
Budi Raka
Lumayan
Zikran Zikran
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk kryamu thoor
💜_Vicka Villya_💜: Terima kasih Kak 😊😊
total 1 replies
ari sachio
oh....begitu awal mulany mahen masuk dunia hitam y....lanjut thor...
💪🥰
Nur Adam
lnjut
selina Isirani
Luar biasa
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kocak
💋Titika tika27💋
Lnjuttt
sweetie belle
lol ngakak 🤣🤣🤣
Marya Dina
iya kan dlaam kandungan saja km udh senang liat orag berantem lea..
Nur Adam
lnjur
Nanda Ajah
ayo up lg thor
Nanda Ajah
bagus
Nur Adam
lnjut
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣 sbar ya papy frey
Anggi Anggi
puas sm ceritaanya
ari sachio
ni gegara pas coblosan lea teriak papi....🤣🤣🤣🤣🤣
Anggi Anggi
gak apa"kak..semoga cepat sembuh dan sehat lagi..semangatttt kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!