NovelToon NovelToon
Penunggu Pohon Jambu

Penunggu Pohon Jambu

Status: tamat
Genre:Kutukan / Persahabatan / Cintapertama / Mengubah Takdir / Horor / Tamat
Popularitas:55.6k
Nilai: 5
Nama Author: 🌹Ossy😘

Kematian Arin yang tidak disangka malah menimbulkan petaka. Padahal keluarga dan semua teman sahabat tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba mereka mendapatkan teror dari makhluk yang mengaku roh dari Arin. Ikuti kisahnya . Banyak rahasia tersembunyi di balik apa yang terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌹Ossy😘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Ran duduk agak jauh dari yang lain. Bukan apa-apa, memang dia sedang ingin menyendiri. Dia masih kepikiran kejadian barusan. Siapa sebenarnya yang tega melakukan hal itu. Apakah orang rumah atau orang lain.

Sungguh Ran merasa kalut dan juga takut. Dia sedang mencoba menelaah semua kejadian yang bisa menjadi titik terang. Namun semua seperti menemui jalan buntu. Tidak ada satu orang pun yang bisa dia curigai.

" Mumet..." Gumam Ran pelan.

Bertepatan dengan kata yang keluar dari mulutnya, dia mendengar Fian berteriak.

" Siapa yang melakukan ini. Kurang ajar !!! Lihat saja sampai ketemu orangnya, gue bantaii ..!!!"

Semua menoleh ke arah Fian. Kata-kata yang keluar dari mulut Fian membuat mereka sangat terkejut. Emosi dan kemarahan yang keluar dari mulut Fian sangat terlihat nyata seperti orang sadar. Namun Fian terlihat memejamkan mata. Mungkin Fian bermimpi buruk .

" Fian ... Fian.. Bangun. Kamu bermimpi ya.." Bara menepuk-nepuk paha Fian yang terpejam. Namun Fian belum terbangun juga.

" Abang.. bang Fian . Bangun tidak.." Rama menggoyang tubuh Fian sangat kencang.

" Akhhh... apa sih..."

Fian terkejut. Dia membuka mata dengan kebingungan. Nafasnya terlihat memburu dan keringat membanjiri tubuhnya.

" Kamu mimpi apa? Lihat keadaan kamu. Baju basah oleh keringat. Seperti habis dikejar setan." Ucap Bara sambil memperhatikan Fian.

" Memang di kejar setan. Eh..." Fian menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Sepertinya dia keceplosan.

" Maksud kamu apa Fian..?"

Bara sampai terbangun mendengar ucapan Fian. Bara yakin kalau dia mengatakan yang sebenarnya.

Fian malah cengengesan. Dia melihat ke arah Bara dengan senyuman kecil. Sebenarnya Fian hanya ingin mengalihkan pembahasan saja. Dia masih takut mengingat kejadian tadi.

" Fian katakan yang sebenarnya.." Bara terus mendesak Fian. Bara hanya berpikir kalau Fian baru saja mengalami kejadian aneh seperti dirinya. Dan dia ingin tahu apa yang dialami oleh Fian. Siapa tahu ada petunjuk yang dia dapatkan.

Fian memandang Bara. Fian merasa kesal dia didesak untuk bercerita.

" Kenapa sih bang, Kepengen tahu banget kayaknya..!" Fian menjawab dengan ketus.

" Galak amat Lo...!" Ran yang mendengar jawaban Fian, menjawab dengan ketus juga. Walaupun jawaban Fian bukan buat dirinya, namun Ran merasa sikap Fian keterlaluan.

" Maaf..Ya sudah kalau tidak mau menjawab..." Bara melangkah menjauh dari Fian dan kembali duduk di tempatnya semula. Bara duduk diam bersandar pada batang pohon jambu. Dia memejamkan mata sambil mengatur nafasnya.

" Bang.. Maaf. Gue bukan bermaksud membentak Abang. Cuma...." Fian berkata pada Bara. Namun dia tidak menatap Bara.

" Iya tidak apa-apa. Mungkin saya yang terlalu ingin tahu. Saya hanya berharap mimpi kamu bisa menjadi petunjuk dari semua kejadian yang terjadi belakangan ini.."

Bara menengadahkan kepala. Pandangannya menatap ke atas. Memandang daun jambu yang bergoyang-goyang ditiup angin. Namun pikirannya jauh entah kemana.

Bara memikirkan berita yang beredar belakangan ini. Desas-desus itu mungkin bener terjadi. Karena dia juga mengalaminya. Namun Bara masih tidak percaya, kenapa arwah Arin bisa menjadi arwah gentayangan.

" Iya bang. Gue tahu. Berita yang beredar belakangan ini memang sangat mengganggu pikiran kita.." Ucap Fian lagi.

Ran dan Rama masih menyimak percakapan mereka. Ran sedang mencari cela untuk masuk percakapan dan bisa memancing mereka untuk berbicara lebih banyak. Dan siapa tahu bisa menjadi petunjuk buat Ran.

Saat ini Ran belum bisa percaya pada siapa pun. Apalagi dengan kejadian tadi, sesaji yang ada di dapur, kemungkinan semua bisa menjadi tersangka. Ran tidak ingin ceroboh. Karena melihat sikap mereka Ran belum bisa memastikan siapa lawan dan kawan.

" Ram. Lo diam saja. Mikir apa sih. Dan Lo Ran, diam juga..."

Rama hanya menggelengkan kepala. Sedangkan Ran tetap pada posisi semula, tidak bergeming sedikitpun.

" Fian, untuk yang terakhir kali boleh saya bertanya.." Bara menoleh kepada Fian dan memandang dengan pandangan memohon.

" Mau bertanya apa? Jika bisa menjawab, pasti gue jawab.."

" Boleh tahu apa yang terjadi dengan kamu tadi..." Bara bertanya dengan hati-hati. Dia tidak boleh membuat Fian marah lagi.

" Memang penting sekali ya. Hingga harus tahu sampai memohon begini.."

" Bisa jadi iya. Karena ini menyangkut arwah Arin yang penasaran. Siapa tahu apa yang kamu alami bisa jadi petunjuk.." Bara menjawab dengan sendu. Dia terlihat sedih.

" Nah bener apa kata bang Bara. Siapa tahu kita bisa mendapatkan petunjuk.." Rama menoleh dan mengacungkan jempolnya.

Fian menarik nafas panjang. Dan menghembuskan secara perlahan. Dadanya terasa sesak. Dia masih merasa takut membayangkan kejadian tadi. Apa mungkin dia bisa bercerita.

" Sebenarnya gue mengalami kejadian yang menyeramkan..." ucapnya pelan.

Ketiga orang menoleh ke arah Fian secara bersamaan. Terkejut.... Pasti.

" Pantesan tadi wajahnya pucat banget.." Ucap Ran enteng. Sebenarnya dia tidak bermaksud mengejek.

" Ran..." Fian terlihat kesal. Dia malu kalau sampai ada yang tahu dengan keadaannya tadi.

" Kenapa dah..?" Ran hanya tersenyum.

" Katanya, tidak ... Ya sudahlah.." Jawaban Fian terdengar pasrah sambil mengibaskan tangan ke udara. Lambat laun pasti mereka akan mendengar juga.

" Tidak usah malu Fian. Kita tidak tahu kejadian apa yang kamu alami. Siapa tahu sungguh sangat menakutkan yang membuat kamu menjadi takut..." Kata-kata yang keluar dari mulut Bara sedikit bisa mengurangi rasa malu dia. Karena memang itulah yang terjadi.

" Memang, ada kejadian apa.. ?" Rama ikut membuka suara. Dia juga merasa penasaran dengan kalimat yang keluar dari mulut Fian.

"Sebelumnya gue minta maaf sama Lo , Ram... Ini bener gue alami. Gue tidak berbohong. Kejadian itu terjadi pas masuk mau mengambil gelas.."

" Cerita dulu ada apa bang, gue kan jadi penasaran..." Rama memandang Fian lekat. Dia sangat ingin tahu kejadian apa yang dialami Fian.

Sebelumnya Fian menarik nafas dalam. Dan kemudian menghembuskan dengan perlahan. Sambil menata hatinya yang kembali berdebar, dia mengucap Basmallah.

" Bismillahirrahmanirrahim..." Ucapnya lantang.

Dengan perlahan Fian menceritakan kejadian yang dia alami tadi pagi. Sangat runtut semua dia ceritakan. Tidak ada satu adegan pun dia lupakan. Sampai wajahnya yang terasa dingin pun dia ceritakan. Sudah tidak ada lagi rasa malu.

Dari pertama masuk rumah sampai saat bertemu Ran tadi. Tidak ada yang ketinggalan. Biar semuanya jelas. Walaupun dia harus mengumpulkan kekuatan extra untuk menceritakan hal yang sangat menakutkan buat nya. Bahkan tubuhnya juga berkeringat. Keningnya sampai terlihat mengkilap. Telapak tangannya dingin dan juga basah.

Ran , Rama dan Bara menyimak dengan seksama. Apalagi Bara. Dia sangat ingin menemukan adegan yang bisa menjadi titik terang.

Beda lagi dengan Ran. Dia memandang raut wajah Fian dengan seksama. Untuk mencari ada kebohongan atau tidak dalam kalimatnya. Dan juga ingin mengetahui apakah Fian bisa dijadikan tersangka atau tidak.

" Nah itulah yang gue alami. Jujur gue takut sekali. Gue tidak perduli mau ditertawakan. Tapi memang itulah yang terjadi. Tidak ada yang kurang dan tidak ada yang gue lebihkan.." Ucap Fian mengakhiri ceritanya.

Bara menarik nafas panjang. Cerita Fian sama persis dengan yang dia alami. Dan intinya sosok itu meminta tolong.

" Fian, apa kamu melihat jelas wajah sosok tersebut..." tanya Bara dia hanya ingin memastikan sosok tersebut Arin apa bukan.

" Iya bang. Bahkan gue seperti dipaku untuk menatap sosok tersebut..." Jawab Fian mantab.

" Apakah wajah itu menyerupai Arin... Maaf Rama..." Lanjut Bara. Kali ini dia sambil menoleh ke arah Rama. Takut Rama menjadi sedih.

" Tidak apa-apa. Kalau memang itu kejadian sebenarnya..." Rama terlihat sedih.

" Hm sebentar. Gue ingat-ingat dulu..." Fian meletakkan telunjuknya di keningnya dan terlihat berpikir sambil mengingat sesuatu.

" Sepertinya iya. Eh enggak ding. Eh iya.." Jawab Fian terlihat ragu.

" Yang bener yang mana. Iya atau tidak." Rama terlihat kesal. Dia sangat ingin tahu jawabannya. Malah yang keluar seperti orang plin-plan.

" Maaf Rama. Sekilas memang mirip. Tapi kadang berubah dan tidak mirip. Seperti..... Ya seperti wajah dua orang.."

Mereka berempat kembali diam dengan pikiran masing-masing. Yang Bara alami sama persis dengan Fian. Wajah sosok yang menghantuinya, memang kadang berubah-ubah. Suatu saat mirip Arin dan disaat itu juga berubah jadi orang lain.

" Apa mungkin....." Ran menggantung ucapan. Jarinya mengetuk-ngetuk keningnya.

" Mungkin apa Ran..." Mereka bertiga menoleh ke arah Ran dengan rasa ingin tahu.

" Sebentar.. sebentar.. Ran mikir dulu.."

" Dihh .. Bikin penasaran aja .." Fian seperti menggerutu. Dia sudah sangat bersemangat ingin tau kelanjutannya. Malah tidak sesuai yang diharapkan.

Mereka bertiga kembali ke posisi semula dengan rasa kecewa. Padahal sudah sangat penasaran dengan ucapan Ran. Dan Ran masih terlihat berpikir untuk menyimpulkan sesuatu.

" Boleh gue tahu, apa kalian bertiga mengalami hal yang sama dengan gue.." Fian memandang satu persatu mereka bertiga.

" Saya pernah.. Bahkan tidak hanya sekali.." Jawab Bara.

" Ran juga pernah..Rama kamu bagaimana..?" Ran melihat ke arah Rama.

" Ternyata benar berita yang beredar. Bahkan kita semua sudah pernah di datangi arwah Kak Arin..."

Rama menunduk sedih. Wajahnya terlihat murung. Memang benar, apa yang dia dengar barusan adalah bukti bahwa apa yang Paijo ucapkan adalah benar. Bagaimana jika Ayah dan bunda sampai mendengar cerita ini. Cerita bahwa orang terdekat mereka juga dihantui arwah sang kakak.

" Jangan sedih Ram... Kita cari inti masalahnya. Dan kemudian kita hentikan. Pasti bisa kan.." Ucap Bara. Dia merangkul Rama. Dia tahu bagaimana perasaan Rama.

" Iya Ram.. Gue pasti membantu. Dan kita harus bekerja sama untuk memecahkan masalah ini.." Fian terlihat sangat antusias. Tentu saja dia tidak mau hal ini berlarut-larut. Takutnya bisa meminta korban nyawa.

" Rama mohon, cerita ini jangan sampai ayah dan bunda tahu kalau kalian juga mengalami kejadian itu. Biarlah mereka hanya mengira kalau itu hanya berita bohong.." Rama melihat mereka bertiga dengan penuh permohonan.

" Iya Ram.. Kita akan menyembunyikan semuanya. Cukup kita berempat saja. " Ucap Fian.

" Udah siang Saya pulang dulu ya, Kalian hubungi saya kalau ada kejadian atau berita yang beredar lagi. " Bara bangkit.

" Bentar bang, gue mau ngomong sedikit. Gue hanya ingin kita bekerja sama untuk memecahkan masalah ini. Siapa dari kalian menemukan atau mengetahui petunjuk, beritahu yang lain. Dan satu lagi. Ini hanya untuk kita berempat. Kita belum tahu siapa kawan dan siapa lawan. Karena sesaji itu bisa ada di dalam rumah.."

Bara berhenti untuk mendengarkan ucapan Fian. Dan memang benar apa yang dikatakan Fian. Mereka harus bersatu memecah masalah ini. Agar segera di temukan titik terang.

" Siap kita setuju..." Jawab yang lain bersamaan.

" Sedang diskusi apa sih. Serius sekali.."

Mereka terkejut. tidak jauh dari mereka berdiri Nia yang baru pulang dari pasar. Wajah Nia terlihat merah karena terkena matahari.

" Eh, kak sudah pulang.." Ran menyambut dan membantu membawa barang belanjaan yang dibawa Nia.

" Saya sekalian mau pamit, terima kasih rujak nya dan jambunya. " Bara beranjak bangun.

Dia harus pulang karena hari telah siang. Sekalian mau mencari tahu di sepanjang jalan siapa tahu dia bisa menemukan sesuatu yang bisa jadi petunjuk.

Fian juga pamit. Tujuannya sama dengan Bara. Dia ingin bertanya pada warga, kira-kira siapa yang pernah di datangi arwah Arin.

Rumah jadi sepi. Semua masuk rumah karena memang diluar mulai panas. Apalagi seseorang yang tidak senang dengan mereka berempat. Tidak sengaja tadi dia mendengar sedikit percakapan mereka.

Semoga segera ditemukan titik terang. Agar semua menjadi kejelasan.

Bersambung

terima kasih buat yang sudah mampir. Love untuk kalian semua ❤️❤️❤️

1
estycatwoman
very nice 👍💯👋
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih 🙏🏾🙏🏾
total 1 replies
🗣️🏡s⃝ᴿ GueJoe🦅
Bagus ceritanya mbak Ossy, kalo ada waktu senggang aku ikutan baca ya 😊
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ αηтιє
iya udah langsung tamat aja ka ossy
𝐀⃝🥀Ossy: iya ..
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
penasaran baca nya lompat jauh 🤣🤣🤣
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻: Hooh penasaran sama Dokter Bara
total 2 replies
RAIN
menghibur ,
༄⃞⃟⚡⏤͟͟͞͞𝐀leaᵖʰᵉˢᵉᵏ🐾
siapa sih yg brani bermain" sm makamnya Arin😤tuk apapula bongkar" makam orang
bakalan cerita ga ni si Ran😵😵
༄⃞⃟⚡⏤͟͟͞͞𝐀leaᵖʰᵉˢᵉᵏ🐾
Katakan saja yg sbnrnya terjadi Ran ,ayah Yanto juga harus tau apa yg sbnrnya terjadi sm panti asuhan Pak Yusuf,,
eh eta penunggu pohon jambunya mulai nongolin diiri yaa 🙈🙈hiii ko seremm🏃‍♀🏃‍♀
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
aaa.. sapa tuh?
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
eelaaah somplak parah yusuf
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
dia pegang detonator?
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
aku lagi pke Uyul, gak bisa buka pintu 😅
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
ko udah tamat sih ossy ,,blum juga Arin dan RAN menikah.
terimakasih sudah menghadirkan cerita ini sukses terus oyys.
di tunggu novel berikutnya
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰: ok siap
total 2 replies
FLA
dan kasus selesai dengan akhir yg bahagia, walau si Amel masih jadi penunggu pohon jambu yg mayan jail
FLA: haaa boleh lah
total 8 replies
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
semoga setelah ini gk ada lagi dendam dan untuk Arin dn RAN semoga bisa melewati semua ini
𝐀⃝🥀Ossy: Aamiin
total 1 replies
FLA
dan ternyata yg sikopet Rizal dan yg kena virus Yusuf ish ish, tapi lega selamat semua kecuali Amel yg jadi demyt
FLA: ya boleh lah
total 6 replies
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
karena dendam Rizal menggauli Nia yg ternyata anak kandungnya
𝐀⃝🥀Ossy: Semoga blm sampai ke situ
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
semoga mereka selamat dari reruntuhan rumah itu
𝐀⃝🥀Ossy: Aamiin.. selamatin ga ya 🤣🤣
total 1 replies
FLA
Rizal emang jahata parah, ahhh semoga masih selamat semua
FLA: syippp deh
total 16 replies
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
aayeekk bom... aku satee 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅: bumbu rujak kek nay enak 😁
total 2 replies
FLA
uwahh makin seru ayo lanjuttt
FLA: yah sayang sekali
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!