Penguasa Daratan Merah
Menceritakan tentang seorang Raja Daratan Merah yang diincar oleh ketiga dewa agung, karena membawa ramalan buruk tentang mereka.
Zhen Wu yang mengetahui tentang ancaman itu, mencoba melawan mereka dengan segala kemampuannya. Dia menggunakan sebuah skill khusus yang hanya dia sendiri yang memilikinya, skill tersebut bernama Jiwa Neraka. Skill yang dapat mampu memanggil para Hantu dan mayat hidup yang sudah mati.
Namun karena kecerobohannya, dia pun terbunuh oleh ketiga Dewa Agung tersebut. Untungnya dia bisa memanfaatkan kelengahan para dewa, dan berhasil membawa jiwanya ke alam dunia bawah.
Zhen Wu yang telah berhasil berpindah tubuh, kini mulai bertekad akan membalas dendam terhadap para dewa yang mengincarnya, dan membuat ramalan yang ditakuti oleh mereka menjadi kenyataan.
*diusahakan update 2 chapter sehari atau lebih
*maaf jika masih terdapat banyak kekurangan, nantinya akan terus saya perbaiki.
terima kasih sudah membaca 😁
ig : @man_gervis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Man Gervis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 27 : Warna Perasaan
Zhen Wu masih terus menodongkan pedang miliknya ke leher Jung jiun. Pandangan dirinya tak bergeming sedikitpun, dikarenakan untuk mengantisipasi jika Jung Jiun berniat menyerangnya. Hal ini dilakukan oleh Zhen Wu, karena merasa bahwa pedang Mistik ciptaannya ini akan bisa menggemparkan dunia bawah, dan mengakibatkan dirinya diburu.
Namun hal yang tak terduga terjadi, tiba-tiba saja Jung Jiun bersujud di hadapan Zhen Wu, membuat dirinya merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh pria tua itu. Dia berpikir bahwa Jung Jiun kemungkinan ingin meminta pengampunan. Akan tetapi pikiran itupun terbantahkan.
"Aku mohon! Jadilah guruku," ucap Jung Jiun yang masih dalam keadaan bersujud.
"Haa?" Zhen Wu mengerutkan dahinya. "Kenapa aku harus menjadi gurumu? Seharusnya kau melawanku sekarang atau memaksaku dengan kekuatan milikmu, paman Jiun," tanya Zhen Wu heran, dia mengira bahwa Jung Jiun akan memaksanya bertarung.
"Ku mohon, angkat aku menjadi murid mu. Aku sudah sangat lama mencari tahu tentang rahasia senjata Mistik ini, namun tak pernah satupun jawaban yang aku dapatkan." Jung Jiun menaikan wajahnya menatap Zhen Wu. "Dan hari ini, keajaiban itu ada di depan mataku. Aku berjanji tak akan mengatakan hal ini pada siapapun. Aku mohon sekali lagi, ajari aku caranya membuat senjata tingkat Mistik!"
Zhen Wu merasa aneh dengan suasana seperti ini. Dirinya tidak menduga bahwa Jung Jiun terus memintanya menjadi guru, terlebih lagi Jung Jiun masih dalam posisi bersujud, membuat dirinya menjadi banyak berpikir.
"Hmm... Ini mungkin waktu yang tepat untuk mencoba kekuatan Zi Rin. Kita akan lihat kejujuran orang ini."
"Baiklah paman Jiun, aku akan mengajarkan mu caranya, namun setelah kau bisa menjawab semua pertanyaan ku dengan jujur," ucap Zhen Wu.
"Aku setuju!" jawab Jung Jiun serius.
"Kalau begitu bangunlah dulu paman Jiun. Rasanya agak aneh melihat dirimu terus bersujud seperti ini." Zhen Wu membantu Jung Jiun untuk berdiri lagi.
Zhen Wu sekarang mencoba menggunakan kekuatan milik Zi Rin, yang dapat melihat warna perasaan milik seseorang. Dengan mengalirkan sedikit Qi di matanya, Zhen Wu dapat mampu melihat apa yang saat ini tengah dirasakan oleh Jung Jiun.
Ada delapan warna yang dapat diketahui, diantaranya adalah Putih (netral), Hijau (ketertarikan berbicara), Kuning (tidak tertarik), Merah (marah), Hitam (rasa benci), Ungu (penuh keraguan), biru (penuh keyakinan) dan Coklat (rasa ketakutan).
Kekuatan melihat perasaan yang dimaksud adalah dapat melihat warna emosi seseorang. Contoh kecilnya ialah, jika warna yang diperlihatkan oleh orang yang berbicara menunjukan warna hitam, hal itu menandakan orang tersebut merasakan perasaan benci. Begitupun dengan warna yang lainnya.
Kekuatan ini juga bisa untuk mengetahui bahwa seseorang itu berbohong atau tidak. Lihat saja pada apa yang dikatakan orang tersebut dan warna perasaannya, jika apa yang diucapkan berbeda dengan yang ditampilkan oleh warna, maka orang tersebut pastilah berbohong.
Namun kekuatan ini hanya bisa dipicu jika orang tersebut mau berbicara dengannya. Karena jika dia hanya diam saja tanpa membuka suara, maka warna perasaan tersebut hanya akan berwarna putih (Netral).
"Oke, sekarang aku ingin bertanya sesuatu padamu, paman Jiun. Apa alasanmu menyembunyikan ranah kultivasi mu yang sebenarnya? Aku ingin jawaban yang jujur padamu," tanya Zhen Wu dengan sorot mata tajam pada Jung Jiun. Dia menyadari bahwa Jung Jiun sedang menyembunyikan kultivasinya yang sebenarnya.
Jung Jiun begitu terkejut mendengar bahwa Zhen Wu mengetahui tentang kultivasinya yang dia sembunyikan saat ini. "Bagaimana bisa kau mengetahui aku menyembunyikan ranah kultivasi ku! Padahal hampir tidak ada seseorang pun yang berada di bawah ranah milikku mengetahuinya."
Zhen Wu membaca perasaan yang di perlihatkan oleh kekuatan milik Zi Rin. Dapat dilihat dari pandangan mata milik Zhen Wu, warna perasaan Jung Jiun menampilkan warna ungu, yang berarti dirinya saat ini tengah mengalami keraguan. Zhen Wu menyimpulkan bahwa Jung Jiun saat ini mulai ragu pada Zhen Wu untuk menjawab pertanyaannya.
"Bukankah sudah kubilang, disini akulah yang bertanya. Jawab saja pertanyaan ku, paman Jiun."
Jung Jiun mencoba untuk tenang kembali dan mulai mengambil nafas dalam-dalam. "Huff, baiklah. Aku akan menjawab semuanya." Jung Jiun mulai menceritakan yang sebenarnya.
Alasan dari Jung Jiun menyembunyikannya adalah tidak lain itu semua disebabkan oleh ayahnya sendiri.
Ayah Jung Jiun bernama Jung Bao, dia adalah salah seorang kultivator yang berjuang di perang besar 50 tahun silam, saat melawan sekte Iblis. Pada masa itu, pandai besi masihlah menjadi pekerjaan yang sangat menguntungkan. Banyak orang berlomba-lomba untuk membuat senjata, karena di perang besar itu sangatlah dibutuhkan persenjataan yang melimpah.
Termasuk di dalamnya adalah Jung Bao. Dia menempa pedang dan tombak untuk dirinya dan banyak orang lain yang ikut dalam perang tersebut.
Namun semua berubah saat kemunculan dari seorang pria misterius. Orang itu dengan berani membantu mereka dalam menumpas sekte Iblis.
Awalnya mereka semua sangatlah senang, karena berhasil melawan pasukan sekte Iblis. Akan tetapi, ketika orang tersebut mulai memberikan senjata hebat kepada para bangsawan, para pandai besi mulai sedikit ditinggalkan.
Senjata pemberian tersebut sangatlah berbeda dengan yang ditempa oleh para pandai besi. Senjata yang dapat membendung kekuatan para kultivator kuat dengan mengandalkan Qi mereka, tentu saja sangat berbeda dengan senjata kelas satu sampai tiga lainnya yang mereka tempa. Nama dari senjata tersebut adalah Senjata tingkat Mistik.
Banyak dari rakyat menengah menginginkan senjata yang serupa juga dengan para penguasa. Akan tetapi mereka malah dicerca habis oleh para bangsawan, karena menurut mereka kurang pantas untuk seorang rakyat biasa memegang senjata tingkat Mistik ini.
Karena kedermawanan hati dari orang baik tersebut, para rakyat biasa akan bisa mendapatkan ratusan senjata Mistik juga. Namun ratusan senjata itu malah diterbangkan ke udara dan dilempar keberbagai penjuru.
Orang tersebut kemudian berpesan, "Jika kalian menginginkannya, carilah senjata ku ke berbagai penjuru. Siapapun yang menemukan senjata Mistik itu, dia sangatlah beruntung untuk mendapatkannya. Maafkan aku, namun aku melakukan ini demi bisa berlaku adil ke kalian semua, hanya sebatas itu yang aku punya untuk kalian."
Semua orang mengeluhkan nama dari orang tersebut dengan penuh suka cita.
Seseorang yang baik hati dan dermawan ini, dia adalah seorang pahlawan yang diberi gelas sebagai Kaisar Manusia, karena berhasil membantai para sekte iblis.
Semenjak dari dari kejadian itu, banyak orang mulai berlomba lomba mencari pedang Mistik, bahkan para bangsawan pun ikut mencari juga. Mereka ingin menjual pedang Mistik itu dengan harga yang sangat mahal. Makanya banyak orang berlomba lomba mencari senjata tersebut.
Dari sinilah awal mula kehancuran para pandai besi. Mereka yang dahulu sangatlah berjasa membuat senjata yang berguna pada perang, kini hanya bisa pasrah melihat banyak orang yang memilih mencari senjata Mistik dibandingkan membeli lagi senjata biasa.
Terlebih lagi perang dengan sekte Iblis telah usai, membuat para pandai besi hanya bisa menjual senjata mereka di serikat dagang dengan harga yang ditawar lebih murah.
Jung Jiun sedari remaja di bujuk oleh Jung Bao untuk masuk ke salah satu sekte, karena diketahui anaknya memiliki akar spiritual langka yang dapat menunjang masa depannya. Namun Jung Jiun tidak mau dan tetap ingin menemani ayahnya menjadi seorang pandai besi di usia tua.
Ayahnya terus memaksanya dan akhirnya diapun menerima dengan pasrah. Dua tahun berlalu setelah Jung Jiun memasuki salah satu sekte yang cukup terkenal, dirinya kembali berkunjung sebentar ke rumah ayahnya. Namun naasnya dia mendapati berita bahwa ayahnya telah meninggal tiga bulan yang lalu, dari salah seorang teman dekat ayahnya.
Jung Jiun sangat sedih mendengar kematian tersebut, ayahnya meninggalkan sebuah surat yang sengaja dia titipkan pada temannya untuk anaknya.
Sekilas dalam surat tersebut tidak ada yang aneh, hanya permintaan maaf Jung Bao yang menyesal tidak melihat anaknya tumbuh dewasa dengan baik. Namun ada beberapa kata tersembunyi disana yang hanya anaknya sendiri yang mengerti. Jung Jiun mengerti hal itu dan mengucapkan terima kasih pada teman ayahnya.
Selepas dari sana, Jung Jiun berlari ke arah tempat pandai besi yang cukup jauh dari rumah mereka sebelumnya. Begitu sampai, tempat pandai besi itu terlihat sudah lama ditinggalkan, karena letaknya yang cukup jauh dan sudah tidak digunakan oleh pandai besi lain, kecuali ayahnya.
Jung Jiun menggali sebuah tempat di bawah bangunan tersebut. Di dalam sana terdapat satu cincin ruang yang di dalamnya berisi surat dan sebuah belati tingkat Mistik. Dirinya begitu terkejut melihat senjata tingkat Mistik yang berada di cincin ruang tersebut.
Namun, ketika dirinya membaca surat yang ditulis oleh ayahnya, Jung Jiun perlahan mulai meneteskan air mata. Dia tidak menduga bahwa selama dia berada di sekte, ayahnya bertaruh nyawa demi mendapatkan senjata Mistik tersebut untuk dirinya ke berbagai penjuru.
Dalam surat itu ayahnya mengatakan bahwa dia sebelumnya sering kali mencoba segala cara untuk mengetahui rahasia dalam membuat senjata Mistik. Namun semuanya mengalami kegagalan. Hingga akhirnya dia menyerah dan berniat mencari senjata yang asli untuk putranya Jung Jiun. Namun di saat dirinya mendapatkannya, dia malah ketahuan oleh orang lain dan mereka berusaha merampasnya.
Akan tetapi usaha mereka berakhir sia sia, ayah Jung Jiun berhasil melarikan diri dengan selamat, walaupun mengalami luka yang cukup parah.
Ayahnya lari ke pandai besi ini dan menuliskan surat, hingga memasukan pisau tingkat Mistik itu ke dalam cincin ruang miliknya serta menuliskan surat ini. Dia kemudian lari ke teman terdekatnya dulu dan memberikan surat padanya jika anaknya suatu saat mencari dirinya.
Hingga akhirnya Jung Bao mati di depan rumah sahabatnya sendiri, tanpa bisa menjelaskan apa yang terjadi.
Dari sinilah Jung Jiun menguatkan tekadnya untuk bisa meneruskan tujuan ayahnya, dalam memecahkan rahasia dari pedang Mistik ini.
Jung Jiun tidak pernah lagi kembali ke sekte yang dia masuki. Dirinya berkelana ke berbagai tempat sambil terus menjadi seorang pandai besi seperti ayahnya, demi bisa menempa senjata Mistik. Dirinya selalu menyembunyikan kultivasinya, agar dirinya bisa membaur dengan orang biasa dan menemukan informasi yang berguna.
Namun Jung Jiun tidak pernah menemukan jawabannya dan malah berakhir di kota Tenrou hingga saat ini.
Selanjutnya>>>
Tokoh villain nya kapan muncul ya? Semoga villainnya cukup keren dan sebanding. Jangan ngebadut. Jadi perjuangan MC lebih terasa gitu. Ga melulu OP.