NovelToon NovelToon
Abang Penjual Sate, Imamku

Abang Penjual Sate, Imamku

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: aisy hilyah

Sedang direvisi.

Perjalanan hidup tak selamanya lurus mulus ke depan. Juga tidak melulu berbelok dan terjal. Adakalanya kita akan merasakan manisnya hidup saat berada di puncak. Namun tak urung juga kita merasakan pahitnya hidup saat terlempar ke dasar jurang terdalam.
Begitu pun kehidupan seorang pemuda bernama Andika Razka Pratama, yang sebenarnya adalah seorang Tuan Muda pewaris tahta Perusahaan terbesar Pratama Grup. Harus merasakan pahitnya dibuang dari kehidupan sesungguhnya.
Berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan juga membiayai pendidikannya sendiri. Menjadi saksi betapa kerasnya kehidupan Nenek yang merawatnya di pengasingan. Hingga takdir merubahnya saat dipertemukan dengan seorang kepercayaan keluarganya.
Bagaimana kehidupan selanjutnya?
Temukan intrik menarik dari kisah hidup dan asmaranya. Dibubuhi konflik yang menambah rasa dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilang

Setelah membuat kehebohan di ruangan meeting itu, Razka tidak berlama-lama berada di kantor tersebut. Ia hanya ingin memberi tahu mereka saja bahwa ia masih hidup hingga saat ini. Ferdi yang menjadi gelisah semenjak kehadiran Razka di ruangan itu, ia tidak mengerti harus melakukan apa untuk saat ini. Mempertahankan posisinya pun ia tak akan pernah bisa. 

"Apa yang harus aku lakukan?" Ucapnya dengan geram ia, menjambak rambutnya frustasi. Merapatkan giginya dan mengepalkan tangannya di atas meja. Ia masih terngiang dengan apa yang dikatakan Razka sebelum dia pergi,

'Peran Paman cukup sampai di sini. Setelah ini aku yang akan menggantikan Paman. Jika Paman bersedia mengakui semuanya, aku akan memberikan Paman kesempatan kedua. Jadi. Fikrikanlah**!'

Razka berbicara dengan berbisik di telinga Ferdi yang saat itu masih berdiri di tempat duduknya sebelum meninggalkan ruangan tersebut.

"Aaaarrrggghhhh....."

Ferdi berteriak frustasi, selesai sudah perannya sebagai CEO di perusahaan Pratama Grup. Dia memukulkan tangannya meninju meja di sana. 

"Sial! Awas saja kau Razka! Mungkin kali ini kau menang. Tapi aku tidak akan membiarkanmu bahagia. Emil. Yah. Emil."

Ferdi menyeringai jahat, dia akan melakukan sesuatu pada Emil untuk menekan Razka. Dia berjalan tergesa meninggalkan ruangan itu dan turun menuju baseman menggunakan lif. Segera saja ia masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi dari kantor tersebut.

\=\=\=\=\=\=\=

Hari ini Razka berencana mendatangi rumah Emil, ia akan membawa Emil dari rumah tersebut menemui Neneknya dan menceritakan seluruhnya. Dengan ditemani Rendy, Razka pergi dengan membawa harapan yang besar. Ia terus bergumam sepanjang jalan yang samar terdengar oleh Rendy.

"Kakak akan menjemputmu, semoga kau senang saat mengetahui jika Kakak adalah Kakak kandungmu."

Ia terus tersenyum sepanjang perjalanan, terlihat sekali gugup dan gelisah.

"Ren, apa masih jauh?" Tanyanya entah sudah yang ke berapa kali selama perjalanannya dari rumah ia bertanya seperti itu.

"Rasanya aku tidak sabar ingin memeluknya dan membawanya bersamaku."

Rendy hanya meliriknya dari spion, ia dapat menangkap kegugupan dan kebahagiaan Razka.

"Sepertinya sudah tidak jauh lagi." Razka mengangguk-anggukan kepalanya. Tak lama mobil berhenti di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi. Razka turun dari mobilnya menghampiri seorang penjaga rumah di sana.

"Permisi Pak! Saya ingin bertemu dengan pemilik rumah ini, apakah mereka ada di dalam?" Tanyanya pada penjaga tersebut. Penjaga itu menatap Razka dari ujung rambut hingga ujung kaki seolah ia sedang memindai mangsanya

"Tidak ada!" Jawabnya singkat, terdengar dingin dan tidak ramah sama sekali

"Benarkah? Apa mereka sedang pergi? Semua orang?" Tanyanya, ia mengkerutkan dahi bingung.

"Iya, mereka semua telah pergi, dan sepertinya mereka tidak akan pernah kembali lagi ke rumah ini." Jawabnya yakin.

"Apa yang membuat Anda berkata seperti itu? Dan kenapa mereka tidak akan kembali ke rumah ini lagi?" Semakin bingung Razka dibuatnya.

"Mereka semua telah pergi dan mereka telah meninggalkan rumah ini, bahkan mungkin telah meninggalkan kota ini. Sudah pergi saja mereka tidak ada!" Ucapnya ketus.

"Bagaimana dengan Emilia?" Tanyanya lagi.

"Mereka membawanya."

Deggggg... 

Jantung Razka berdegup kencang tak karuan, wajahnya berubah merah menahan amarah. Tangannya mengepal erat, saat ini sudah dipastikan bahwa dia sedang diselimuti amarah. 

'Apa yang mereka inginkan?'

Razka menggeram dalam hati. Tanpa berkata-kata lagi ia segera berbalik dan melangkah pergi meninggalkan kediaman itu diikuti Rendy yang berjalan di belakangnya.

"Tuan Muda! Kita akan ke mana?" Tanyanya sambil terus mengikuti dari berjalan. Tiba-tiba Razka mengentikan langkahnya, ia berbalik menatap Rendy dengan pandangan tajam penuh amarah. Rendy kesulitan menelan ludahnya sendiri.

'Mati aku. Apa aku salah bicara? Ya Tuhan, apa yang akan dilakukannya padaku? Wajahnya menyeramkan sekali.'

Rendy bergidik ngeri melihat wajah Razka saat ini. Seperti singa yang siap menerkam mangsanya yang lemah.

"Apa kau ingin menjadi pelampiasan amarahku?" Razka terlihat geram ia merapatkan giginya dan mengepalkan tangan.

'Ya Tuhan apa salahku kali ini?' Ucapnya dalam hati

"Tu-Tuan Mu..." Belum sempat ia melanjutkan ucapannya Razka segera memotongnya dengan mengangkat tangannya meminta untuk berhenti berbicara.

"Apa kau lupa? Aturannya. Jangan memanggilku Tuan Muda saat hanya kita berdua." Ucap Razka penuh kekesalan. Rendy menepuk jidatnya, ia lupa dengan peraturan itu.

"Baiklah. Maafkan aku, aku lupa karna sudah terlalu biasa memanggilmu Tuan Muda." Rendy memasang wajah memelas, seolah ia sedang tertindas. Razka mendengus kesal ia menghela nafas panjang.

"Baiklah. Sekarang aku beri kau tugas baru. Kerahkan beberapa orang dalam kendalimu untuk mencari adikku. Emil... Aku ingin secepatnya ia ditemukan. Aku takut mereka melakukan hal buruk padanya. Kau mengerti!" Ucapnya tegas. Rendy mengangguk mengerti.

"Baik, akan segera aku lakukan. Kau tidak perlu khawatir." Rendy meyakinkan

"Hhhaaahh. Baiklah aku mengandalkan

mu. Apa kau memiliki fotonya?" Razka bertanya pada Rendy, sesaat ia berkerut dahi melihat wajah Rendy yang sedikit memerah. Ada apa dengannya?

"Iya, aku memiliki beberapa fotonya." Ucapnya salah tingkah. Ia mengusap belakang lehernya sambil memalingkan wajahnya dari bertatapan dengan Razka. Membuat dahi Razka semakin mengkerut.

"Hhhmmm. Kalau begitu segera lakukan, aku rasa mereka belum jauh dari sini." Razka berbicara, dengan nada bicara yang tak dapat di bantah lagi. Rendy segera mengangguk mengerti. Rendy membukakan pintu belakang mobil dan Razka segera masuk ke dalamnya. Rendy berlari ke arah kemudi dan duduk di sana, ia langsung menyalakan mesin mobil begitu sampai di sana. Mobil melaju meninggalkan rumah tersebut.

"Kita akan ke mana?" Tanya Rendy memecah keheningan

"Pulang.!" Jawab Razka singkat. Rendy mengangguk sebagai jawaban dan mengambil jalan arah pulang ke rumah Razka. Ia ingin segera berbicara dengan Paman Max mengenai Emil dan membutuhkan rencana untuk dapat menemukan Emil secepat mungkin.

'Emil bertahanlah. Kakak akan segera menjemputmu." Ucap Razka dalam hati.

'Emil. Tunggu aku, semoga mereka tidak menyakitimu.' Rendy pun turut berkata dalam hatinya.

Masing-masing dari dua insan yang merasa kehilangan seseorang yang amat berarti dalam hidup mereka. Mereka berdua hanyut dalam pikiran mereka masing-masing. Tak ada pembicaraan apapun di antara keduanya selama perjalanan. Kebahagian yang terpancar tadi saat mereka berangkat, kini pupus sudah tergantikan dengan raut kekhawatiran dan ketegangan.

'Aku tidak akan membiarkan mereka lolos jika terjadi sesuatu pada adikku.'

Razka bersumpah pada dirinya sendiri akan membalas setiap perbuatan mereka yang telah menyakiti adiknya.

'Aku tidak akan membiarkan hidup mereka tenang jika mereka membuat Emil menderita.'

Rendy ikut bergumam dalam hati bersumpah pada dirinya sendiri. Mereka hanya melakukannya dalam diam, tanpa ada yang mengetahuinya satu sama lain.

Rendy telah menganggap Emil layaknya seorang adik namun ada perasaan lain yang ia sendiri tidak menyadarinya. Rendy masih belum mengerti suasana hatinya saat ini.

'Semoga kau baik-baik saja.'

Gumam mereka berdua dalam hati secara bersamaan...

1
Mazree Gati
ini aja bertele tele kapanjangan pakai seosen dua segala,,,end
Aisy Hilyah: harap dimaklumi ini pertama kali saya nulis. jadi masih belepotan masih banyak salah-salah. masih jauh dari selera hehehe
total 1 replies
Mazree Gati
skpi,flasback
Mazree Gati
uda lompat baca masi sama
Mazree Gati
flasback,,skip
Mazree Gati
emil terlalu tolol, uda tahu di benci malah ikut campur tolol
jesS Noisyanthie
knp pemeran utama y jadi ubi?
baca dari awal begitu bnyk kematian
jesS Noisyanthie
jgn ngadi² thor,
jesS Noisyanthie
jujur,randy emng harus kembali pd istri dan anak y,
tp aku masih gak terima dgn rendy pernah memberikan harapan palsu sama emil😭😭😭
jesS Noisyanthie
deri jadikan berondong y emil aja thor🤭
jesS Noisyanthie
kasihan emil ,,,
jesS Noisyanthie
berarti rendy masih suaminya,kan gak ada kata talak,trs mngpa begitu mudah jatuh cinta sama emil
jesS Noisyanthie
knp nama ibu aisy adalah yanti 😭😭
itu namaku🤭🤭
Aisy Hilyah: maa syaa Allah
total 1 replies
jesS Noisyanthie
knp nama ibu aisy adalah yanti 😭😭
itu namaku🤭🤭
jesS Noisyanthie
katanya sgt mirip mita mirna, tp tidak bagi Sony,buktinya Sony tidak menyadari kalau mereka berduq bersaudara
jesS Noisyanthie
mita ibarat menari di atas luka y mirna,dan sony tdk memikirkan hal itu,
jesS Noisyanthie
org yg terlalu kecewa dan terluka menciptakan peran antagonis,
walaupun cinta tdk bisa di paksakan,tp aku bisa merasakan apa yg di rasakan mirna
jesS Noisyanthie
tio kan asisten ortu y aisy
jesS Noisyanthie
aisy?
jesS Noisyanthie
Cuma rendy yg gak dpt pelukan emil🤭
jesS Noisyanthie
razka tanya pd ferdy apakah masih jauh rumah y,
bukan kah razka sering mengantarkan emil pulang🤔
jesS Noisyanthie: maksud ku rendy🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!