"di dalam agamaku, poligami memang diperbolehkan, tapi apa kamu bisa adil?? apa kamu mengerti apa makna kata adil??"
ucap Sarah pada Ardi sang suami yang baru saja melangsungkan pernikahan keduanya tanpa sepengetahuan sang istri.
dan lebih menyakitkannya, pernikahan Ardi di dukung oleh keluarga Ardi.
.
.
.
.
.
.
mampukah Sarah bertahan? atau meninggalkan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ambu_Radul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. nikahi aku Minggu depan!
"baru di kasih janji gitu aja udah kesenangan... ciiihhhh.. belum aja dia tau kalau kamu mandul"
"yang saya tau sarah belum punya anak dari pernikahan sebelumnya, bukan mandul" bariton berat itu seketika membungkam mama Ardi.
Andreas berjalan mendekat dengan gagahnya, tanpa aba-aba dia mencium kening Sarah dan memeluk wanitanya itu, seolah menunjukan kepemilikannya di sana.
"ini peringatan terakhir. jangan pernah macam-macam dengan sarah-ku. atau anakmu yang akan menanggung semuanya." Andreas mengingatkan mama Ardi dengan mata tajamnya
"dan kau. bisakah kau urus mulut wanita-wanita yang ada di dalam keluargamu?? semua mengandung racun. aku takut jika mereka terlibat satu sama lain, maka mereka akan saling membu*nuh." Ardi tak luput dari peringatan Andreas. tangannya sudah mengepal dan matanya memendam amarah. entah dia marah karna apa
Andreas menggenggam tangan Sarah dan membawanya masuk ke kamar Cleo..
saat mereka masuk, Sarah memeluk Andreas dan menumpahkan air matanya di dada bidang pria separuh bule itu
"ini air mata apa?? sedih? marah? atau apa??" tanya Andreas
" biarkan dulu Andreas, sebentar saja."
Andreas menuntun Sarah untuk duduk tanpa melepaskan pelukannya, mengisyaratkan pada Cleo bahwa mommynya sedang tidak baik-baik saja, dan meminta waktu untuk berdua.
Lima menit sudah Sarah membasahi kemeja andreas, dia mulai bicara dan mengusap air matanya.
"apa salahku?? apa salahku sampai mereka masih saja mengurusi kehidupanku??"
"mereka hanya iri kau bahagia honney"
"apa jika aku susah mereka tak akan ikut campur lagi?"
"nooo aku tak yakin, mungkin mereka akan bertepuk tangan, maka dari itu kau harus terus berbahagia."
"nikahi aku Minggu depan Andreas. aku ingin pesta yang mewah dan diliput oleh stasiun televisi"
"yyyeeeeeaaaaaaayyy..."
ucapan Sarah membuat Cleo bersorak Sorai sampai dia lupa dengan infus di tangannya.
"Sarah?? honney, are you sure???" Andreas tak percaya dengan ucapan Sarah
"aku tak suka menggulang pernyataan yang barusan"
"okeeey okkeeey... aku harus apa??" seketika Andreas tak tau apa yang harus dia perbuat, pikirannya membeku seketika..
"telpon uncle David Dady .." justru Cleo yang bisa di andalkan saat ini
"ya baby, good job.."
senyum itu tak luntur dari wajah pria tampan itu.
sebuah pesta mewah, diliput oleh semua media, dan akan di hadiri bintang-bintang ternama akan di langsungkan..
akan di pastikan pesta pernikahan ini akan menjadi ajang fashion bagi artis-artis tanah air.
"mommy, apa boleh aku mengundang semua teman sekolahku? apa boleh aku mengundang semua Miss yang ada di sekolah?? OOO iya, pak Ulil juga, dia satpam di sekolah yang baik sekali" Cleo berceloteh sambil Sarah suapi makan.
"boleh baby, semua orang yang ada di sekolahmu di undang, termasuk ibu kantin" ujar Andreas
dia masih saja menatap Sarah tak sabar akan pernikahannya. tak sabar memeluk Sarah sepuasnya, tak sabar menciumi Sarah setiap hari, tak sabar untuk aaakkhh banyak sekali yang sudah Andreas pikirkan.
"jangan menatapku lama-lama Andreas.. kau bisa jatuh cinta untuk keseribu kali" ucap Sarah menggoda Andreas
pria bule yang sedang duduk di sofa tamu itu justru menghampiri Sarah dan Cleo..
"jangan macam-macam" Sarah mengingatkan
Andreas yang tadinya ingin memeluk Sarah harus berbelok arah memeluk Cleo dan ikut naik keatas ranjang.
"heeeeemmmmph kau akan memiliki mommy sungguhan clay.. "
"ya.. dan aku akan minta ditemani tidur oleh mommy setiap hari"
"nooooooo... mommy akan tidur dengan dady.. apa kata dunia jika kau menguasai istriku."
"kenapa memang? kan aku dan mommy perempuan.. just woman only"
"hiiisssh, dari mana kau dapat kata-kata itu??
uang jajan mu akan Dady potong jika mommy kau kuasai"
"ooohh good... aku tak bisa membeli seri Barbie terbaru jika Dady tidak memberikan aku uang jajan" Cleo mengerucutkan bibirnya.
"mommy yang akan belikan kalau begitu"
"nooo sayang, kau tidak boleh memanjakan princess bawel ini"
"isssh... Dady mulai menghasut mommy" Cleo semakin merajuk dengan Andreas..
mereka masih saja bernegosiasi tentang 'siapa yang berhak tidur dengan sarah'
"eemmm.. begini saja, kau boleh tidur siang sepuasnya dengan mommy mu, tapi saat malam mommy harus tidur dengan Daddy karna mom penakut.. bagaimana??"
Cleo mengetuk jari telunjuknya di kening, mencoba berpikir..
"kenapa harus aku siang dan dad malam??"
"karna dad tidak ada di rumah saat siang"
"masuk akal juga.. eeemmmm..."
"bagaimana jika mommy tidur dengan bi Imas saja??" Sarah ikut memberikan suara
"NOOOOOOOO!!!!" jawab ayah dan anak itu serempak..
membuat mereka tertawa, siapa pun yang mendengarnya pasti akan merasakan kebahagiaan juga..
"assalamualaikum..."
"waalaikumussalam" sahut mereka berbarengan
"caaacaaaaaa...."
"claaaayyyy"
suara cempreng dua gadis kecil itu memenuhi isi ruangan.
.
.
.
.
🍂🍂🍂🍂
.
.
.
.
sementara itu di ruang rawat risma, mama Ardi menatap Risma tidak suka walau pun Risma telah memberikan dia cucu yang cantik.
"hhheeeeeeemmmpphh.. harusnya tu kamu bisa ris melahirkan di bidan, ngapain sih pake lahiran di rumah sakit. biayanya besar, belum lagi buang waktu. kalo di bidan kan bisa ibu atau mama yang jaga kamu." ucap mama Ardi tanpa memikirkan Risma yang masih kesakitan pasca operasi Caesar.
"maaa, Risma baru aja operasi lho, kok mama ngomong gitu??" Ardi menegur mamanya pelan.
"ya istri kamu manja, maunya Caesar. orang tuh ya, usaha dulu ngeden biar bisa normal. mau aja di suruh Caesar." mama Ardi semakin kesal. sedangkan Risma sudah tak tahan menahan air matanya
pengorbanan melahirkannya malah di hina oleh sang ibu mertua. tak ada satu pun kata pujian. padahal, melahirkan pun mereka di bantu oleh asuransi yang di berikan oleh kantor Ardi.
"mama kenapa sih ma sensi banget sama aku?? salah aku apa mah? aku habis ngelahirin cucu mama, anaknya mas Ardi, tapi mama malah ngehina aku kaya gini, sakit mah hati aku..." Risma mengungkapkan isi hatinya yang sudah tak bisa di tahan.
"mama tenang aja, biaya rumah sakit ini di tanggung asuransi dari kontor mas Ardi. jadi kalau mama khawatir uang bulanan mama akan kepotong, tenang. ga akan aku potong. lagi juga kamu ga ngebebanin mama, kita ga minta uang sama mama.."
memang benar ya g di katakan Risma. dia dan Ardi tidak membebani sang mama sama sekali, malah justru mama Ardi datang sekarang ada misi terselubung.
"heeeeehhh.... terserah deh, di kasih tau malah nangis, marah... dasar anak jaman sekarang." mama Ardi justru tidak mau mengalah dengan perkataannya. dia tetaplah yang benar di matanya sendiri.
janda kaya dak mau x dg duda kere adik mu