NovelToon NovelToon
Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Roh Supernatural / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Matabatin / Horor
Popularitas:270.3k
Nilai: 4.4
Nama Author: Ifdetul Faihak

KARYA SEDANG DI REVISI. HARAP MAKLUM JIKA MENJUMPAI KESALAHAN KATA ATAU ALUR YANG AMBURADUL!

WARNING
BAB YANG BERTANDA (~) TANDANYA TELAH REVISI. HARAP DI WAJARKAN JIKA TERDAPAT BANYAK PERUBAHAN ATAU SEMACAM KESALAHAN DALAM PENYEBUTAN NAMA, TEMPAT DAN LAIN-LAIN.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifdetul Faihak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak mau berterus terang [Telah Revisi]

"Ada kemungkinan dan ada ketidakmungkinan. Oke, kalau untuk seorang Dyera Erly yang notabenenya adalah ketua gank Blood. Gue masih bisa katakan kalau dia dalangnya, tapi dalang mana yang mati terbunuh?" Hal mengganjal menari-nari di kepala Rev.

"Bisa aja anggota gank Blood menyingkirkan Dyera demi kecurigaan tidak mengarah pada mereka." Kata-kata itu keluar di bibir Steven.

"Maksud lo, lo ngira ini pembunuhan berencana?" Tatap Aldo penuh selidik.

Alis Steven naik sesaat."Gank Blood adalah gank terkejam di sekolah yang selalu suka membully anak-anak. Gank tersebut pernah menewaskan anak pemilik CV Saktrianti tahun lalu. Dan kasusnya sampai detik ini tertutup bagai rimbunan dedaunan kering. Kalian jangan pura-pura lupa, dulu ada yang tewas di tangan mereka tapi tanggapan kepala sekolah tetap sama. Sama-sama tidak mau mengusut tuntas kasus kematian Shilla karena dalangnya adalah anaknya sendiri."

Sejarah kepala tahun lalu adalah hal paling mengejutkan yang sempat booming di sekolah. Perlahan berita miring itu padam dengan sendirinya, tak ada hujatan publik lantaran SMA Gloriacastra menegaskan kepada seluruh murid untuk tidak menyebar luas berita kotor ke luar sekolah. Jika ada yang ketahuan membocorkan aib sekolah, konsekuensinya tidak main-main.

"Gue masih bingung sama perkara ini. Setengah iya setengah tidak, ini benar-benar membingungkan buat gue." Reyhan sandarkan punggung para kursi di belakang. Satu perkara belum selesai, muncul terus perkara baru yang mengejutkan.

Drrt

Drrt

Drrt

Suara nyaring menghanguskan keheningan. Muncul nama seseorang di balik layar, Rev dengan wajah menahan kesal mengangkat panggilan itu.

Seseorang di sebrang mengoceh, tanggapan lelaki bergelar tertinggi di kalangan murid diam mendengarkan. Wajahnya lelah di padu amarah tercekat di tenggorokan.

"Baik Pak, saya ke sana." Setelah kata-kata itu di layangkan, sambungan telpon langsung di matikan.

Tatapan seram Rev memandang wajah-wajah campur aduk yang duduk di satu meja yang sama."Gue ada rapat, pertemuan kita akhiri sampai di sini. Stev, antar Clara balik, gue mau langsung ke sekolah."

Berdiri tegak dari duduk, tas tergeletak di kursi langsung di sampir ke punggung.

Melihat itu Clara lantas berdiri."Lo gak bisa nganterin gue?"

"Gue harus balik ke sekolah. Lo pulang bareng Steven, jangan keluar rumah selagi gue gak ada." Peringat Rev bergegas pergi meninggalkan lokasi.

Lesu tampil menghias wajah gadis bermata hazel. Pemuda itu memang menyebalkan, tapi berada di dekatnya begitu aman.

"Lo berdua tinggal serumah?" Aldo melongo tak berkedip.

Kepala mengangguk mengiyakan."Orang tua gue lagi di luar negeri, dan Rev yang bertugas jagain gue."

Manik Steven lirik ke arloji di tangan yang hampir menyentuh jam 6. Kondisi langit mulai menggelap, perkara kematian Dyera sudah menyita waktu istirahat para detektif."Udah mau gelap nih. Yuk ra, gue anter lo pulang."

Gadis itu mengangguk, mengambil barang-barangnya yang tersimpan di atas meja, tak lain adalah hp.

"Kita duluan ya gais." Pamit Steven.

Beberapa di antara mereka mengangguk dan ada pula yang berdeham.

...🎃🎃🎃...

Duduk melingkar di ruangan rapat khusus orang terpenting. Jajaran petinggi dari segala segi hadir mengisi. Tampak wajah sang ketua OSIS berlumur kekesalan mendalam terhadap mereka yang bergelar guru di depan.

"Tewasnya Dyera hari ini adalah sejarah kelam yang pernah ada. Ini tidak bisa di biarkan, kita harus bertindak mengusut tuntas sampai dalangnya terungkap." Itu suara guru mapel agama Pak Habibi.

"Tidak!"

Penolakan keras membuat mata jatuh menatap.

"Tidak ada yang boleh menggugat kasus ini!" Tegas Pak Sudirman.

"Kenapa Pak?" Rev menyilangkan tangan di dada, menatap dengan angkuh, berusaha menahan segunung rasa panas menjalar perlahan.

"Citra sekolah akan hancur jika sampai publik mengetahui. Dan juga kepercayaan masyarakat akan menurun terhadap SMA Gloriacastra. Saya tidak mau sekolah ini di tutup dengan kasus receh itu." Ungkap Pak Sudirman.

"Apakah lebih penting citra sekolah dari pada nyawa anak sendiri?" Pertanyaan menantang itu membuat sang ketua OSIS di sorot.

Wajah Pak Sudirman bersemu merah, guratan kekesalan menumpuk perlahan.

"Turuti saja apa yang saya mau. Jangan ada yang bertindak, jangan rusak apa yang sudah tertata!" Pertegas Pak Sudirman, lalu beranjak meninggalkan rapat.

Hati terasa plong, kekacauan kecil membuat banyak pihak gemetar ketakutan. Tak ada yang dapat memaparkan apa yang sebenarnya terjadi, alasan utama di balik diamnya pihak sekolah membuat kecurigaan semakin meroket.

Satu persatu para guru angkat kaki dari ruangan rapat. Tersisa hanya 5 anak OSIS, sang ketua, wakil, bendahara, sekertaris dan seksi keamanan.

Senyum terpatri di wajah lelaki yang berhasil membuat getaran kuat melanda para petinggi.

"Rev, lo berani banget. Gue takut lo kenapa-napa." Timbul rasa takut di diri Bagas sebagai teman satu perjuangan sang Revan Lorenza Pratama.

"Apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka akan membunuh gue? Kalau itu terjadi, jadi benar dong kalau mereka pelakunya."

"Lo curiga sama mereka?" Tatapan menelisik di arahkan sepenuhnya oleh Shakir.

"Kenapa tidak? Diamnya mereka ada hal tersembunyi. Tidak mungkin seorang orang tua diam melihat anaknya mati mengenaskan." Tekan Rev yakin seratus persen.

Tatapan maut lelaki itu terus membidik ke arah dinding rata. Tersirat dendam mendalam di netra hitam tajam.

"Lo gak ngelakuin apapun kan Rev?" Pertanyaan setengah gagap di layangkan Dimas.

Tatapan beralih ke sisi kiri."Menurut lo?"

4 orang itu memucat pasi, hadir rasa cemas kepada dia yang paling sulit di bungkam oleh semua pihak.

"Jangan Rev. Lo jangan bertindak jauh, mereka akan marah kalau lo ketahuan." Peringat Asanti.

"Itu sudah menjadi konsekuensi gue. Lo semua hanya cukup diam, biar gue sendiri yang bertindak." Ancam Rev mempertegas lewat tatapan setajam pedang.

Terteguk ludah sendiri, melawan dia yang sudah teramat geram tak akan pernah bisa. Tekad seorang ketua OSIS untuk menemukan keadilan di dalam kegelapan masih terus berkobar.

"Jika yang berseragam tak lagi menjalankan tugas sesuai harapan, maka pemuda-pemudi cilik ini akan menegakkan keadilan dengan kedua tangan sendiri." Batin Rev.

1
endang purwanti
kok ga dibawa ke RS dulu, biasanya korban kecelakaan pasti dibw ke RS ya meskipun ini hanya cerita fiksi, tp jg harus ada logikanya, sebelum polisi datangpun korban biasanya ga boleh disentuh .. tapi kembali lg .. ini hanya cerita fiksi, terserah author .. lanjuttt
nick@
jia&Kayla knp g mau ngasih tau pelakunya,pdhl mereka udh jdi arwah.. biasanya klo arwah blm tenang sk minta tolong bt nangkap pelakunya.
nick@
itu pegang tongkat pakai sarung tgn g,klo g sidik jarinya Clara nempel disana donk. itu kan BB
Moccatea Hening Dessina
kenapa diulang2 thor
Makhluk Angkasa: revisi belum kelar kak, harap di tunggu ya
total 1 replies
Yuan Li
Weh....apakah mereka jadi tumbal...dan lokasi pembunuhan nya di ruangan terbengkalai
Yuan Li
Mungkin keluarga vidhia
Yazied Andra
kenapa sich thor selalu ceritanya diulang trus walaupun judul'a beda tp isinya sama....jadi males bacanya gi crta ini!
m@m@k @£1p
lanjut Thor,
m@m@k @£1p
lanjut kak,,
m@m@k @£1p
Thor kok nggak ada sambungan nya lagi,,
Ekayadi
Aryan kn UD tau juga knp gk di ceritain k mereka biar gk salah paham sama Aldo?? sebenarnya gank ini terbuka cerita aj ap yg mereka tau kn tinggal d gabungin aj...
m@m@k @£1p
lanjut Thor lagi seru
Ekayadi
awalnya seru tp malah k episode belakang ny kok ngulang terus kk aothor... malahan ada yg 3x ngulang
Ekayadi
ini episode paling gokil abis ya.... Aryan si anak bawang
Ekayadi
ini episode paling gokil habis
Yazied Andra
kenapa sich thor sering double crtanya
m@m@k @£1p
lanjut kak makin seru aja nih
m@m@k @£1p
lanjut kak
m@m@k @£1p
lanjut kak, makin seru nih ceritanya
Biah Kartika
kenapa di upload berkali-kali sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!