➦➣ISTRI RASA DEPKOLEKTOR 2↻
☔︎︎_FAV, LIKE, COMMENT_☔︎︎
🧨NO BOOM LIKE!🗡
Mencintaimu adalah kebahagiaan sederhana, tetapi memilikimu tuk jadi duniaku. ~Reyhan Aditya.
Rasa ini seperti baru bagiku, rindu yang membelenggu tak tau tuk siapa. Dia atau seseorang yang tak mampu ku ingat. ~ Asma.
Kamu hanya milikku, tataplah disisiku hingga akhir napasku. ~ Kendrick Al Zafran.
Antara rindu dan belenggu dalam cinta semu, kisah lalu merajut asa dalam penantian—perjuangan sang suami menyadarkan rembulan malamnya.
Bak kupu-kupu tak menemukan jalan pulang, langkahnya tertatih mengharapkan dekapan hangat sang kekasih halal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27#Obrolan Pelayan, Rasa Takut
Dilema hatinya semakin memuncak ketika tak sengaja mendengar suara nyanyian yang sangat familiar dari arah dapur. Lagu dengan keriuhan yang sama menarik perhatiannya. Langkah kaki berjalan meninggalkan ruang tamu. Perlahan tapi pasti semakin mendekati sumber suara.
Suara yang semakin jelas bercampur obrolan random para pelayan yang mungkin sudah menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Ia tak mempermasalahkan ketika para pekerja bersantai sejenak untuk mengistirahatkan badan tetapi apa yang diobrolkan saat ini sangat mengusiknya.
"Wuahh, mau donk di lamar begitu. Ya Allah, masih ada gak ya, pria seperti Tuan Muda. So sweet banget," seloroh seorang pelayan muda dengan usia dua puluh enam tahun yang memang masih lajang plus narsis.
Omongan tak masuk akal Juleha, membuat Bu Sifa menepuk lengan gadis itu dengan keras. Sontak saja Juleha meringis kesakitan, "Mbok ya diatur kalau mau ngomong. Tuan muda itu unlimited, mana mau sama kamu. Noh, Nona muda aja yang kalem baru bisa cocok."
"Ish, Bi Sifa. Dukung dikit aku gitu, nanti biar kecipratan rezekinya kalau aku ...," Juleha melambungkan khayalan tingkat dewa dengan impian menjadi nyonya rumah yang mendapatkan kebahagiaan serta kekayaan.
Tentu saja yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala dan serempak menepuk kening Juleha bersamaan. Aksi itu menjadi pemandangan lucu bersambut tawa pelan karena mereka masih memiliki kesadaran diri untuk menatap bawah dan bukan bintang di langit.
Apalagi saat ini, tuan muda telah menjadi suami dari nona muda yang entah datang dari mana. Mereka hanya tahu betapa besar cinta yang terpancar dari sang majikan. Siapapun yang mengenal seorang Kendrick Al Zafran, maka pasti menyadari dunia pria satu itu hanya tentang sang istri tercinta.
"Ekhem!" Al berdehem mengalihkan perhatian para pelayan yang menatapnya dengan mata terbelalak, lalu buru-buru menundukkan pandangan mata. "Apa yang kalian tonton? Bisa tunjukkan!"
Permintaan yang terdengar sebagai perintah membuat Bi Sifa menganggukkan kepala. Wanita yang memiliki kehidupan sebatang kara setelah berpisah dengan suami pada usia remaja itu berjalan menghampiri Al. Lalu mengulurkan ponsel milik pelayan lain yang kebetulan tengah ia genggam.
Al dengan santai menerima, kemudian memutar ulang video yang baru saja di tonton para pelayan. Benar saja seperti dugaannya, dimana video itu merupakan video di taman saat bersama Asma. Melihat itu tak ada senyum yang tersungging menghiasi wajah tampannya.
Ponsel dikembalikan bersambut langkah kaki pergi meninggalkan pintu dapur tanpa permisi. Aura dingin membangkitkan bulu kuduk yang dirasakan para pelayan membuat ke empat wanita beda usia yang berkumpul itu saling pandang. Entah apa yang terjadi pada tuan muda tetapi jelas sedang menahan amarah.
Juleha yang ingin sekali menjadi istri tuan muda saja mendadak diam tanpa suara karena tak sanggup menahan damage pesona Al. Setiap kaum hawa yang hanya memandang pria itu sebagai pria tampan, serta kaya raya, tak akan mengerti bagaimana karakter yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang tulus tanpa embel-embel.
Meninggalkan para pelayan yang ada di dapur. Al sendiri bergegas masuk ke ruang kerjanya. Pria itu merasa kecolongan satu clue yang seharusnya tidak terjadi. Apa gunanya mengacaukan sinyal di seluruh tempat yang menjadi keberadaan ia dan Asma. Jika video sudah tersebar bahkan menjadi trending topik.
Baru saja diunggah satu jam kurang tetapi sudah di tonton serta mendapatkan pujian serta di share begitu banyak orang. Satu kesalahan fatal yang harus segera di atasinya. Buru-buru ia membuka laptop lalu mencari video yang sama dari unggahan pertama yang ternyata diunggah oleh selebgram.
Wajar saja jika banyak mendapatkan respon positif hanya saja itu akan menjadi masalah di kemudian hari. Tak ingin mengambil resiko lebih besar, tangannya mulai menari diatas barisan huruf dan angka. Tatapan mata fokus tak berkedip sekali pun. Napas tertahan berusaha mencengkram ketenangan.
Perjuangan Al tak sia-sia karena setelah berusaha menghancurkan sistem dari alamat ip milik si selebgram. Pria itu tak lupa mengirimkan salam perpisahan yang pasti membuat si pemilik akun kelabakan. Meski menghapus secara permanen jejak dari rekaman.
Satu hal yang tidak bisa Al lakukan yaitu menghapus hasil unduhan yang orang-orang lakukan. Siapa, dimana, kapan dan berapa banyak orang yang menerima video, lalu membagikannya lagi, bahkan menyimpan sebagai dokumentasi. Terlalu sulit dan memakan waktu meski bisa melakukan pelacakan.
"Huft, tenang Al. Kita lihat saja apa yang bisa kamu lakukan besok. Sebentar lagi magrib, apa Asma tertidur?" tanyanya pada sendiri kembali mengingat sang pujaan hati.
Perasaannya kembali menghangat setiap kali mengingat tentang Asma. Kenapa bisa seperti itu? Ia sendiri tidak tahu karena sejak pertama kali langsung merasakan kenyamanan tanpa perkenalan. Bagaimana cara Asma mengatasi seorang gadis yang ingin sekali mendapatkan cinta.
Sekilas kenangan di cafe hotel yang mengubah bayangan memori menjadi kilas balik kenyataan. Wajah tegas dengan bibir bertutur tegas tetapi penuh kasih sayang. Betapa ia melihat duplikat sang mama dari dalam diri sang kekasih hati. Sungguh hari itu hati tanpa sadar mengukir nama si gadis ke dalam sanubari.
"Asma, nama itu terlalu singkat. Apakah di kehidupanmu yang lalu memiliki orang-orang terkasih? Bagaimana kamu menyayangi mereka? Andai suatu saat nanti ingatanmu kembali lagi, apakah aku bisa mendapatkan hati yang kini selalu kuharapkan menjadi milikku seorang.
"Jujur saja, aku takut, bagaimana jika kamu melupakanku sama seperti separuh ingatan yang tidak bisa dikembalikan." Al menyandarkan tubuhnya ke belakang seraya memejamkan mata mengembuskan napas perlahan nan panjang.
Kegelisahan itu nyata bahkan tak mau disingkirkan dari dalam hatinya. Tatapan mata Asma mulai memancarkan pemberontakan. Hal itu menambah rasa takut yang membelenggu hati. Jangan-jangan gadis itu mulai mengingat masa lalu, bagaimana jika benar?
Bisa saja bertanya langsung tetapi pertanyaan itu hanya terpendam di dalam angan saja. Apa yang terjadi saat ini juga akibat dari keputusan yang sudah di ambilnya. Jika sejak awal mencari tahu tentang seluk beluk kehidupan Asma, mungkin hari ini tidak ada masalah yang siap berlabuh menjadi badai penghalang.
Serba salah tapi tidak bisa mengubah waktu dan jika jujur pun. Apa Asma bisa menerimanya sebagai pasangan? Sudah pasti tidak karena gadis itu hanya hilang ingatan bukan kehilangan kepribadian. Pemikiran Al berkeliaran dari masa kini ke masa lalu, kemudian kembali ke masa sekarang.
Namun gadis yang menguasai pikirannya itu, justru sibuk menikmati air hangat dengan aroma terapi mawar. Ia berendam di dalam bathup sejak dua puluh menit yang lalu. Ia berusaha memusatkan pikiran agar bisa mengingat masa yang sudah terlupakan.
Rasa sakit yang menyerang di hiraukannya hingga secara perlahan datang bayang-bayang nan samar. Wajah tanpa pahatan dengan suara asing menyapa kenangan lamanya. Suara dari beberapa orang yang terasa dekat di hati menghangatkan jiwa, mencengkram rindu.
"Siapa kalian bagiku? Suara ini membangkitkan emosi yang tidak bisa aku jabarkan." gumam lirih Asma semakin fokus melanjutkan sesi pemaksaan diri yang justru menambah dentuman di dalam kepala.