Sekretaris lama bernama Indira Maheswari adalah sekretaris yang memiliki kompenten tinggi walaupun penampilannya tidak menarik.Dengan kacamata super tebal dan rambut yang selalu di ikat.Indira sangat tidak menyukai bos barunya anak dari bapak Abraham yang bernama Danish Bastian Abraham karena perlakuannya yang sering membawa keluar masuk wanita cantik dan sexy di kantornya.Begitupun dengan Danish yang tidak menyukai sekretarisnya yang cupu.
Danish akhirnya terperangkap dengan sekretarisnya karena rasa tanggung jawabnya sebagai seorang pria yang telah menghamili Indira.
yuk...guys baca dan nantikan per episodenya💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memanjakan sang istri.
Indira bingung, mengapa Danish masih berhenti di depan sebuah salon ternama dan mewah, lebih tepatnya, tempat perawatan lengkap dari perawatan dari ujung kaki sampai kepala. Bahkan terdapat tempat rias juga.
" Kenapa berhenti disini? Bukannya pulang langsung. Agh, aku sudah sangat lelah! " Batin Indira. Danish langsung membantu membukakan pintu mobil sebelah Indira duduk.
" Tadi Oma nyuruh, kamu relaksasi di salon! " Ucap Danish menjawab kebingunan yang terlihat jelas di wajah Indira. Indira langsung mengikuti langkah Danish.
" Selamat datang tuan! Apa yang anda butuhkan tuan? " Ucap salah satu pelayan yang tentu mengenal Danish yang merupakan pelanggan royal dari keluarga Abraham. Semua keluarganya menjadi pelanggan platinum di salon mewah tersebut.
" Wow, tuan Danish, selamat datang di salon kami. Aku sudah mendapatkan pesan dari nyonya Brata! Apakah ini istrimu yang akan ku permak dan menjalankan perawatan tubuh? " Ucap manager salon yang langsung menyambut kedatangan Danish dan Indira.
" Benar, kuserahkan dia kepadamu nyonya Ambara! " Ucap Danish yang sudah mengenal manager tempat perawatan tersebut.
" Baiklah, anda bisa menunggu diruangan VIP, atau kau sambil menunggu, juga bisa melakukan treatment sekaligus! " Ucap Ambara sambil tersenyum ramah.
" Baiklah, aku setuju! " Ucap Danish mengambil treatment spa kaki.
...****************...
Beberapa jam telah berlalu, Indira sudah melakukan perawatan rambut, wajah hingga tubuhnya alias melakukan full body. Sedangkan Danish sudah tertidur pulas karena menikmati terapi kaki di ruangan Vip. Pelayan tersebut langsung membangunkan Danish dengan sopan.
Saat membuka matanya Danish terpaku melihat sesosok wanita cantik di depannya. Indira sangat berbeda dengan bentuk rambut yang berbeda, potongan layer yang tidak merubah panjang rambutnya dan sedikit mengubah warna rambutnya menjadi coklat tua.
Membuat potongan rambut dan warna rambut tersebut sangat cocok dengan wajah Indira. Wajah yang terlihat lebih bersih dan bersinar. Walaupun terhalang oleh kacamatanya, yang masih saja ia pakai sampai sekarang.
Indira yang melihat tatapan mata Danish membuatnya heran karena tatapan tersebut begitu tajam menyorot kedirinya.
" Pak, aku sudah selesai! Apakah kita bisa pulang sekarang? " Ucap Indira.
" Tentu! " Ucap Danish langsung tersadar dan berdiri mendekati Indira yang masih menunggunya. Danish berhenti tepat di depan Indira dan ia langsung membuka kacamata tebal Indira yang telah mengganggu dan menutupi kecantikan wajah aslinya.
" Maaf pak, mataku.. " Ucap Indira menolak.
" Kan begini cantik! " Batin Danish.
" Hussst... Ambara!! Apakah kau bisa memakaikannya soflen!" Ucap Danish memerintah manager tempat perawatan tersebut.
" Tentu bisa pak! " Ucap Ambara.
" Bagus, mulai sekarang! Jangan biasakan memakai kacamatamu lagi. " Ucap Danish kepada Indira yang sudah ditarik untuk dipasang soflen.
" Tapi... " Ucap Indira.
" Bagaimana aku bisa melihat? Wah sungguh dia gila, kenapa dia kembali menyebalkan!!" Batin Indira merutuki Danish.
" Aku akan membawamu ke dokter mata, besok!Jadi untuk sementara kau pakai soflen dulu" Ucap Danish.
Setelah Ambara selesai memasangkan soflen kepada Indira, akhirnya mereka pergi dari tempat tersebut.
" Bagaimana? Apakah kau bisa melihat? " Tanya Danish.
" Tapi aku tidak bisa memasangnya sendiri! Aku lebih suka memakai kacamataku! " Ucap Indira.
" Untuk sementara waktu aja, besok aku akan membawamu ke dokter mata! " Ucap Danish.
" Wah, ternyata selama ini aku buta. Dia benar- benar cantik, selama ini dia berhasil menyembunyikan kecantikannya. Tapi, jika dia secantik ini sudah dulu, bukan hanya aku saja yang tertarik, bisa- bisa papa duluan yang suka dan dia akan menjadi salah satu selingkuhannya juga. Untung saja dia pintar menjaga diri, tapi karena diriku yang brengsek ini, dia juga jatuh terperangkap. Ternyata selama ini aku benar- benar bersalah! " Batin Danish sambil menyetir mobilnya.
" Sekarang, kita akan membeli beberapa baju untukmu! " Ucap Danish kembali berhenti di butik ternama.
" Apa? Tidak perlu. Lebih baik kita pulang! " Ucap Indira menolak, Indira merasa aktivitasnya terlalu padat hari ini. Yah, memang setelah melakukan perawatan tubuh, membuatnya enteng namun ia lebih suka duduk di dalam rumah dan juga tidak ingin merepotkan Danish.
" Ini juga perintah dari Oma. Apakah kau berani menolaknya! " Ucap Danish berbohong, padahal Brata hanya menyuruhnya ke pusat perawatan tubuh. Tapi Danish merasa tidak pernah memberikan atau membelikan sesuatu apapun untuk Indira.
" Baiklah! " Ucap Indira menurut, dia tidak bisa menolak perintah Brata.
Seperti biasanya para pelayan yang sudah mengenal Danish dimana, butik tersebut juga langganan keluarga Brata, menyambut langsung kedatangan Danish dan Indira. Mereka langsung memberikan pelayan maksimal terhadap Danish dan Indira yang Danish kenalkan sebagai istrinya.
" Antar istriku, untuk memilih pakaian! " Ucap Danish kepada beberapa pelayan butik tersebut.
" Baik tuan! " Ucap pelayan tersebut serentak. Mereka pun langsung merekomendasikan semua pakaian kepada Indira.
" Wah, apa? 14 juta? Hanya sekedar blouse, harganya 14 juta? " Batin Indira melihat harga yang menurut Indira kemahalan.
" Bagaimana yang ini nona? "
" Akh, tidak... "
" Yang ini adalah keluaran terbaru! "
" Aku tidak membutuhkannya! "
" Wah, apakah semua pakaian disini tidak ada yang murah? Bahkan harga satu celana dalam hampir 5 juta! " Batin Indira syok dengan harga pakaian- pakaian di dalam butik tersebut.
Danish sudah menunggu sangat lama, namun tidak ada satupun yang membuat sang istri tertarik karena harganya yang sangat mahal. Danish melihat jam yang menunjukkan jam 4 sore. Sudah cukup lama dirinya menemani Indira.
Indira sendiri kembali kepada Danish dengan tangan kosong, tanpa satu pakaian pun yang membuatnya tertarik.
" Maaf, aku rasa tidak ada yang cocok untukku! " Ucap Indira kerena segan memilih pakaian yang menurutnya terlalu mahal.
" Wah, semua pakaian ini, pasti cocok untukmu! " Ucap Danish.
" Baiklah, bungkus semua pakaian ini! " Ucap Danish yang beranggapan bahwa Indira hanya bingung.
" Apa? Semuanya?? " Ucap Indira sontak terkejut. Bagaimana bisa dia memborong semua pakaian mahal di butik tersebut. Bukankah ini sudah cukup berlebihan, fikir Indira.
Semua pelayan langsung berhamburan mengambil semua pakaian yang ada dibutik tersebut.
" Wah, apakah dia sudah gila membeli semua pakaian ini? " Batin Indira terkejut mengingat harga pakaian yang harganya tidak masuk diakal.
Danish sendiri langsung pergi ke kasir untuk mebayarnya.
" 11.087.008.666..." Ucap kasir menyebutkan harga, dimana membuat Indira syok mencerna angka yang cukup panjang. Terlebih lagi, melihat Danish dengan entengnya membayar menggunakan kartu berwarna golden hitam.
" Terima kasih tuan, telah berkunjung. Anda mendapatkan bonus cashback 20 persen dari pembelanjaan dan juga kami akan mengantar baju ini di kediaman anda! " Ucap manager yang langsung menangani Danish.
" Baiklah! " Ucap Danish.
Sedangkan Indira masih terpaku tak percaya, bagaimana dengan mudahnya Danish mengeluarkan uang sebanyak itu. Bahkan itu bisa membeli mobil serupa miliknya beberapa puluh. Dimana Indira menyicil mobil miliknya selama 5 tahun.
" Indira? Apakah kau masih ingin disini? Bukankah semua baju sudah menjadi milikmu? Apalagi yang ingin kau beli? " Ucap Danish melihat Indira yang berdiri mematung.
" Akh, tidak! " Ucap Indira sungguh syok.
" Bagaimana dia bisa semudah itu membuang uangnya? Dan pakaian sebanyak itu menjadi milikku? Apakah dia berencana membuka toko pakaian? " Batin Indira.
" Akh benar, kau harus mencoba salah satu pakaian ini, aku ingin kau menunjukkannya kepada oma! " Ucap Danish mengambil baju yang sudah dibungkus dan menyerahkannya kepada Indira.