NovelToon NovelToon
Istana Pasir

Istana Pasir

Status: tamat
Genre:Romansa / Tanah Kosong / Dunia Masa Depan / Pengasuh / Pembantu / Tamat
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Cita-cita tergantung setinggi langit. Dia yakin meski terjatuh maka akan tepat diantara bintang-bintang. Pejuang ilmu di kota besar, hidup menumpang dengan sanak saudara. Segala penderitaan tidak membuatnya berhenti berjuang agar bisa bersekolah. Nantikan kisah selanjutnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melambung

Kali ini suasana di kediaman besar rumah Arun sedikit tenang. Biasanya rumah itu panas akan perkelahian, perselisihan, tidak jarang suara teriakan Rita terdengar kuat. Harapan secercah bersekoah cukup bisa di tenangkan. Proses belajar bisa tenang dengan hafalan dan mengerjakann tugas sekolah. Jendela terbanting keras, Bilqis menoleh seekor kucing putih, ada bulatan tiga hitam pada bulunya. Sepertinya kucing itu ada pemiliknya karena Nampak terawat kebersihan keseluruhan badannya.

“Cckckck. Push, pusj. Nama kamu siapa?” ucap Bilqis mengusap bulunya yang sangat lembut.

Samar-samar suara panggilan seorang wanita memanggil nama Ncim. Ibu-ibu yang tinggal di komplek perumahan terlihat melirik kesana-kemari seperti sedang mencari sesuatu.Bilqis mmeperhatikan dari atas Balkon, tidka salah lagi dia pasti mencari kucingnya. Bilqis membawa turun kucing yang penurut itu. Dia membuka pintu gerbang, terlihat seorang ibu muda memakai sanggul tersenyum melihat kucingnya melompat ke arahnya.

“Ncim, dari mana? Gangguin kakak iya?”

“Oh namanya Ncim ya bu?”

“Ya, oh ita. Adik ini tinggal disini? Siapanya Rita?”

“Saya Biqis sepupunya dari kampung bu. Salma kenal ya bu.”

Bilqis memperhatikan dagangan para penjual makanan yang berjejer rapi di sepanjang jalan. Pandangan melihat salah satu dagangan menyajikan makanan menggiurkan selera. “Pak, pesan satu ya. Ini namanya apa pak?”

“Ini ketoprak non. Nona mau yang pedas atau tidak?"

“Yang sedang saja pak.”

“Makan disini atau saya antar non?”

“Saya bawa pulang saja pak. Nggak usah di antar.”

Lima ribu rupiah untuk satu piring ketoprak. Rasanya gurih, Bilqis lebih suka ada banyak sayuran di atasnya. Seolah selera makannya masih ingin melahap, mencicipi jualan yang lainnya. Dia memesan segelas es yang tertulis es koteng. Berpikir Riky menyukai ketoprak maka dia memesan satu piring lagi. DI rumah itu hanya ada mereka berdua, Riky kelihatannya lahap makan bersamanya.

Minuman es milik Bilqis hampir di seruput Riky. Bilqis langsung meraih gelas esnya lalu tersenyum kecil. “Nggak boleh, nanti kamu sakit minum es.”

“Pelit..” ucapnya terbata.

Permainan play station berlangsung hingga petang. Suara adzan magrib menutup buku pelajaran Bilqis. Dia beranjak dari tempatnya mengambil air wudhu. Tanpa Bilqis sadari, Riky sedari tadi memperhatikan gerakan sholatnya. Dia mengikuti dari belakang, Bilqis tersenyum melihat sosok anak yang mulai ingin mengetahui cara sholat sebagai pendekat diri kepada sang khalik.

“Kakak ajari sholat ya..”

“Nggak mau__"

“Lohh___”

Riky berlari masuk ke kamarnya. Dia membanting pintu mengunci dari dalam. Bilqis hanya bisa menghela nafas, dia tidak mau terlalu memaksakannya. Anak yang berkebutuhan khusus memiliki emosi dan kepribadian ganda. Bilqis merapikan buku-buku pelajarannya. Melihat notif tertulis nama Wijaya, dia menutup kembali ponsel lalu menonaktifkannya. Berpikir bagaimana cara mengembalikan ponsel pemberiannya.

“Aku nggak mau kalau kak Rita tau nanti jadi masalah besar. Bagaimana ini? sepandai-pandainya tupai melompat akan terjatuh. Sepandai-pandainya manusia menyimpan rahasia akan terbongkar juga” gumamnya.

Suara ketukan pintu mengagetkannya. Bilqis cepat-cepat menyembunyikan ponsel keduanya. Bi Sumi mendorong pintu memasukkan wajahnya sedikit. “ Non, di panggil nyonya besar.”

“Ya bi, sebentar lagi Bilqis turun.”

Anak tangga yang masih basah, Bilqis hampir tergelincir jika tidak segera berpegangan pada tangan tangga. Dia mencari dimana keberadaan nek Rina. Menoleh nenek memanggilnya dari dari dapur, Bilqis membalikkan tubuh mendekatinya.

“Bilqis, bantu nenek memasak soto dan sambal kemarin. Sambal apa itu namanya?”

“Andaliman nek. Heheh…”

“ Nenek cari-cari bahannya nggak ada di pasar, Kamu dapat dari mana?”

“Bilqis memesan sama Bi Sumi nek. Jadi penyediakan beberapa hari kemudian.”

“Oh, jadi bagaimana ini. Bahan yang di butuh nggak nggak ada ya buat sambalnya..”

“Besok saja Bilqis pesan sama bi Sumi ya nek.”

Masakan Soto yang penuh bumbu rempah-rempah di dalamnya. Bilqis yang terbiasa membantu ibunya memasak di kampung terbiasa memasak hingga rasa hampir sama dengan buatan ibunya. Memotong sayuran dan mencuci tetelan sapi. Bilqis mencari codek, dia mengupas bawang dan cabai. Menggiling bumbu itu tanpa di blender agar cita rasanya lebih terasa.

Semua bumbu di masukkan ke dalam panci. Di atas meja makan, Bilqis menyiapkan mangkuk, mie putih yang sudah di seduh, bumbu goreng, cabai hijau dan bahan lainnya. Aroma masakan tertiup angin, satu persatu anggota keluarga pulang tidak sabar ingin mencicipi masakan yang mengunggah selera itu.

“Mami masak apa? Harum banget” ucap Rita sambil melirik panci.

“Bukan mami yang masak tapi Bilqis, Sotonya lezat loh, nanti kamu makan ya..”

“Anak kampung banyak bakat ya. Nggak sia-sia lu disini pinter masak juga.”

“Kamu jangan kasar gitu. Nggak baik, nanti mami jewer kamu baru tau rasa!”

Meja makan hening, Arun yang paling lahap sampai menghabiskan dua piring soto. Cabai hijau menambah warna merah wajahnya. Dia meneguk kuah seperti minum air. Rita memperhatikan tidak baisa suaminya itu makan terlalu banyak di malam hari.

“Biasanya lu jarang makan bang. Gimana masakan adik gua?”

“Mantap, empat jempol.”

“Apaan sih lu, empat jempol kaki lu naik juga dong!”

“Heheh, Riky tambah nak. Nanti papi minta tolong kakak kamu Bilqis buat masakain soto khusus di hari libur."

“Ya__” jawab Riky meneruskan makannya.

......................

Malam yang sepi, di perkotaan sangat sulit melihat bintang di langit. Bilqis sulit memejamkan mata, dia melihat uang simpanannya semakin hari memadati laci. Berpikir sesekali ingin mengirimkan uang ke kampung. Di dalam surat yang dia tulis, Bilqis menyelipkan uang ke dalam pertengahan kertas.

Teruntuk adik ku Risa

Salam rindu mbak pada semua yang ada di kampung. Beberapa hari ke depan mbak mengajar di sekolah luar biasa. Di dalam surat ini ada uang gaji pertama yang mbak terima, semoga bisa bermanfaat di pakai untuk keperluan sekolah adik ya. Salam rindu buat ibu, bapak dan semua saudara. Do’akan kakak lekas kembali pulang dan secepatnya menyelesaikan sekolah.

Salam sayang

Kak Bilqis.

......................

Pagi hari memasuki pelajaran pertama, Biqlis tidak sabar waktu cepat berlalu agar dia bisa segera pergi ke kantor pos. Pengumpulan tugas, pelajaran Ilmu pengetahuan Sosial selalu membuat jantung berdetak karena para murid satu persatu maju ke depan mempersiapkan hafalannya. Pelajaran pergantian selanjutnya adalah kelas olahraga. Kelas Bilqis selalu bersamaan dengan kelas Vera, itulah mengapa banyak kejadian aneh yang sering dia alami. Tidak jarang Bilqis menyadari gangguan keusilan vera dan kelompoknya. Terakhir kali dia menyadari musibah terbesar yang dia alami adalah ketika camping sekolah bulan lalu.

Kali ini dia harus lebih mawas diri, setiap ada kesempatan dia akan membuat kekacauan. Dua kelas melangsungkan materi berenang. Di ruangan kolam renang, para siswa dan siswi berbaris sesuai kelasnya masing-masing.

1
pretty
♥️
Sun
menunggu mas dokter 😍
Gibran 🌚kang gelap
mati di depan sekolah. arwah gentayangan juga
Mak Comblang
memantau ne
Mak Comblang
rate
Sanggar seni
perjuangan hidup banget si bilqis
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Ica
terlop mas Wijaya. 😭antara ngakak baca dia di kejar anak SMA
✧༺yuta༻✧
kakang wijaya tunggu dede akan MERAMPAS mu dari Bilqis🔥
Argon👺
mau berkata kasar sama si Vera. manusia iblis itu
Argon👺
Bilqis untung ga kebawa minum disko🤘😝🤘kegilaan si rita
. dia milih bawa mukenah. belajar. kasian juga wktu di pukuli si rita sunting. aduh
Nana 🐧
up kak nanggung 🤸‍♀️
Panggilan Alam 🥴
mau muntah sama si Vera
keke 💣rumah 🏘sederhana
gk sbar lama up mba 🚴🚴🚴
Payung ❤cinta ❤
kecewa bilqis ga up
👑Kang reader
nangis di pojokan
Wali kelas XII A MIpa
up
Serma 🌂
love
🍯Nona yenyen🍯Madu
keyeen
emak bawel
lanjut📄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!