NovelToon NovelToon
The Great Wife

The Great Wife

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:196.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sasa Al Khansa

Ara dan Arion menikah karena karena perjanjian perjodohan kakek mereka. Hubungan keduanya terbilang harmonis.

Sementara Leona, sang ibu mertua tidak menyukai Ara, namun ia tidak punya hak untuk menolak perjodohan itu. Sehingga, ia bersikap tidak kejam pada Ara namun hanya mampu di lakukan di belakang Rion.

Hingga kematian kakak Rion merubah semuanya. Rion menjadi acuh dan menunjukkan kebenciannya pada Ara. Leona pun terang-terangan menjadikan Ara sebagai pembantu di kediamannya.

Ara berusaha bertahan karena cintanya pada sang suami, hingga sedikit demi sedikit rahasia mulai terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TGW 27 Bertemu Ara

The Great Wife (27)

"Bisa ceritakan apa yang terjadi?" Tanya ayah mertua Rion.

Rion menarik nafas sebelum mulai menceritakan yang terjadi.

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

Rion pun mengatakan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi. Tentang rencana kepergiannya ke luar kota, tentang Javin yang berniat tidak baik pada istrinya, juga tentang di bawanya Ara ke rumah sakit.

Ayah Malik hanya diam. Raut mukanya menunjukkan kemarahan.

"Apa rencanamu pada adikmu itu?" Ayah Melik bertanya dengan serius.

" Kamu tidak berniat membiarkannya hanya karena dia adikmu, bukan?" Ayah bertanya lagi.

Rion menggeleng. "Tidak, Yah, apa yang Javin lakukan sudah keterlaluan. Dia harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia lakukan.

Ayah Malik mengangguk.

"Ayah, aku ingin bertanya sesuatu."

"Bertanya apa?"

" Aku menemukan video kakek yang menjelaskan tentang Mommy Leona. Kakek menyinggung tentang Aslan yang beliau sebutkan sebagai sahabatnya. Apa dugaanku benar kalau Aslan yang dimaksud adalah pengusaha yang disegani oleh para pengusaha? sekaligus kakek dari Ara?"

Ayah Malik diam. Dia tidak terkejut sama sekali. Hal itu membuat Rion mengerutkan keningnya.

"Ayah tidak terkejut karena aku tahu?"

Ayah Malik menggelengkan kepalanya.

"Kami sudah tahu lebih dulu isi video itu. Karena itu, kami membiarkan Ara tetap disana tentu dengan pengawasan kami."

" Kami? Maksudnya Ayah dan Ibu?"

" Iya. Juga kakaknya Ara, Azzam." jelas Ayah Malik.

" Apa kalian tahu apa yang menimpa Ara di mension?" Mendengar bahwa Ayah mertuanya mengawasi itu artinya ia tahu semuanya.

Ayah hanya mengangguk.

"Maaf sudah memperlakukan Ara dengan tidak baik." Rion menundukkan kepalanya merasa bersalah.

" Tidak apa-apa. Kami memaafkan mu." Ucap Ibu Dhila sambil menghampiri Rion dan memeluk menantunya itu.

"Selama Ara bertahan dan tidak meminta bantuan kami, kami tidak akan ikut campur sekalipun kami tahu. Apalagi selama ini kami tidak melihat nyawa Ara terancam." Jelas Ayah Malik.

" Setidaknya dia jadi bisa cuci piring dan mengerjakan pekerjaan rumah jika ia di temukan nanti." Ibu Dhila mencoba tersenyum.

Ibu Dhila tahu anak bungsunya itu paling tidak suka mengerjakan pekerjaan rumah.

Rion hanya mengangguk sekalipun airr matanya mengalir. Mengingat sampai saat ini belum ada kejelasan tentang istrinya, ia benar-benar takut harus kehilangan untuk selamanya.

" Bagaimana dengan Mommy mu? Apa yang akan kau lakukan ?" tanya Ayah Malik

"Aku akan melaporkannya dengan bukti yang sudah kakek kumpulkan. Bayu sedang mengurusnya. Aku juga akan pura-pura tidak tahu di depan Mommy agar Mommy tidak curiga kepada ku."

" Ya sebaiknya begitu. Melihat bagaimana dia bisa menghilangkan nyawa Aris, aku khawatir akan keselamatanmu jika mereka tahu kamu sudah mengetahui semua kejahatan mereka."

...******...

Rion memasuki mension. Setelah berbicara banyak dengan kedua mertuanya, Rion sedikit tenang apalagi Ayah Malik memberitahu jika mereka sudah menurunkan orang-orangnya untuk mencari keberadaan Ara juga.

"Mbok, Mommy kemana?"

Mbok Sum yang ada di dapur melihat ke arah tuan mudanya.

" Nyonya belum pulang dari semalam, Tuan."

Rion mengangguk.

" Apa sudah ada perkembangan tentang pencarian Non Ara, Tuan?"

" Belum. Tim SAR masih berusaha untuk mencarinya. Semoga segera bisa di gemukan."

"Aamiin. Tuan yang sabar ya." Rion hanya mengangguk.

" Oh ya, aku mau beristirahat dulu."

"Iya, tuan."

Rion melangkahkan kakinya meninggalkan Mbok Sum. Namun, bukan ke arah kamarnya melainkan ke luar mension.

Mbok Sum yang paham hanya membiarkan saja.

Rion terus berjalan dan masuk ke rumah paa pelayan. Para pelayan yang melihatnya hanya menundukkan kepalanya.

Ceklek

Rion membuka pintu kamar yang selama ini di tempati Ara.

Rion kembali mengamati sekitarnya. Ia kemudian duduk di atas kasur yang menjadi tempat tidur Ara. Merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan mata. Menghirup aroma dsang istri yang masih tertinggal. Hingga terlelap dengan mudahnya.

Rion terbangun saat merasakan belaian lembut di pipinya.

Matanya mengerjap. Cahaya matahari menyilaukan matanya. Hingga sepasang tangan menghalangi sinar matahari yang membuat kedua matanya silau.

"Kakak sudah bangun?"

Rion langsung duduk. Ia bisa melihat di depannya ada Ara yang tersenyum kepadanya.

"Sayang, kamu baik-baik saja." Rion menangkup wajah Ara.

Nyata. Ia bisa menyentuh istrinya. Itu artinya Ara masih hidup.

" Seperti yang kakak lihat, aku baik-baik saja "

Air mata Rion mengalir deras.

"Maaf. Maaf sudah tidak mempercayaimu. Aku bersalah. Hukum aku tapi, janah membenciku." Pinta Rion sambil terus memeluk Ara dengan erat.

Ara membalas pelukan hangat suaminya.

"Aku tidak membecimu, Kak. Aku sangat mencintaimu. Aku tahu kakak hanya terpengaruh oleh perkataan Mommy." Ara mengusap punggung suaminya yang bergetar.

Rion kembali menangkup wajah Ara dan menciuminya. Tenang rasanya bisa bertemu dengan istrinya dan bebas memeluk dan menciuminya seperti ini.

Setelah Rion berhenti menciuminya, Ara berdiri dan menarik Rion agar berdiri juga. Ara merangkul lengan Rion dan berjalan ke arah sebuah kursi kayu di bawah pohon rindang.

" Kita akan kemana?"

" Apa kakak lupa jika kakak berjanji akan mengajakku berfoto dengan baju pengantin dengan latar alam yang indah?"

Rion memandangi sang istri yang memang sudah memakai gaun pengantin yang ia pakai saat ijab Kabul.

Gaun putih panjang dengan manik-manik yang indah. Sederhana namun tampak elegan. Dengan hijab yang menutupi dadanya.

Rion baru sadar dengan apa yang Ara kenakan. Ia kemudian memandangi dirinya sendiri yang memakian tuxedo dengan warna senada yang dulu ia pakai saat menikah.

" Tapi, ulang tahun pernikahan kita masih beberapa Minggu lagi kan?"

" Tapi, kakak bilang jika aku bisa mengandung sebelum ulang tahun pernikahan kita, kakak mau melakukannya sekalipun belum genap satu tahun pernikahan kita?" Ara mengusap perutnya yang masih rata.

Rion tidak terlalu suka di foto. Karena itu,saat Ara mengajaknya melakukan foto post wedding, Rion mengajukan syarat. Ia akan melakukannya di ulang tahun pertama pernikahan mereka atau di saat Ara berhasil mengandung anaknya.

" Jadi.." Rion melihat ke arah perut Ara dan kembali melihat wajah Ara.

Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

" Benarkah? Jadi, sudah ada Rion junior disini?" Rion mengusap perut Ara.

"Buka. Rion junior, tapi Ara junior " Ara mencebik.

" Ya, baiklah. Ara junior " Rion terkekeh. Istrinya tetap ingin anak perempuan sebagai anak pertama mereka.

" Ayo, kakak harus menepati janji kakak." Ara narik Rion untuk duduk di kursi.

Ara melangkah ke arah kamera dan mengatur waktu lalu kembali ke arah Rion dan duduk dengan manis sementara Rion mencium pipi Ara.

Cekrek

" Terimakasih kakak sudah mau menepati janji." Ara memeluk suaminya.

Rion membalas memeluk istrinya dengan memejamkan matanya. Namun, ia mulai merasa aneh saat ia merasa hanya memeluk angin. Rion membuka mata dan ia hanya memeluk dirinya sendiri.

"Ara,, sayang..." Rion berteriak mencari Ra di tengah Padang bunga yang indah.

"Araaaa...!" Rion terbangun dari tidurnya dengan keringat yang bercucuran.

Rion duduk dan menghela nafas.

"Aku hanya bermimpi." Gumamnya.

Matanya tiba-tiba melihat ke atas nakas dimana ada sebuah kotak kecil.

Merasa penasaran, ia meraih kotak itu dan membukanya.

Rion menangis saat melihat isinya.

TBC

...----------------...

...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak, like, komentar dan subscribe....

...Terimakasih atas dukungannya...

...🥰🥰🥰...

1
irma hidayat
ceritanya bagus
Wiji Lestari
Rani - Rabi 😇😇😇
Wiji Lestari
Rani - Rena .... Bagas - Bagus .... Mumet mumet deh ngapalin nama² tokohnya yg belibet,perlu kosentrasi tingkat tinggi 😩😩
Rsi Anindyatama
namanya kok berubah² ya...... leona, mona or fiona?
Mimi rachmah
Luar biasa
Sandisalbiah
harusnya Leona, Javin juga Jihan dihukum dgn meminum racun yg sama seperti yg diminum Rion...
Mumy Zurai
Luar biasa
Widi Widurai
wkwkkw emaknya sii ga pake koordinasi 🤣
VaNiLaLuLaBo
haimmm ... patutnya masa2 kakaknya hidup udah BERGERAK... kan memang Leona tu mendera kamu... adehaiiii... kihkihkih
asya yussi
Luar biasa
Sun Narti
thor sebenarnya namanya bayu ato bara si
Maria Magdalena Indarti
bagus critanya
Nurul S
TBC itu apa sih ?
Yanti
Kecewa
Cinta Insta
thor, jangan khianati kita ya:( pokoke ditunggu lanjutannya
HippySunshine
lanjut Thor seru dan bagus ceritanya SEMANGAT AUTHOR
Madu Yang Luar Biasa
hai authorr 🤗 ganbatte ya, sukses teruss...
Kitty Bloom Untuk Pemilik Lolz Gods
Makasih thor... hiks sampe terharu aku tuh hiks. walaupun gatau berapa lama ga update tapi aku masih inget ceritanya kok.
blouses and houses
Ceritanya ngeri sedaaaapppp like like like lanjut
SnuggleKitty
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!