NovelToon NovelToon
A REAL DREAM

A REAL DREAM

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romansa / Transmigrasi / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Calandra langit aizen adalah wanita manis dan cantik keturunan jepang-indonesia yang baru saja lulus kuliah, namun belum bekerja di luar. Untuk sementara waktu, pekerjaan yang di tekuni adalah menulis dengan suka-suka. Selalu menonton drama Korea setiap malam atau harinya, bercita-cita memiliki pasangan seperti orang Korea yang sering ia lihat, tapi bisakah dirinya memiliki pasangan seperti yang diinginkan? Sementara dirinya malas untuk merawat diri.

Mimpi yang ia inginkan menjadi kenyataan, ia berpindah ke tubuh artis Korea bernama song ha jin, hanya karena gelang yang di berikan oleh kakaknya. Wajah dan tubuh yang sangat mirip dengannya, namun dengan kulit yang lebih sehat karena terawat.
Apakah Calandra menyesal karena telah berpindah dan jauh dari keluarga? atau bahagia bisa bertemu dengan laki-laki yang selama ini ia impikan?

Baca ceritanya disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masak untuk oppa

Ha jin menginap dirumahnya, ia merasa malu dengan yang terjadi di kamar Hwan hee terlihat oleh eomma Min Jia. Padahal Min Jia senang dengan anak dan calon menantu nya yang masih saja dekat walaupun Hwan hee lupa ingatan. Namun tetap saja Ha jin sangat malu dan pamit pulang dengan alasan sudah lama tidak pulang dan ada sedikit pekerjaan.

"Bodoh banget ya ampun, mau ditaruh dimana wajah aku saking malunya." Ha jin di kursi sambil menepuk-nepuk kepala nya sendiri.

"Kenapa seperti itu? Apa ada yang sakit?" Tanya Ha joon yang melihat adiknya memukul kepalanya sendiri.

"Oppa, tidak Ha jin hanya belajar akting untuk berpura-pura seperti banyak masalah." Jawabnya sambil tersenyum.

"Benarkah? Perasaan oppa baca scriptnya tidak ada yang harus jadi orang banyak masalah." Ha joon membaca apa yang di ambil dari drama yang akan adiknya bintangi, ia juga ingin tahu seberapa berat akting yang akan dijalani adiknya.

"Ya ampun aku lupa kalau oppa baca juga scriptnya." Batin Ha jin.

"Mungkin ada yang terlewat atau aku yang salah, tapi yang jelas Ha jin hanya belajar akting tidak ada yang lain."

"Baguslah jika seperti itu, jangan sampai ada masalah tapi tidak memberitahu oppa. Kita hanya tinggal berdua saja, eomma dan appa menitipkan kamu agar oppa menjaga dan melindungi kamu agar tetap bahagia. Jika sampai kamu selalu sedih dan tidak bahagia apalagi sampai frustasi, oppa merasa sangat gagal menjaga kamu." Ha joon tidak ingin menjadi orang yang gagal untuk membahagiakan adiknya, ia sudah mengemban tugas tersebut sejak dirinya masih sekolah.

"Oppa tidak pernah gagal, oppa selalu berusaha untuk membahagiakan Ha jin dan memberikan apa yang Ha jin inginkan. Jadi jangan beranggapan kalau oppa gagal menjaga, Ha jin bahagia mempunyai kakak seperti oppa." Ha jin memeluk kakaknya, ia sangat merindukan Calvino dan juga sudah menganggap Ha joon seperti kakaknya sendiri.

Ha joon membalas pelukan adiknya, ia begitu menyayangi Ha jin sejak orang tua mereka meninggal. Tidak ada yang boleh menyakiti adiknya termasuk orang-orang yang telah mengkhianati keluarga nya dulu. Tidak ada tentang kecelakaan tunggal, yang ada adalah kecelakaan yang sudah direncanakan oleh seseorang atau kubu.

"Apa oppa ingin aku masakkan?" Tanya nya membuat Ha joon melepas pelukannya dan menatap adiknya.

"Masak? Kamu ingin menghancurkan dapur atau malah membakar rumah kita?" Tanya nya ragu dengan kemampuan adiknya, karena memang selama bersama Ha jin tidak pernah terlihat mau belajar memasak.

"Mana mungkin Ha jin akan membakar rumah kita, yang ada Ha jin akan membuat masakan yang lezat untuk oppa." Ha jin masih meyakinkan kakaknya untuk memasak, karena dirinya bisa apa yang harus diragukan.

"Memangnya kamu bisa masak apa?" Tanya Ha joon.

"Memangnya oppa ingin makan apa?" Tanya Ha jin tersenyum membuat Ha joon menaikkan satu alisnya bertanya-tanya apakah adiknya itu benar bisa memasak atau hanya menawarkan saja dan ingin coba-coba.

"Sebutkan saja apa yang ingin oppa makan."

"Maeun dakbal, kimchi sujebi, gopchang, daechang, japchae? Atau apa yang oppa mau?"

"Maeun dakbal itu mengerikan, oppa juga tidak terlalu bisa makan pedas, makan soup hangat sepertinya enak."

"Eh, memangnya kamu bisa masak semua itu? Kenapa bertanya seperti sudah tau semuanya." Ha joon baru sadar lagi jika adiknya tidak bisa memasak.

"Ha jin memang tau dan bisa memasak, oppa sangat meragukan sekali kemampuan Ha jin. Lagipula makanan cuma tepung dan soun atau bihun, semuanya gampang." Ha jin menambahkan kesombongan nya pada kakaknya, padahal dirinya tidak semuanya bisa resep masakan Korea.

"Baiklah, sekarang kita belanja dulu." Ha jin senang akan keluar dan berbelanja ke supermarket.

"Memangnya harus belanja dulu? Tidak bisakah kita langsung memasak?" Tanya Ha joon.

"Mungkin kita bisa cek, bisa saja kulkas kita ajaib dan mengeluarkan banyak barang yang kita inginkan." Ha jin melirik kakaknya malas.

Ha joon menghela nafasnya, ia tahu tidak ada seperti itu dirumahnya. Mereka benar-benar harus berbelanja membeli bahan makanan yang akan dimasak.

"Aku sangat malas jika harus belanja, tapi apa boleh buat soalnya ingin tau apakah kamu bisa masak atau tidak."

"Maka dari itu kita harus cepat berangkat, oppa kalau masih disini kapan Ha jin masaknya." Ha jin melihat kakaknya tidak bergerak sama sekali, mungkin menurut Ha jin kakaknya terlalu meragukan kemampuan memasak nya.

Siapa yang tidak akan meragukan, jika selama tinggal bersama tidak pernah sekalipun ingin belajar memasak. Namun ketika sembuh dari kecelakaan kemarin Ha jin langsung bisa sangat konyol sekali, apa mungkin resepnya muncul di kepala Ha jin waktu dirumah sakit.

Mereka sudah berangkat ke supermarket tidak lupa dengan mantel dan masker juga kupluk agar terasa hangat, Ha jin yang meminta Ha joon untuk mencari bahan-bahan yang dirinya butuhkan untuk masak.

"Kamu yakin ini bahan yang akan kamu olah?" Tanya Ha joon.

"Menurut oppa, apa Ha jin terlihat sedang berbohong?"

Ha joon langsung menggelengkan kepalanya, ia hanya tidak yakin bahannya sudah benar atau tidak.

"Lanjutkan saja, oppa akan mencari lagi bahan yang kamu butuhkan."

"Sudah Ha jin kirim ke ponsel oppa, Ha jin akan pergi ke bagian daging dan ikan."

Mereka berpencar untuk mencari bahan lain yang tersisa, supaya cepat selesai.

"Masakan apa yang akan dicampur dengan chips dan snacks sebanyak ini." Ha joon melihat list yang dikirim Ha jin ternyata camilan untuk adiknya itu di rumah, ia menggelengkan kepalanya dengan kesukaan adiknya tidak pernah berubah.

Selesai dengan belanja di supermarket mereka kembali ke rumah, dibantu asisten rumahnya membawa barang-barang masuk ke dapur untuk Ha jin siapkan dan mulai memasak.

"Kamu yakin?" Tanya Ha joon lagi yang masih tidak yakin.

"Oppa lihat disini dan perhatikan Ha jin masak sambil bantuin memotong sayuran." Asisten rumahnya juga ikut membantu memotong apa yang Ha jin perintahkan, Ha jin ingin memperlihatkan pada kakaknya jika dirinya memang bisa.

Ha joon sampai kagum dengan cara Ha jin memotong dan merajang, tidak pernah ia melihat adiknya memakai pisau di dapur membantu asisten rumah, namun sekarang yang ia lihat benar-benar menakjubkan.

"Kamu pandai sekali menggunakan pisau itu, seperti sudah lama belajarnya."

"Sudah lama Ha jin belajar ini dari waktu sekolah."

"Apa? Kamu main pisau saat masih sekolah dulu?" Ha joon terkejut karena adiknya belajar memegang pisau tanpa dirinya yang mengawasi.

"Maksudnya Ha jin sudah bisa hanya untuk memegang pisau nya."

Ha jin lupa jika dirinya belajar saat sekolah dulu sebagai Calandra.

Ha joon juga tidak akan tahu jika itu memang Ha jin, karena sudah sibuk ke kantor sejak sekolah dan jarang untuk bertemu adiknya. Ha joon hanya meminta bantuan pada teman atau Ji sung mantan Ha jin yang satu sekolah entertain.

Masakan sudah siap, mereka tadi membeli kimchi daun bawang juga untuk tambahan, Ha jin membuat kimchi sujebi dan gopchang yang sudah di bakar Ha jin. Ha jin juga meminta bantuan asisten nya untuk memasakkan ramyeon untuk mereka makan malam ini, diet nya gagal untuk malam ini namun besok harus ia ketat lagi.

Ha joon mencicipi dan melihat ke arah Ha jin, lalu menunjukkan jempolnya bahwa masakan Ha jin sangat enak.

"Wah, Daebak!! It's delicious, massisseo." Tidak berhenti Ha joon mengatakan makanan nya enak.

"Geurae?" (Benarkah) atau bisa menggunakan jjinjja dan jeongmal.

"Oppa sekarang tidak meragukan lagi, kamu benar-benar sangat pandai memasak."

"Benar-benar sangat enak apa yang kamu masak ini, padahal awalnya oppa tidak percaya dan sempat meragukan mu. Tapi ini sangat enak."

"Baiklah, sudahlah lanjut makan."

"Tapi sungguh ini sangat enak."

"Ne oppa, hajimallago" (iya oppa, jangan lakukan lagi) Ha jin ingin menghentikan kakaknya.

"Sumpah, oppa tidak bohong."

"Oppa, hajima jebal!" Ha jin menyuruh kakaknya tidak lagi memuji masakan nya dan makan saja tanpa terus menggoda Ha jin yang sangat pandai membuat masakan.

Ha joon tertawa melihat adiknya yang merengek karena dirinya tak hentinya menggoda.

Menjadi kesenangan tersendiri menggoda adik kandung, apalagi sampai marah dan itu membuat terlihat lucu.

Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...

Baca juga cerita bebu yang lain 😘

IG : @istimariellaahmad98

See you...

1
Isti Mariella Ahmad
/Kiss//Kiss//Kiss/ Hai-hai sobat semua, semoga suka dengan cerita bebu yang biasa saja namun mungkin bisa diambil apa yang terdapat di dalam cerita
nowitsrain
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!