NovelToon NovelToon
The Hunter Bloods

The Hunter Bloods

Status: tamat
Genre:Vampir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Caitlin Magnolia, seorang gadis cantik yang jatuh cinta pada Aaron Smith, vampire cerdas dan tampan pemilik perusahaan mebel tempat Caitlin bekerja. Aaron berusaha menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang vampire, namun seiring berjalannya waktu akhirnya Caitlin mengetahui bahwa Aaron merupakan sesosok vampire.

Perbedaan ras tak menyurutkan cinta di antara mereka, bahkan Aaron memberanikan diri untuk memperkenalkan Caitlin ke keluarga vampir-nya. Hal ini tentu saja menimbulkan goncangan pada hubungan mereka.

Keluarga besar vampir dari orangtua Aaron, dengan keras menentang hubungan mereka, bahkan Frank Smith, paman dari Aaron mengancam nyawa Caitlin jika Aaron tak memutuskan hubungan kisah asmaranya.
Lantas bagaimana mereka menyelesaikan masalah ini?
Kelanjutan kisahnya dapat kalian baca di novel The Hunter Bloods.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 27

Ketika Sean pergi meninggalkan kamar, handphone Caitlin berbunyi dari nomor yang tak ia kenal, dengan ragu-ragu Caitlin mengangkatnya.

"Hallo."

"Caitlin, Caitlin."

Caitlin mendengar suara yang familier yang telah ia dengar ribuan kali, itu adalah suara Dion yang terdengar panik. "Iya Yah, ada apa?" tanya Caitlin cemas.

Suara berikutnya yang ia dengar sangat asing yang tak pernah ia dengar. "Seharusnya aku tak perlu melukai ayahmu, jika kau mau melakukan semua yang kuperintahkan. Saat ini ayahmu sedang berada bersamak,." ucap suara asing itu, yang tanpa Caitlin ketahui itu adalah Frank.

"Tidak, tidak. Aku mohon jangan lukai ayahku."

"Kalau begitu kau harus menurutiku," perintahnya dengan suara tajam. "Aku ingin kau meninggalkan Sean. Kau bisa apa tidak?"

“Tidak," jawab Caitlin singkat.

"Ternyata kamu belum juga mengerti, betapa singkatnya waktu yang kubutuhkan untuk membereskan ayahmu, jika kau tidak meninggalkan Sean sekarang juga," ancam Frank.

"Aku mohon jangan lukai ayahku," suara Caitlin terdengar sangat memohon. "Baiklah aku akan meninggalkan Sean."

"Bagus sekali, Caitlin. Sekarang kembalilah ke Solo, nanti aku akan menghubungimu, dan aku akan memberitahumu kemana kau harus pergi selanjutnya. Ingat jangan buat Sean curiga, apa lagi sampai mengikutimu. Apa kau bisa?"

"Ya."

"Waktumu tidak banyak, siang ini kau sudah harus berada di Solo."

"Baiklah, aku akan segera ke sana. Tapi aku mohon jangan lukai ayahku." Air mata mulai menetes dipipinya.

"Selamat tinggal, Caitlin. Aku menantikan bertemu denganmu.” Frank menutup telepon.

Caitlin tak serta-merta percaya begitu saja, ia langsung menghubungi nomor telepon ayahnya. Ia menempelkan telepon di telinganya, sendi-sendinya terasa kaku karena rasa takut yang amat sangat, Caitlin tak dapat meregangkan jemarinya untuk melepaskan telepon itu, saat mendengar nomor telepon ayahnya tidak dapat di hubungi.

Caitlin menguatkan batinnya, ia menepis rasa gengsinya dengan menghubungi ibu tirinya untuk mengetahui dengan pasti di mana ayahnya berada.

"Ayahmu menyusulmu ke Solo pagi-pagi buta tadi." ucap Claire, ibu tiri Caitlin dengan ketus. "Dasar anak nakal, merepotkan saja." Claire mematikan sambungan teleponnya.

'Jadi disaat dr.Smith terbang ke Jakarta, ayah terbang ke Solo?' Caitlin tahu bahwa ia harus berpikir, tapi kepalanya dipenuhi suara panik ayahnya. 'Aku hanya punya 1 pilihan, pergi menemui Frank dan mati. Aku tak memiliki jaminan, tak ada yang bisa kuberikan agar ayahku tetap hidup. Aku hanya bisa berharap Frank akan merasa puas karena telah mendapatkan darahku.'

Keputusasaan mencengkramnya, tak ada cara untuk bernegosiasi. Caitlin bersyukur Sean sedang keluar, karena setidaknya ia memiliki waktu 5 menit untuk mengemasi barang-barangnya dan keluar dari kamar hote lewat tangga darurat, hanya itu sekenario yang ia bisa jalani.

Sembari membereskan pakaiannya, Caitlin harus menerima kanyataan bahwa ia takkan bertemu Aaron lagi, takkan ada pertemuan terkahir sebelum ia pergi menemui Frank. 'Aku akan menyakitinya, dan aku tak bisa mengucapkan selamat tinggal'. Caitlin membiarkan gelombang penyiksaan menyapu dirinya sebentar, kemudian ia mengesampingkannya, ia memutuskan membuat surat untuk Aaron.

Caitlin berlutut di sebelah meja kecil disisi tempat tidur. “Aaron,” tulisnya. Tangan Caitlin gemetaran begitu hebat, hingga tulisannya nyaris tak terbaca

Aku mencintaimu.

Aku sangat menyesali, pamanmu menyandera ayahku, dan aku harus berusaha.

Aku tahu ini mungkin tak berhasil, tapi aku harus mencobanya. Harus!!

Jangan marah pada Sean karena aku bisa kabur dari pengawasannya, itu namanya mukzizat. Sampaikan rasa terima kasihku kepaada semua keluargamu terutama pada Sean.

Aku mohon dengan sangat jangan mengejarku, jangan mengikutiku karena itulah yang pamanmu inginkan. Aku tak tahan bila ada yang harus menderita karena aku, apalagi kau. Kumohon, hanya ini yang bisa kuminta darimu saat ini. Demi aku.

Aku mencintaimu. Maafkan aku.

Caitlin

Ia lipat surat itu dengan hati-hati, dan memasukkannya keamplop. Caitlin menyimpan surat itu di atas meja agar Sean atau Aaron dengan mudah menemukannya. Caitlin hanya berharap Aaron mau mengerti, dan mau mendengarkannya sekali ini saja. Kemudian dengan hati-hati Caitlin tutup hatinya untuk Aaron.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sembari berjalan menuruni anak tangga, tangga darurat Caitlin merogoh-rogoh tasnya hingga menemukan kaus kaki yang berisiuang. Ia mengosongkan kaus kaki itu dan memasukkan uangnya ke saku.

Ia butuh uang untuk membayar taxi online yang sudah ia pesan, Caitlin tak bisa menggunakan mobilnya sebab kunci mobilnya berada di Sean, ia sempat mencari sesaat sebelum keluar kamar, namun sepertinya kunci tersebut Sean taruh di saku celananya.

Begitu sampai di anak tangga terakhir, Caitlin mengintip melalui kaca persegi panjang yang terdapat di pintu. Ia melihat Sean lewat dari arah restoran menuju lift, kemungkinan Sean bukan hanya check out namun ia juga memesankan sarapan untuknya.

Begitu Sean tak terlihat, Caitlin membuka pintu tangga darurat kemudian ia aku lari sekencang-kencangnya menuju lobby. Caitlin sama sekali tidak menoleh ke belakang saat ia berlari, karena ini adalah satu-satunya kesempatannya, bahkan kalaupun Sean melihat, Caitlin harus terus berlari.

Orang-orang di sekitaram hotel menatap Caitlin, tapi ia mengabaikannya. Dari meja receptionis Caitlin sudah bisa melihat, mobil taxi online yang ia pesan, Caitlin menambah kecepatannya, hingga akhirnya ia pun berhasil masuk mobil.

Caitlin bersandar di jok sembari melipat tangan di pangkuan ia memaksa kan dirinya tetap penuh kendali. Caitlin memutuskan untuk tidak menyerah, mengingat rencana yang sudah ia buat berjalan dengan baik.

Baginya tak ada gunanya larut dalam ketakutan, juga kekhawatiran. Takdirnya telah ditentukan, sekarang ia hanya tinggal mengikutinya.  Jadi, sebagai ganti kepanikannya Caitlin memejamkan mata dan menghabiskan waktu perjalanan itu dengan membayangkan Aaron.

Caitlin membayangkan tetap tinggal di hotel sampai Aaron datang menjemputnya, ia membayangkan Aaron memeluknya dengan erat dan memberikan banyak ciuman kerinduan yang selama dua hari ini tidak bertemu.

Caitlin pun tak peduli betapa lamanya mereka harus bersembunyi, terperangkap dalam kamar hotel bersamanya akan menjadi surga dunia baginya. Ia masih menyimpan banyak sekali pertanyaan untuk Aaron.

Ia bisa mengobrol dengan Aaron selamanya, tak pernah tidur, tak pernah meninggalkannya. Bisa Caitlin lihat wajahnya sangat jelas sekarang... bahkan ia nyaris mendengar suaranya. Dan terlepas dari semua ketakutan dan keputusasaannya, Caitlin merasa bahagia. ia begitu larut dalam lamunan bersama Aaron, hingga tak menyadari betapa cepat waktu berlalu.

“Dimana lokasi tepatnya mba? Di aplikasi hanya tertulis alun-alun kota Solo."

Pertanyaan sopir taxi membuyarkan lamunannya, dan bayangan indahnya pun lenyap.

1
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
ilove you to Aaron eh udah tamat aja kak nggak ada spesial nya belah durennya Aaron ma Catlin nih siapa tahu caranya beda kan mereka beda bangsa eh beda jenis😄😄😄
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
Will you marry me 💏
YESS i Will😄😄😄
Catlin maksudnya 😄😄😄
akhirnya kebahagiaan itu menyertaimu cat pikir keri yak gimana nanti akhirnya pokoknya kawin dulu eh nikah🏃🏃🏃
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
eh kok Frank gadungan????hmmmm
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
astaga aku galfok sama uang di kaus kaki😂😂😂dipikir lebih malah kurang maafkan cat pak dia lagi ketakutan jadi oleng😁
hmmmm masuk perangkap Frank kan go Aaron selamatkan Catlin
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
happy ending ya........selamat ya buat Aaron dan Caitlin ahkir nya menikah juga
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
ya lebih baik menikah supaya Caitlin bisa di jaga Aaron selalu
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
semoga Caitlin selamat ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
cuma jebakan ternyata ya dari frank nya
ㅤㅤʳᵛ✦
Pastinya, rasa khawatir, rindu dan lain² akan hilang seketika berganti nyaman dan lega, pas mendengar suaranya itulah Cinta
ㅤㅤʳᵛ✦
Wow satu abad menjomblo, padahal memiliki segalanya....
harta, tahta dan rupa
ㅤㅤʳᵛ✦
Ah jadi ngeri sendiri ngebayangin jadi Caitlin, harus mencintai laki² yang berasal dr keluarga Vampire yang notabene penyuka darah manusia, otomatis Caitlin jd mangsa 🙈🙈🙈
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
yuhuuu akhirnya aaron punya pasangan setelah berabad-abad jumblu... happy wedding aaron caitlin 💑💑💑
Asti •§͜¢•🦢🍒
Hwd Caitlin Aaron💒
Asti •§͜¢•🦢🍒
Jack yang menyerupai paman Frank
Asti •§͜¢•🦢🍒
Frank palsu 🤔
Asti •§͜¢•🦢🍒
Frank njebak Caitlin
Asti •§͜¢•🦢🍒
Caitlin dijebak 🤔
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
berhati-hati lah Caitlin pasti kamu bisa ngadapin Frank nya Aaron dan keluarga nya ngak akan tinggal diam mereka pasti akan nyelamatin kamu Caitlin
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
mungkin itu cuma jebakan Caitlin supaya kamu keluar dari tempat persembunyian mu dan Frank menangkap mu
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
Sean kamu harus segera sembunyiin Caitlin nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!