NovelToon NovelToon
Loud Girl, Cold Engine

Loud Girl, Cold Engine

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:530
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Kirana, seorang maba cerewet dan nggak bisa diem, langsung membenci Bima—cowok teknik cuek dan dingin yang nggak mau minta maaf setelah menabraknya di pertemuan pertama mereka. Sejak itu, hidup Kirana dipenuhi omelan tentang si cowok teknik bau oli tersebut bersama gengnya yang hobi bergosip itu. Di tengah hari-hari kuliah yang penuh gebrakan, tingkah absurd teman-teman mereka, sampai pasangan bucin yang bikin geli satu kampus, hadir Danu—kakak tingkat sempurna yang mulai mendekati Kirana. Di sisi lain Bima justru diam-diam mulai jatuh hati dan terus mencuri pandang pada gadis cerewet itu. Lalu, akankah Kirana memilih Danu si pangeran kampus, atau Bima si cowok teknik acak-acakan yang selalu berhasil membuat harinya kacau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Notifikasi yang Diamati

Sebelum malam yang panjang itu dimulai, Bima sebenarnya sudah terjebak dalam perang batin yang melelahkan. Bagi seorang mahasiswa Teknik Mesin yang hidupnya diatur oleh logika presisi dan hukum fisika, perasaan adalah variabel yang paling sulit ia kendalikan. Bima sendiri bingung, sejak kapan pusat gravitasinya mulai bergeser ke arah gadis sastra itu.

Awalnya, ia hanya menganggap Kirana sebagai "gangguan" yang ceroboh di laboratoriumnya dan sosok yang pendendam semenjak kejadian tabrakan di parkiran.

Namun, ada sesuatu yang berbeda setiap kali ia melihat Kirana. Bukan hanya soal parasnya yang cantik—karena Bima sudah sering melihat wanita cantik—tapi soal bagaimana Kirana tetap teguh dengan opininya meski sudah ia bentak.

Ada keberanian di balik tutur kata Kirana yang sopan, dan ada tatapan mata yang entah kenapa membuat Bima merasa harus selalu waspada agar tidak terlihat lemah di depannya.

Bima mulai tertarik karena Kirana adalah satu-satunya orang yang tidak memandang Bima sebagai "robot" yang menakutkan, melainkan sebagai manusia yang bisa diajak berdebat. Rasa penasaran itu berubah menjadi keinginan untuk terus berada di dekatnya, bahkan jika ia harus menggunakan alasan-alasan teknis yang terdengar konyol.

Meminta nomor telepon dengan alasan "urgensi motor" adalah langkah pertama Bima untuk menembus dinding pertahanan Kirana, sekaligus cara agar ia punya alasan sah untuk memikirkan gadis itu tanpa merasa bersalah pada logikanya sendiri.

Malam itu, Bima merebahkan tubuhnya di kasur tipis kamarnya yang hanya diterangi lampu meja temaram.

Di samping bantal, ponsel diletakkan dengan posisi layar menghadap ke atas—posisi siaga satu. Sudah lebih dari satu jam ia dalam posisi seperti itu; berbaring, menatap langit-langit yang sedikit berjamur, lalu melirik ke layar ponsel setiap kali ada bayangan cahaya yang lewat di jendela.

Dalam hatinya, Bima merutuki dirinya sendiri. Bego lo, Bim. Benar-benar bego, batinnya. Ia merasa konyol karena sudah bela-belain beli paket data paling besar hanya untuk menunggu balasan dari sebuah pesan yang sebenarnya tidak perlu dibalas.

Pesan terakhirnya hanya berisi instruksi teknis soal busi. Secara logika, Kirana tidak perlu membalas. Tapi di dalam benak Bima, satu kata saja sudah cukup untuk menutup malamnya dengan tenang.

Hampir dua jam ia menunggu, sampai-sampai ia sempat berpikir apakah Kirana sengaja memblokirnya. Sampai akhirnya...

Ting!

Bima yang tadinya berbaring lesu langsung melompat duduk tegak di pinggir kasur. Jantungnya berpacu seperti mesin yang digas pol. Ia tidak langsung membuka pesan itu; ia sengaja menunggu beberapa menit agar tidak terlihat terlalu "ngenes". Setelah menahan diri, ia membuka kunci layarnya.

Kirana Sastra:

Oke, Terima kasih.

Tapi mau nanya, kalau motornya masih agak bunyi 'tek-tek' di bagian bawah itu kenapa ya? Apa ada baut yang kendor pas kamu bongkar tadi?

Bima menatap layar itu dengan mata berbinar. Namun, ada satu hal yang mengganjal hatinya sejak tadi. Ia pun mengetik dengan jempol yang sedikit kaku.

Bima Teknik:

Nggak ada yang kendor. Itu cuma suara rantai yang kering. Besok gue kasih pelumas.

Btw, kok lama banget balesnya?

Cukup lama Bima menahan napas sampai balasan itu muncul kembali dengan nada yang jauh dari kata lembut.

Kirana Sastra:

Iya, tadi lagi beli paketan dulu ke depan. Soalnya habis, terus tadi baru selesai mandi juga.

Terus ya, lu nggak usah modus nanya-nanya kenapa lama segala. Kita chat begini karena lu bilang ada urgensi dengan motor gua. Kalau bukan karena itu, nggak bakal mau anjir gue chat sama lu.

Bima tertegun membaca balasan judes itu. Ia refleks menyentuh rambutnya yang masih agak basah setelah mandi, lalu teringat bahwa ia juga baru saja lari ke gerbang untuk beli paket. Lah, sama ternyata... batin Bima, mengabaikan makian Kirana. Ia justru tersenyum kecil sambil mengetik balasan singkat.

Bima Teknik:

Iya, iya. Bawel.

Keesokan harinya, Kantin Pusat sedang berada di puncak keramaian. Bima duduk bersama "trio macan" Teknik: Roni, Adit, dan si Gendut. Tak lama kemudian, rombongan Kirana, Sari, dan Maya masuk ke area kantin.

Begitu rombongan itu mendekat, suasana mendadak berubah menjadi panggung drama. Adit, yang memang sudah lama menjalin kasih dengan Maya, langsung melambaikan tangan dengan wajah yang mendadak berubah "manis" hingga membuat teman-temannya ingin muntah.

"Sayang! Sini duduk sini, aku udah pesenin minum buat kamu!" seru Adit dengan nada suara yang naik dua oktaf.

Maya tersenyum lebar dan menghampiri Adit. "Makasih ya, Pipiw-ku sayang. Kamu emang paling pengertian deh."

Maya duduk di samping Adit, dan mereka mulai bertukar pandang yang penuh bunga-bunga. Pemandangan itu membuat Roni, si Gendut, Kirana, dan Sari kompak memutar bola mata seraya menunjukkan ekspresi geli yang luar biasa.

"Gue baru tahu mesin manusia bisa berubah jadi marshmallow kalau ketemu ceweknya," gumam si Gendut sambil pura-pura ingin mual.

Namun, momen itu hanya pembukaan. Roni yang sudah tahu "rahasia" Bima sejak semalam, langsung memulai serangan utamanya.

"Eh, Ra! Kirana!" panggil Roni dengan suara keras, membuat Kirana yang baru mau menyuap bakso menoleh bingung. "Gila ya, gara-gara lo semalam ada yang nggak tidur, tahu nggak?"

Kirana mengernyit. "Siapa kak?"

"Ini, Robot Teknik kita!" sela si Gendut sambil menunjuk Bima. "Semalam dia kaget setengah mati pas ada notif masuk. Lo nggak tahu aja, dia udah nungguin lo chat kayak nungguin hasil ujian negara! Pas ada bunyi 'Ting!', dia hampir jatuh dari kursi bengkel, eh ternyata cuma notif operator yang suruh beli paketan!"

Wajah Bima langsung berubah merah padam. Ia berusaha memberikan tatapan "membunuh" pada teman-temannya. "Nggak, Ra! Nggak usah didengerin! Itu bohong, mereka emang suka ngaco kalau ngomong!"

"Bohong apanya, Bim!" timpal Adit sambil tetap merangkul Maya. "Tadi malam lo juga beli paket dulu kan biar bisa nanya 'Kok lama balesnya?' ke Kirana? Terus dibales pedes banget tapi lo malah senyum-senyum sendiri?" Jawab Adit asal.

Adit sebenarnya tidak tahu kelanjutan chat mereka apakah Kirana membalas chat Bima atau Tidak, Adit hanya menebak.

"Sial kok dia bisa tau" gumam Bima.

Kirana melirik Bima dengan tatapan sinis yang dibuat-buat.

"Halah! Mastiin apa kangen, Mas Bima?" goda Maya sambil tertawa kecil di samping Adit. "Gue liat-liat kalian berdua romantis juga ya, sama-sama bela-belain beli paket malam-malam buat lanjutin debat."

"Romantis apaan," gumam Kirana jutek, meskipun pipinya sedikit merona karena rahasia chat mereka dibongkar habis-habisan. "Ini tuh cuma sekedar urusan motor."

Bima hanya bisa terdiam, mengaduk es tehnya dengan tenaga yang terlalu kuat.

Di tengah tawa teman-temannya yang meledak dan drama "sayang-sayangan" Adit-Maya yang menjijikkan bagi jomblo lainnya, Bima merasa dunianya benar-benar sudah bergeser. Malam yang ia pikir penuh dengan makian Kirana, ternyata menjadi bahan bulan-bulanan yang manis di tengah riuhnya kantin siang itu.

1
Taro
akhirnya up thor🥹
minttea_: huhu iya nihh kemaren author lagi sibuk, maaf yaa🥺
total 1 replies
Taro
teringat sama film pupus kalau baca novel ini. semangat thor
minttea_: wahhh iya kahhhh, makasihh banyak atas dukungannya🥰✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!