NovelToon NovelToon
Rapat Dadakan Menuju Pelaminan

Rapat Dadakan Menuju Pelaminan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Komedi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Mi

Rania Azarina Seorang manajer Brand Strategy di perusahaan ternama, ia sudah bekerja mati-matian demi kursi Direktur Regional. Sayangnya, tepat ketika garis finis sudah di depan mata, direksi mengumumkan syarat paling absurd dalam sejarah perusahaan: kandidat direktur harus memiliki kehidupan pribadi yang stabil—alias sudah menikah.
Masalahnya, Rania masih lajang.
Lebih parah lagi, pesaing terbesarnya adalah Gavin Mahendra—manajer Creative Campaign yang menyebalkan, terlalu santai, dan punya bakat alami membuat tekanan darahnya naik hanya dengan satu senyuman tengil.
Ketika keduanya sama-sama terancam kehilangan peluang promosi
sebuah ide nekat muncul, menikah kontrak.
Kesepakatannya sederhana. Menikah selama enam bulan, lalu bercerai setelah salah satu mendapatkan jabatan impian.
Tapi Bagaimana jika pernikahan palsu ini justru melahirkan perasaan yang terlalu nyata untuk diakhiri?
⚠️⚠️⚠️
DILARANG KERAS PLAGIAT ATAU COPY PASTE JIKA TIDAK INGIN KENA DENDA KARNA PELANGGARAN HAK CIPTA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Mi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 20 Menjaga Jarak

Pagi di apartemen Gavin.

Rania keluar kamar pukul enam lewat tiga puluh.

Masih sedikit mengantuk.

Lalu berhenti.

Karena Gavin sudah ada di dapur.

Kopi hitam. Sarapan. Laptop terbuka di meja makan.

Seolah ini rutinitas biasa.

Padahal—

harusnya tidak.

“Pagi,” sapa Gavin tanpa mengangkat kepala dari layar.

“…Pagi.”

Nada suara Rania terlalu kecil.

Terlalu hati-hati.

Gavin melirik sekilas.

“Kamu mau makan dulu.”

“Aku nggak lapar.”

“Kamu bohong.”

Rania diam.

Biasanya—

Ia akan membalas.

Hari ini?

Tidak.

“Later aja.”

Lalu berjalan ke arah kulkas.

Membuat kopi sendiri.

Menjaga jarak.

Sedikit.

Kecil.

Tapi terasa.

Dan Gavin langsung sadar.

“Kamu kenapa?”

Rania berhenti sepersekian detik.

“Nggak apa-apa.”

“Kamu diem dari tadi.”

“Capek.”

Jeda kecil.

Tatapan Gavin sedikit menyipit.

“Kamu mulai formal.”

Sial.

Dia sadar.

“Perasaan biasa aja.”

Namun kali ini—

Rania tidak duduk di meja makan.

Tidak debat.

Tidak nyolot.

Tidak mencuri sambal dari piring Gavin seperti biasanya.

Dia cuma mengambil kopi.

Lalu kembali ke kamar.

Biasanya perempuan itu minimal akan mengomentari sarapan.

Atau nyuri telur di piringnya.

Hari ini—

tidak ada apa-apa.

Meninggalkan sesuatu yang terasa aneh di dapur.

Gavin diam cukup lama.

Tatapannya jatuh pada kursi kosong di depannya.

Dan entah kenapa—

mood paginya langsung buruk.

Kantor pukul sembilan lewat tujuh menit.

Dan tentu saja—

gosip belum mati.

Nisa langsung menyerbu meja.

“BU.”

“Tidak.”

“Tapi—”

“Tidak.”

“Pak Gavin anterin lagi?”

Rania berhenti mengetik.

“…Kerja.”

Nisa menyipit.

Curiga.

“Lho?”

Tika ikut muncul.

“Bu… ibu habis berantem?”

Rania mengernyit.

“Apa?”

“Biasanya kalau nama Pak Gavin disebut ibu langsung kesel,” kata Tika polos.

“Sekarang malah kayak… sedih?".

Kurang ajar.

“Bonus dipotong.”

“WAH FIX BERANTEM,” bisik Nisa.

“Kerja,” desis Rania.

Namun bahkan dirinya tahu—

mereka tidak salah.

Karena ada sesuatu yang berubah.

Dan itu membuatnya tidak nyaman.

Kantor pukul sebelas lewat empat puluh menit

Dan semuanya terasa semakin aneh.

Biasanya—

Rania akan debat soal revisi campaign.

Akan protes kalau Gavin terlalu perfeksionis.

Akan mengomel.

Hari ini?

Tidak.

Meeting selesai lebih cepat.

Terlalu cepat.

Karena setiap Gavin bicara—

jawaban Rania cuma:

“Baik, Pak.”

“Siap.”

“Sudah saya revisi.”

Titik.

Tidak ada emosi.

Tidak ada debat.

Tidak ada Rania.

Kevin yang duduk di samping Gavin sampai melirik berkali-kali.

Akhirnya chat masuk.

Kevin

Bro.

Lo habis bikin dosa apa?

Gavin

?

Kevin

Istri lo lagi ngambek level nasional.

Gavin

Dia nggak ngambek.

Kevin

Oh berarti lo bego.

Kurang ajar.

Namun—

Kevin ada benarnya.

Karena ada sesuatu yang salah.

Dan Gavin tidak tahu apa.

Masalahnya—

Rania sendiri juga tidak baik-baik saja.

Karena setiap Gavin perhatian—

dadanya terasa terlalu aneh.

Dan itu membuatnya panik.

Siang hari.

Rania baru keluar meeting saat melihat seseorang berdiri di pantry.

Clarissa.

Terlalu cantik. Terlalu rapi. Dan terlalu percaya diri.

Perempuan itu tersenyum tipis.

“Kamu keliatan capek.”

Rania sopan.

“Kerjaan.”

Clarissa mengangguk kecil.

Lalu—

“Gavin suka terlalu perhatian ya?”

Rania membeku sedikit.

“…Maksudnya?”

“Oh.” Clarissa tertawa kecil.

“Dia memang begitu kalau lagi peduli sama seseorang.”

Jeda.

“Dulu juga begitu.”

Sunyi.

Seketika—

sesuatu di dada Rania terasa turun.

Oh.

Begitu.

Jadi—

bukan spesial.

Memang Gavin seperti itu.

Bukan karena dirinya.

Bukan karena—

apa pun.

“Aku cuma bilang… jangan terlalu dibawa serius.”

Clarissa tersenyum.

“Gavin memang suka perhatian kalau lagi nyaman sama seseorang.”

Lalu pergi.

Meninggalkan sesuatu yang terasa tidak nyaman.

Sore hari.

Ponselnya bergetar.

GAVIN

Sudah makan?

Rania mengetik cepat.

Rania

Sudah.

Titik.

Tidak ada debat.

Tidak ada nyolot.

Tidak ada: kurang ajar.

Beberapa detik.

Balasan masuk.

GAVIN

Kamu kenapa?

Rania

Nggak apa-apa.

Typing…

GAVIN

Oke.

Jeda.

Typing…

GAVIN

Tapi kamu ngindarin saya.

Sial.

Karena—

ternyata Gavin terlalu observan.

Dan itu jauh lebih berbahaya.

Pukul tujuh malam.

Hujan turun lagi.

Deras.

Rania sengaja lembur.

Sedikit lebih lama.

Sedikit lebih sibuk.

Sedikit lebih jauh.

Karena menjaga jarak terasa lebih aman.

Namun—

begitu pintu lobby terbuka—

langkahnya berhenti.

Karena Gavin berdiri di sana.

Masih dengan kemeja kerja.

Satu tangan masuk saku.

Tatapan lurus ke arahnya.

Seolah memang sudah menunggu lama.

Rania membeku.

Begitu melihatnya—

pria itu langsung berdiri tegak.

“Kamu lembur?”

“Iya.”

“Kenapa nggak bilang?”

“Saya bisa pulang sendiri.”

Sunyi.

Gavin menatap beberapa detik.

“Saya sudah nunggu empat puluh menit.”

“Kenapa?”

Jeda kecil.

“Karena biasanya saya jemput.”

Tidak ada yang bersuara.

Ekspresi Gavin berubah sedikit.

“Hari ini kamu sangat aneh.”

Jantungnya mendadak tidak nyaman.

“Aku nggak aneh.”

"Saya ada salah?"

Rania diam.

Karena—

dia benar.

Sunyi beberapa detik.

Lalu Gavin mengembuskan napas kecil.

“Saya kasih kamu ruang.”

Jeda.

“Tapi bukan berarti saya berhenti jemput.”

Apa?

Tatapannya terlalu tenang.

Terlalu—

mengganggu.

“Sekarang masuk mobil.”

Rania tidak langsung bergerak.

Karena untuk pertama kalinya-

suara Gavin terdengar…

sedikit kesal.

Sedikit terluka.

Dan itu jauh lebih berbahaya.

Dan anehnya.

Rania tidak yakin dirinya ingin terus menjaga jarak.

Karena masalah besarnya bukan Gavin.

Tapi masalah adalah dirinya sendiri.

Dan perasaan yang mulai terasa…

terlalu nyata.

Kenapa beberapa hari belakangan sikap Gavin terlihat berbeda?

1
Evi Yolanda
Thor susulan nya jng LM apa Thor dah gak sabar nunggu saling bucin
MayAyunda
keren kak 👍👍
Sahabat Oleng: Terimakasih kak 👍
total 1 replies
cynth
Ninggalin jejak 👣
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak
total 1 replies
MayAyunda
keren 👍👍
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak 😇
total 1 replies
Sahabat Oleng
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😄
Raihan
mampir juga di novel ku kelas arang nanti kita saling support 🙏
Azandis
Lanjut Thor
Azandis
Wkwkwk...
BDaska
Thor, banyakin update episode nya
Fabio
Lanjut thor
Sahabat Oleng: Siap 👍
total 1 replies
Evi Yolanda
ahhh udah lahhh Thor jd ky penagih utang .. bentar bentar intip dah up date blm
Fatan
Bagus ceritanya
Sahabat Oleng: Makasih kak 👍
total 1 replies
T28J
kak, kok tulisan yang ini beda sama yng sebelah ya 🙏
T28J: beda sama novel kakak yang satu lagi gaya tulisannya
total 2 replies
Evi Yolanda
seru dan buat penasaran setiap babnya
Sahabat Oleng: Makasih kakak 😍
total 1 replies
Raihan
halo kakak izin ayok mampir juga di novel ku "kelas arang"
Raihan
bagus cerita
Wawan
Hadir Rania 😍
cinta
Gavin dan Rania sama-sama lucu. 😂
Apalagi Mama Ratna dan Mama Ambar.
Ceritanya bikin penasara.
Sahabat Oleng: Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak 😘
total 1 replies
Susanti Santi
Cerita nya menarik
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak 😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!