Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."
Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.
Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:
[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]
Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.
Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26: DARAH LEBIH KENTAL DARI ES
Aura di lantai dasar Penjara Sembilan Kesengsaraan mendadak menjadi vakum. Kehadiran Su Changfeng menekan segala jenis energi lain; seolah-olah di ruangan ini, ia adalah satu-satunya hukum yang berlaku.
"Keponakanku," Su Changfeng melangkah perlahan di atas lantai es yang retak. "Kau memiliki bakat yang melampaui ayahmu. Jika saja kau mau tunduk dan menyerahkan Tulang Kekacauanmu, kau bisa menjadi Jenderal tertinggi di Alam Surgawi. Mengapa memilih untuk mati demi wanita yang sudah hancur ini?"
"Tutup mulutmu, bajingan!" Ye Xuan menggeram. Suaranya bukan lagi suara manusia, melainkan raungan rendah dari entitas kuno.
[Ding! Peringatan Darurat Tingkat Dewa!]
[Target: Su Changfeng (Pemimpin Klan Su).]
[Tingkat Kultivasi: Spirit Transformation Tahap Menengah!]
[Peringatan: Perbedaan tingkat energi terlalu jauh! Peluang kemenangan dalam pertarungan langsung: 0,01%.]
[Saran Sistem: Gunakan 'Kartu Overload' untuk memaksa Pedang Penghancur Surga membuka segel 80%, namun tubuh Inang akan hancur setelah 3 menit!]
"Sistem... lakukan," bisik Ye Xuan.
[Ding! Mengaktifkan Mode: PENGHANCUR DUNIA!]
[Seluruh Poin Sistem (120.000) Dikonsumsi!]
BOOOOOOOOMM!!!
Seketika, seluruh Penjara Sembilan Kesengsaraan berguncang hebat. Rambut hitam Ye Xuan perlahan memanjang dan berubah menjadi ungu bercahaya. Tato naga kekacauan merayap dari punggung hingga ke wajahnya. Pedang Penghancur Surga melepaskan uap hitam yang menelan cahaya matahari dari tubuh Su Changfeng.
"Oh? Membakar esensi kehidupan demi kekuatan sesaat?" Su Changfeng sedikit menyipitkan mata. "Sangat heroik, namun sia-sia."
Su Changfeng mengangkat tangan kanannya. "Hukum Matahari: Sanksi Langit!"
Sebuah pilar api putih murni turun dari langit-langit penjara, menembus lapisan-lapisan es setebal ratusan meter dalam sekejap untuk menghanguskan Ye Xuan.
Ye Xuan tidak menghindar. Ia mengayunkan pedangnya ke atas dengan satu tangan.
"Tebasan Ketujuh: Pelahap Surga!"
Lubang hitam tercipta di ujung pedang Ye Xuan, menelan seluruh pilar api matahari tersebut dan mengubahnya menjadi energi mentah yang justru memperkuat aura ungu Ye Xuan. Dalam sekejap, Ye Xuan sudah berada di depan Su Changfeng.
CLANG!
Su Changfeng menahan bilah pedang Ye Xuan hanya dengan dua jari yang dilapisi cahaya emas. Namun, ia terkejut saat melihat jarinya mulai berdarah.
"Kau... berhasil melukaiku?" Mata Su Changfeng berkilat dengan amarah yang dingin.
"Aku bukan hanya akan melukaimu," Ye Xuan menendang perut Su Changfeng dengan kekuatan yang mampu menghancurkan gunung. "Aku akan menyeretmu ke neraka bersamaku!"
Pertempuran itu menjadi terlalu cepat untuk diikuti oleh mata biasa. Benturan antara cahaya emas dan ungu menciptakan ledakan-ledakan yang meruntuhkan dinding-dinding penjara. Di tengah kekacauan itu, Grandmaster Yin masuk dengan luka-luka di tubuhnya.
"Xuan'er! Formasi segel ibumu terhubung dengan jantung Su Changfeng! Jika kau membunuhnya sekarang, ibumu juga akan mati!" teriak Grandmaster Yin.
Ye Xuan tertegun sejenak. Kesempatan itu digunakan oleh Su Changfeng untuk menghantam dada Ye Xuan dengan ledakan energi matahari.
"Hahaha! Benar!" Su Changfeng tertawa terbahak-bahak sambil menyeka darah di bibirnya. "Dia adalah wadah bagi nyawaku. Jika aku mati, segel Sembilan Kesengsaraan akan meledak dan menghancurkan jiwanya menjadi debu!"
Ye Xuan terjatuh di atas es, napasnya tersengal. Waktu 'Overload' miliknya tinggal 60 detik. Tubuhnya mulai retak, darah ungu merembes keluar dari pori-porinya.
"Xuan'er... jangan pedulikan Ibu..." suara Su Qingxue terdengar lemah namun tegas. "Bunuh dia... akhiri penderitaan keluarga kita..."
"Tidak..." Ye Xuan berdiri dengan sisa kekuatannya. Ia menatap sistem di dalam pikirannya. "Sistem! Cari cara! Pasti ada cara untuk memutus koneksi jiwa tanpa membunuh ibuku!"
[Ding! Mencari Solusi...]
[Ditemukan: Teknik 'Pertukaran Takdir Kekacauan'.]
[Risiko: Inang harus memindahkan seluruh segel kematian ibunya ke dalam tubuh Inang sendiri.]
[Peringatan: Inang akan mengalami penderitaan abadi selama 100 tahun di dalam tubuh Inang.]
"Lakukan sekarang!" Ye Xuan berteriak.
"Apa yang kau lakukan, bocah?!" Su Changfeng merasakan sesuatu yang salah.
Ye Xuan mengabaikan Su Changfeng. Ia melepaskan Pedang Penghancur Surga dan berlari menuju ibunya. Ia memeluk ibunya erat-erat sementara tubuhnya mulai bersinar dengan simbol-simbol kuno yang mengerikan.
"Seni Kekacauan: Pindah Takdir!"
KRAAAAK!
Rantai-rantai naga yang mengikat Su Qingxue perlahan hancur dan berpindah melilit tubuh Ye Xuan. Su Qingxue terjatuh ke pelukan Mo Ran yang baru saja tiba, sementara Ye Xuan meraung kesakitan saat energi dingin yang mematikan mulai menghancurkan organ dalamnya.
Su Changfeng terbelalak. "Kau gila! Kau mengorbankan dirimu sendiri demi dia?!"
Ye Xuan perlahan berdiri, meskipun tubuhnya kini dililit rantai hantu yang membara. Ia mengambil kembali Pedang Penghancur Surga. Senyum di wajahnya tampak seperti iblis yang keluar dari jurang terdalam.
"Sekarang... koneksinya sudah putus." Ye Xuan menatap Su Changfeng dengan mata yang kini sepenuhnya menjadi hitam pekat. "Su Changfeng, hari ini tidak ada yang bisa menyelamatkanmu."