NovelToon NovelToon
JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)

JAGA BUANA (Bangkitnya Kegelapan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Pendekar / Fantasi Timur
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Lek Muheim

ENG ING ENG... ...
Selamat Tahun Baru
Serial JAGA BUANA ini akan disetop rilis episode barunya karena akan diremake dalam sebuah novel berbeda berjudul: "Bara Gentayu".
Alasan saya melakukan ini adalah karena ingin menghadirkan yang terbaik dengan karya berkualitas.
Saya memahami, bahwa ada beberapa pihak yang akan tidak puas, ada yang bersikap masa bodo dan seterusnya, tapi saat ini saya perlu fokus menggarap karya saya hingga tuntas.




Semoga, para penggemar bersedia bersabar menunggu rilis novel baru tersebut ternotifikasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lek Muheim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Energi Hitam

Di kediaman Lestini, Sakuza dan saudari seperguruannya, Yumiko merasakan kehadiran energi hitam dalam jumlah besar yang terus bertambah. Tanpa bersuara, mereka berdua beringsut keluar meninggalkan kediaman lestini. Mata keduanya terbelalak saat menyaksikan di angkasa, ada sosok dengan pancaran energi jahat yang sangat kuat melayang dan mengendalikan tiga lilitan ‘tali’ yang terbuat dari sepenuhnya energi hitam dengan tiga sosok yang terbelit dalam ikatan tersebut tidak berdaya.

Tampak salah satu dari ketiganya dihempaskan entah kemana dan segera disusul kilatan energi lain menghantam tubuh yang sedang menghempas tersebut. Itu adalah tubuh Gentayu yang kemudian menghilang terhalang oleh rumah dan pepohonan dari pandangan sakuza dan Yumiko. Ternyata nasib kedua orang sisanya juga tak kalah buruk. Keduanya bahkan dilemparkan ke udara dan dihujani dengan pukulan energi yang sangat dahsyat. Sakuza dan Yumiko segera melesat ke arah di mana sosok mengerikan tersebut melayang.

Betapa terkejutnya mereka, karena di sekitar tempat sosok yang melayang tersebut, puluhan mayat hidup sedang membuat kekacauan. Banyak warga desa yang tertangkap dan dihabisi tanpa ampun. Sisanya yang masih cukup berani memberikan perlawanan seadanya. Selebihnya melarikan diri dan bersembunyi. Keduanya menyadari bahwa akan semakin banyak korban dari warga desa berjatuhan jika mereka tidak segera bertindak.

Tanpa menunggu lebih lama, Sakuza mengeluarkan senjatanya berupa cambuk yang dialiri petir dari pangkal ke ujungnya, sedangkan Yumiko mengeluarkan sebuah busur panah yang unik. Sakuza segera terjun ke medan pertarungan. Cambuknya efektif mengurangi jumlah mayat hidup dengan cepat. Setiap kali cambuknya menyentuh kulit mayat-mayat hidup tersebut makan ledakan akan terjadi. Tentu saja yang meledak adalah tubuh mayat hidup tersebut.

Yumiko sendiri tidak kalah ganas senjatanya. Panah yang tidak dikeluarkannya saat menghadapi lima anggota kelabang Hantu itu kini mengamuk. Yumiko tidak terlihat memiliki anak panah yang menyertai busurnya. Namun setiap kali busur direntangkan dan dilepas, ratusan anak panah melesat dan meledakkan tubuh lawan-lawannya. Nampaknya mereka berdua mengangap lawan kali ini lebih mengerikan daripada Kelabang Hantu.

+++++++ +++++ ++++++ +++++

Gentayu merasakan energinya mulai tersedot oleh sulur-sulur seperti akar tanaman berwarna hitam yang membelit kakinya itu. Dia segera mengeluarkan pedang satam di tangannya, namun belum sempat pedang itu beraksi, tangannya telah dibelit dan pedang tersebut telah terlepas dari tangannya.

‘saatnya mencoba ajian bulan menarik samudra’ batin Gentayu.

Jurus ‘bulan menarik samudra’ adalah bagian dari beberapa bab dari ilmu Bulan Perak. Jurus ini, berfungsi untuk menyerap energi dari alam semesta dengan cepat, selain juga dapat digunakan bahkan untuk menghisap energi lawan menjadi energi milik sang pengamal jurus ini. Tentu Gentayu tidak akan menggunakan jurus ini jika energi yang akan dihisap adalah milik Karang Setan ini, Karena prinsip dasar jurus ini adalah tidak akan bekerja maksimal jika lawannya lebih tinggi tingkatan keilmuannya.

Gentayu menyadari, bahwa sulur-sulur ini digerakkan dan dikendalikan bukan oleh Karang Setan namun oleh salah satu pusakanya yang saat ini tertancap di tanah tidak jauh dari tempat Karang Setan melayang. Menghisap energi Karang Setan adalah mustahil karena tubuhnya pasti yang akan hancur. Tetapi pusakanya ini pasti tingkatan energinya tidak lebih besar dari dirinya. Segera saja Gentayu komat-kamit membaca mantra ajinya dengan posisi tangan dan kaki yang telah menyatu terikat sempurna. Saat selesai membaca mantra, sulur-sulur tersebut terlihat mulai bereaksi. Kini sulur-sulur itu jadi berfungsi seperti sedotan yang menghisap energi dari pusaka Karang Setan yang berupa tongkat untuk mengisi tubuh Gentayu. Tampaknya Karang Setan tidak menyadari yang dilakukan Gentayu. Matanya mulai fokus ke arah lain. Arah itu adalah tempat di mana Kazusa dan Yumiko sedang bertarung melawan pasukan mayat hidup.

Saat Karang Setan sedang fokus terhadap aksi Yumiko dan Kazusa, Gentayu telah berhasil menyerap seluruh energi dari pusaka Karang Setan yang berupa tongkat tersebut. Gentayu merasakan bukan hanya energinya telah pulih, namun juga merasa setingkat lebih kuat dari sebelumnya. Gentayu tidak menyadari bahwa kekuatan putihnya yang telah tersedot benar-benar belum pulih. Sementara tenaga luar biasa yang dirasakannya saat ini justru berasal dari Tongkat sakti berkekuatan hitam. Setelah seluruh energinya tersedot kini tongkat ini selamanya hanya akan menjadi tongkat biasa tanpa kekuatan. Sedangkan bila korban jurus ini adalah manusia, tentu manusia tersebut harus mati mengering.

Gentayu menyadari bahwa kini Karang Setan sedang memfokuskan perhatiannya kepada sosok dua orang wanita dari negeri Hidama tersebut, sedangkan dua sesepuh Bambu Hijau yang semula berada di tangannya sekarang masing-masing telah dihempaskan ke dua arah berbeda. Kardak dihempaskan ke arah timur dan berhnti setelah menabrak gundukan tanah, namun dia berhasil menghindari serangan energi Karang Setan yang dilepaskan saat tubuhnya melayang sebelum menabrak gundukan tanah. Nasib kurang beruntung dialami rekannya, sang Pendekar Tongkat Hijau itu kini dalam kondisi sekarat karena dihempaskan ke arah sebuah batu besar dan menerima pukulan beruntun saat tubuhnya melayang tanpa sempat menghindar.

Saat Karang Setan mengangkat tangan kanannya, segera saja terbentuk pusaran angin di bawah kakinya yang masih melayang lebih dari lima meter dari tanah itu. Gentayu tahu bahwa itu adalah sebuah teknik kompresi energi di sekitar untuk dilepaskan sebagai pukulan jarak jauh. Sasarannya pasti dua Kazusa dan Yumiko! Gentayu segera melesat ke arah Karang Setan dan dalam tempo sepersekian detik, dia berhasil menghantamkan sebuah tendangan ke arah pendekar legendaris aliran hitam itu!

“Tendangan Ekor Naga Api!”

‘BAM!!’

Terjadi suara benturan dua energi hebat di udara, menimbulkan suara ledakan bergema dan gelombang kejut yang mementalkan benda-benda dalam radius lebih dari 20 meter dari lokasi. Gentayu terpental ke belakang dan meluncur ke bawah mengantam atap rumah warga!

‘Brak! Bug!’

Suara benda jatuh dan atap rumah yang rusak terdengar bersamaan.

Di atas sana, Karang Setan masih kokoh berdiri. Tapi kini dia tidak lagi memperhatikan Kazusa dan Yumiko yang sedang menghabisi pasukan mayat hidup di bawah sana. Pendekar legendari itu nampak terkejut dirinya masih menerima serangan dari manusia yang seharusnya sudah mati, fikirnya. Dia menoleh ke arah tongkat pusakanya. Itu adalah tongkat yang sebenarnya berfungsi untuk mengisi ulang energinya dari para pendekar lawan maupun makhluk hidup di sekitarnya saat bertarung. Kini tongkat itu bahkan tidak lagi bisa berfungsi!

Pandangan Karang Setan kembali tertuju ke arah Gentayu yang masih berusaha berdiri. Dia sedikit bingung bagaimana pemuda itu masih hidup saat energinya seharusnya dihisap habis, bahkan kini masih bisa menyerangnya?

“Tampaknya, hari ini aku bertemu dengan bakat yang hebat di masa depan! Baguslah.. Setidaknya, aku bisa membunuhmu saat ini sebelum kau menjadi masalah di masa depan...” Karang Setan berkata dengan dingin. Tanpa ekspresi . Namun seringainya terlihat lebih menyeramkan saat perlahan dia mulai turun menapak tanah. Karang Setan berjalan mendekati Gentayu yang kini sudah berdiri kembali dengan darah yang mengalir dari kedua sudut bibir. Benturan barusan tampaknya membuatnya terluka dalam.

1
Audrey Maritza Kanedy
mantap
Imam Mudjamil
good
susan to
kota daging asin
Daeng Tunca
kalo menurut saya cukup bagus, cuma kalo bisa di perbaiki lagi di endingnya..
Syakira Irawan
semua nama daerahnya koq ada di blkg rmh sy yaak/Silent//Silent/, emg ada kerajaan disana dlu taahh
didik jatirogo
Luar biasa
didik jatirogo
Buruk
asta guna
saya suka model2 MC yg nakal seperti ini. ayo Thor dilanjut novelnya
asta guna
ada kelanjutannya gak nih?
asta guna
sayang sekali baru baca sekarang
asta guna
iya. kuat saja tak cukup, perlu cerdas dalam pertarungan
asta guna
ntabs
asta guna
Luar biasa
asta guna
ha-ha-ha manteb nih
asta guna
semua guru gurunya punya ruang dimensi lain. keren
Putra Indra
semua pendekar habis, kehidupan hancur oleh orang jahat, mc ngga ada gunanya ini
Ficksu mixue
MC nya yg mana
Jhonny Afrizon
cerita bikin bingung,
Muhammad Syahlan
maantabbbb
Endang Nurhayati
ditunggu thor lanjutannya, tapi jangan lama-lama ya, trims
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!