NovelToon NovelToon
Penyesalan Yang Terlambat

Penyesalan Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:578
Nilai: 5
Nama Author: Amak Mpis

"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."

"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."

Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sidik Jari

Lupa itu hal yang menyebalkan apalagi kita yang melupakan semua masa lalu kita termasuk orang yang menyayangi dan menyakiti kita, tapi itulah kenyataan yang paling menyakitkan. 

… . 

Di jalan sepi terlihat dua orang yang sedang dikeroyok beberapa preman dan kondisi mereka sekarang sudah tak berdaya dan tak bisa melawan hanya bisa pasrah dengan semua pukulan yang mereka dapatkan. 

Sementara itu dari jauh terlihat seorang cewek berpakaian serba hitam berjalan santai kearah mereka. Dia tak menyadari apa yang ada di depannya karena fokusnya hanya pada ponsel yang dia genggam. 

BUGH BUGH BUGH. 

“Heh kok ada orang berantem?” tanya cewek itu setelah jaraknya semakin dekat dan suara dari pukulan itu semakin kencang, dan ternyata suara cewek itu juga terdengar oleh preman itu dan mereka semua menoleh kaget. 

“Kenapa pada noleh, jangan bilang mereka mau gebukin gue juga, gue harus kabur,” Lirih cewek itu dan bersiap mau kabur, tapi belum sempat dia melangkahkan kaki dia dibuat kaget karena bukan dia yang kabur tapi malah semua preman yang kabur ketakutan. 

“Kok malah mereka yang kabur?, Ah yaudahlah biarin mending gue tolongin mereka berdua aja,” ucap cewek itu lalu berlari menghampiri dua cowok yang sudah terkapar. 

“Heh bangun!” pinta cewek itu sambil menggoyang salah satu cowok dan tak merespon. 

Cewek itu berjalan kearah cowok lain yang dia harap masih sadar. “Heh, bangun!” pinta cewek itu sambil menggoyang badan cowok kedua dan ternyata cowok ini masih sadar. 

“To-long,” Jawab cowok itu sambil menyerahkan kunci mobil lalu pingsan. 

“Lah kok ikut pingsan, astaga. Emang dia tahu kalau gue bisa nyetir atau tidak?” tanya cewek itu sambil mencoba memapah cowok itu menuju mobil lalu memapah cowok yang satunya lagi. 

“Sandi atau sidik jari? Mobil apa ini masa ada kata sandi segala? tapi kalau gak pakai sandi ataupun sidik jari gue gak bisa masukin kuncinya, gue coba pakai sidik jari gue aja kali ya?” Cewek itu menempelkan jempolnya dan ternyata lubang kuncinya terbuka. 

“Kok bisa? Mungkin yang penting nempelin sidik jari kali ya?” Tanya cewek itu sambil mulai menjalankan mobil dengan kecepatan cukup tinggi karena kondisi kedua orang yang dia bawa cukup parah. 

HUJAN HOSPITAL

“Sus, tolong di mobil ada dua orang,” Ucap cewek itu dan beberapa suster juga perawat datang ke mobil dan membawa dua cowok itu ke IGD. 

Dua orang itu ditangani dengan sangat cepat karena kondisi mereka memang sudah tak bisa menunggu lagi. 

“Black, ngapain disini? Lo yang bawa dua oang itu kesini?” Tanya salah satu dokter yang baru saja datang untuk membantu menangani dua orang itu kepada cewek itu yang ternyata bernama Black. 

“Iya, lo kenal mereka, Sin?”

“Iya gue kenal, lo tenang dulu gue pasti akan menyelamatkan mereka,” Ucap dr.Sindi yang tahu kalau Black sedang khawatir, terlihat dari tangannya yang gemetar dan mukanya yang sangat cemas. 

Black mengangguk lalu dr.Sindi masuk kedalam. 

“Kenapa gue khawatir banget sama mereka? siapa mereka? Apa gue kenal sama mereka?” Pertanyaan itu terus berkecamuk di kepala Black tanpa dia sadar sekarang sudah ada suster yang berdiri di depannya. 

“Saya harus urus administrasi ya, sus?”

“Tidak, saya cuma mau tanya tadi kamu menemukan adik saya dimana?”

“Oh itu adiknya suster?”

“Salah satu dari mereka itu adik saya dan yang satu itu sahabatnya, jadi dimana kamu menemukan mereka dan kenapa mereka bisa sampai begini?”

“Saya ketemu mereka di Jl. Anyelir dekat sekolah yang sudah terbengkalai, mereka lagi dikeroyok sama beberapa preman, tapi untuk alasan mereka dikroyok saya gak tahu karena saya datang mereka sudah terkapar hanya saat preman itu pergi salah satu diantara mereka masih sadar dan dia minta tolong sambil menyerahkan kunci.”

“Kunci? Kamu bisa mengendarai mobil itu?”

“Bisa, pakai sidik jari.”

‘Kok dia bisa bawa mobil Bintang?’ tanya suster itu dalam hati. 

“Oh iya Terima kasih ya kamu sudah menolong mereka, kalau boleh tahu nama kamu siapa?”

“Panggil saja Black, apa saya sudah boleh pergi, soalnya saya sudah telat masuk kerja?”

“Oh iya boleh, tapi kalau boleh saya minta nomor kamu biar saya bisa hubungin kamu lagi.”

“Oh iya boleh,” Jawab Black sambil menuliskan nomornya lalu pamit pergi. 

Black pergi menaiki taxi menuju sebuah restaurant yang cukup  jauh dari rumah sakit. 

“Kemana aja Black?” Tanya Sira, kasir yang sedang berjaga. 

“Nolong orang,” jawab Black sambil berlari kecil menuju dapur. 

“Hati-hati jangan lari!” Pinta Sira cukup panik melihat Black berlari. 

Sementara di rumah sakit, kedua cowok itu sudah berhasil melewati masa kritis dan sekarang sudah dipindahkan ke ruang rawat, mereka juga sekarang sudah sadar.

“Kalian sebenarnya kenapa sampai bisa kaya gini?” Tanya Febri, mama dari Kevin. 

“Aku juga gak tahu ma, mereka tiba-tiba nyerang kita.”

“Mereka suruhan Ardi,” Ucap Doni tiba-tiba. 

“Ardi? Mau apa lagi dia? Belum cukupkah dia mengambil Rain sampai dia mau menyerang kita berdua?” Tanya Bintang terlihat sangat marah. 

“Bintang, kamu tenang dulu, dengerin penjelasan papa kamu dulu,” Pinta Melisa, mama dari Bintang. 

“Apa yang harus di jelaskan lagi, kalau dulu kita lebih dulu menyadari jika semua ucapan Rain itu benar, semua ini gak akan terjadi. Aku gak akan kehilangan Rain sebelum Rain memaafkan aku.”

“Kita tahu kita salah tapi kamu jangan lupa bagaimana perlakuan kamu sama dia sebelum dia pergi diambil Ardi. Dari pertama dia hadir kamu tak pernah baik sama dia, kamu selalu menyiksa dia bahkan saat kita masih bisa menerima dia kamu juga sudah membencinya bahkan mencari-cari kesalahan Rain yang akhirnya membuat Ardi tahu kalau kamu tak membutuhkan Rain.”

“Jadi papa nyalahin semua sama aku?”

“Bukan papa melimpahkan semua kesalahan sama kamu tapi kamu juga harus sadar kalau kamu juga salah, jangan hanya menyalahkan kita saja.” Doni meluapkan semua yang dia pendam selama ini karena 4 bulan sudah mereka dibenci sama anaknya sendiri karena Bintang yang terlalu kehilangan Rain, istri pengganti dari Bintang. 

Bintang terdiam, dia sadar jika ini semua juga ada andil dari dirinya, dia menyesal telah menyia nyiakan istri sebaik Rain, Sebenci apapun Bintang, Rain tak pernah membalasnya bahkan dia masih terus menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. 

“Kita gak bermaksud menyalahkan kamu, kita tahu gimana perasaan kamu dan kita juga tahu kenyataannya setelah Rain pergi, kita hanya mau kamu tahu kita sama bersalahnya sama kamu, tolong kamu maafkan kita, kita perbaiki semuanya untuk menebus kesalahan kita sama Rain,” ucap Melisa sambil menenangkan Bintang. 

“Benar kata tante Melisa, sekarang yang harus kita pikirkan gimana cara kita membalas Ardii karena gue yakin dia akan melakukan sesuatu yang lebih dari ini,” ucap Kevin. 

“Terlepas dari semua ini saya mau tanya mobil merah kalian yang bisa buka dengan sidik jari siapa saja?” Tanya Alexa, kakak Kevin, suster yang tadi bertu Black. 

“Kalau sidik jari hanya gue dan Rain yang bisa buka, selain itu mereka hanya bisa buka pakai kata sandi, sejauh ini gue gak pernah mendaftarkan sidik jari orang lain selain kita berdua, emangnya kenapa?” Tanya Bintang merasa bingung dengan pertanyaan Alexa. 

“Eh bentar, tadi cewek yang nolong kita bawa kesini pakai apa, harusnya dia gak tahu kata sandinya dong?” tanya Kevin menyadari sesuatu yang janggal disini. 

“Nah makanya gue nanya siapa saja yang bisa buka kunci mobil Bintang yang merah dengan sidik jari, karena Cewek yang menolong kalian mengendarai mobil itu dengan cara membuka kunci dengan sidik jari.”

… … … … … … .. 

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!