“Temani kesepianku, maka uangku adalah uangmu!"
Demi kesembuhan sang ibu, Ermi Azrina rela menjadi Fake Affair yang berarti ia hanya perlu menjalankan misi agar Nesya Key (istri sah) sakit hati hingga menuntut perceraian.
Mampukah Ermi menyelesaikan misinya dengan baik? Apakah mungkin Key yang sangat mencintai suaminya mau bercerai hanya karena kehadiran orang ketiga? Apa motif di balik Fake Affair yang Varon Mero lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 ~ Jadikan saya wanita malam!
"Cek ini palsu!"
Lagi dan lagi dokter memotong perkataan Ermi, dan perkataan kali tak kala mengagetkan daripada sebelumnya.
Ermi membulatkan mata sempurna, mulut yang menganga langsung ia tutup dengan kedua telapak tangan. "Mana mungkin palsu, tidak mungkin cek itu palsu!" protes Ermi tak percaya.
Varon adalah pria kaya raya, mana mungkin setega itu menipunya dengan memberikan cek yang palsu. Meski Varon kejam dan tak pernah baik padanya, tapi Ermi yakin dan percaya Varon tak mungkin setega itu kepadanya.
"Lihatlah ini, Nak. Sangat jelas perbedaannya," ujar dokter membandingkan cek miliknya dengan cek yang Ermi bawa.
"Tidak mungkin, dokter jangan bercanda!" Ermi menggelengkan kepala dengan tangisan yang membasahi pipinya.
"Kalau kamu tidak percaya, silahkan bawa cek ini ke bank. Kalau bisa cairkan uangnya," imbuh dokter lagi, Ermi merebut kembali cek senilai satu milyar miliknya, kemudian berlarian membawa ceknya pergi.
"Hati-hati Ermi, kau sedang hamil!" teriak dokter mengingatkan, Ermi tak peduli, ia terus berlari keluar dari rumah sakit.
Sampai di luar, Ermi menjatuhkan tubuhnya di tengah kegelapan malam. Ermi menangis di tengah keramaian, tak satu pun orang yang lewat mendekatinya. Mereka hanya menatap sesaat kemudian pergi berlalu. Ermi masih menangis sejadi-jadinya. Ermi masih tak menyangka Varon setega itu mengerjai dirinya. Untuk apa datang menemuinya terakhir kali, bila hanya memberikan kompensasi berupa cek palsu.
"Apa dia sengaja menghinaku! Ya, tuan Varon pasti sedang menertawakanku sekarang," Ermi meremas roknya dengan erat.
"Aku Ermi Azrina, aku bersumpah tidak akan pernah memaafkanmu seumur hidupku!" teriak Ermi ditengah keramaian, membuat heran semua orang yang melewatinya. Malam itu juga, Ermi pulang ke rumahnya. Ia memasukkan semua pakaiannya ke dalam tas lusuh miliknya.
Ermi tak akan tinggal di rumah Tante Devi lagi. Ia akan pergi menjauh dari semua orang. Ia sudah berada di fase tak percaya kepada siapa pun, termasuk Tante Devi. Karen terlalu lelah, Ermi tak sengaja terlelap di kamar rumah gubuknya.
Keesokan harinya.
"Benar, nona. Ini adalah cek palsu," ucap sang teller bank menjelaskan.
"Coba periksa sekali lagi, kak," pinta Ermi memohon, Ermi masih saja berharap ceknya asli. Wanita berpakaian rapi itu menghela napas berat, kemudian menjelaskan dengan lantang bahwa cek yang Ermi bawa adalah palsu.
"Itu sudah jelas palsu, tolong menyingkirlah dan jangan membuat kami mengantri lama," protes yang lainnya. Ermi pun terpaksa menyingkirkan diri dengan membawa cek palsunya.
Di pagi yang cerah itu, Erni berjalan gontai menyusuri jalan raya tanpa tahu harus pergi ke mana. Hatinya terasa begitu pilu, sekarang sudah jelas bahwa cek yang Varon berikan adalah cek yang palsu. Ermi tak tahu harus pergi ke mana saat ini, yang pasti Ermi tak akan kembali ke rumah. Tante Devi dan Paman Dika juga tak bisa Ermi percaya lagi, mengingat merekalah yang memperkenalkan dirinya dengan Varon. Ermi benar-benar muak saat ini. Ia hanya ingin sendiri meski tak tahu harus ke mana.
Ermi melamar kerja di restoran, sayangnya ia langsung dipecat hari itu juga karena membuat pelanggan jijik. Bagaimana tidak jijik? Ermi muntah saat sedang mengantarkan makanan ke meja pelanggan. Ermi tak menyerah, ia kembali mencoba melamar kerja di tempat lainnya, tapi zonk. Kehamilan menjadi hambatan baginya.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanya Ermi frustasi, kini ia duduk di kursi pinggir jalan.
Derrrrt....
Panggil masuk dari Tante Devi, Ermi langsung menolaknya, ia membuka ponselnya, kemudian ia buang kartu SIM tersebut. Ermi menonaktifkan ponsel agar Tante Devi tak bisa melacak keberadaannya.
Ermi mencari pekerjaan hingga larut malam, tapi tak ada satu pun yang mau menerimanya. Ermi mengelus perutnya yang tiba-tiba terasa lapar, tapi ia tak peduli dan kembali melangkah menyusuri jalan tanpa tahu arah dan tujuan.
Ermi menghentikan langkahnya saat berada tepat di hadapan sebuah club malam, di mana ia pernah dijual oleh adiknya. Tanpa ragu dan penuh keyakinan, Ermi masuk ke dalam club tersebut. Secara tak sengaja ia menabrak seorang perempuan yang tak lain adalah pemilik club tersebut.
"Kau Ermi, bukan? Kakaknya Fico? Kalau kau datang mencari adikmu, dia tidak ada di sini, sudah seminggu ia tak datang kemari," cerocosnya sesuka hati. Ia menatap Ermi dari ujung kaki sampai ujung rambut, tas lusuh yang Ermi bawa membuatnya mengerutkan alis.
"Kenapa kau datang kemari?" tanyanya lagi dengan volume suara yang melembut.
"Tolong jadikan saya wanita malam!"
.
.
.
tapi kok dikit banget kak.. 😁😁😁
gpp deh, yg penting masih bisa terus menikmati karyamu..
oke deh lanjut karya berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰🤩😍
udh mampir di karya baru mu mak..
makasih othor 😘