Jual-beli harusnya barang, bukan manusia.
Dimalam Fasya menolak untuk berhubungan badan dengan kekasihnya.
Dia dijual.
Dilempar ke ranjang yang besar, pria tampan berbadan tinggi yang cukup berkharisma datang.
"Jika kau bisa menjadi pengasuh putra ku, maka aku akan membayar mu cukup tinggi."
- Shin
Bukan memuaskan hawa nafsu yang pria itu inginkan, tapi menjadi pengasuh anaknya? Kenapa harus Fasya?
Tapi ketika Fasya masuk ke rumah itu, dia menemukan banyak hal baru, fakta tentang siapa dirinya sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimana kau sembunyikan?
......................
Fasya berbaring di kamarnya, hari sudah malam, dia sudah lelah, Asta sudah tidur dan ini saatnya dia juga ikut tidur.
Fasya menatap langit-langit kamarnya, dia melirik ke kanan, tampak barang-barang mahal yang sudah Asta belikan untuk dirinya.
Apa boleh begini?
Terkadang Fasya berpikir begitu, dia merasa dia tidak layak menerima ini semua. Dia hanya seorang pengasuh, tapi kalau di ingat-ingat lagi, Fasya juga tidak ingat sejak kapan Asta mulai berubah, tapi yang jelas Perubahan Asta sangatlah baik untuknya, dengan begini dia bisa bekerja lebih nyaman.
Dari bocah nakal yang berisik menggunakan berbagai macam cara agar Fasya pergi dari rumah ini, hingga pada akhirnya sekarang tampaknya Asta lah yang paling suka keberadaan Fasya di rumah ini.
Brak!
Seseorang mencoba mendobrak pintu kamar Fasya kuat, tapi karna terkunci, tetap pintu kamar itu masih tertutup.
Lantas siapa yang malam-malam datang kesini?
Ah, Fasya ingat, kebiasaan datang mendadak seperti ini adalah kebiasaan Asta. Tapi apa yang Asta lakukan? Ini sudah malam? Padahal Fasya ingat tadi Asta sudah tertidur kan?
Apa jangan-jangan mimpi buruk?
Fasya langsung menyibakkan selimutnya, dia melompat dari kasur nyaman itu, bergegas menuju ke luar, apa yang Asta lakukan? Malam-malam begini?
Brak!
Fasya dengan cepat membuka pintu itu.
Tidak seperti yang dia duga, ini sangat jauh dari ekspetasinya, bukan seperti ini yang dia inginkan, bukan hal ini.
Ini sangat jauh dari apa yang Fasya bayangkan, dia bersyukur itu bukan Asta, tapi apa dia harus bersyukur jika yang berdiri di depannya adalah Nathalia?
Nathalia, adik tiri Shin, dia datang dengan rambut yang tergerai, juga piyama tidurnya.
"Ada apa Non? Datang ke kamar saya malam-malam? Non butuh sesuatu?" Tanya Fasya dengan ramah, walau ini diluar jam kerjanya, walau mengurus Nathalia bukan tanggungjawab nya, tetap Fasya bertanya dengan ramah karna faktanya posisi Nathalia adalah nona, dan Fasya sekadar pengasuh.
Padahal Fasya sudah mengantuk. Dia harus bangun pagi demi mengurus sekolah Asta besok, segalanya soal Asta kini menjadi tanggungjawab Fasya.
"Minggir!" Pekik Natha kasar, Natha berjalan masuk ke rumah kecil Fasya, dia bahkan mendorong Fasya keras hingga bahu gadis itu menabrak pintu. Bukannya lebay, tapi Fasya yakin ada sesuatu yang salah terjadi di bahunya, soalnya ini nyeri.
Apa-apaan ini? Natha datang dengan marah dan ekspresi yang kesal, dia bahkan mengabaikan ramah tamah dan sopan santun yang Fasya hadirkan. Dia juga menutup mata soal fakta bahwa rumah ini harusnya menjadi hak pribadi Fasya kan, selama Fasya bekerja disini?
Lantas kenapa, Nathalia dengan gampang dan mudahnya, dia masuk, mengacak-acak barang yang ada di kamar Fasya.
"Dimana sih lu sembunyiin?!" Nathalia membentak kasar. Dia melempar segala barang-barang yang ada di rumah Fasya.
Kekacauan terjadi, di malam-malam begini.
Kekacauan yang Fasya sendiri tidak mengerti harus bagaimana menyikapi nya? Dia tidak merasa salah, dia juga tidak tau kenapa Nathalia bersikap seperti ini. Apa alasannya, apa yang nona muda ini cari di rumah pembantu seperti Fasya?
"Non! Cari apa sih? Udah malam tau, mending tidur." Fasya mencoba menghentikan Nathalia yang marah dan berisik, tangannya tak henti mengacaukan rumah Fasya.
"Berisik tau gak! Diem deh!" Natha menoleh ke kanan kiri, dia terus mencari sesuatu yang sudah ditunggunya.
Apaan sih, gajelas banget tuh orang!
Fasya menarik napasnya dalam-dalam, mencoba mengumpulkan dan memperluas kesabaran di hatinya untuk menghadapi Nathalia.
Jangan tanya.
Fasya sudah sangat kesal sekarang.
Memangnya siapa yang tidak kesal, jika orang asing datang tiba-tiba, dan mengacaukan rumah yang selama ini sudah Fasya tinggali dan rawat dengan baik. Rumahnya yang menjadi tempat peristirahatan ternyaman.
Yah walau sebenernya ini memang milik Shin sih, tapi kan bukan berarti Nathalia bisa bersikap sesukanya kan?
"Gak ada disini! Dimana?!"
Natha berkeliling, hingga saat dia melewati depan kamar Fasya, langkahnya terhenti, dia melirik ke dalam kamar gadis itu.
"Oh, jadi disini?" Nathalia berjalan, dia membuka lebar pintu itu, dia berhenti tepat di depan sebuah beberapa pakaian yang tergantung sempurna disana.
"Jadi ini pakaian yang lu dapat sehabis ngemis atas nama bocah nakal itu? Berani-beraninya lu Yee minta-minta begitu sama Kak Shin! Lu tuh gak layak pake pakaian bagus kayak gini!"
Nathalia mengambil semua pakaian yang Shin belikan untuk Fasya, dia mengambil semuanya tanpa tersisa termasuk dress coklat muda yang pertama kali Fasya coba.
"Hah? Apaan sih Non, itu dikasih Tuan muda Asta buat saya, kembaliin gak?!" Fasya mencoba menarik kembali pakaian itu, itu adalah pemberian Asta. Fasya menyaksikan sendiri pakaian itu adalah pilihan dari tuan mudanya.
Asta memilihnya sendiri dengan penuh kehati-hatian! Fasya tidak akan ikhlas jika diambil oleh Nathalia!
"Apaan sih cewek kampung! Cewek kampung kek Lo tuh gak layak pake barang branded gini! Berisik tau gak! Mending lu diem, awas aja kalo lu berani ngadu sama Kak Shin! Gua bakal jual lu sama om-om!"
Nathalia berjalan keluar dengan membawa tujuh pakaian yang sudah Fasya susun dengan rapi sejak tadi sore. semuanya diambil oleh Nathalia.
Gadis itu berjalan dengan angkuh, dengan wajah penuh senyuman menyeringai puas, dia senang sekali mendapatkan barang-barang mewah yang selama ini dia idamkan. Barang yang selalu dia minta pada Shin, tapi tidak pernah Shin berikan.
Fasya diam membeku di tempatnya.
Bukan dia tidak memiliki keberanian, tapi trauma itu datang kembali.
Dijual?
Fasya muak!
Dia sudah pernah dijual oleh orang yang sangat dia percaya dan begitu dia cintai, sekarang kata-kata dijual saja sudah mampu membuat Fasya segemetar ini.
Fasya juga tidak ingin Nathalia memiliki pakaian itu. Bukan karna barang-barang itu mahal dan berkelas, tapi karna itu pilihan Asta sendiri. Asta begitu antusias memilihnya satu persatu, rasanya sangat disayangkan Fasya tidak memilikinya.
Apalagi kalau mengingat Asta yang nakal dulu, menjadi sangat hati-hati dan lembut jika itu menyangkut soal Fasya. Tapi, perkataan Nathalia barusan soal menjualnya? Fasya menganggapnya serius, mungkin saja itu bisa benar-benar terjadi. Karna faktanya Fasya berdiri disini karna dulu dia juga pernah dijual kan?
......................
"Lagian! Beraninya seorang pengasuh punya barang sebagus ini."
Nathalia berjalan dengan santai, senyuman manis memenuhi wajahnya, dia sangat senang bisa merampas barang-barang indah dan berkelas dari Fasya.
"Gak cocok! Cocok lagi buat gue? Tapi kalo Kak Shin tau, dia bakal marah gak ya? Gak dong, gue kan adiknya, sedangkan perempuan itu cuma pengasuhnya?"
Nathalia percaya diri sekali, posisinya dirumah ini jauh lebih penting dari posisi Fasya.
makasih Thor
sehat slalu lah byar up sampai tamat.
aku suka ❤️👍
padahal suka banget ceritanya
dapat notif tak kira up
ternyata 😌