Menjadi anak satu-satunya membuat Caitlin harus menerima sebuah Perjodohan yang diatur oleh kedua orang tuanya. Namun, siapa sangka di hari pernikahannya Evan kabur bersama kekasihnya. Caitlin pikir semuanya akan berakhir begitu saja tapi ternyata Aaron, adik Evan bersedia menjadi mempelai pria pengganti.
Bagi Aaron pernikahan hanyalah perihal uang dan keturunan. Rasa sakit yang membekas membuatnya menjadi tidak percaya dengan kata 'cinta'. Tepat dimalam pertama mereka, Aaron memberikan surat perjanjian untuk tidak saling mencampuri urusan satu sama lain.
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La'KieL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23A
Suara kicauan burung di pagi hari ini terdengar sangat merdu ditambah dengan cuaca pagi yang sangat cerah membuat Caitlin dan Aaron yang sedang berada di halaman rumah nya tersenyum ceria.
Caitlin dan Aaron ingin melupakan sejenak kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu. Aaron telah menyerahkan kasus itu kepada kepolisian, jadi Aaron dan Caitlin tinggal menunggu perkembangan kasus itu.
Dengan dua buah gelas yang berisi teh, dua insan itu sangat menikmati pagi yang sangat indah ini. Perut Caitlin yang sudah sangat membesar membuat mereka sangat tidak sabar menantikan kelahiran buah hati mereka.
"Mas, kau sudah menyiapkan nama untuk anak kita nanti?" Tanya Caitlin sambil menyeruput segelas teh yang ada dihadapan nya.
"Belum sayang, aku serahkan semuanya kepadamu. Aku ingin kau yang memberikan nama untuk anak kita," Ucap Aaron meraih tangan Caitlin.
"Baiklah, aku pun belum menyiapkan nama untuk anak kita. Nanti saja kalau anak kita sudah lahir," Ucap Caitlin tersenyum dengan sangat manis membuat Aaron sangat gemas kepada Caitlin.
"Kau terlihat sangat cantik sayang, aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu. Kau bukan hanya cantik di wajah saja tapi hatimu juga sangat cantik," Ucap Aaron membuat Caitlin menjadi salah tingkah.
"Kau ini bisa saja mas," Ucap Caitlin sambil salah tingkah.
Caitlin tak henti memandang suaminya itu, ia masih tidak percaya jika kini Aaron benar-benar mencintai nya. Dia sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengabulkan doa-doa nya selama ini.
Semesta pun seperti mengetahui apa yang dirasakan oleh Caitlin, kebahagiaan lah yang kini mengiringi setiap hari nya. Walaupun masih tersimpan rasa cemas dan khawatir karena Evan masih belum ditemukan sampai saat ini.
Aaron tidak berhenti mengelus dan menciumi perut Caitlin yang semakin membesar itu. Perubahan fisik Caitlin tidak terlalu mencolok, hanya saja pipi nya kini yang semakin membulat. Aaron selalu tersenyum jika melihat pipi Caitlin yang bulat sekarang.
"Aku sangat tidak sabar menantikan anak kita lahir sayang," Ucap Aaron mengelus perut besar milik Caitlin.
"Aku juga mas, aku yang lebih tidak sabar," Ucap Caitlin tersenyum dan menyimpan tangan nya diatas tangan Aaron yang masih mengelus perut besar nya.
"Nanti jarak antara anak pertama dan kedua kita jangan terlalu jauh ya sayang," Kekeh Aaron membuat Caitlin tertawa sangat kencang.
"Kau ini, anak pertama saja belum lahir sudah minta anak kedua mas," Ucap Caitlin memukul pelan tubuh Aaron.
"Tidak apa-apa lah, justru itu bagus. Cita-citaku kan punya anak 11 biar kita bisa buat tim sepak bola sendiri," Ucap Aaron yang tidak bisa berhenti tertawa itu.
"Kau ini! Baiklah kalau begitu kau yang mengandung 10 anak kita selanjutnya ya," Kekeh Caitlin.
Mereka terlihat sangat bahagia, hari-hari mereka kini selalu di iringi dengan canda tawa. Tidak ada lagi suasana dingin di rumah mewah itu. Yang Caitlin rasakan hanyalah kehangatan dan kenyamanan semenjak Aaron mencintainya.
Ucapan Aaron tentang mempunyai 11 anak terngiang di pikiran Caitlin, ia membayangkan betapa ramai nya rumah ini jika benar mempunyai 11 anak. Caitlin langsung membuang pikiran nya itu, melahirkan saja belum tahu rasa nya seperti apa, tapi sudah memikirkan mempunyai 11 anak.
Ya Tuhan aku tidak pernah berhenti untuk meminta kepadamu! Jagalah selalu keluarga kami dari segala hal yang tidak baik, izinkanlah kami untuk selalu bahagia tanpa ada satu air mata pun yang menetes.
Ampyunnnnnnnnnn visualnya....
🤕😵💫🤭
siapa tahu novel berikutnya
lebih wow buming kak
😂😂
bodohnya dirimu demi uang merusak persaudaraan mu sendiri
orang tuamu pasti kecewa dan tak termaafkan
ervan kakak aron kog tega kerjasama sama iblis
apa gk mikir betapa hancurnya hati orang tuamu
kakak sendiri sekongkol dengan grace
menguatkan rumah tangga aron dan cai
semoga cai bisa menjelaskan kejadian ke aron