NovelToon NovelToon
BERI AKU CINTA

BERI AKU CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Duda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:161.1k
Nilai: 5
Nama Author: Julia Fajar

Devina Arsyla meninggal akibat kecelakaan mobil, saat dia hendak menjemput putrinya di sekolah. Mobil Devina menabrak pohon ketika menghindari para pengendara motor yang ugal-ugalan di jalan raya.

Sejak kejadian itu Mahen Yazid Arham, suami Devina sangat terpukul. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor serta di club malam bersama teman-temannya daripada tinggal di rumah.

Hal ini membuat kedua keluarga sangat cemas dan prihatin, lalu mereka sepakat untuk meminta Mahen ganti tikar yaitu dengan menikahi Devani Arsya, adik kembar sang istri.

Namun, Mahen dan Devani sama-sama menolak. Keduanya beranggapan tidak akan pernah menemukan kecocokan, dengan sifat dan keinginan mereka yang selalu bertolak belakang.

Mahen sejak dulu selalu mengira Devani itu adalah gadis liar, urakan yang hanya bisa membuat malu keluarga, sedangkan Devani juga merasa kehadiran Mahen telah membuat dirinya jauh dari Devina.

Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Apakah akhirnya mereka akan menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27. MAIN TEBAK-TEBAKAN

"Hans... apakah kamu jadi pergi?" tanya Mahen.

"Jadi lah Kak!" jawab Hansen.

"Ayolah bersiap, Annisa juga sudah nunggu tuh di mobil, dia sudah tidak sabar."

"Sebentar Kak, tinggal pakai jaket dan sepatu saja kok," jawab Hansen.

"Aku tunggu di mobil ya!" ucap Mahen.

"Siap Kak!"

Mahen pun pamit kepada kedua orangtuanya, lalu menunggu Hans di mobil bersama Annisa.

"Ma...Pa, aku pergi dulu ya!" pamit Hans.

"Pergilah! Jangan kau buat marah lagi kakakmu ya," pinta mama.

Hans tidak menjawab, hanya memberi tanda oke dengan jarinya sambil bergegas pergi.

"Nis kita duduk di sini saja yuk!" ajak Hans agar Annisa duduk di bangku belakang bersamanya untuk memberi kesempatan agar Mahen dan Devani duduk berdua di bangku depan.

"Oke Om, kita main tebak-tebakan ya," ucap Annisa sambil pindah ke belakang.

"Siap! Om duluan ya."

"Rambut putih namanya uban, rambut merah adalah pirang, nah kalau rambut hijau disebut apa Nis?" tanya Hans.

Nisa pun berpikir sejenak, lalu dia menjawab, "Rambutan belum mateng!" seru Annisa sambil tertawa kesenangan karena yakin jawabannya benar.

"Ya...ketebak," ucap Hans.

"Sekarang giliran Nisa ya Om, Jus apa yang turun dari langit?" tanya Nisa.

Hans pun berpikir keras, menurutnya mana ada dan tidak mungkin jus turun dari langit. Hal yang mustahil menurutnya, lalu dia menjawab, "Justru itu aku tidak tahu."

"Hahaha...Om ternyata pintar," ucap Annisa sambil cekikikan.

"Sekarang giliran Om lagi ya, apa buktinya sayuran wortel baik untuk kesehatan?" tanya Hans lagi.

"Gampang itu Om," ucap Annisa.

"Ya apa jawabannya?" tanya Hans yang sangat yakin kalau Nisa pasti tidak bisa menjawabnya karena lama terdiam.

"Jawabannya, apa om pernah lihat kelinci pakai kacamata?"

"Hahaha...kamu pintar banget sih," ucap Hans sambil mengelus rambut keponakannya.

"Ya iyalah Om...aku 'kan sering main tebak-tebakan sama bunda," jawab Annisa.

"Wow...bunda kamu ternyata pintar ya! Kalau begitu Om mau juga ikut belajar dengan bunda," ucap Hansen sambil melirik kakaknya yang sedang fokus menyetir.

Mahen pun melirik sang adik dari kaca spion mobilnya.

"Satu lagi ya Om, apa bahasa India nya bumbu dapur? ayo tebak...Om 'kan menguasai banyak bahasa," ucap Annisa.

"Jadee bootee," jawab Hans sangat yakin karena dia memang mahir berbahasa India.

"Om salah! hahaha..." ucap Annisa kegirangan.

"Jadi apa dong! itu sudah benar Nis, Om 'kan jago berbahasa India," ucap Hans.

"Bukan itu Om, yang benar adalah tumbar miri jahe," jawab Annisa sambil tertawa.

"Ah...kamu curang," ucap Hans sambil menggaruk kepalanya. Mahen yang melihat kegembiraan putrinya ikut tersenyum dibalik setirnya.

"Ini yang terakhir ya, kamu pasti tidak bisa nya," ucap Hans yakin.

"Apa Om, jangan sepele dengan Nisa Om! Nisa pasti bisa menjawabnya," ucap Annisa.

"Kenapa orang takut kehujanan?" tanya Hans.

"Hemm... sebentar ya Om, Nisa pikir dulu," ucap Annisa mengingat-ingat, sepertinya sang bunda juga pernah memberikan tebakan itu.

"Nisa tahu!" seru Annisa.

"Tidak mungkin, kali ini kamu pasti kalah," ucap Hans lagi.

"Kalau Nisa yang menang, apa hadiahnya Om?"

"Terserah Nisa mau minta apa, pasti Om turuti, asal jangan minta Om pulang, karena Om masih rindu sama Nisa," ucap Hans sambil mencubit pelan kedua pipi Annisa yang chubby.

"Nanti saja nyusul apa hadiah yang akan Nisa minta, Nisa pikir-pikir dulu ya Om. Sekarang Nisa jawab tebakannya, jawabannya adalah karena hujan beraninya keroyokan, coba kalau satu-satu pasti nggak ada yang takut Om."

"Ha-ha-ha..."

Semua tertawa begitu juga Mahen.

Mahen akui putrinya memang pintar tapi dalam hatinya, dia juga berterima kasih kepada Devani, semua kepintaran Annisa tak lepas, berkat didikannya.

"Horee...kita sudah sampai. Bunda sudah siap apa belum ya, Pa...ayo kita turun jemput bunda," ucap Annisa.

Mahen pun berpikir sejenak dan akhirnya ikut turun, karena dia merasa tidak enak dengan mertuanya jika harus menyuruh Hans yang menjemput Devani.

Hans tersenyum, dia senang melihat sang Kakak ternyata masih mengutamakan rasa tanggungjawab ketimbang egonya.

Mahen dan Annisa mengucap salam, ternyata yang membuka pintu adalah Papa Andara.

Annisa pun langsung berlari ke gendongan eyangnya dan Papa Andara mencium kedua pipi cucunya itu sambil berkata, "Baru sebentar cucu eyang pergi, eyang sudah kangen dan rumah eyang jadi sepi, nggak ada kamu di sini."

"Maaf ya eyang, besok Annisa pasti main lagi ke sini," ucap Annisa.

"Bunda mana Yang?" tanya Annisa dengan celingukan melihat ke dalam rumah.

"Silahkan masuk dulu Nak! Devani sedang bersiap," ucap Papa Andara.

Mahen dan Annisa pun masuk dan duduk menunggu kedatangan Devani sambil ngobrol dengan Papa Andara. Tidak lama menunggu Devani pun muncul.

Seperti biasa Devani hanya menggunakan celana jeans beserta kaos ketat, karena itu adalah mode pakaian kesukaannya.

Mahen memandangnya dengan perasaan kurang suka, karena baginya wanita akan terlihat lebih anggun jika menggunakan blush, rok ataupun gaun.

Papa Andara yang melihat tatapan Mahen menyiratkan ketidak puasan dengan penampilan Devani lalu berkata, "Kenapa memakai pakaian seperti itu Van?" tanya Papa Andara.

"Papa 'kan tahu, pakaianku semuanya memang seperti ini, karena aku bukanlah Devina Pa, yang hampir semua pakaiannya serba gaun. Jadi maaf Pa, Hen...jika penampilanku mengecewakan dan membuatmu malu, lebih baik aku nggak jadi ikut," ucap Devani sambil berbalik hendak pergi.

"Bunda tunggu!" ucap Annisa sambil menarik tangan Devani.

"Bunda cantik kok dengan dandanan seperti itu, Papa juga nggak masalah, iya 'kan Pa?"

Mahen tidak menjawab, hanya berkata, "Ayo Van...kita berangkat kasihan Hans sudah lama menunggu kita di dalam mobil."

"Pergilah Nak," ucap Papa Andara.

Annisa pun menatap Devani, sorot matanya terlihat begitu memohon agar Devani ikut.

"Ayo kita berangkat. Pa...kami berangkat dulu ya, salam dengan mama," ucap Mahen.

Mahen tahu kebiasaan mama Intan, jam segitu mama pasti sedang istirahat di kamar, sambil menunggu datangnya waktu isya.

Devani tidak bisa menolak ketika Annisa menarik tangannya untuk berangkat.

Hans yang melihat mereka keluar rumah merasa lega, tadinya dia sempat khawatir jika Devani membatalkan kepergiannya.

"Bunda duduk di Devan ya, Nisa biar duduk dengan Om Hans, karena kami mau melanjutkan bermain tebak-tebakan.

"Bunda biar duduk bersama kalian saja, karena Bunda juga ingin ikut main," ucap Devani sambil membuka pintu belakang. Dia memang sengaja ingin menghindari Mahen.

Mahen yang melihat hal itu, langsung membuka pintu depan, lalu memegang tangan Devani sambil berkata, "Duduklah di depan, biarkan Annisa bersama Hans."

Annisa dan Hansen saling mengerlingkan mata, keduanya berharap rencana ingin mendekatkan Mahen dengan Devani berjalan lancar.

1
Sri Puryani
kenapa mahen gj minta tlg gara bantu nyari istri nya trus ksh foto istri nya biar tau wanitanya istri mahen...
Sri Puryani
mahen horang kaya kok istri diculik nyarinya nyantai....msk gk punya anak buah.....
Lilik Juhariah
gk berani baca pemerkosaa hms iks
Euis Kindar Wulan
up
Sulati Cus
alasan mu pak nggak masuk akal, kyk cm km doang yg merasa stres krn pekerjaan 😂terus di bolehin gitu selingkuh, di dunia nyata banyak kok suami yg tertekan dh pekerjaan tp y g selingkuh jg
Bunda Aish
ceritanya sebenarnya bagus, tapi mungkin author nya lebih teliti lagi karena ada bbrp cerita jd berlawanan spt hp Devani waktu diculik Bastian kan sudah dibuang kok bisa ada lg, penjabaran yg maksudnya baik tp jd terasa agak membosankan karena terlalu panjang; contoh makanan khas Turki,hukum memakai pakaian spt lelaki; mngkn bisa dikutip sedikit ; ini menurut saya ya thor, penyampaian nya di buat mengalir tidak dipaksakan. maaf kalau tidak berkenan, tetap semangat berkarya semoga lebih banyak lagi yang baca dan kasih like'...... terimakasih.....💪🏻💕
Bunda Aish
polisi bisa cek cctv kan? atau bisa sewa detektif....masa pasif aja...
Bunda Aish
lho hp Devani bukannya dibuang sama Bastian, kok bisa ada lagi?
Bunda Aish
Annisa itu umur berapa ya thor? dialognya bukan seperti anak-anak usia 5-6 th?
Bunda Aish
kadang lebih dewasa pemikiran Bastian timbang mahen
Bunda Aish
ikhlaskan bukan dilupakan mahen.....
Bunda Aish
sebelum pergi, Devina kan seperti sudah memberikan tanda²....
Bunda Aish
ya tho kita dukung, yang sabar yaa... tetap semangat....💪🏻
Bunda Aish
duh, segitu nya sama ipar sendiri....
Bunda Aish
yang baca juga ikut bingung,devani devina....😉
Bunda Aish
tetap semangat ya thor...
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
bagys
Mardiana Se
Semangat selalu berkarya Author💪💪👍👍👍
Mardiana Se
Dr bab 1 sampai bab ini aku baca, bagus ceritanya... Semangat berkarya selalu ya Author💪💪💪👍👍👍
Imoy
keluarganya bukannya pada tajir..masa g punya anak buah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!