Dimas Darmawan, seorang dokter muda yang terpaksa menikahi mantan istri sahabatnya bernama Winda Alicia.
Bayu, sahabat Dimas yang merupakan mantan suami Winda. Bayu merencanakan pernikahan Dimas dan Winda agar dia bisa rujuk kembali dengan Winda setelah jatuh talak 3.
Hanya enam bulan pernikahan dan mereka harus bercerai.
Apa yang membuat Bayu begitu gigih berusaha ingin rujuk dengan Winda?
Dapatkah Dimas menjaga istri titipan talak 3 sahabatnya?
Ataukah cinta akan tumbuh diantara mereka setelah menikah dan menjadi dilema bagi Dimas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Godaan Mantan
Dimas pergi ke rumah mertuanya untuk mencari keberadaan Winda. Juga sekaligus meminta maaf karena tidak bisa menjaga Winda dengan baik.
Meskipun mereka sangat sedih mengetahui Winda pergi, mereka tetap berusaha memberikan semangat pada Dimas untuk tidak berhenti mencari. Mereka yakin Winda tidak mungkin pergi begitu saja tanpa kabar. Pasti telah terjadi hal buruk pada Winda.
Mereka juga akan mencari keberadaan teman Winda dan bertanya pada beberapa temen dekat Winda. Dimas merasa sedikit terhibur karena orangtua Winda juga percaya jika Winda tidak akan pergi meninggalkan Dimas.
Dimas pulang dengan hati yakin bahwa Winda pasti akan kembali. Dimas berjanji tidak akan pergi kemanapun agar saat Winda kembali, Winda akan bisa menemukannya ditempat yang sama.
Sejak itu, Dimas bekerja seperti biasanya sambil sekali waktu mencari keberadaan Winda. Di tengah kegalauan hatinya, Maya mantan istrinya datang kembali dan berusaha masuk kembali ke dalam kehidupan Dimas.
Maya datang membawa penyesalan dan harapan baru untuk Dimas.
Maya datang ke rumah sakit untuk menemui Dimas saat sudah tidak ada pasien.
Tok tok tok.
"Masuk," suara Dimas agak keras.
Maya masuk sambil memasang wajah memelas untuk menarik simpati Dimas.
"Mas Dimas," panggil Maya lembut.
Dimas kaget melihat Maya datang menemuinya di rumah sakit setelah sekian lama. Tapi dia berusaha tetap tenang dan tidak terbawa emosi.
"Oh kamu. Ada perlu apa kamu datang menemuiku?" tanya Dimas datar.
"Mas, kok nanyanya gitu? Kayak aku nggak pernah ada dalam hatimu saja?" jawab Maya menggoda.
"Maya, jika tidak ada yang penting, sebaiknya kamu pergi saja. Aku masih banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan," kata Dimas sambil melihat mantan istrinya.
"Mas, aku hanya ingin menghiburmu. Aku tahu, istrimu pergi meninggalkanmu. Mas bagaimana kalau kita rujuk kembali?" ucap Maya yang membuat Dimas mulai emosi.
"Maya, jangan pernah berpikir untuk rujuk kembali. Itu tidak mungkin," jawab Dimas kesal.
Melihat Dimas kesal, Maya bukannya takut akan tetapi dia bertambah berani karena merasa dia memiliki tantangan baru. Maya berdiri mendekati Dimas.
"Mas, aku tahu di dalam hatimu yang paling dalam, kamu pasti masih sangat mencintai aku. Karena itu kamu tidak ingin menikah lagi karena kamu tidak bisa mencintai wanita lain. Aku tahu kamu menikahi Winda hanya karena teman kamu bukan? Kamu sebenarnya masih sangat mencintai aku. Benarkan?" kata Maya sambil meraba dada Dimas dari belakang.
Dimas menahan emosi melihat kelakuan Maya. Maya menggodanya dengan berani dan berusaha menaikkan hasrat Dimas padanya. Dimas memegang kedua tangan Maya, lalu mendorongnya menjauh.
"Mas Dimas..."
"Pergilah, sebelum kesabaranku habis," teriak Dimas marah.
Tiba-tiba Maya jatuh pingsan. Dimas panik dan langsung membawa Maya ke tempat tidur di ruangannya.
"Mery, cepat panggilkan dokter Asya," teriak Diana pada asistennya.
Tak lama kemudian dokter Asya datang dan memeriksa kondisi Maya.
"Bagaimana kondisi Maya dokter?" tanya Dimas cemas.
"Kita bicara sebentar diluar," jawab dokter Asya lalu melangkah keluar diikuti Dimas.
"Dokter Dimas. Bukankah dia mantan istri kamu? Maaf, aku tidak bermaksud ikut campur urusan kalian. Tapi saat ini mbak Maya sedang mengandung 4 Minggu," kata dokter Asya.
Dimas sangat terkejut. Maya hamil, bukankah dia belum menikah? Siapa ayah bayi dalam kandungannya?
"Apakah kondisi bayinya baik-baik saja?" tanya Diana lagi.
"Syukurlah, kondisinya baik-baik saja. Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu dokter Dimas," kata dokter Asya.
"Silakan dokter Asya," jawab Dimas.
Dimas menarik nafas panjang. Lalu masuk dan melihat wanita yang pernah mengisi masa mudanya dengan cinta. Wanita yang pernah membuatnya tergila-gila hingga lupa segalanya. Lupa jika dia hanya mempermainkannya saja.
Sekilas bayangan Winda muncul di hadapannya sambil tersenyum.
Apakah kamu merindukan aku?
Sebab rugi punya ayah dia lemot dan lambat dalam bertindak
Semoga cepat mati
Jdi cerita pun tamat
Geram aku
Makanya ada msalah di bicarakan sama suami
Jngan sok2 simpan sendiri
Kembali lah Kau sama bayu tu
Dasar perempuan bego
nti ketemu sdh pd dewasa gt ya thor...sotoy akutuh 🤣🤣